Tampilkan postingan dengan label this is anfield. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label this is anfield. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juni 2014

Terkait Renovasi Anfield, Liverpool Tunggu Lampu Hijau Dewan Kota

Mohammad Resha Pratama - detiksport

Liverpool - Liverpool selangkah lagi memenuhi ambisinya untuk merenovasi Anfield setelah proposal diberikan kepada dewan kota dan tinggal menunggu izin turun.
Seperti telah diberitakan sebelumnya Liverpool berencana menambah kapasitas Anfield yang kini masih sekitar 45 ribu tempat duduk menjadi 58.800 tempat duduk. Hal ini dilakukan demi menambah pemasukan klub khususnya dari penjualan tiket.
Rencananya proses renovasi Anfield akan bisa dipakai di musim 2016/2017 dan pihak klub sudah merancang proposal permohonan izin kepada dewan kota.
Hal ini terkait penggusuran beberapa rumah di sekitar Anfield yang terkena imbas pelebaran stadion tersebut.
Proposal tersebut sudah diberikan
kepada dewan kota kemarin dan klub 18 kali juara Liga Inggris itu tinggal menunggu lampu hijau untuk melakukan perombakan Anfield.
"Jika izin didapatkan maka kapasitas baru dari Main Stand akan ditingkatkan sebanyak 8.500 tempat duduk, hingga nyaris mencapai angka 21.000 tempat duduk," demikian pernyataan resmi 'Si Merah'.
"Anfield Road sendiri akan diperbesar dengan menambah kapasitas sekitar 4.800 tempat duduk yang membuat total kapasitas stadion menjadi 58.800 tempat
duduk," sambungnya.
"Akan ada ruang untuk publik di Main Stand yang didesain langsung terhubung ke stadion dan taman yang mana membuat area yang bisa cocok dan bisa dipakai untuk kegiatan komunitas lokal khususnya saat sedang tidak ada pertandingan."
"Sebagai bagian dari proposal penambahan kapasitas stadion, klub juga menunjuk Tom Doyle, seorang kepala proyek yang berpengalaman bekerja di Olimpiade 2012, yang akan menangani proses penambahan kapasitas stadion, jika nanti izin sudah didapatkan."
"Proses renovasi main stand seharusnya akan dimulai awal tahun depan dan akan tuntas tepak waktu untuk musim 2016/2017."

Minggu, 11 Mei 2014

Rodgers: Abaikan Etihad, Fokus "Bakar'' Anfield!

11-05-2014 08:08
Brendan Rodgers mau Liverpool fokus ke Anfield. (c) AFP
Bola.net - Manajer Liverpool, Brendan
Rodgers mendesak pasukannya untuk
memberikan yang terbaik di Anfield pada
laga terakhir Premier League, dan tak
memikirkan apa yang bakal terjadi di
Etihad Stadium.
The Reds bakal menjamu Newcastle
pekan ini dengan mengetahui bahwa
kemenangan bisa membawa mereka ke
tangga juara, namun untuk itu mereka
juga bergantung pada keajaiban West
Ham untuk merampok tiga poin dari
kandang Manchester City .
Namun Rodgers cuma ingin anak asuhnya fokus membahagiakan fans di kandang sendiri.

"Anfield sudah menjadi benteng
tangguh untuk kami musim ini dan kami
ingin memberikan fans sesuatu untuk
dibawa pulang dan untuk dikenang dengan bahagia," tegas pria Irlandia itu.
Tak hanya itu, Rodgers juga ingin
pemainnya menghabisi musim ini dengan
rekor 100 gol atau tambahan satu gol
lagi.
"Jumlah gol yang kami lesakkan sudah
menunjukkan seberapa besar tim ini
berkembang. Dari finis dengan 47 gol di
musim 2011-12 menuju - semoga,
mendobrak batas 100 gol. Itu menunjukkan betapa positifnya kami
bermain dan juga kreativitas tim ini,"
pungkasnya. (dstar/row)

Sabtu, 10 Mei 2014

Jelang Liverpool vs Newcastle Potensi Banyak Gol di Anfield

Kris Fathoni W - detiksport
Getty Images/Jamie McDonald
Jakarta - Situasi di akhir musim ini
dan catatan seputar laga Liverpool
dengan Newcastle United membuat
laga di Anfield pada akhir pekan nanti
menghadirkan peluang akan adanya
banyak gol.
Sempat pegang kendali dalam
perebutan gelar juara Premier
League, Liverpool kini justru
mengekor di belakang pemuncak
klasemen Manchester City dengan
satu laga tersisa. Ada dua poin yang
memisahkan kedua tim.
Kendatipun situasi kini amat berat,
The Reds sudah pasti bertekad untuk
bisa terus memelihara asa menjadi
juara sampai saat-saat terakhir.
Maka tak ada pilihan selain meraih
tiga angka seraya berharap City akan
kalah di laga terakhirnya.
Dalam skenario lain, seandainya The
Citizens cuma meraih hasil seri dan
The Reds bisa menang maka kedua tim
akan punya poin setara dan kampiun
musim ini ditentukan oleh selisih gol.
Dalam hal itu, City sementara unggul
13 gol atas Liverpool.
Dengan situasi itulah Liverpool akan
menjamu tim peringkat sembilan
Newcastle United di Anfield, Minggu
(11/5/2014) malam WIB. Menilik hal
tersebut 'Si Merah' niscaya akan
berusaha sekuat tenaga meraih tiga
angka dengan mencetak gol
sebanyak-banyaknya--terlepas dari
besarnya perbedaan selisih gol
antara kedua tim--demi memelihara
kans.
Potensi akan adanya banyak gol di
Anfield bertambah mengingat dalam
39 laga antara Liverpool lawan Toon
Army sebelum ini tak pernah ada kata
seri tanpa gol. Laga ini bahkan sudah
menghasilkan 126 gol, yang mana
menjadi salah satu partai paling
subur dalam sejarah Premier League.
Menariknya, Liverpool juga tinggal
butuh satu tambahan gol lagi untuk
mencapai kisaran 100 gol Premier
League. Itu merupakan sebuah
torehan khusus dan sejauh ini baru
bisa dilakukan oleh dua tim saja--
salah satunya adalah City pada musim
ini.
Berikut data dan fakta seputar laga
tersebut seperti dirangkum Opta.
- Tak pernah ada hasil imbang tanpa
gol dalam 39 pertemuan antara
Liverpool dengan Newcastle United di
Premier League.
- Sudah ada 126 gol dalam partai
Premier League antara Newcastle
dengan Liverpool, yang mana menjadi
salah satu partai dengan jumlah gol
terbanyak di ajang tersebut.

