Minggu, 25 Desember 2011

Gagal, Adam Tak Kapok Ambil Penalti Lagi

Bola.net - Gelandang Liverpool Charlie Adam mengaku tidak kapok untuk kembali
mengambil tendangan penalti
meski pada kesempatan terakhir
ia gagal melakukan tugasnya. Penalti Adam ke gawang Wigan
mampu digagalkan kiper Ali Al-
Habsi yang membuat The Reds
gagal memetik poin penuh di DW
Stadium tengah pekan ini. "Saya tak pernah mengatakan
bahwa saya adalah penendang
penalti yang hebat, tapi kiper
mereka (Wigan) melakukan
penyelamatan yang bagus dan
tentu saja saya kecewa tak bisa mencetak gol," kata Adam
seperti dilansir Dailymail. "Terakhir kali saya mengambil
penalti, saya bisa mencetak gol,
dan saya mengambilnya dengan
kepercayaan diri yang sama
ketika saya gagal," "Tapi bila saya mendapat
kesempatan lagi, saya akan di
sana untuk kembali menjadi
eksekutor," tegas mantan
gelandang Rangers dan
Blackpool itu. Kegagalan Adam mengeksekusi
penalti tersebut membuat
Liverpool musim ini telah empat
kali gagal dalam lima
kesempatan menendang penalti. Sebelum Adam, tiga penendang
penalti Liverpool lainnya yang
juga gagal adalah Andy Carroll,
Luis Suarez, dan Dirk Kuyt. Kegagalan demi kegagalan
Liverpool mengeksekusi penalti
ini melengkapi "kesialan" The
Reds yang tercatat sebagai tim
dengan rekor membentur tiang
dan mistar gawang terbanyak musim ini, 17 kali. (dm/zul)

Sabtu, 24 Desember 2011

GlenJo Tetap Dukung Suarez

Dikritik, Glen Johnson Tetap Dukung Luis Suarez

2011-12-23 19:56

?

Kaus bergambar Suarez, bukti dukungan Glen Johnson (c) AFP

Bola.net - Bek Liverpool, Glen Johnson, menunjukkan dukungannya kepada Luis Suarez dengan mengenakan kaus bergambar pemain asal Uruguay tersebut, sebelum pertandingan melawan Wigan Athletic, yang berakhir imbang 0-0.


Suarez dihukum dilarang bermain untuk delapan pertandingan serta dijatuhi denda sebesar 40.000 Poundsterling, setelah dirinya dinyatakan bersalah karena melakukan pelecehan rasial terhadap bek Manchester United, Patrice Evra, pada pertandingan di awal musim ini.

Bagaimanapun, para pemain Liverpool tetap memberikan dukungannya pada penyerang internasional Uruguay tersebut, dan Johnson serta pemain-pemain Si Merah lainnya, mengenakan kaus yang terdapat gambar Suarez pada bagian depan dan nomor punggung tujuh pada bagian belakang, saat mereka melakukan pemanasan sebelum pertandingan.

Manajer Liverpool, Kenny Dalglish, juga mengenakan kaus tersebut pada wawancara televisi pra pertandingan, namun aksi ini telah membuat beberapa pihak merasa tersinggung.

Mantan bek Manchester United, Paul McGrath, mengatakan kalau Johnson - satu-satunya pemain berkulit hitam yang bermain reguler di Liverpool - seharusnya menolak ambil bagian dalam aksi tersebut.

"Mungkin Kenny (Dalglish) sedang mencoba membuat pernyataan untuk FA, tetapi saya pikir merupakan hal buruk jika ia terlihat mengenakan kaus itu. Akan lebih baik bagi Liverpool FC jika mereka mengenakan kaus anti rasisme," kata McGrath kepada stasiun radio, Talksport.

