Tampilkan postingan dengan label jamie carragher. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jamie carragher. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 April 2014

BR sesali keputusan pensiun Carragher


27-04-2014 09:38

Bola.net - Brendan Rodgers mengatakan bahwa ia
menyesali keputusan Jamie Carragher untuk gantung
sepatu sehingga tak bisa merasakan manisnya titel
juara Premier League, jika Liverpool memang
memenangkannya musim ini.
Seperti yang diketahui sebelumnya, sosok yang
merupakan Wakil Kapten, dan pemain yang loyal pada
Liverpool tersebut menyatakan pensiun di akhir
musim lalu. Kini, ia beralih profesi menjadi
komentator di sebuah televisi terkenal di Inggris.
Alhasil, Carragher pun pensiun tanpa pernah
memenangkan medali Premier League sekalipun
sepanjang karirnya. Dan hal itulah yang membuat
Rodgers menyesali keputusan pria berusia 36 tahunt
tersebut.
"Ini salah satu penyesalan terbesar saya. Bagi saya,
dia adalah sosok yang luar biasa dan saya rela untuk
membayar berapapun juga agar dia bisa berada di
samping saya sekarang," serunya pada Daily Mail .
"Dia, dan John Terry, sudah tampil sebagai bek
tengah yang luar biasa di negeri ini selama bertahun-
tahun. Mereka memiliki mentalitas juara. Sayang
sekali dia ingin gantung sepatu. Pemain seperti
dirinya, dan Steven Gerrard, merupakan legenda yang
luar biasa. Mereka adalah duta besar klub yang
sesungguhnya," sambung Manajer asal Irlandia Utara
tersebut. (sm/dim)

Minggu, 27 April 2014

BR sesali keputusan pensiun Carragher


27-04-2014 09:38

Bola.net - Brendan Rodgers mengatakan bahwa ia
menyesali keputusan Jamie Carragher untuk gantung
sepatu sehingga tak bisa merasakan manisnya titel
juara Premier League, jika Liverpool memang
memenangkannya musim ini.
Seperti yang diketahui sebelumnya, sosok yang
merupakan Wakil Kapten, dan pemain yang loyal pada
Liverpool tersebut menyatakan pensiun di akhir
musim lalu. Kini, ia beralih profesi menjadi
komentator di sebuah televisi terkenal di Inggris.
Alhasil, Carragher pun pensiun tanpa pernah
memenangkan medali Premier League sekalipun
sepanjang karirnya. Dan hal itulah yang membuat
Rodgers menyesali keputusan pria berusia 36 tahunt
tersebut.
"Ini salah satu penyesalan terbesar saya. Bagi saya,
dia adalah sosok yang luar biasa dan saya rela untuk
membayar berapapun juga agar dia bisa berada di
samping saya sekarang," serunya pada Daily Mail .
"Dia, dan John Terry, sudah tampil sebagai bek
tengah yang luar biasa di negeri ini selama bertahun-
tahun. Mereka memiliki mentalitas juara. Sayang
sekali dia ingin gantung sepatu. Pemain seperti
dirinya, dan Steven Gerrard, merupakan legenda yang
luar biasa. Mereka adalah duta besar klub yang
sesungguhnya," sambung Manajer asal Irlandia Utara
tersebut. (sm/dim)

Jumat, 03 Agustus 2012

Jamie Carragher Sudah 700


Gomel - Laga Liverpool kontrak FC Gomel jadi momen spesial untuk Jamie Carragher yang membuat penampilan ke-700 selama berseragam merah-merah. Tapi untuk Carragher, malam itu adalah malamnya sang manajer, Brendan Rodgers.

Memulai dari Akademi Sepakbola Liverpool, Carragher melakoni debut profesionalnya di tahun 1996 saat menjadi pemain pengganti di laga Piala Liga Inggris kontra Middlesbrough.

Tahun demi tahun dilewati Carragher yang kini tak lagi muda dan sudah berusia 34 tahun. Boleh jadi kemampuannya tak lagi seperti dulu namun profesionalisme serta loyalitas Carragher pada klub patut diacungi jempol.

Tak lagi jadi pilihan utama dalam dua musim terakhir tak membuat Carragher gusar dan hasilnya caps ke-700 pun dia genggam saat Liverpool melakoni Leg I Kualifikasi Babak Ketiga Liga Europa kontra Gomel, Jumat (3/8/2012) dinihari WIB.

Memakai ban kapten --meskipun ada Steven Gerrard di lapangan--, Carragher sejak laga itu berjarak 157 penampilan dari gelandang legendaris The Reds, Ian Callaghan, yang mengumpulkan 857.

"Setiap laga untuk Liverpool adalah pertandingan yang luar biasa - tidak peduli di manapun - dan aku senang serta bahagia bisa bermain sebanyak ini untuk klub," ujar Carragher di situs resmi tim.

"Malam yang menyenangkan untukku bisa mencapai angka itu, tapi yang lebih penting adalah ini laga pertama manajer (Rodgers). Itu lebih penting dari laga ke-700 aku," sambugnya.