- Liverpool baru memenangi satu dari
empat partai terakhirnya di laga
penutup musim (satu kemenangan,
satu kali imbang, dua kali kalah), di
mana kemenangan tunggal itu dipetik
musim lalu atas QPR yang sudah
dipastikan terdegradasi (1-0).
- Dalam enam musim terakhirnya di
kasta teratas, Newcastle sudah gagal
meraih kemenangan di laga pekan
terakhir (dua kali imbang, empat kali
kalah).
- Luis Suarez mencatat 31 gol di
Premier League musim ini. Ia butuh
satu gol lagi untuk menorehkan rekor
gol dalam era musim Premier League
berjumlah 38 pertandingan.
- Liverpool cuma butuh satu gol lagi
untuk mencapai 100 gol dalam musim
Premier League, menyamai Chelsea
(103 gol pada 2009-10) dan
Manchester City 100 gol dari 37
partai musim ini.
- Kali terakhir ada lebih dari satu tim
yang mencetak lebih dari 100 gol di
musim yang sama kompetisi kasta
teratas adalah pada 1960-61 (tiga
tim melakukannya).
- Newcastle cuma mencetak empat
gol saja dari tujuh pertandingan
menghadapi tim empat besar di
Premier League saat ini.
- Gol dari Daniel Sturridge sudah
berperan besar membuat Liverpool
meraih 18 poin musim ini; tak ada
peain di Premier League yang
menyumbangkan poin sebanyak ia
untuk timnya musim ini.
- Dari 18 lawatan terakhir ke
Anfield, Newcastle tak kuasa meraih
satu kemenangan pun (15 kali kalah,
3 kali imbang).

Minggu, 21 Oktober 2012

Liverpool Akhirnya Menang di Anfield



Mohammad Resha Pratama - detikSport
Sabtu, 20/10/2012 23:03 WIB
FOTO:Getty Images via Liverpool FC/Andrew Powell
Liverpool - Liverpool akhirnya meraih kemenangan kandang perdana musim ini setelah mengalahkan Reading dengan skor tipis 1-0. Pahlawan The Redsadalah Raheem Sterling.

Dalam laga yang dihelat di Anfield, Sabtu (20/10) malam WIB, Sterling mencetak gol di menit 30. Ini adalah gol pertam Sterling bersama tim senior Liverpool.

Bagi Liverpool, tiga poin ini adalah yang pertama di kandang musim ini dalam pertandingan Liga Inggris. Sebelumnya dari empat laga, 'Si Merah' imbang dua kali dan kalah dua kali.

Liverpool kini ada di posisi ke-11 dengan sembilan poin dari delapan laga berlalu. Sementara Reading di posisi 18 dengan tiga poin.

Jalannya pertandingan

Di menit 15 Nuri Sahin membuat peluang pertamanya lewat sebuah tembakan keras dari luar kotak penalti, tapi bola masih melayang di atas mistar.

Empat menit setelahnya giliran Raheem Sterling yang punya kesempatan mencetak gol tapi tembakannya masih terlalu lemah dan tepat di tangkapan kiper Reading.

Masuk di menit 24 Luis Suarez coba melambungkan bola dari luar kotak penalti, tapi si kulit bundar malah menyasar bagian atas gawang.

Di menit 30 akhirnya Liverpool mampu menjebol gawang Reading setelah umpan dari Suarez, Sterling yang berlari dari belakang berasil mengejar bola dan menguasainya, sebelum menuntaskan dengan tembakan ke pojok kanan gawang Reading. Tuan rumah unggul 1-0.

Empat menit setelahnya Suarez melepaskan tembakan dari jarak 25 yard, tapi bola masih melenceng tipis dari sasaran.

Di menit 43 McCarthy berhasil menggagalkan peluang Sterling untuk mencetak gol keduanya setelah menepis bola hasil tembakannya.

Di menit 52 Suarez berusaha melepaskan diri dari kawalan lawan dan melepaskan tembakan yang masih bisa ditepis McCarthy.

Tak lama kemudian Reading mengancam gawang Liverpool yang dikawal Brad Jones. McCleary mendapat bola dan menembak ke arah gawang, tapi bola masih bisa dihadang Jones.

Jones kembali menggagalkan peluang Reading lewat McAnuff yang menembak dari luar kotak penalti, tapi bola masih bisa ditepis Jones.

Di menit 63 korner Steven Gerrard menemui Martin Skrtel dan disambut tandukannya, tapi bola masih melayang tipis di atas mistar.

Suarez! di menit 77 Suarez yang bebas berdiri kotak penalti, malah melepaskan tembakan ke sisi kanan gawang McCarthy. Liverpool pun gagal menambah gol. Skor 1-0 bertahan hingga laga usai.

Susunan pemain

Liverpool: Jones, Wisdom, Johnson, Agger, Skrtel, Sahin (Shelvey 62'), Gerrard, Allen, Sterling (Henderson 84'), Suso (Enrique 72'), Suarez.

Reading: McCarthy; Cummings, Shorey, Gorkss, Mariappa; Karacan (McCleary 25'), Leigertwood, Kebe, McAnuff, Guthrie (Roberts 81'); Pogrebnyak (Le Fondre 74')

( mrp / roz )

Hari yang Membahagiakan untuk 'Si Merah'



Mohammad Resha Pratama - detikSport
Minggu, 21/10/2012 00:10 WIB
FOTO:Getty Images via Liverpool FC/Andrew Powell
Liverpool - Tak ada yang lebih membahagiakan selain bisa meraih kemenangan perdana di kandang. Itulah yang sedang dirasakan Liverpool usai mengalahkan Reading dengan skor 1-0.