"Banyak anak-anak yang menyaksikan pertandingan ini, dan apa yang mereka lakukan kemarin malam, melakukan pemanasan dengan kaus di mana wajahnya (Suarez) tersenyum terpampang di sana, yang baru saja melakukan komentar rasis terhadap salah seorang lawannya, telah mempermalukan sepak bola."

"Jika saya menjadi Glen Johnson, saya akan membanting kaus tersebut ke lantai," geram McGrath.

"Jika saya menemui orang seperti itu saat saya masih aktif bermain, dan saya mendengar komentarnya, atau saya bahkan menduga kalau dirinya bersalah, dan tentu saja ada proses pengadilan, maka saya tidak akan mengenakan kaus dengan namanya, (serta) mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja."

Johnson ternyata dongkol dengan kritik yang dilancarkan McGrath, dan melalui akun jejaring sosialnya, ia menegaskan bahwa ada beberapa alasan bagus mengapa dirinya mendukung Suarez.

"Saya akan mendukung siapapun yang saya inginkan, ketika saya menginginkannya!!! Ada banyak alasan mengapa saya mendukung Luis Suarez!!!" tulisnya.�(afp/end)

Jumat, 23 Desember 2011

Pepe Reina Menyayangkan Absennya Suarez

Penjaga gawang Liverpool, Pepe
Reina, menilai absennya Luis
Suarez di delapan laga bakal
menjadi pukulan berat buat The
Reds. Semenjak ditinggal Fernando Torres
pada bulan Januari lalu, Liverpool
sangat berharap pundi-pundi
golnya mengalir dari kaki
penyerang asal Uruguay tersebut. Tak disangka, pemain berusia 24
tahun ini tampil cukup produktif
dengan melesatkan sembilan gol
dari 29 laga. Namun kini, kiprahnya
terjegal setelah terbukti bersalah
melakukan tindakan rasis terhadap pemain bertahan Manchester
United, Patrice Evra. Setelah sekian lama ditindaklanjuti,
akhirnya Federasi Sepak Bola
Inggris (FA) mengganjar Suarez
dengan larangan tampil di delapan
pertandingan. Menanggapi hal itu,
Pepe Reina langsung berkomentar. Meski menyayangkan absennya
Suarez, Reina tetap berharap
rekannya itu bisa kembali
bergabung di tim. "Kami jelas kecewa, tapi yang paling
penting ia sudah melakukan
pekerjaannya bagi tim," kata Reina
pada Triball Football. "Dia bermain bagus (melawan
Wigan) dan dia harus terus bermain
dan membantu tim sebanyak yang
ia bisa," tambahnya. "Jelas kami sangat menikmati bisa
bermain bersamanya selama kami
bisa, dan kita akan melihat apa
yang terjadi ke depannya,"
pungkasnya. © BOLANEWS.COM

'Kenapa sih Liverpool Bela Suarez Habis-habisan?'