Ya, laga kontra Gomels adalah pertandingan resmi pertama Rodgers sebagai manajer baru Liverpool. Ujian awal sukses dilewati dengan kemenangan 1-0 dan jadi modal untuk melakoni leg kedua di Anfield pekan depan.

"Ini adalah hal yang sangat penting untuk manajer di laga perdananya, khususnya saat bermain di Eropa. Ini hal penting untuk Liverpool dengan tradisi hebatnya dan kemenangan untuk manajer lebih berarti dari apapun."

"Seperti yang aku bilang, laga perdananya (Rodgers) lebih penting dari penampilan ke-700 aku," tandas Carragher.

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Jumat, 03/08/2012 16:30 WIB


( mrp / a2s )

Minggu, 19 Juni 2011

Carragher Rindu Trofi

Rossi Finza Noor : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,
Selama
kariernya
bersama
Liverpool,
Jamie
Carragher sudah memenangi beberapa
titel. Mengingat trofi terakhir yang
diangkatnya sudah cukup lama,
Carragher pun merindukan trofi baru.
Carragher sudah punya beberapa
medali juara, di antaranya Piala FA 2001
dan 2006,Piala Carling 2001 dan 2003,
Liga Champions 2005, Piala UEFA 2001
dan Piala Super Eropa pada 2002 dan
2005. Cukup lengkap, hanya saja
kurang titel juara Premier League.
Liverpool sendiri belum lagi
mengangkat trofi sejak memenangi
Piala FA 2006 dan memenangi Liga
Inggris sejak 1990. Wajar kalau
kemudian Carra curhat soal
kerinduannya itu.
"Kami ingin berada di sana. Liverpool
harus menjadi penantan untuk
memenangi trofi-trofi," ujarnya kepada
Sky Sports.
"Sudah beberapa tahun berlalu sejak
terakhir kali kami menjadi juara dan itu
yang akan kami ubah di musim depan.
Saya yakin, semua orang di sini punya
pemikiran yang sama," lanjutnya.
Imbas dari kehampaan trofi itu,
terutama di Liga Inggris, The Reds pun
disalip Manchester United dalam
perolehan trofi juara. Carrager
memberi selamat kepada 'Setan Merah',
namun juga mengingatkan klubnya
supaya tidak kian tertinggal dari sang
rival.
"Jika Man United menang, mereka
menang dan Anda harus memberikan
selamat serta menghormati apa yang
sudah mereka capai."
"Kami tak bisa selamanya
mempertahankan rekor ini--kami
punya rekor lima gelar Liga
Champions--jika kami tak bisa
berkompetisi dengan mereka."
"Kami harus berusaha untuk
memenangi (trofi, red) lebih banyak
lagi karena sudah terlalu lama bagi
Liverpool. Ini adalah sesuatu yang
berusaha kami ubah," tandasnya.

Selasa, 10 Mei 2011

Carragher Tatap Musim Depan Tanpa Sesumbar

Selasa, 10 Mei 2011 - 13:01 wib
Sebastianus Epifany - Okezone
Jamie Carragher (Foto: Daylife)
enlarge this image
LIVERPOOL - Sejak ditangani oleh Kenny
Dalglish, Liverpool seakan-akan menjadi tim
yang berbeda. Rentetan hasil positif tak kunjung
henti menghampiri klub di kota pelabuhan
Inggris tersebut.
Performa gemilang ini tentu saja memberikan
kegembiraan bagi seluruh elemen di kubu
Liverpool. Mulai dari pemain, pelatih,
manajemen, hingga suporter yang dikenal
fanatik bergembira dengan pencapaian The
Reds.
Bagi seorang Jamie Carragher, performa
menanjak timnya jangan terlalu dilebih-lebihkan
karena bisa menjadi bumerang. Hal inilah yang
membuatnya mengingatkan para rekannya
untuk tidak terbawa euforia sesaat.
“Saya telah berada disini sejak lama dan
mendapat pertanyaan itu setiap tahun. Seperti
yang saya katakan, saya ingin menikmati
momen ini. Kami bermain baik dan menang,”
tutut Carragher seperti disitat dari Tribalfootball,
Selasa (10/5/2011).
“Semoga kami bisa melanjutan performa ini
dan percaya diri menghadapi musim depan,
tetapi saya tidak berharap siapapun di Liverpool
menjadi sesumbar atau menaruh ekspektasi
berlebihan kepada kami,” tambah sang wakil
kapten.
Apa yang dikatakan sang wakil kapten memang
benar, karena kerapkali Liverpool yang dianggap
calon juara malah gagal berbicara banyak. Hal
inilah yang sangat diwaspadai King Carra di
kancah Premier League musim depan.
(hmr)

