Tampilkan postingan dengan label kandidat juara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kandidat juara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Mei 2014

Peluang Terakhir Liverpool Jadi Juara!

Oleh: Boy Leonard Pasaribu
Brendan Rodgers - zimbio
INILAHCOM, Jakarta - Liverpool tetap
akan memanfaatkan peluang terakhirnya meraih gelar juara Liga Primer Inggris musim ini, meski kecil, saat menghadapi Newcastle United di Anfield,  minggu malam (11/5/14) WIB.
Sempat menjadi pemilik peluang gelar
juara terkuat dua pekan lalu, peluang The Reds langsung menyusut gara-gara
kekalahan lawan Chelsea dan hasil imbang lawan Crystal Palace dalam dua laga terakhir. Hasil itu membuat perolehan Liverpool tertahan di angka 81 poin.
Steven Gerrard dkk harus puas berada di tempat kedua dengan selisih dua poin dari Manchester City.
Perbedaan surplus gol yang terlalu besar antara Liverpool dengan City, yakni City +63 sementara Liverpool +50, membuat City cukup membutuhkan hasil imbang di laga terakhir untuk menjadi juara, kecuali The Reds mampu mengalahkan Newcastle dengan selisih lebih dari 13 gol.
Peluang lain bagi The Reds untuk menjadi juara adalah mengalahkan Newcastle dan berharap City kalah dari West Ham United di kandang sendiri. Inipun cukup kecil mengingat City hanya sekali kalah di kandang sendiri dari 18 laga kandang yang telah dijalani.
Bagi Liverpool tantangan untuk menjadi
juara lebih besar daripada meloloskan diri dari lubang jarum. Pun demikian, pelatih Liverpool, Brendan Rodgers tetap ingin memaksimalkan laga terakhir dan menyerahkan sisanya kepada Sang Nasib.
“Hari Minggu nanti, kami akan berjuang
hingga titik akhir. Jika kami menang dan
pada akhirnya gagal meraih gelar, saya
pikir finis di tempat kedua di belakang tim terkaya di dunia olah raga benar-benar menjadi pembuktian akan peningkatan yang telah kami lakukan,” ucap Rodgers seperti dikutip dari situs resmi Liverpool.
“Kami akan berusaha mengakhiri musim ini dengan hasil terbaik. Kami tahu ini akan jadi laga yang sulit tetapi kombinasi antara dukungan suporter kami, kepercayaan diri dan kualitas permainan kami sungguh fantastis. Bagi kami, memenangkan 16 laga dari 19 pertandingan akan jadi catatan bagus di kandang,” pelatih berusia 41 tahun itu menambahkan.
Terlepas dari hasil laga terakhir Liga
Primer musim ini, pelatih asal Irlandia
Utara itu menekankan betapa
fenomenalnya pencapaian para pemainnnya musim ini. Liverpool sempat diremehkan di awal musim ini namun pada akhirnya menuai pujian dari banyak kalangan.
“Kami sudah menjalani musim yang sangat sukses,” Brendan Rodgers menegaskan.
Rodgers dan pasukannya tentu harus
bekerja keras untuk mengakhiri musim
dengan kemenangan. Pasalnya, Newcastle sendiri tengah mengincar akhir musim yang baik. The Magpies baru meraih kemenangan pertamanya pekan lalu setelah menelan lima kekalahan beruntun.
Pelatih Newcastle, Alan Pardew, ingin
menutup musim ini dengan memberikan
kesan yang baik kepada fans. Dalam
beberapa pekan terakhir, fans kehilangan respeknya terhadap sang pelatih. Setiap kali Pardew memasuki lapangan, sorakan dan cemoohan mengiringi.
“Tentu saja, saya agak sedih dengan
situasi ini, tetapi keinginan saya harus
kuat untuk memastikan para pemain siap tampil lawan Liverpool. Kami harus datang ke Anfield dan menampilkan performa
terbaik,” ujar pelatih berusia 52 tahun itu seperti dikutip dari Independent .
Liverpool bisa menurunkan gelandang
Jordan Henderson pada laga terakhir ini
setelah sebelumnya harus menjalani
hukuman sanksi tiga pertandingan.
Sementara itu, playmaker asal Brasil yang baru pulih dari cedera, Philippe Coutinho, sudah mulai berlatih penuh dan berpeluang menjadi starter .
Di kubu tamu, penyerang Papiss Cisse dan Luuk de Jong tak bisa tampil. Cisse
mengalami cedera lutut sementara De Jong bermasalah dengan ankle-nya. Sebagai opsi, Loic Remy dan Shola Ameobi
berpeluang besar tampil di lini depan.
Laga ini akan disiarkan secara langsung
oleh Bein Sports 3 sejak pukul 21.00 WIB .
Limapertemuan terakhir kedua tim:
Liga Primer (19/10/13) Newcastle United
2-2 Liverpool
Liga Primer (27/04/13) Newcastle United
0-6 Liverpool
Liga Primer (4/11/12) Liverpool 1-1
Newcastle United
Liga Primer (1/4/12) Newcastle United
2-0 Liverpool
Liga Primer (30/12/11) Liverpool 3-1
Newcastle United
Limapertandingan terakhir Liverpool:
Liga Primer (5/5/14) Crystal Palace 3-3
Liverpool
Liga Primer (27/4/14) Liverpool 0-2
Chelsea
Liga Primer (20/4/14) Norwich City 2-3
Liverpool
Liga Primer (13/4/14) Liverpool 3-2 Manchester City
Liga Primer (6/4/14) West Ham United 1-2 Liverpool
Limapertandingan terakhir Newcatle
United:
Liga Primer (3/5/14) Newcastle Untied
3-0 Cardiff City
Liga Primer (28/4/14) Arsenal 3-0
Newcastle United
Liga Primer (19/4/14) Newcastle United
1-2 Swansea City
Liga Primer (12/4/14) Stoke City 1-0
Newcastle United
Liga Primer (5/4/14) Newcastle United
0-4 Manchester United
Prakiraan susunan pemain:
Liverpool: Simon Mignolet; Glen Johnson,
Martin Skrtel, Mahamadou Sakho, Jon
Flanagan; Steven Gerrard, Lucas Leiva,
Joe Allen, Raheem Sterling; Luis Suarez,
Daniel Sturridge.
Newcastle United: Tim Krul; Matthieu
Debuchi, Mike Williamson, Fabricio
Coloccini, Paul Dummett; Moussa Sissoko, Cheik Tiote, Vurnon Anita; Yoan Gouffran; Loic Remy, Shola Ameobi.