Andi Abdullah Sururi : Sepakbola detikcom - Liverpool, Liverpool membela habis-habisan Luis Suarez
yang telah divonis berbuat rasis.
Pembelaan itu mendapat pertanyaan
dari sejumlah kalangan karena dinilai
bisa menjadi preseden untuk potensi
kasus-kasus serupa. Begitu FA menjatuhkan skorsing
delapan pertandingan plus deda 40
ribu poundsterling pada Suarez,
pemain sampai manajer The Reds
selalu menunjukkan dukungan untuk
penyerang internasional Uruguay itu. Terakhir, menjelang kickoff
pertandingan liga melawan Wigan
hari Rabu (21/12/2011) lalu, pemain-
pemain Liverpool mengenakan kaus
khusus saat pemanasan di DW Arena,
bergambar Suarez, sebagai simbol dukungan. "Saya sungguh tidak habis pikir,
apakah tepat mengenakan t-shirt
seperti itu," cetus Olivier Bernard, eks
pemain Newcastle dan juru kampanye
Show Racism the Red Card, kepada
Sky Sports. "Saya bisa memahami sikap klub
tentang itu, tapi dalam masyarakat
kita tidak bisa menerima rasisme dan
memberi dukungan pada pemain
yang mengeluarkan kata-kata rasis.
Saya pikir itu sedikit salah. "Saya tidak berkeberatan Liverpool
mendukung Mr. Suarez. Tapi saya
pikir, adalah salah memakai t-shirt
tersebut karena itu berarti mereka
membiarkan bahasa rasis. Saya
benar-benar tidak memahaminya." Harian The Sun juga mengkritik hal
tersebut. Ditulis editornya, apa yang
dilakukan Liverpool bisa menjadi
preseden untuk pihak-pihak lain, bisa
ditiru orang lain. Contohnya Andres
Villas-Boas yang membela John Terry yang sedang didakwa berbicara rasis
pada Anton Ferdinand -- tapi
kasusnya masih diproses. "Bayangan reaksi negara ini jika
skuad Chelsea semua turun ke White
Hart Lane tadi malam dengan
memakai t-shirt John Terry.... Juga
akan seperti apa teriakan yang terjadi,
kalau misalnya Alex Ferguson dan bintang-bintang Manchester United-
nya mulai memakai baju dengan
nama Evra di bagian belakangnya,"
tulis sang edtor. Mantan pemain internasional Republik
Irlandia, Paul McGrath, tak kalah keras
menyayangkan sikap Liverpool dalam
mendukung penyerang utamanya itu.
Kampanye antirasisme yang terus
digalakkan bisa mengalami kemunduran ada toleransi-toleransi. "Ini soal respek. Isu ini tentang
menghormati pemain lawan Anda. Ini
pertandingan yang sebenarnya.
Olahraga ini sendiri sudah melenceng
jauh, sudah jadi soal menang dan
uang. Elemen sebenarnya dari sepakbola sebagai olahraga sudah
lama lenyap. Sekarang jadi soal
melindungi kepentingan anda,
melindungi pemain-pemain terbaik
anda,” papar eks defender Aston Villa
itu. "Kalau saya dalam situasi Glen
Johnson, aku akan mencampakkan
kaus itu ke tanah," tambahnya,
dikutip dari Talksport. Disindir seperti itu Glen JOhnson
sudah bereaksi. "Saya akan membela
siapa yang ingin saya bela!! Banyak
alasan kenapa aku membela Luis
Suarez!!," tulis bek Liverpool itu di
akun twitter-nya.

Agger: Tim Lebih Penting Dari Kasus Suarez

Bola.net - Bek Liverpool Daniel Agger menyatakan bahwa rekan-rekannya tak harus
mencurahkan perhatian
sepenuhnya pada sanksi FA
pada Luis Suarez. Suarez dijatuhi skorsing delapan
pertandingan dan denda 40 ribu
pound setelah FA menilai striker
asal Uruguay itu melakukan
tindakan rasial pada bek
Manchester United, Patrice Evra. Namun Agger mengatakan,
meski Liverpool sepenuhnya
mendukung Suarez, namun
pemain masih punya tugas yang
lebih besar, yakni di lapangan. "Itu (sanksi Suarez) tidak dalam
pikiran kami," kata Agger usai
pertandingan lawan Wigan
ketika Liverpool ditahan imbang
tanpa gol tengah pekan ini. "Kami bermain sepak bola dan
itulah yang paling penting, kami
tak bisa memikirkan hal selain
itu," "Skuad ini tetap bersama, dan
itulah jalannya. Tapi kami tak
pernah diragukan lagi tetap
memberi dukungan untuk
Suarez," "Sudah sifat alami bahwa kami
harus mendukung rekan setim,
tapi yang paling penting adalah
kami harus memenangkan
pertandingan, dan kami gagal
meraih sukses besar di Wigan," terang pemain asal Denmark
tersebut. [initial]