Sebelum laga kontra Reading di Anfield, Sabtu (20/10) malam WIB, The Redssudah bermain empat kali di kandang dan tak satu pun berakhir dengan kemenanga. Diimbangi 2-2 Manchester City dan 0-0 oleh Stoke City, Liverpool kemudian kalah 0-2 dari Arsenal dan 1-2 dari Manchester United.

Fakta ini kian memperburuk rekor kandang Liverpool di tahun 2012 di mana mereka baru memenangi dua dari 12 laga terakhir di stadion berkapasitas 45.572 penonton itu. Maka slogan This Is Anfield yang menggambarkan keangkeran stadion itu seperti tak ada artinya.

Tapi satu gol dari Raheem Sterling ke gawang Reading yang memberikan kemenangan 1-0 setidaknya sudah membuat lega para Liverpudlian serta pemain. Setidaknya mereka sudah bisa meraih poin penuh di kandang musim ini.

Hasil yang mana disambut gembira oleh manajer Liverpool, Brendan Rodgers, yang memberi kredit atas kerja keras pemain sepanjang 90 menit.

"Hasil yang brilian untuk para pemain tapi secara keseluruhan kami pantas mendapatkannya. Saya pikir di babak pertama kami tampil sangat bagus," ujar Rodgers seperti dilansir BBC.

"Di 20 menit terakhir mungkin kami mampu menguasai pertandingan lebih baik. Ini adalah hari yang hebat untuk pemain dan fans," tutupnya.

Kemenangan kedua musim ini membuat Liverpool kini ada di posisi ke-11 dengan sembilan poin dari delapan laga berlalu.



( mrp / mfi )

Sabtu, 20 Oktober 2012

Liverpool Batal Pindah Kandang, Gerrard pun Senang


Lucas Aditya - detikSport

Selasa, 16/10/2012 02:00 WIB

FOTO:Getty Images/Clive Brunskill
Liverpool - Petinggi Liverpool lebih memilih merenovasi Anfield daripada membangun stadion baru. Rencana itu pun mendapatkan tanggapan positif dari kapten The Anfield Gank, Steven Gerrard.

Pada awalnya Liverpool berencana membangun stadion berkapasitas 60 ribu penonton di kawasan Stanley Park. Tapi setelah merinci biaya yang diperlukan untuk stadion baru itu cukup besar, alternatif merenovasi kandang klub yang sudah dipakai sejak tahun 1892 itu pun diambil.

Gerrard yang sudah menjadi bagian 'The Reds' sejak tahun 1987 sedari bermain untuk level junior tentu saja tahu sejarah dan prestasi apa saja yang sudah diraih klub di Anfield.

Oleh sebab itu, Gerrard pun lantas menyatakan kegembiraannya seusai mengetahui kabar bahwa kandang tim besutan Brendan Rodgers itu tidak akan berpindah.

"Banyak sejarah dan hal-hal penting sudah pernah terjadi di Anfield, dan saya pikir fantastis karena Liverpool tetap berada di sana. Saya sangat gembira dengan kabar itu," jelas Gerrard di Sky Sports.

"Ini adalah berita besar bagi klub. Ini merupakan pembicaraan banyak orang selama bertahun-tahun, sekarang apakah kami bakal pergi dari Anfield atau membangun Anfield lagi?" tanyanya.



( rin / din )

Ketimbang Pindah, Liverpool Pilih Renovasi Anfield



Randy Wirayudha - Okezone
Selasa, 16 Oktober 2012 06:06 wib
Anfield Stadium bakal tetap badi home-base Liverpool (Foto: Reuters)
Anfield Stadium bakal tetap badi home-base Liverpool (Foto: Reuters)
LIVERPOOL – Kabar bahagia bagi para Liverpudlian serta segenap perangkat tim Liverpool. Fenway Sports Group yang menaungi klub, tetap mempertahankan Anfield sebagai markas keramat dan tak jadi pindah basis kandang klub dengan sejarah besar itu.

Sebelumnya, perusahaan investasi olahraga asal Amerika Serikat itu sempat punya wacana akan membuat stadion baru dan akan pindah dari Anfield, yang sudah dihuni The Reds sejak abad ke-19 itu. Tapi akhirnya rencana itu batal dan akan diganti dengan renovasi stadion serta menambah kapasitas 15 ribu tempat duduk.

“Klub merayakan ulang tahun ke 120 tahun ini di Anfield dan tak diragukan lagi, Anfield menjadi kandang yang disucikan. Pilihan kami memutuskan untuk bertahan di Anfield,” beber direktur utama, Ian Ayre.

“Keputusan ini baru langkah pertama karena masih dibutuhkan tambahan lahan dan rencana untuk disepakati. Tapi setidaknya putusan ini jadi momen yang signifikan. Pertanyaan mengenai biaya dan kapasitas, baru akan kami umumkan setelah memastikan segalanya,” lanjutnya, seperti dilansirSoccerAmerica, Selasa (16/10/2012).

Putusan ini tentu mendatangkan sambutan baik dari para fans dan pemain. Skipper Liverpool, Steven Gerrard, mengaku senang ketika pemilik klub memilih memugar Anfield, ketimbang pindah kandang, terlebih karena banyaknya tercipta momen indah di Anfield.

“Saya sangat senang mendengarnya. Saya sendiri punya banyak momen istimewa di Anfield, dan begitu juga klub. Sebelumnya banyak yang mengira-ngira apakah kami akan pindah ke Anfield atau merenovasinya,” kata Gerrard.

“Banyak sejarah dan kejadian penting terjadi di Anfield dan saya rasa, hal yang fantastis jika Liverpool tetap bertahan di sana,” tutup Gerrard yang kini berada di Warsawa, jelang laga Inggris kontra Polandia.
(raw)

Jumat, 21 September 2012

Dua Gol Jadi 'Tiket' Shelvey untuk Lawan MU

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Jumat, 21/09/2012 16:56 WIB
FOTO:Getty Images via Liverpool FC/John Powell
Bern - Jonjo Shelvey sedang dalam kepercayaan diri tinggi pasca tampil bagus di Liga Europa. Maka dari itu gelandang Liverpool itu mengimpikan posisi starter saat bertemu Manchester United lusa.