Gerrard Optimis Liverpool Juara Musim Depan


08-05-2014 13:50
Steven Gerrard (c) AFP
Bola.net - Gelandang Liverpool, Steven
Gerrard optimis timnya bisa meraih gelar juara musim depan. Jika pihak klub
mampu mempertahankan pemain andalan dan juga bisa membeli tambahan yang tepat, pemain 33 tahun ini yakin timnya bisa menuntaskan misi untuk meraih trofi Premier League.
Hal tersebut diungkapkan menyusul
semakin tipisnya peluang The Reds untuk juara musim ini. Untuk bisa menjuarai liga, mereka harus memenangkan laga pamungkas kontra Newcastle sembari berharap Manchester City tumbang di tangan West Ham. Pekan terakhir Premier League sendiri akan digelar pamungkas pada hari Minggu mendatang (11/05).
"Saya sangat optimis, jika pemain kami
bisa tetap bersama dan pihak klub
melakukan pembelian yang tepat musim
panas ini, prospek klub musim depan akan cerah," tegas Gerrard seperti dilansir Daily Star.
"Saya tak pernah ragu akan hal itu."
Liverpool sebenarnya sempat menjadi
kandidat terkuat untuk menjadi juara
musim ini. Namun hasil buruk dalam dua
laga terakhir saat dikalahkan Chelsea
dan ditahan imbang Crystal Palace
membuat posisi mereka kini tidak
menguntungkan lagi. (tds/mri)

Rodgers Berharap Carroll Mampu Ganjal City

11-05-2014 13:38
Andy Carroll (c) AFP
Bola.net - Manajer Liverpool, Brendan
Rodgers memberikan dukungannya kepada mantan bomber The Reds yang kini membela West Ham , Andy Carroll.
Rodgers menyebut bahwa pemain 25
tahun tersebut punya kualitas yang
dibutuhkan untuk membobol gawang
Manchester City.
Liverpool memang memiliki kepentingan
dalam laga antara City kontra West Ham malam nanti (11/05), karena hasil dari pertandingan itu mempengaruhi peluang juara yang mereka miliki. The Red s akan menjuarai Premier League hanya jika mereka mampu mengalahkan Newcastle , sementara di saat yang sama City tumbang di tangan West Ham.
"West Ham memiliki beberapa pemain
bagus yang bisa menyulitkan City.
Mereka mampu mengalahkan Spurs 3-0 di kandang, tentu hal serupa bisa terjadi juga melawan City," ungkap pria asal Irlandia Utara ini seperti dilansir Sky Sports .
"Terutama mereka memiliki pemain
jangkung Andy Carroll di depan, yang
punya kualitas cukup baik. Meski
demikian, City punya rekor defensif yang sangat luar biasa dengan catatan 14 cleansheet. Jelas bukan lawan yang
mudah dikalahkan."
Carroll sendiri pernah merumput bersama Liverpool pada periode 2011 sampai 2012 silam. Setelah itu ia bergabung bersama West Ham dengan status pinjaman sebelum dipermanenkan awal musim ini.
(sky/mri)

Rodgers: Abaikan Etihad, Fokus "Bakar'' Anfield!

11-05-2014 08:08
Brendan Rodgers mau Liverpool fokus ke Anfield. (c) AFP
Bola.net - Manajer Liverpool, Brendan
Rodgers mendesak pasukannya untuk
memberikan yang terbaik di Anfield pada
laga terakhir Premier League, dan tak
memikirkan apa yang bakal terjadi di
Etihad Stadium.
The Reds bakal menjamu Newcastle
pekan ini dengan mengetahui bahwa
kemenangan bisa membawa mereka ke
tangga juara, namun untuk itu mereka
juga bergantung pada keajaiban West
Ham untuk merampok tiga poin dari
kandang Manchester City .
Namun Rodgers cuma ingin anak asuhnya fokus membahagiakan fans di kandang sendiri.

"Anfield sudah menjadi benteng
tangguh untuk kami musim ini dan kami
ingin memberikan fans sesuatu untuk
dibawa pulang dan untuk dikenang dengan bahagia," tegas pria Irlandia itu.
Tak hanya itu, Rodgers juga ingin
pemainnya menghabisi musim ini dengan
rekor 100 gol atau tambahan satu gol
lagi.
"Jumlah gol yang kami lesakkan sudah
menunjukkan seberapa besar tim ini
berkembang. Dari finis dengan 47 gol di
musim 2011-12 menuju - semoga,
mendobrak batas 100 gol. Itu menunjukkan betapa positifnya kami
bermain dan juga kreativitas tim ini,"
pungkasnya. (dstar/row)

Sabtu, 10 Mei 2014

Jelang Liverpool vs Newcastle Potensi Banyak Gol di Anfield

Kris Fathoni W - detiksport
Getty Images/Jamie McDonald
Jakarta - Situasi di akhir musim ini
dan catatan seputar laga Liverpool
dengan Newcastle United membuat
laga di Anfield pada akhir pekan nanti
menghadirkan peluang akan adanya
banyak gol.
Sempat pegang kendali dalam
perebutan gelar juara Premier
League, Liverpool kini justru
mengekor di belakang pemuncak
klasemen Manchester City dengan
satu laga tersisa. Ada dua poin yang
memisahkan kedua tim.
Kendatipun situasi kini amat berat,
The Reds sudah pasti bertekad untuk
bisa terus memelihara asa menjadi
juara sampai saat-saat terakhir.
Maka tak ada pilihan selain meraih
tiga angka seraya berharap City akan
kalah di laga terakhirnya.
Dalam skenario lain, seandainya The
Citizens cuma meraih hasil seri dan
The Reds bisa menang maka kedua tim
akan punya poin setara dan kampiun
musim ini ditentukan oleh selisih gol.
Dalam hal itu, City sementara unggul
13 gol atas Liverpool.
Dengan situasi itulah Liverpool akan
menjamu tim peringkat sembilan
Newcastle United di Anfield, Minggu
(11/5/2014) malam WIB. Menilik hal
tersebut 'Si Merah' niscaya akan
berusaha sekuat tenaga meraih tiga
angka dengan mencetak gol
sebanyak-banyaknya--terlepas dari
besarnya perbedaan selisih gol
antara kedua tim--demi memelihara
kans.
Potensi akan adanya banyak gol di
Anfield bertambah mengingat dalam
39 laga antara Liverpool lawan Toon
Army sebelum ini tak pernah ada kata
seri tanpa gol. Laga ini bahkan sudah
menghasilkan 126 gol, yang mana
menjadi salah satu partai paling
subur dalam sejarah Premier League.
Menariknya, Liverpool juga tinggal
butuh satu tambahan gol lagi untuk
mencapai kisaran 100 gol Premier
League. Itu merupakan sebuah
torehan khusus dan sejauh ini baru
bisa dilakukan oleh dua tim saja--
salah satunya adalah City pada musim
ini.
Berikut data dan fakta seputar laga
tersebut seperti dirangkum Opta.
- Tak pernah ada hasil imbang tanpa
gol dalam 39 pertemuan antara
Liverpool dengan Newcastle United di
Premier League.
- Sudah ada 126 gol dalam partai
Premier League antara Newcastle
dengan Liverpool, yang mana menjadi
salah satu partai dengan jumlah gol
terbanyak di ajang tersebut.