Senin, 21 Maret 2011

Carragher: Tekelku pada Nani yang Terburuk

Senin, 21/03/2011 00:18 WIB
Carragher: Tekelku pada Nani yang Terburuk
Arya Perdhana : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,
Jamie
Carragher mengaku
menyesal telah
melakukan tekel yang
telah membuat Nani
cedera. Bek Liverpool
itu menyebut kalau
tekelnya tersebut
adalah yang terburuk
dalam karirnya.
Carragher membuat tekel berbahaya saat Liverpool menjamu
Manchester United di Anfield, 6 Maret lalu. Pul sepatu Carragher
melukai kaki Nani yang kemudian harus ditarik keluar karenanya.
"Saya meminta maaf untuk tekel itu dan itu memang tekel yang
buruk. Jadi saya senang melihat dia (Nani) sudah kembali latihan
enam hari kemudian," aku Carragher di News of the World yang
dikutip SkySports.
Carragher mengaku bahwa dalam 15 tahun karirnya sebagai
pesepakbola, tekelnya kepada Nani adalah yang terburuk.
"Saya bermain nyaris dalam 700 partai dan selama 15 tahun
bermain di posisi yang memaksa Anda melakukan lusinan tekel
setiap pekan. Itu adalah kali pertama saya melakukan tekel yang
tidak bagus," terang Carragher.
"Nani gagal mengontrol bola dan bola sedang di udara saat saya
menerjangnya. Saya pikir saya bisa merebut bolanya tetapi saya
salah waktu," imbuh bek berusia 33 tahun itu.
Carragher menolak tudingan dari manajer MU, Sir Alex Ferguson,
dan Nani sendiri, bahwa ia berniat mencederai lawan.
"Ada beberapa komentar dari Nani dan Sir Alex Ferguson
setelahnya, tetapi saya pastikan itu tidak dilakukan dengan niat
jahat," pungkas Carragher.

Jumat, 25 Februari 2011

Carragher Tersering Tampil di Eropa

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Bek
Liverpool, Jamie Carragher, mengukir rekor
manis, yaitu menjadi pemain Inggris paling
banyak tampil di ajang Eropa dengan catatan
137 penampilan, yaitu saat timnya
menghadapi Sparta Praha pada leg kedua
babak 32 besar Liga Europa, Jumat (25/2/2011)
dini hari WIB.
Dalam pertandingan yang dimenangi Liverpool 1-0 itu, Carra
masuk di babak kedua dan mendapat kesempatan bermain
selama 45 menit.
"Hal ini menunjukkan kontribusinya untuk klub. Dia sungguh
merupakan pelayan luar biasa untuk klub ini. Dia sudah
bergabung di klub ini sejak usia 12 tahun, jadi tampil malam ini
adalah kehormatan baginya dan juga kesuksesan bagi klub yang
dia bela," ujar manajer "The Reds", Kenny Dalglish, seusai laga.
Dalglish memainkan Carra sebagai bek kanan untuk
menggantikan Martin Kelly yang cedera. "Menurut saya, posisi
bek kanan bukan posisi favorit Carragher. Semula, kami mencoba
untuk memberikan Carragher waktu istirahat, namun cedera itu
membuat kami berubah pikiran. Kami memainkan dia dan dia
mengisi posisi bek kanan itu tanpa masalah," kata Dalglish.
"Kami sangat senang bisa memiliki Carragher, ketimbang kami
harus menghadapinya sebagai lawan. Dia layak mendapatkan
pujian," ujar Dalglish.
Carra telah membela Liverpool sejak 1996 lalu.
Total, pemain 33
tahun itu telah mengenakan seragam "The Reds" dalam 655
pertandingan. Ia berada di urutan ke sembilan pada daftar pemain
terbaik Liverpool sepanjang masa. (LIV)
Penulis: Jonathan Pandapotan Editor: Tjatur Wiharyo

Kamis, 17 Februari 2011

Carragher: Waktuku Tinggal 2,5 Tahun

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Bek Liverpool, Jamie Carragher, mengaku belum mau pensiun dalam waktu dekat. Meski sudah berusia 33 tahun, ia merasa masih tetap fit untuk bermain bersama Liverpool.
Namun, Carragher berpikir dirinya tinggal
mempunyai dua setengah tahun lagi untuk bisa tetap bertahan di
Anfield. Ini menjadi pikirannya setelah membaca headline salah
satu surat kabar Inggris yang menyebut dirinya veteran.
"Aku ingin bermain untuk Liverpool selama yang aku bisa. Aku
membaca beberapa surat kabar setelah laga melawan Chelsea
dan salah satu dari surat kabar itu menyebutku 'Carragher sang
Veteran'. Ini membuatku berpikir, 'Tuhan aku sudah tak akan
lama bermain lagi. Aku tahu minimal aku tinggal memiliki dua
setengah tahun lagi dan waktu itu akan berlalu'," kata Carragher.
Carragher sebelumnya sempat tersingkir akibat cedera bahu. Ia
juga kurang mendapat kepercayaan dari manajer Liverpool
sebelumnya, Roy Hodgson. Namun, lambat laun Carragher
kembali mendapatkan tempat utama di skuad "The Reds". Apalagi
setelah Kenny Dalglish menggantikan Hodgson sebagai manajer.
Sejak tahun 1996, Carragher sudah bermain di 652 laga dan
mencetak 5 gol. Sepanjang karier profesionalnya, Carragher
hanya membela Liverpool. Carragher sendiri merupakan hasil
binaan akademi "The Reds". (SCN)
Penulis: Wirawan Kusuma Editor: Hery Prasetyo