Shelvey tampil sebagai pahlawan The Reds saat menghadapi Young Boys di laga perdana Grup A, Jumat (21/9) dinihari WIB. Dua gol Shelvey bikin Liverpool akhirnya menang 5-3 di kandang lawan setelah sempat tertinggal 2-3 lebih dulu. Apalagi di laga itu Brendan Rodgers memainkan banyak pemain muda.

Tentu kemenangan plus dua golnya tersebut menjadi nilai plus tersendiri bagi Shelvey. Sebab ia bukan pilihan utama di lini tengah dan masih harus bersaing dengan Lucas Leiva, Joe Allen, Nuri Sahin atau Steven Gerrard.

Namun, performanya kala melawan Young Boys bisa jadi pertimbangan sendiri untuk Rodgers agar memasangnya saat timnya bertemu MU di Anfield pekan ini. Shelvey pun berharap jika dirinya bisa dipasang sebagai starter.

"Saya berharap bisa bermain di tim pada hari Minggu besok. Saya tidak tahu apa yang dipikirkan manager terkait laga itu, tapi sejak kedatangannya, saya dan manajer mempunyai hubungan yang sangat baik," tukas Shelvey di Sky Sports.

"Dia sudah memberi saya kesempatan dan mudah-mudahan dengan tampil sebagai pemain cadangan dan mencetak dua gol, saya sudah bisa membayar kepercayaannya," sambungnya.

"Tidak ada laga yang lebih besar dari duel antara Liverpool kontra Man United. Itu menjadi sebuah impian."

"Atmosfer di Anfield pasti akan luar biasa dan saya ingin menjadi bagian dari itu," tutup Shelvey.



( mrp / krs )

Menanti Jabat Tangan Suarez-Evra di Anfield

21-09-2012 14:55

Menanti Jabat Tangan Suarez-Evra di Anfield
Evra dan Suarez saat laga di Old Trafford. © AFP

Bola.net - Luis Suarez dan Patrice Evra diyakini akan kembali berjabat tangan, saat dua tim dari masing-masing pemain, Liverpool dan Manchester United bertemu akhir pekan ini di Anfield.

Kedua pemain diketahui memiliki sejarah pertikaian terkait ucapan Suarez kepada Evra, yang dianggap berbau rasial, dan mengakibatkan Il Pistolero mendapat sanksi larangan bertanding di delapan laga.

Pertikaian kembali terulang ketika Suarez terlepas dari hukuman, di mana ketika pertandingan di Old Trafford ia disinyalir tidak mau berjabat tangan dengan Evra sebelum pertandingan.

Namun keyakinan mengenai membaiknya hubungan kedua pemain mulai mencuat, ketika pelatih United, Alex Ferguson secara terbuka mengaku akan mendukung Liverpool dari segi apa pun, perihal terkuaknya dokumen fakta tragedi Hillsborough.

Laga Minggu malam nanti akan menjadi laga pertama Liverpool di Anfield, pasca dirilisnya dokumen tersebut. Rencananya, sebelum pertandingan akan diadakan semacam upacara untuk mengenang korban Hillsborough, dengan melepaskan 96 balon yang akan dilakukan secara simbolis oleh kedua kapten tim, Steven Gerrard dan Nemanja Vidic(mtr/atg)

Anfield Angker untuk 'Setan Merah'


Kris Fathoni W - detikSport
Kamis, 20/09/2012 14:27 WIB

FOTO:
Jakarta - Akhir pekan ini Anfield akan mengetengahkan pertandingan sengit saat tuan rumah Liverpool menjamu Manchester United. Untuk laga ini 'Si Merah' juga akan bermodal tuah Anfield yang sedang tak bersahabat untuk MU.

Liverpool, yang baru mencatat dua hasil imbang dan dua kekalahan di Liga Primer Inggris dan duduk di posisi 17 klasemen sementara, akan kembali berusaha meraih kemenangan pertamanya, Minggu (23/9/2012).

Meski Liverpool tampil di kandang, laga ini takkan berjalan gampang untuk tuan rumah karena yang dihadapi adalah rival beratnya sekaligus penghuni posisi dua klasemen, MU, yang sedang dalam tren positif menyusul empat kemenangan beruntun--tiga di liga dan satu di Liga Champions.

Yang menarik, Liverpool tercatat belum pernah kalah dari MU dalam beberapa laga terakhir di Anfield--dari lima laga The Reds tercatat menang 4 kali dan seri 1 kali.

Berikut data dan fakta dari kedua kubu untuk laga itu seperti dikutip Eurosport.

- Nemanja Vidic selalu dapat kartu merah dalam dua penampilan terakhirnya di Anfield. Tiga dari empat kartu merahnya di Liga Primer ia dapat saat melawan Liverpool.

- Dari lima terakhir saat menjamu MU di seluruh kompetisi, Liverpool belum pernah kalah dengan empat laga di antaranya pun sukses dimenangi.

- Dari dua penampilan terakhirnya di Anfield dalam laga Liga Primer, Javier Hernandez selalu mampu bikin gol.

- Robin van Persie mencetak dua gol untuk Arsenal dalam kemenangan 2-1 atas Liverpool di Anfield musim lalu. Van Persie total sudah mengemas empat gol dari lima pertandingan terakhirnya lawan Liverpool.

- Dalam sejarah Liga Primer Inggris, cuma partai Liverpool vs Everton (20) yang menghasilkan kartu merah lebih banyak dibandingkan laga Liverpool vs Man Utd (13).

- Liverpool baru bisa memenangi dua dari 11 laga Liga Primernya di Anfield pada tahun 2012 (2 kali menang, 4 kali imbang, 5 kali kalah).

- Jika telah bikin gol lebih dulu, MU belum pernah lagi kalah di sebuah laga tandang Liga Primer sejak ditundukkan Liverpool 1-3 pada Maret 2011.