- Liverpool baru memenangi satu dari
empat partai terakhirnya di laga
penutup musim (satu kemenangan,
satu kali imbang, dua kali kalah), di
mana kemenangan tunggal itu dipetik
musim lalu atas QPR yang sudah
dipastikan terdegradasi (1-0).
- Dalam enam musim terakhirnya di
kasta teratas, Newcastle sudah gagal
meraih kemenangan di laga pekan
terakhir (dua kali imbang, empat kali
kalah).
- Luis Suarez mencatat 31 gol di
Premier League musim ini. Ia butuh
satu gol lagi untuk menorehkan rekor
gol dalam era musim Premier League
berjumlah 38 pertandingan.
- Liverpool cuma butuh satu gol lagi
untuk mencapai 100 gol dalam musim
Premier League, menyamai Chelsea
(103 gol pada 2009-10) dan
Manchester City 100 gol dari 37
partai musim ini.
- Kali terakhir ada lebih dari satu tim
yang mencetak lebih dari 100 gol di
musim yang sama kompetisi kasta
teratas adalah pada 1960-61 (tiga
tim melakukannya).
- Newcastle cuma mencetak empat
gol saja dari tujuh pertandingan
menghadapi tim empat besar di
Premier League saat ini.
- Gol dari Daniel Sturridge sudah
berperan besar membuat Liverpool
meraih 18 poin musim ini; tak ada
peain di Premier League yang
menyumbangkan poin sebanyak ia
untuk timnya musim ini.
- Dari 18 lawatan terakhir ke
Anfield, Newcastle tak kuasa meraih
satu kemenangan pun (15 kali kalah,
3 kali imbang).

Jelang 'Final' Premier League , Kubu Liverpool Akan SMS Carroll dan Downing

Kris Fathoni W - detiksport
Getty Images/Bryn Lennon
Liverpool - Laga
akhir pekan ini
akan menentukan
juara Premier
League:
Manchester City
atau Liverpool.
Dalam posisi tertinggal, 'Si Merah'
turut berharap pada dua mantan
pemainnya yang kini membela tim
yang akan dihadapi oleh The Citizens
pada akhir pekan.
City saat ini memuncaki klasemen
Premier League dengan keunggulan
dua angka atas Liverpool yang berada
di posisi dua. City juga punya selisih
gol besar atas Liverpool--13 gol.
Hal itu tentu membuat peluang
Liverpool untuk finis di posisi
pertama tidak terlalu besar. Harapan
tim besutan Brendan Rodgers itu kini
adalah mengalahkan Newcastle United
dan City terpeleset saat menjamu
West Ham United, dalam partai-partai
yang dilangsungkan Minggu
(11/5/2014) malam WIB.
Terkait harapan tersebut, Liverpool
pun sekaligus akan menumpukan asa
kepada Andy Carroll dan Stuart
Downing, dua penggawa West Ham
yang sebelumnya pernah jadi
penghuni Anfield.
"Kami akan meng-SMS mereka
sebelum hari Minggu," kata gelandang
Liverpool Lucas Leiva kepada Daily
Star yang dikutip Sports Mole.
"Tentu saja mereka sudah pernah
berada di sini bersama kami, bekerja
bersama-sama dengan kami dan saya
yakin mereka akan melakukan yang
mereka mampu untuk meraih angka
buat West Ham dan dengan begitu
mereka akan membantu kami.
"Musim belum berakhir karena kami
masih memiliki Newcastle untuk
dihadapi. Tak mudah mengharapkan
City akan terpeleset tapi kami masih
harus tetap percaya sesuatu yang
indah akan muncul," tegas pemain
asal Brasil tersebut.

Gerrard: Kami Terpeleset, tapi Kami Akan Terus Berjuang

Doni Wahyudi - detiksport
Andrew Powell/Liverpool FC via Getty
Images
Liverpool - Steven Gerrard sudah bisa
'menertawakan' insiden dirinya
terpeleset di laga Liverpool dengan
Chelsea. Disebutnya, sekadar
terpelset tak akan membuat dirinya
dan seluruh penggawa The Reds
menyerah.
Gerrard jadi pemberitaan - dan juga
olok-olok - saat membuat kesalahan
yang berujung jebolnya gawang
Liverpool. Bermain di Anfield dalam
laga yang berpeluang menentukan
persaingan menjadi juara, dia
terpeleset di atas lapangan. Bola
yang lepas dari kakinya diambil Demba
Ba dan dilesakkannya ke gawang
Simon Mignolet.
Gol tersebut dianggap berpengaruh
besar atas hasil akhir laga, di mana
The Reds menyerah 0-2 atas The
Blues . Kekalahan itupun membuat
kans skuat besutan Brendan Rodgers
untuk jadi juara mengecil lantaran
Manchester City yang jadi pesaing
utama terus meraih kemenangan.
Dua pekan setelah kejadian tersebut,
Gerrard sepertinya sudah bisa
legowo . Dalam sebuah wawancara
dengan media di Inggris dia
menyinggung insiden tersebut.
"Pesan terbesar yang Anda dapat saat
mengikat kontrak dengan klub ini
adalah Anda tidak boleh terlalu
jemawa saat memenangi penghargan
atau trofi dan jangan terpuruk saat
terpeleset - dalam artian terpeleset
yang sebenarnya," ujar Gerrard di
Daily Mail .
"Anda terus berjuang dari satu
pertandingan ke pertandingan lain.
Tapi untuk saya, saya bertahan di
sini dan sangat bangga dengan rekan
setim, dan saya yakin kami akan
terus bersama dan kami akan bisa
menambah kekuatan yang dibutuhkan
di musim panas demi masa depan yang
lebih baik di klub ini," tegas dia.
Kekalahan atas Chelsea dan
dilanjutkan dengan membuang
keunggulan 3-0 saat diimbangi
Crystal Palace membuat The Reds kini
duduk di posisi dua klasemen Premier
League saat kompetisi tinggal
menyisakan satu pertandingan lagi.
Kemenangan atas Newcastle United di
laga pamungkas tak akan berarti jika
pada laga lain City menang saat
menjamu West Ham United.