Dalglish: Suarez Pantas Dapat Dukungan Penuh


Bola.net - Manajer Liverpool, Kenny Dalglish menekankan jika klubnya tetap bersatu dan
tak akan terpecah untuk
mendukung sang penyerang, Luis Suarez. Pemain asal Uruguay itu
dihantam sanksi larangan tampil
dalam delapan laga oleh FA
setelah dianggap bersalah dalam
insiden rasisme yang melibatkan
bek Manchester United, Patrice Evra. Suarez memang masih bisa
tampil dalam pertandingan
lawan Wigan dini hari tadi yang
berakhir imbang tanpa gol,
karena The Reds masih memiliki
waktu 14 hari untuk mengajukan banding atau tidak. Para pemain Liverpool
menunjukkan dukungan
mereka sebelum kickoff dengan
mengenakan kaus bergambar
mantan penyerang Ajax itu
lengkap dengan nomor punggung 7 dan nama Suarez di
bagian belakang - dan Dalglish
mengatakan jika dukungan itu
menggambarkan apa yang ada
di tubuh klub. "Saya rasa anak-anak
menunjukkan respek dan ras
kagumnya pada Luis dengan
mengenakan kaus itu," ujar
manajer asal Skotlandia itu. "Itu merupakan gambaran
hebatnya sebagai karakter,
pribadi dan pesepak bola
sehingga para rekannya begitu
mendukung, demikian pula para
suporter. Ia pantas mendapatkan itu, dan kami akan
selalu berada di sampingnya." "Mereka tak akan bisa memecah
klub ini, tak peduli seberapa
keras pun mereka mencoba,"
tutup Dalglish. [initial]

Cara Para Pemain Liverpool Bela Luis Suarez



Bola.net - Para pemain Liverpool protes atas larangan bermain dalam delapan
pertandingan yang dijatuhkan
kepada Luis Suarez, mereka pun punya cara unik untuk membela
sang rekan. Suarez dihukum berat karena
melecehkan Patrice Evra secara rasis oleh anggapan FA, namun
rekan-rekannya menegaskan
bahwa striker asal Uruguay itu
sama sekali tidak rasis. Dalam satu pernyataan bernada
keras, tim Liverpool yang multi-
kultural mengatakan mereka
bersatu mendukung Suarez,
yang menghadapi larangan
bermain dalam waktu lama setelah dinyatakan bersalah
melecehkan pemain belakang Manchester United Evra. Selain mengenakan kaos
bernomor punggung 7 milik
Suarez ketika melakukan
pemanasan di laga kontra Wigan
dini hari tadi, para pemain The
Reds juga melansir beberapa pembelaan. "Luis Suarez adalah rekan setim
dan teman kami, dan sebagai
satu grup pemain kami terkejut
dan marah karena ia dinyatakan
bersalah oleh FA," kata para
pemain Liverpool. "Kami sepenuhnya mendukung
Luis dan kami ingin dunia tahu
itu. Kami tahu dia tidak rasis," "Kami adalah tim yang terdiri
atas berbagai bangsa dan latar
belakang yang berbeda. Kami
semua mendukung komitmen
klub untuk memerangi rasisme.
Kami semua menerima bahwa tidak ada tempat bagi
diskriminasi dalam bentuk
apapun dalam permainan ini,"
lanjut bunyi pernyataan mereka. "Kami hidup, berlatih dan
bermain bersama Luis selama
hampir 12 bulan dan kami tidak
melihat apa yang telah
digambarkan mengenai dia." "Kami akan terus mendukung
Luis melalui periode sulit ini, dan
sebagai seorang teman yang
populer dan dihormati oleh
seluruh rekan setimnya, dia tidak
akan berjalan sendiri," Liverpool sudah mengeluarkan
pernyataan yang menentang
keputusan FA tersebut,
meskipun klub itu belum
mengisyaratkan apakah
berencana mengajukan banding secara formal. [initial]