- Liverpool mencatatkan akurasi tembakan paling buruk dibandingkan dengan tim lain di Liga Primer; cuma 27 persen mengenai sasaran.




( krs / a2s )

'Semua Mata Tertuju ke Anfield Akhir Pekan Ini'

Rossi Finza Noor - detikSport
Jumat, 21/09/2012 07:38 WIB FOTO:Liverpool FC via Getty Images
Manchester - Laga besar akan tersaji di Anfield akhir pekan ini, Minggu (23/9/2012 : Liverpool vs Manchester United. Kapten 'Setan Merah', Nemanja Vidic, pun menyebut bahwa segala perhatian akan tertuju pada laga tersebut.

Pertemuan antara kedua tim, yang merupakan rival berat, memang kerap panas. Bahkan belakangan kerap dibumubui oleh perselisihan yang tak ada hubungannya dengan permainan.

Selain masalah antara Luis Suarez dan Patrice Evra dan musim lalu, suporter dari kedua tim juga dikabarkan kerap menyanyikan nyanyian yang merujuk pada tragedi-tragedi yang pernah dialami baik oleh MU ataupun Liverpool. Untuk yang terakhir, Sir Alex Ferguson meminta tak ada lagi yang melakukannya. Apalagi ia mengaku ikut bersimpati pada tragedi Hillsborough yang menimpa Liverpool.

Vidic pun menyebut bahwa pertemuan kedua tim memang selalu sensitif. Tapi, justru karena itulah atmosfer positif harus tetap dijaga.

"Saya sadar betapa sensitifnya pertandingan itu. Semua orang juga menyadarinya," ujarnya di ESPN Star.

"Semua mata di dunia akan menyaksikan pertandingan ini. Ini mungkin adalah derby palung besar dan kami harus menunjukkan bahwa kami mampu menjaga atmosfer yang bagus dan menjadi contoh yang baik untuk anak-anak."

"Kedua klub punya sejarah dan sama-sama dihormati. Kami harus menjaganya untuk terus seperti itu."

"Sangat sulit memang untuk mengontrol semua fans. Tapi, kebanyakan dari mereka sadar akan tanggung jawab itu dan saya pikir mereka akan merespons dengan baik," kata pemain asal Serbia ini.



( roz / din )

Rabu, 05 September 2012

Laporan dari Liverpool

Stadion Anfield, Megahnya Markas 'Si Merah' Liverpool
Share

img

Megahnya Stadion Anfield di Liverpool. (Mohammad Resha Pratama/detikSport)

Liverpool - Sangat berjaya hingga awal tahun 90-an, Liverpool punya stadion yang jadi kebanggaannya. Megah dan sangat bersejarah, Anfield menjadi stadion yang jadi tujuan utama wisatawan saat ke Inggris.

Tak seperti kebanyakan klub besar di Inggris yang mempunyai stadion megah, berukuran besar, yang terletak di tengah atau pinggiran kota. Anfield berada di daerah pemukiman penduduk lokal. Stadion bergaya 'old fashion' itu berdiri megah di tengah pemukiman penduduk, menyimpan beragam benda bersejarah seputar klub Liverpool FC, juga suporter fanatiknya.

Jika Anda traveling ke Liverpool, Inggris, lihatlah betapa deretan rumah dan restoran-restoran kecil mengelilingi Anfield. Maka tak heran wacana untuk perluasan stadion selalu ditentang karena sama dengan menggusur warga di sekitarnya.

Di sebelah Shankly Gate, atau tepatnya di belakang area pakir, ada sebuah tanah kosong luas yang disebut Stanley Park, yang rencananya akan jadi kandang baru bagi 'Si Merah'.

Jika melihatnya dari layar televisi, para pecinta sepakbola mungkin tahu bahwa Anfield relatif bergaya kuno dan memang seperti itulah adanya. Meski dimiliki oleh salah satu klub terbaik di Inggris, namun harus diakui dari segi infrastruktur atau arsitektur Anfield masih kalah dari Emirates Stadium punya Arsenal, Etihad Stadium milik Manchester City, Old Trafford kandangnya Manchester United, atau bahkan Stamford Bridge rumahnya Chelsea.

Meski jadi salah satu stadion angker dan terkenal di dunia, Anfield memang sudah lama tak merias wajahnya. Diawali dengan ukuran press room yang kecil untuk ukuran klub besar, yang tentunya akan terasa penuh jika awak media bertatap dengan muka dengan Brendan Rodgers dan para pemain usai pertandingan.

Namun, tetap saja memasuki Anfield boleh jadi sudah membuat Anda merasa seperti pemain Liverpool yang akan bertanding serta berjibaku di atas lapangan. Menyusuri lorong dan kemudian memasuki locker room untuk persiapan pertandingan.

Locker Room bersejarah itu pun masih saja terasa kuno karena bangku para pemain masih terbuat dari kayu. Baju pemain hanya digantung berdasarkan urutan posisi si pemain, mulai dari kiper hingga penyerang.

Di tengah-tengah ada dua meja tempat para tukang pijat melakukan tugasnya untuk meregangkan otot para pemain atau merawat pemain yang cedera. Ada juga kamar mandi dan satu pintu baru yang merupakan tempat manajer meramu taktik dan sebagainya. Kamar taktik ini baru dibangun pada masa Rafael Benitez menukangi tim di tahun 2004 hingga 2010.

Kurang afdol rasanya jika ke Anfield tak menyentuh tanda terkenal di atas lorong menuju ruang pemain yang bertuliskan: This Is Anfield. Tanda itu adalah permintaan dari manajer legendaris Liverpool, Bill Shankly, yang bertujuan untuk mengintimidasi lawan dan menunjukkan bahwa tak akan mudah menaklukkan Liverpool di markasnya.

Salah satu keunikan Anfield dibanding stadion lain di Inggris adalah bangku cadangan tim tuan rumah dan tim tamu yang berdekatan di dalam satu tempat. Jika biasanya bangku cadangan home dan away terpisah, maka di Anfield tim tamu akan diajak merasakan euforia serta atmosfer dari stadion itu yang bertujuan tentunya untuk memberi sedikit tekanan pada lawan.