Menghidupkan Lagi Suasana Ruang Ganti Liverpool yang Sedang Lesu

Mohammad Resha Pratama - detiksport

Liverpool - Suasana ruang ganti
Liverpool sedang tak seceria pekan-
pekan sebelumnya. Akhir pekan ini
diharapkan suasana dressing room 'Si
Merah' bisa kembali riang gembira
lagi, tentu dengan hadirnya trofi
Premier League.
Hasil imbang didapat Liverpool kala
menghadapi Crystal Palace setelah
sempat unggul 3-0, mereka harus
puas dengan skor akhir 3-3. Ini
membuat The Reds harus rela dalam
posisi sulit jelang penentuan gelar
juara akhir pekan ini.
Liverpool harus memenangi laga
kontra Newcastle United sambil
berharap Manchester City kalah dari
West Ham United agar trofi juara
terbang ke Anfield, bukan Etihad
Stadium.
"Ruang ganti benar-benar lesu usai
laga itu, mungkin yang paling lesu
sejak saya bergabung ke klub ini,"
ujar gelandang Liverpool Lucas Leiva
seperti dikutip Liverpool Echo.
"Dalam tempo waktu delapan menit di
Palace Senin malam lalu, kami
kehilangan kemenangan karena
lengah," sambungnya.
"Anda bisa lihat wajah para pemain
saat menghadiri award (Liverpool
Echo) bahwa kami belum bisa bangkit
setelah laga kontra Palace. Sehari
setelahnya selalu tidak
menyenangkan."
"Sulit menjelaskan mengapa itu
terjadi. Saya melihat wawancara
manajer usai laga dan dia bilang
bahwa ia membuat beberapa
keputusan yang tidak tepat. Kami
harus belajar dari itu."
Kini Liverpool hanya bisa berharap
keajaiban itu datang akhir pekan ini
demi menghidupkan lagi peluang
mereka jadi juara. Namun fokus The
Anfield Gang saat ini hanyalah untuk
memenangi laga kontra Newcastle
dan tak memikirkan hasil lain di laga
City.
"Kami tidak akan tahu apa yang akan
terjadi hari Minggu nanti. Kami sudah
hampir dekat dan mungkin jika kami
mendapat satu-dua keberuntungan,
maka kami bisa memenanginya."
"Kami hanya harus memperbaiki dan
lihat apakah kami bisa mendapatkan
keberuntungan. Kami tahu itu akan
sulit," demikian pemain internasional
Brasil itu.

Henderson: Trofi Premier League untuk Lupakan Kartu Merah Lawan City

Mohammad Resha Pratama - detiksport
Getty Images/Alex Livesey
Liverpool -
Jordan Henderson
masih tak bisa
melupakan kartu
merah yang
didapatnya di
laga lawan
Manchester City.
Kini Henderson hanya bisa berharap
keajaiban bahwa Liverpool jadi juara
dan ia bisa melupakan kejadian itu.
Henderson mendapat kartu merah di
menit-menit akhir laga kontra City
di Anfield 13 April lalu di mana
Liverpool menang 3-2. Ia pun harus
absen di tiga laga terakhir melawan
Norwich City, Chelsea, dan Crystal
Palace.
Entah berhubungan atau tidak,
absennya Henderson membuat
penampilan Liverpool limbung dan
mereka hanya bisa menang 3-2 atas
Norwich, lalu kalah 0-2 dari Chelsea,
dan main imbang 3-3 dengan Palace
usai memimpin 3-0.
Alhasil peluang juara Liverpool
mengecil dan hanya bisa berharap
Manchester City kalah dari West Ham
United di pekan terakhir, untuk bisa
merengkuh trofi Premier League
asalkan mampu mengalahkan
Newcastle United.
Tak ayal hal ini masih disesali oleh
Henderson hingga saat ini dan
menganggap dirinya sudah melakukan
hal konyol yang berefek kurang baik
untuk tim.
"Hal itu selalu kupikirkan beberapa
kali, khususnya di beberapa hari
pertama. Malam itu aku duduk dan
berpikir: 'Apa yang sudah
kulakukan?'" ujar Henderson seperti
dilansir situs resmi tim.
"Aku tidak tahu bahwa kartu merah
itu akan membuatku langsung absen
di tiga laga, tapi setelah laga
beberapa orang memberitahuku soal
itu. Aku sangat terpukul,"
sambungnya.
"Tapi di saat bersamaan, jika aku
tidak membuat tekel itu dan mereka
bisa merebut bola serta mencetak
gol, aku tidak akan pernah bisa
memaafkan diriku sendiri."
Akhir pekan ini Henderson sudah bisa
kembali ke starting eleven saat
menjamu Newcastle di Anfield.
Sebelum absen di tiga laga tersebut,
Henderson selalu bermain di 34 laga
beruntun dan hanya sekali diganti.
"Tidak masalah siapa yang kami
lawan. Jika kami menjadi juara,
tidak peduli siapa yang kami
kalahkan," tegas gelandang 23 tahun
itu.
"Anyway, ini bukan soal diriku atau
pemain lain. Ini soal Liverpool dan
memenangi laga terakhir kami demi
memperbesar peluang menjadi juara."
"Jika kami melakukan itu, aku tidak
akan lagi memikirkan soal tekel itu,"
demikian dia.