Apa lagi yang menarik dari Anfield? Tentu saja tribun legendaris yang biasa disebut The Kop, tempat para "penguasa" stadion berada dan selalu menyanyikan chant atau yel-yel yang membuat merinding kawan maupun lawan.

Tapi sayang, Anfield seperti sedang kehilangan keangkeran serta daya magisnya sejak setahun terakhir ini. Liverpool kerap kesulitan di kandang sendiri dan berujung pada memburuknya performa tim yang membuat mereka hanya finish di posisi ke delapan musim lalu.

Catatan dari Liverpool Is This Anfield? Yes, This is Anfield


Mohammad Resha Pratama - detikSport
Rabu, 05/09/2012 11:30 WIB
FOTO:detiksport/Resha Pratama
Liverpool - Stadion bergaya old fashion itu berdiri megah di tengah pemukiman penduduk, mengandung beragam sejarah klub Liverpool FC dan suporter fanatiknya. "Kuil Suci nan Keramat" itu bernama Anfield.

Tak seperti kebanyakan klub besar di Inggris yang mempunyai stadion megah dengan ukuran besar dan terletak di tengah kota atau di pinggiran, Anfield ini berada di daerah pemukiman penduduk lokal.

Jika Anda berkesempatan ke sana, maka akan dilihat deretan rumah dan juga restoran-restoran kecil yang mengelilingi Anfield. Maka tak heran wacana untuk perluasan stadion selalu mendapat tentangan, karena dengan melakukannya, itu sama sama dengan menggusur para warga di sekitarnya.

Di sebelah Shankly Gate, atau tepatnya di belakang area pakir, ada sebuah tanah kosong luas yang disebut Stanley Park, yang (mungkin, kalau jadi) nantinya akan jadi kandang baru bagi 'Si Merah'.

Jika melihatnya dari layar televisi, para pecinta sepakbola mungkin tahu bahwa Anfield relatif bergaya kuno dan memang seperti itulah adanya. Meski dimiliki oleh salah satu klub terbaik di Inggris, namun harus diakui dari segi infrastruktur atau arsiteknya Anfield masih kalah dari Emirates Stadium, Etihad Stadium, Old Trafford, atau bahkan Stamford Bridge.

Meski jadi salah satu stadion angker dan terkenal di dunia, Anfield memang sudah lama tak merias wajahnya. Diawali dengan ukuran press room yang kecil untuk ukuran klub besar, yang tentunya akan terasa penuh jika awak media bertatap dengan muka dengan Brendan Rodgers dan para pemain usai pertandingan.

Namun, tetap saja memasuki Anfield boleh jadi sudah membuat Anda merasa seperti pemain Liverpool yang akan bertanding serta berjibaku di atas lapangan. Menyusuri lorong dan kemudian memasuki locker room untuk persiapan pertandingan.


Locker Room bersejarah nan magis itu pun masih saja terasa kuno karena bangku para pemain masih terbuat dari kayu dan baju pemain pun hanya digantung berdasarkan urutan posisi si pemain, mulai dari kiper hingga penyerang.

Di tengah-tengah ada dua meja tempat para messaeur melakukan tugasnya untuk meregangkan otot para pemain atau merawat pemain yang cedera. Ada juga para kamar mandi dan satu pintu baru yang merupakan tempat manajer meramu taktik dan sebagainya. Kamar taktik ini baru dibangun pada masa Rafael Benitez menukangi tim.

Kurang afdol rasanya jika ke Anfield tak menyentuh tanda terkenal di atas lorong menuju ruang pemain yang bertuliskan: This Is Anfield. Tanda itu adalah permintaan dari manajer legendaris Liverpool, Bill Shankly, yang bertujuan untuk mengintimidasi lawan dan menunjukkan bahwa tak akan mudah menaklukkan Liverpool di markasnya.

Salah satu keunikan Anfield dibanding stadion lain di Inggris adalah bench tim tuan rumah dan tim tamu yang berdekatan di dalam satu tempat. Jika biasanya bangku cadangan home dan away terpisah, maka di Anfield tim tamu akan diajak merasakan euforia serta atmosfer dari stadion itu yang bertujuan tentunya untuk memberi sedikit tekanan pada lawan.



Ada lagi yang menarik dari Anfield? Tentu saja tribun legendaris yang biasa disebut The Kop, tempat di mana para "penguasa" stadion berada dan selalu menyanyikan chant atau yel-yel yang membuat merinding kawan maupun lawan.

Tapi sayang, Anfield seperti sedang kehilangan keangkeran serta daya magisnya sejak setahun terakhir ini. Liverpool kerap kesulitan di kandang sendiri dan berujung pada memburuknya performa tim yang membuat mereka hanya finis di posisi kedelapan musim lalu.

Di awal musim ini Anfield pun masih "mendung". Saat detiksport menyaksikan langsung pertandingan Liverpool versus Arsenal hari Minggu (2/9) lalu di tempat ini, atas undangan PT Garuda Indonesia selaku global partner klub tersebut, pasukan Brendan Rodgers kalah 0-2. Itu berarti, dari tiga pertandingan mereka tidak menang dan dua kali kalah.

Bahkan This Is Anfield pun saat ini dijaikan lelucon dan sering dipelesetkan This is Anfield? atau Is This Anfield? -- sebagai sindiran kepada Liverpool yang kandangnya tak lagi bertuah saat ini.

Ada yang mencela owner yang dinilai tidak mau menginvestasikan dana besar di bursa transfer, ada yang menilai Rodgers bukanlah orang tepat untuk Liverpool, menyalahkan pemain dan seterusnya dan lain-lain.

Namun, urusan manajemen atau teknis, itu lebih jadi urusan para bos dan Rodgers. Anfield punya peran sendiri untuk melecut semangat para pemainnya, melalui kutipan-kutipan terkenal dari seorang Shankly, yang dipasang di berbagai sudut stadion, karena Anfield adalah Anfield. This is Anfield.