Kamis, 08 Mei 2014

Liverpool Menunggu City Alami Kepahitan Seperti Mereka di 1989

Mohammad Resha Pratama - detiksport

Liverpool - Tanggal 26 Mei 1989
mungkin merupakan sebuah hari yang
paling ingin dilupakan Liverpool dan
para pendukungnya. Mereka
berharap, akhir pekan ini Manchester
City merasakan hal serupa.
Di hari itu Liga Inggris yang masih
berformat Divisi Satu memasuki pekan
ke-38. Di pekan pamungkas itu,
hanya dua tim yang berpeluang
menjadi juara, yaitu Liverpool dan
Arsenal.
Sebelum kickoff, Liverpool ada di
puncak klasemen dengan 76 poin, dan
unggul tiga angka dari Arsenal di
peringkat kedua. Selain itu,
perbedaan mereka adalah selisih gol:
The Reds punya +39, sedangkan The
Gunners + 35.
Tahukah Anda, kedua tim tersebut
justru berduel di hari penentuan
tersebut. Benar-benar sebuah final!
Liverpool sedikit di atas angin
karena bertindak sebagai tuan
rumah.
Saat itu publik Inggris menjagokan
Liverpool untuk jadi juara mengingat
mereka begitu digdaya musim itu.
Apalagi sepekan sebelumnya mereka
baru saja menjadi juara Piala FA.
Ian Rush dkk lebih difavoritkan
karena hanya dengan hasil imbang
mereka sudah bisa membuat Arsenal
menangis di Anfield. Bahkan,
kekalahan tak lebih dari satu gol pun
sudah cukup mengantarkan Liverpool
meraih gelar juara.
Hasrat meraih dobel gelar kedua
dalam sejarah klub tersebut kian
memacu semangat Liverpool yang di
awal tahun itu, sempat tertinggal
dari Arsenal sampai 15 poin.
Arsenal sendiri menurun performanya
sejak awal tahun. Mereka kehilangan
tampuk klasemen setelah kalah dari
Derby County dan Wimbledon di
pekan-pekan terakhir, sementara
Liverpool menang atas QPR dan West
Ham.
Pertandingan "final" disaksikan oleh
41.783 penonton, yang tentu saja
sebagian besar fans Liverpool. Dan
sampai babak pertama selesai,
skenario Liverpool masih berjalan
baik, karena skor tetap 0-0.
Di menit 52, tibalah "sesuatu yang
besar" itu. Alan Smith merobek
gawang Bruce Grobbelaar. Liverpool
tertinggal 0-1, dan seketika
terancam batal jadi juara (di
kandangnya sendiri).
Menit demi menit
berlalu,
pendukung
Liverpool gelisah
bukan main. Tapi
Dewi Fortuna
benar-benar
tidak memihak
mereka. Di menit-menit terakhir
Arsenal malah mencetak gol lagi
melalui Michael Thomas. Skor
berakhir 2-0, dan Liverpool mesti
menelan pil yang sangat pahit,
sepahit-pahitnya.
Arsenal menyalip Liverpool di
pengujung musim, dan berhak
merengkuh trofi juara. Makin sial
buat Liverpool, mereka hanya kalah
produktivitas gol. Meski sama-sama
mengoleksi 76 poin, tapi Arsenal
mencetak total 73 gol, sedangkan
Liverpool hanya 65.
Kekalahan superdramatis itu kian
menambah duka bagi Liverpool yang
sebulan sebelumnya dihantam oleh
Tragedi Hillsborough, yang
menewaskan 96 pendukungnya.
Di pengujung musim ini Liverpool
dalam posisi tertinggal dari City
dalam perebutan gelar juara. Hanya
kekalahan City yang bisa memberikan
jalan bagi Steven Gerrard dkk.
menjadi juara. Itu pun dengan syarat
Liverpool juga bisa menaklukkan
Newcastle United. Sebabnya, untuk
beradu selisih gol pun Liverpool sudah
pasti kalah dari City.
"Ini belum selesai sampai semuanya
benar-benar selesai. Kadang ketika
Anda hanya butuh imbang dan bukan
kemenangan di pekan terakhir, itu
bisa berbahaya," ujar legenda
Liverpool, Ian Rush, yang ada di
lapangan ketika timnya diremukkan
Arsenal di musim 1989 itu.
"Jika kami memang harus
mengalahkan Arsenal di pekan
terakhir di musim 1989, maka
mungkin kami akan jadi juara. Hal
yang sama akan terjadi pada Man
City di hari Minggu nanti,"
sambungnya seperti dikutip Liverpool
Echo.
"Tapi yang terpenting adalah
Liverpool harus mengalahkan
Newcastle. Jika City memenangi
laga, tidak apa-apa juga. Tapi jika
mereka tidak menang dan Liverpool
juga gagal menang, maka ini benar-
benar buruk."
"Satu-satunya yang harus Liverpool
pikirkan adalah mendapatkan tiga
poin dan menuntaskan musim dengan
84 poin. Hal-hal aneh sudah pernah
terjadi dan Arsenal memanfaatkan
kesalahan kami."
City melakoni laga pamungkasnya
melawan West Ham di Etihad Stadium.
Rush mungkin berharap, The Citizens
bernasib seperti dirinya dan Liverpool
di mei 1989 itu – kalah di kandang
sendiri, dan tiba-tiba batal jadi
juara.

Liga Inggris Pekan Ini Final Premier League : City atau Liverpool?

Doni Wahyudi - detiksport

Jakarta - Untuk kali kedua dalam tiga
musim terakhir Premier League harus
mencapai pekan terakhir untuk bisa
menghasilkan juara. Akhir pekan ini,
pesta pesta jadi milik Manchester
City atau Liverpool?
Manchester City dan Liverpool sama-
sama akan bertanding di kandang
sendiri pada pekan terakhir Liga
Inggris 2013/2014. The Citizens
menjamu West Ham United,
sementara The Reds kedatangan
Newcastle United.
Minggu (11/5/2014) malam WIB,
salah satu dari Etihad Stadium atau
Anfield akan menggelar pesta juara.
Setelah mengarungi 37 pertandingan
dan pergeseran puncak klasemen
yang terjadi berulang kali, kompetisi
menjadi kampiun tinggal menyisakan
City dan Liverpool saja.
Kemenangan 4-0 City atas Aston
Villa, Kamis (8/5/2014) dinihari WIB
membuat anak didik Manuel Pellegrini
berada dalam pole position untuk
kembali jadi juara. Mereka kini
mengoleksi 83 angka, unggul dua
atas skuat besutan Brendan Rodgers.
City masih harus menang untuk bisa
meraih titel Premier League -nya
yang kedua. Jika sampai kalah dan di
pertandingan lain Liverpool menang,
maka gelar juara yang sudah di depan
mata akan menguap, terbang ke
Anfield.
Tapi di kandangnya sendiri Vincent
Kompany dkk punya peluang besar
untuk meraih kemenangan itu. Toh
City punya rekor sangat bagus di
depan pendukungnya dengan meraih
16 kemenangan serta masing-masing
sekali imbang dan kalah di sepanjang
musim ini. Dalam rangkaian laga itu
City tampil luar biasa dengan berhasil
membuat 61 gol dan cuma kemasukan
13 kali.
Peluang City terpeleset dianggap
kecil, karena pada saat bersamaan
West Ham juga tak punya catatan
bagus setelah cuma sekali menang
dalam lima pertandingan terakhir.
Namun, The Hammers justru membuat
kejutan di akhir pekan lalu setelah
mengandaskan Tottenham Hotspur
2-0.
Jika City kalah, pesta juara bisa
digelar di Anfield. Sama seperti City,
Liverpool juga punya rekor luar biasa
di kandang sendiri dengan 15
kemenangan diraih, sekali imbang dan
dua kali kalah. Modal utama 'Si
Merah' untuk menjaga asa juara
adalah produktivitas lini depannya
yang sejauh ini sudah membuat 99
gol.
Demi menjadi kans juara, Liverpool
harus menghindari terjadinya
kejutan seperti saat mereka
diimbangi Crystal Palace 3-3, di awal
pekan ini. The Magpies dianggap
punya potensi melakukan itu setelah
pada pertemuan pertama berhasil
mengimbangi The Reds dengan skor
2-2.

'Liverpool Masih Punya Harapan'

Rifqi Ardita Widianto - detiksport

Liverpool - Gagal menang lawan
Crystal Palace, peluang juara
Liverpool pun semakin kecil. Meski
demikian, 'Si Merah' diminta tetap
bersikap positif mengingat kejutan
mungkin terjadi.
Liverpool dinilai sudah kehilangan
kesempatan juara usai ditahan
imbang Palace 3-3. Meski menempati
puncak klasemen Premier League ,
tapi Manchester City bisa dengan
mudah mengambil alih mengingat tim
besutan Manuel Pellegrini punya dua
laga tersisa plus unggul selisih gol.
Anak-anak Merseyside sekarang
mengumpulkan nilai 81 dari 37 laga,
sedang City punya 80 poin dari 36
pertandingan. Tak heran jika The
Citizens dianggap punya jalan lapang
menuju gelar, apalagi melihat fakta
bahwa dua laga terakhir digelar di
Etihad Stadium.
Tapi bagaimanapun, Liverpool tetap
punya peluang. Eks penggawa The
Reds periode 1960-1978 Ian
Callaghan menilai City juga
berpeluang terpeleset di dua
pertandingan terakhirnya.
Salah satu faktor yang bisa membuat
hal tersebut terwujud adalah fakta
bahwa Yaya Toure dkk. harus
memainkan tiga laga terakhir dalam
rentang sembilan hari. Oleh karena
itu, Steven Gerrard dkk. diminta
tetap berpikiran positif sekaligus
memastikan kemenangan di partai
terakhir kontra Newcastle United.
"Kita tahu sepakbola bisa sangat
mengejutkan dan kita tahu betapa
berbagai hal bisa berubah dengan
cepat, jadi perburuan titel ini sama
sekali tidak berakhir bagaimanapun,"
kata Callaghan di situs resmi klub.
"Kami masih harus bersikap positif
dan kami masih punya satu
pertandingan untuk dijalani. Laga
malam kemarin tidaklah bagus, tentu
saja laga kontra Chelsea juga tidak,
tapi perlu diingat bahwa City harus
bermain pada Rabu malam kemudian
pada hari Minggu."
"Secara matematis kami masih bisa
melakukannya. Mereka butuh empat
angka dari dua laga tersebut dan
kami perlu memenangi laga terakhir
kami kontra Newcastle United,"
lanjutnya.
"Tekanan ada di Manchester City.
Saya menyaksikan pertandingan
mereka di Everton pada Sabtu lalu dan
itu adalah pertemuan yang penuh
kegugupan. Kami masih bisa berharap
dan kami harus tetap positif. City
bisa dengan mudah tergelincir,"
demikian Callaghan, yang memegang
rekor 640 penampilan bersama
Liverpool.

Gerrard Yakin Suarez Akan Datangkan Sukses Besar untuk Liverpool

Rifqi Ardita Widianto - detiksport

Liverpool - Steven Gerrard kembali
mengeluarkan puja-puji untuk
rekannya di Liverpool, Luis Suarez.
Kapten Anfield Gang itu yakin Suarez
akan mendatangkan sukses besar
untuk Liverpool di tahun-tahun ke
depan.
Suarez tampil impresif sepanjang
musim Premier League 2013-2014 ini.
Sejauh ini total dia menyumbangkan
31 gol dan 12 assist dari hanya 32
pertandingan, menjadi top skor liga.
Tak ayal jika dia menyabet sejumlah
penghargaan. Belum lama setelah
dinobatkan sebagai pemain terbaik
Liga Inggris versi PFA (Professional
Football Association), baru-baru ini
penyerang internasional Uruguay itu
juga menyabet gelar terbaik versi
FWA (Football Writers Association).
Kontribusi dan talentanya pun makin
diakui oleh Gerrard. Kendatipun
Liverpool belum lagi mendapatkan
titel lagi sejak Piala Liga Inggris
2011-2012 lalu, Gerrard yakin jika
Suarez bertahan untuk beberapa
musim ke depan kesuksesan segera
datang.
"Luis tampak menyapu bersih
penghargaan saat ini. Dia telah
memenangi segalanya dan kami
beruntung bisa memiliki talenta kelas
dunia seperti Luis bermain di sini
bersama kami, membantu kami
menuju hal-hal hebat dan meraih
sukses," kata Gerrard kepada Sky
Sports.
"Dia jauh di depan sebagai pemain
terbaik yang pernah bermain bersama
saya dan bukan berarti saya tidak
menghormati siapapun, ada sejumlah
talenta top untuk klub dan negara
ini, tapi orang ini bisa melakukan
banyak hal."
"Dia berbeda dengan kebanyakan
pemain. Saya tidak perlu
menyebutkan talentanya, Anda bisa
melihatnya di luar sana dan dia
adalah seorang pejuang yang pantang
menyerah."
"Ada sejumlah kekecewaan yang
membayangi tapi jika dia bertahan
untuk beberapa tahun lagi, saya pikir
akan ada malam-malam yang benar-
benar besar," tandas gelandang 33
tahun ini.
Liverpool saat ini tengah memimpin
klasemen liga dengan nilai 81 dari 37
pertandingan, unggul hanya satu
angka dari Manchester City yang
masih punya dua laga di tangan.
Kesempatan 'Si Merah' mengangkat
trofi dinilai sudah melayang usai
ditahan imbang Crystal Palace 3-3,
Selasa (6/5) kemarin. Apalagi City
relatif punya lawan-lawan mudah --
Aston Villa dan West Ham United--
dan memainkan sisa laga di kandang.
Meski demikian, performa Liverpool
musim ini tetap dianggap luar biasa
mengingat sebelumnya mereka cuma
mengincar masuk empat besar,
sementara kini berstatus penantang
juara.

Agar 'Si Merah' Tetap Kompetitif, Rodgers Akan Perbaiki Pertahanan

Mohammad Resha Pratama - detiksport

London - Musim ini Liverpool punya
lini depan yang luar biasa okenya dan
itu jadi modal mereka bersaing di
papan atas. Tapi musim depan Brendan
Rodgers akan lebih menitikberatkan
pada sisi pertahanan demi eksistensi
'Si Merah' di sana.
Total sudah 99 gol dibuat Liverpool
musim ini dengan Luis Suarez dan
Daniel Sturridge menyumbang total
52 gol, yang membuat mereka
menempati dua posisi teratas daftar
topskorer Premier League.
Hanya berjarak empat gol lagi dari
rekor gol terbanyak sepanjang masa
Premier League yang dipunya Chelsea
dengan 103 di musim 2009/2010.
Mereka pun masih bersaing di jalur
juara bersama Manchester City
hingga pekan-pekan terakhir.
Tapi sayangnya ketajaman Liverpool
di lini depan tak dibarengi dengan
kekokohan di lini belakang di mana
gawang Simon Mignolet musim ini
sudah kebobolan 49 gol, terburuk di
antara tim penghuni tujuh besar dan
bahkan kalah dibanding Crystal
Palace, yang baru kebobolan 46 gol.
Awal pekan ini rapuhnya pertahanan
'Si Merah' sudah menipiskan lagi
peluang mereka jadi juara setelah
melepas keunggulan 3-0 atas Palace
dan harus puas dengan hasil imbang
3-3.
Liverpool memang masih ada di puncak
klasemen dengan 81 poin, tapi hanya
unggul satu poin dan kalah selisih gol
cukup jauh, yakni 9 gol, dari City.
Untuk itu Rodgers pun bertekad untuk
menuntaskan PR besarnya musim
depan di sisi pertahanan, agar
Liverpool tetap eksis di papan atas
dan bersaing memperebutkan trofi
juara.
"Kami tahu bahwa kami harus lebih
baik di sektor pertahanan," ujar
Rodgers seperti dikutip situs resmi
tim.
"Dalam banyak aspek permainan kami
lebih baik dan sektor itu
(pertahanan) adalah sektor yang
kami harus perbaiki - dan saya lah
yang bertanggung jawab untuk itu,"
sambungnya.
"99 gol yang kami cetak musim ini,
jadi bermain ke sini (Palace) dan
unggul 3-0 lalu kebobolan tiga gol,
sebagai pelatih Anda tahu apa yang
harus diperbaiki."
"Para pemain sudah memberikan
segalanya yang mereka bisa lakukan.
Tapi kami tidak bisa bertahan dengan
baik, Anda kebobolan bayak gol dan
itu sangat mengecewakan."
"Kami mencetak tiga gol dan kami bisa
mencetak lebih banyak lagi, tapi
permainan kami dalam rentang waktu
12 menit terakhir benar-benar tidak
cukup bagus. Dan itu sesuatu yang
harus saya perbaiki karena Anda
tidak bisa tampil seperti itu lagi,"
demikian dia.