( mrp / a2s )

Kamis, 24 Mei 2012

Masih Tak Jelas, Liverpool Tetap di Anfield atau Stadion Baru

Liverpool - Wacana meninggalkan stadion kebanggaan dan bersejarahnya, Anfield, masih beredar di Liverpool. Petinggi klub akan segera memutuskan apakah mereka jadi pindah atau tidak.

"Sejauh ini kami masih berdialog untuk menentukan salah satu diantara dua pilihan," ujar direktur klub, Ian Ayre, kepada BBC.

"Saya kira akan jauh lebih baik jika kami dapat mengambil keputusan lebih cepat agar kita bisa segera memulai pekerjaan."

Dua opsi Liverpool adalah membangun stadion baru di kawasan Stanley Park -- dengan kapasitas 60 sampai 72 ribu penonton --, atau memperbesar Anfield. Dengan kapasitas 45.276, Anfield dinilai masih kecil dan klub berharap bisa menambahkan sekitar 15 ribu kursi lagi, dengan estimasi biaya 300 juta euro.

Kendala opsi kedua adalah para penduduk di sekitar Anfield mengklaim tanah yang akan dipakai untuk merenovasi stadion itu adalah milik mereka.

"Kami telah melakukan banyak dialog dengan para penduduk sekitar Anfield, juga dengan para pemegang kebijakan yang berada di sekitar Anfield," tambah Ayre.

Fenway Sports Group, yang bertindak sebagai perusahaan pemilik Liverpool FC, kerap dikritik karena belum memperlihatkan kemajuan berarti sejak membeli klub itu 19 bulan lalu. Meskipun demikian, Ayre bersikeras bahwa rencana tengah berjalan.

"Kami tengah melakukan perjanjian dengan beberapa merek terkenal yang menunjukkan ketertarikan terhadap rencana kami membangun stadion baru. Saya kira kami telah melakukan kemajuan berarti di sana.

"Sebagian besar kritik datang karena kami tak pernah membuat pengumuman tentang hal ini. Jadi banyak anggapan yang menilai kami tak membuat kemajuan berarti," pungkasnya.

Eddward Samadyo Kennedy - detikSport
Kamis, 24/05/2012 11:23 WIB


( a2s / roz )

Rabu, 09 Mei 2012

Review: Dendam Liverpool Terbalas di Anfield

Bola.net - Liverpool berhasil menuntaskan misi balas dendam terhadap Chelsea setelah kekalahan yang mereka alami di Piala FA dengan menghancurkan The Blues 4-1 di Anfield, Rabu (09/5), dalam lanjutan kompetisi Premier League 2011/12.

Liverpool ingin membalas kekalahan dari Chelsea di final Piala FA beberapa hari sebelumnya, sedangkan The Blues menatap kemenangan lain atas The Reds demi memompa moral jelang partai puncak Liga Champions.

Liverpool, yang baru sanggup mencatatkan lima kemenangan liga di Anfield sepanjang musim ini, menghuni peringkat sembilan klasemen dan sudah lolos ke Liga Europa 2012/13 berkat keberhasilan mereka memenangi Piala Carling.

Chelsea, yang akan menghadapi Bayern Munich pada 19 Mei di final Liga Champions pada pertandingan terakhirnya musim ini, menempati tangga keenam dan nyaris tidak berpeluang lagi merangsek ke empat besar dengan defisit empat angka yang ada sekarang.

Liverpool menurunkan komposisi yang tidak jauh berbeda dengan laga terakhir mereka di Piala FA. Andy Carroll serta Luis Suarez mengisi lini depan, sedangkan kapten Steven Gerrard diistirahatkan dan tidak masuk dalam skuad.

Dari kubu Chelsea, Fernando Torres kembali ke starting line-up untuk menghadapi mantan klubnya. Di bawah mistar, pelatih Di Matteo menurunkan Ross Turnbull untuk menggantikan Petr Cech.

Seolah tak ingin membuang waktu dengan percuma, Liverpool langsung tancap gas sejak peluit kick-off dibunyikan.

Chelsea sebenarnya berpeluang memimpin terlebih dahulu pada menit 17, tapi sundulan Branislav Ivanovic dalam keadaan tanpa pengawalan di dalam kotak penalti Liverpool masih menerpa tiang gawang.

Tak lama setelah terancam kebobolan, Liverpool berhasil menciptakan gol pembuka. Suarez melakukan akselerasi dari sayap kanan, melewati barisan pertahanan Chelsea hingga ke dalam kotak penalti, dan melepaskan umpan tarik yang memaksa Michael Essien menyarangkan bola ke gawangnya sendiri.

Enam menit berselang, John Terry mati langkah dan gagal mengantisipasi umpan terobosan Maxi Rodriguez pada Jordan Henderson dan membuat Henderson leluasa mendribel bola ke arah gawang serta melakukan finishing tenang untuk membawa Liverpool unggul 2-0.

Empat menit setelahnya, kelengahan lini pertahanan Chelsea kembali dimanfaatkan dengan baik oleh Liverpool. Sundulan jarak dekat Daniel Agger berhasil mengoyak gawang The Blues, dan The Reds memimpin 3-0 dalam waktu kurang dari 30 menit.

Chelsea lalu memiliki kesempatan untuk menipiskan selisih skor, tapi drive keras Torres dari dekat gawang hanya menerpa mistar dan memantul jauh ke luar area. Harus diakui, kemampuan Torres melepaskan tembakan dalam kondisi dikawal ketat seperti itu seolah mengingatkan orang tentang sosoknya ketika masih berbaju merah.

Di penghujung babak pertama, Chelsea terancam kebobolan gol keempat setelah wasit menunjuk titik putih akibat sikutan Ivanovic terhadap Carrol, tapi Stewart Downing gagal memaksimalkan hadiah penalti itu karena eksekusinya hanya mengarah ke tiang gawang.

Di awal babak kedua, dalam keadaan tertinggal 0-3, Chelsea mencoba mengambil inisiatif serangan. Hasilnya tidak mengecewakan, mereka mencetak satu gol dan membuat skor menjadi 3-1 setelah Ramires sukses membelokkan tendangan bebas Malouda ke dalam gawang Pepe Reina.