Gerrard Nilai Liverpool Sudah Buat Langkah Besar Musim Ini

Novitasari Dewi Salusi - detiksport

Liverpool - Steven Gerrard menilai
perjalanan Liverpool di musim ini
dipenuhi oleh hal positif. Sebuah
kemajuan besar disebut Gerrard
sudah dibuat Liverpool di musim ini.
Setelah empat musim terakhir
terlempar dari empat besar, Liverpool
musim ini ikut meramaikan persaingan
di papan atas. The Reds bahkan
menjadi salah satu kandidat kuat
juara Premier League musim ini.
Liverpool pun sudah memastikan diri
akan kembali berlaga di Liga
Champions musim depan. Kali terakhir
Liverpool tampil di turnamen
tertinggi antarklub Eropa itu adalah
di musim 2009/2010.
Sempat menjadi favorit untuk
memenangi gelar liga musim ini,
Liverpool justru tergelincir di
pekan-pekan terakhir. Setelah kalah
dari Cheslea, Liverpool kembali
terganjal saat diimbangi Crystal
Palace. Kans Liverpool untuk
menjuarai liga pun dinilai mulai
menipis dan giliran Manchester City
yang kini dijagokan.
Kendati demikian, Gerrard tetap
menilai positif musim Liverpool.
"Ini luar biasa. Semua yang saya
lakukan sebagai pemain --dan saya
pikir itulah yang membantu saya
bermain di level teratas begitu
lama-- dan itu merefleksikan diri
saya secara pribadi, rekan-rekan
setim, dan klub secara keseluruhan
dan kemajuan yang dibuatnya," ujar
Gerrard di situs resmi klub.
"Kami sudah membuat langkah besar
sebagai tim. Secara kolektif kami
semua sudah berjuang dan akan terus
berjuang sampai akhir," lanjut
kapten Liverpool itu.
"Tapi tidak ada keraguan soal itu.
Kembali ke Liga Champions adalah
pencapaian yang luar biasa karena
standar di liga ini begitu tinggi dan
itu sangat sulit dicapai," imbuhnya.
"Kami harus menunggu dan melihat
bagaimana beberapa laga terakhir
berjalan, kami tetap berharap, tapi
rencananya adalah menghadapi dan
mengalahkan Newcastle dan jika itu
tidak terjadi, kami akan tetap
berjuang lagi tahun depan," kata
Gerrard.

Senin, 28 April 2014

Tunggu "Bantuan" Everton

Peluang Liverpool untuk menjuarai Liga
Primer Inggris musim ini mendapatkan ancaman dari
Manchester City. The Reds kini menunggu "bantuan" dari
rival sekota mereka, Everton.
Setelah dikalahkan Chelsea 0-2 di Anfield, Minggu
(27/4/2014), Liverpool memang masih memuncaki
klasemen sementara. Tapi, mereka belum tentu juara
meski menyapu bersih dua pertandingan tersisa.
Liverpool saat ini mengoleksi 80 poin dari 36
pertandingan. Di bawah mereka ada Chelsea yang punya
78 poin dan City yang mengumpulkan 77 poin. Tapi,
dibandingkan Liverpool dan Chelsea, City punya
keuntungan karena mereka baru bermain 35 kali.
Dengan situasi seperti itu, maka poin maksimal yang bisa
dicapai Liverpool dan City adalah sama-sama 86 poin.
Kalau hal itu terjadi, tim mana yang jadi juara akan
ditentukan oleh selisih gol masing-masing tim.
Liverpool sampat saat ini telah mencetak 96 gol dan
kebobolan 46 gol (selisih gol +50). Sementara itu, City
unggul cukup jauh dengan selisih gol +58, hasil dari
mencetak 93 gol dan kebobolan 35 gol.
Untuk mengalahkan selisih gol City, maka Liverpool wajib
menang dengan skor sangat telak pada dua pertandingan
terakhir melawan Crystal Palace (5/5 - tandang) dan
Newcastle United (11/5 - kandang).
Skenario lain yang memungkinkan Liverpool jadi kampiun
musim ini adalah terganjalnya City pada tiga laga sisa.
Tiga lawan terakhir yang akan dihadapi The Citizens
adalah Everton (3/5/2014 - tandang), Aston Villa (7/5 -
kandang), dan West Ham United (11/5 - kandang).
Melihat tiga calon lawan City, yang paling mungkin
memberikan perlawanan sengit adalah Everton, yang
notabene tetangga Liverpool di Merseyside. Sejak dilatih
Roberto Martinez, Everton makin tangguh dan tak
gampang ditaklukkan.
Liverpool bisa berharap banyak pada Everton. Pasalnya,
Everton punya rekor yang meyakinkan tiap kali menjamu
City. Dalam lima laga terakhir di Goodison Park, The
Toffees mengalahkan City empat kali dan cuma kalah
sekali.
Selain itu, ambisi Everton untuk lolos ke Liga Champions
musim depan juga akan menambah motivasi Leighton
Baines dkk.. Mereka saat ini duduk di posisi kelima,
terpaut satu angka dari Arsenal. Mengalahkan City tak
hanya membuat peluang mereka finis empat besar tetap
terjaga, tapi sekaligus memberikan bantuan kepada
Liverpool.

BR sesali keputusan pensiun Carragher


27-04-2014 09:38

Bola.net - Brendan Rodgers mengatakan bahwa ia
menyesali keputusan Jamie Carragher untuk gantung
sepatu sehingga tak bisa merasakan manisnya titel
juara Premier League, jika Liverpool memang
memenangkannya musim ini.
Seperti yang diketahui sebelumnya, sosok yang
merupakan Wakil Kapten, dan pemain yang loyal pada
Liverpool tersebut menyatakan pensiun di akhir
musim lalu. Kini, ia beralih profesi menjadi
komentator di sebuah televisi terkenal di Inggris.
Alhasil, Carragher pun pensiun tanpa pernah
memenangkan medali Premier League sekalipun
sepanjang karirnya. Dan hal itulah yang membuat
Rodgers menyesali keputusan pria berusia 36 tahunt
tersebut.
"Ini salah satu penyesalan terbesar saya. Bagi saya,
dia adalah sosok yang luar biasa dan saya rela untuk
membayar berapapun juga agar dia bisa berada di
samping saya sekarang," serunya pada Daily Mail .
"Dia, dan John Terry, sudah tampil sebagai bek
tengah yang luar biasa di negeri ini selama bertahun-
tahun. Mereka memiliki mentalitas juara. Sayang
sekali dia ingin gantung sepatu. Pemain seperti
dirinya, dan Steven Gerrard, merupakan legenda yang
luar biasa. Mereka adalah duta besar klub yang
sesungguhnya," sambung Manajer asal Irlandia Utara
tersebut. (sm/dim)

Minggu, 27 April 2014

BR sesali keputusan pensiun Carragher


27-04-2014 09:38

Bola.net - Brendan Rodgers mengatakan bahwa ia
menyesali keputusan Jamie Carragher untuk gantung
sepatu sehingga tak bisa merasakan manisnya titel
juara Premier League, jika Liverpool memang
memenangkannya musim ini.
Seperti yang diketahui sebelumnya, sosok yang
merupakan Wakil Kapten, dan pemain yang loyal pada
Liverpool tersebut menyatakan pensiun di akhir
musim lalu. Kini, ia beralih profesi menjadi
komentator di sebuah televisi terkenal di Inggris.
Alhasil, Carragher pun pensiun tanpa pernah
memenangkan medali Premier League sekalipun
sepanjang karirnya. Dan hal itulah yang membuat
Rodgers menyesali keputusan pria berusia 36 tahunt
tersebut.
"Ini salah satu penyesalan terbesar saya. Bagi saya,
dia adalah sosok yang luar biasa dan saya rela untuk
membayar berapapun juga agar dia bisa berada di
samping saya sekarang," serunya pada Daily Mail .
"Dia, dan John Terry, sudah tampil sebagai bek
tengah yang luar biasa di negeri ini selama bertahun-
tahun. Mereka memiliki mentalitas juara. Sayang
sekali dia ingin gantung sepatu. Pemain seperti
dirinya, dan Steven Gerrard, merupakan legenda yang
luar biasa. Mereka adalah duta besar klub yang
sesungguhnya," sambung Manajer asal Irlandia Utara
tersebut. (sm/dim)

Suarez Resmi Raih Penghargaan Pemain Terbaik BPL?

27-04-2014 12:16

Bola.net - Bomber Liverpool , Luis Suarez, sudah
resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Premier
League versi PFA alias PFA Player of the Year untuk
musim ini. Hal tersebut diungkapkan oleh kolumnis
Sunday People, Steve Bates.
Dalam tulisannya tersebut, Bates mengatakan bahwa
kendati Suarez sudah dinobatkan menjadi pemain
terbaik musim ini, namun masih belum ada
pengumuman resmi dari pihak-pihak yang terkait.
Bates juga mengungkapkan bahwa seluruh penggawa
skuat Liverpool bakal hadir pada acara malam
penghargaan tersebut yang akan dilangsungkan di
London, pada Minggu malam nanti.
Semua penggawa Liverpool tersebut, beserta
pasangannya masing-masing, bakal langsung
bertolak menuju London dengan menggunakan
pesawat pribadi usai melakoni laga kontra Chelsea di
Anfield.
Suarez sebelumnya masuk dalam nominasi pemain
terbaik musim ini bersama Steven Gerrard, Daniel
Sturridge, Adam Lallana, Eden Hazard , dan Yaya
Toure. Musim ini, ia tampil trengginas bersama
Liverpool dengan mencetak 30 gol dari 30 laga, plus
menyumbangkan 12 assist. (mrr/dim)

Sabtu, 26 April 2014

Akhir Penantian Selama 24 Tahun

Tidak ada yang meragukan reputasi The Reds saat ini. Unggul lima poin di puncak klasemen yang hanya menyisakan tiga laga lagi, mencetak 96 gol di Barclays Premier League, 11 laga BPL berturut turut
tanpa kehilangan satu poin pun, ditambah bantuan tidak
langsung dari Sunderland yang memudarkan asa
Manchester City dan Chelsea berturut turut untuk
bersaing di puncak klasemen dengan Liverpool.
Kemenangan atas Chelsea hari Minggu (27/4/2014)
mendatang akan memeperteguh penantian 24 tahun
Liverpudlian. Rentang waktu yang sangat lama bagi
klub yang merupakan fenomena sepakbola Inggris pada
jamannya Divisi Satu dan Divisi Utama lampau. Harapan
untuk menuntaskan gelar tersebut terbentang lebar
setelah hasil yang didapat Chelsea di Vicente Calderon
pertengahan minggu.
Dalam semifinal Liga Champion itu, The Blues memang
diuntungkan dengan hasil imbang di kandang lawan.
Tapi dengan tidak mencetak gol saat tandang, akan
membuat pasukannya si mulut besar Jose Mourinho ini
tetap harus bekerja keras seperti ketika mereka mengejar
ketertinggalan dari Paris Saint Germain di perempat final
Liga Champion lalu.
Tanpa Petr Cech yang dipastikan musimnya sudah
berakhir karena cedera bahu, juga John Terrry yang
diragukan tampil serta konsentrasi Mou untuk hasil leg
kedua Liga Champion dimana The Blues lebih memiliki
asa, laga di Anfield akan jadi kesempatan Steve Gerrard
dkk untuk lebih cepat memastikan diri menjadi juara
Premier League pertama kalinya.
Liverpool juga harus berterimakasih pada teknologi
tinggi siaran sepakbola saat ini yang bisa menangkap
insiden Ramires memukul Sebastian Larsson dalam laga
Chelsea v Sunderland minggu lalu yang berakibat
jangkar The Blues itu juga mengakhiri musim BPLnya
lebih cepat dengan terkena hukuman empat
pertandingan.
Kendala Liverpool di minggu ke-36 BPL musim ini
praktis hanyalah diri mereka sendiri dan tentunya juga
Manchester City yang akan tandang ke Crystal Palace
dalam laga yang tidak mudah bagi anak asuhan Manuel
Pelegrini, mengingat Tony Pulis selalu punya kejutan
demi kejutan yang membuat mereka bertahan di Premier
League dan bukan tidak mungkin posisi 10 besar.
Imbang di Selhurst Park dan kemenangan tuan rumah di
Anfield akan semakin mendekatkan Liverpool akan gelar
ke 19 kasta tertinggi sepakbola Inggris. Liverpool 55 -
45 Chelsea