Akan tetapi, niat Chelsea untuk bangkit harus menerima pukulan telak setelah Ross Turnbull melakukan sebuah blunder fatal yang membuat Liverpool bisa mencetak gol keempatnya. Tendangan kiper Chelsea itu tidak sempurna dan jatuh ke kaki Jonjo Shelvey, yang lalu menceploskan bola ke gawang kosong dari luar kotak penalti.

Turnbull harus menerima kenyataan pahit, karena skor 4-1 akibat blundernya itu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Sepertinya Di Matteo bakal berpikir seribu kali jika lain kali dia berniat menurunkan Turnbull untuk menggantikan Cech.

Statistik Liverpool - Chelsea
Penguasaan bola: 53% - 47%
Shot (on goal): 23 (6) - 11 (2)
Corner: 7 - 4
Pelanggaran: 17 - 14
Offside: 3 - 0
Kartu kuning: 2 - 4
Kartu merah: 0 - 0
Penyelamatan: 1 - 3

Susunan pemain Liverpool: Reina, Carragher, Agger, Skrtel, Johnson, Henderson, Maxi, Downing, Shelvey, Suarez, Carroll.
Cadangan: Doni, Coates, Kelly, Spearing, Sterling, Bellamy, Kuyt.

Susunan pemain Chelsea: Turnbull, Ivanovic, Ferreira, Terry, Bertrand, Essien, Romeu, Ramires, Malouda, Torres, Sturridge.
Cadangan: Hilario, Cole, Hutchinson, Lampard, Mata, Lukaku, Kalou.

Pencetak gol:
19' (1-0) Essien (og)
25' (2-0) Henderson
28' (3-0) Agger
50' (3-1) Ramires
61' (4-1) Shelvey

Kartu kuning: Ferreira (15'), Terry (22'), Essien (44'), Ivanovic (45'), Henderson (65'), Agger (71')

Hasil ini membuat Liverpool naik satu strip ke posisi delapan, sedangkan Chelsea tetap di peringkat enam. Pada pertandingan terakhir Premier League musim ini, Minggu (13/05), Liverpool akan bertandang ke markas Swansea City, sedangkan Chelsea menjamu Blackburn di Stamford Bridge.

Kemenangan ini juga memberi satu arti penting bagi Liverpool, yaitu proses pengembalian keangkeran kandang mereka, Anfield. (bola/gia)

HIGHLIGHTS EPL: Liverpool 4 - Chelsea 1 
Dilihat sebanyak 8.588 kali
Follow twitter @bolanet dan gabung komunitas bola.net di facebook.
Akses Bola.net melalui http://m.bola.net pada browser ponsel Anda.

Sabtu, 28 Januari 2012

52 Tahun MU Tak Menang di Kandang Liverpool

Edwan Ruriansyah | Jum'at, 27 Januari 2012,
17:19 WIB
VIVAnews - Sejarah buruk mengiringi lawatan
Manchester United ke kandang rival bebuyutan
Liverpool, Anfield pada bigmatch babak IV Piala
FA, Sabtu 28 Januari 2012. MU kali terakhir
mengalahkan Liverpool di Anfield pada 52 tahun
lalu.
Sabtu 30 Januari 1960 menjadi hari bersejarah
bagi MU di ajang Piala FA. Karena saat itu, Setan
Merah menaklukkan Liverpool 3-1 di Anfield. Oleh
karena itu, kubu MU menaruh kewaspadaan tinggi
pada laga ini.
"Lihatlah beberapa pertemuan antara Manchester
United dan Liverpool dalam beberapa tahun
terakhir. Selalu menyajikan laga luar biasa," kata
Mike Phelan, asisten manajer MU seperti dilansir
Tribalfootball.
"Old Trafford selalu menjadi tempat spesial bagi
kami. Tapi, jika Anda pergi ke Anfield, selalu
memberikan kesulitan," lanjut Phelan. "Atmosfer
di sana sangat fantastis."
Kali terakhir kedua kubu bertemu di Anfield di
ajang Piala FA yakni pada Sabtu, 18 Februari 2006.
Pada babak V saat itu, Liverpool menang 1-0 lewat
gol Peter Crouch.
"Kami punya beberapa hasil bagus di sana, tapi
juga buruk. Kami sangat berharap bisa meraih
hasil bagus pada akhir pekan ini," tutur Phelan.
Kemenangan MU atas Liverpool di Anfield kali
terakhir dipetik pada ajang Premier League musim
2007-08. Pada Minggu, 16 Desember 2007,
Liverpool dipaksa menyerah 0-1 oleh rival
bebuyutannya itu lewat gol yang dicetak Carlos
Tevez di menit 43. (irb)
© VIVAnews

Jumat, 14 Oktober 2011

Jelang Liverpool vs MU, Rooney Akui MU Sulit Menang di Anfield

Doni Wahyudi : Sepakbola
detikcom -
Manchester,
Sejarah
kebesaran
Liverpool
sebagai sebuah
klub tak bisa
dilepaskan dari
Anfield. Dan
Wayne Rooney
mengaku kalau stadion tersebut merupakan
tempat yang ditakuti, di mana kemenangan
paling sulit didapat.
"Itu pertandingan penting buat MU terkait
rivalitas dengan Liverpool, tapi buat saya ini
pertandingan besar. Anfield selalu menjadi tempat
paling sulit untuk dikunjungin dan untuk bisa
memetik kemenangan," ujar Rooney jelang
pertemuan Liverpool vs MU akhir pekan ini.
Dalam empat perjamuan terakhir dengan MU,
Liverpool memang mampu menjadi tim yang lebih
baik. Sejak musim 2008/2009 Steven Gerrard cs
tak pernah gagal meraih tiga poin atas Rio
Ferdinand dkk, termasuk kemenangan 3-1 musim
lalu.
Dan membuat perjuangan MU bakal makin sulit
akhir pekan ini adalah fakta bahwa anak didik
Kenny Dalglish didorong oleh semangat besar
untuk bisa bangkit dari keterpurukan selama
beberapa musim. Apalagi The Reds kini punya
skuad yang jauh lebih mumpuni dibanding
periode-periode sebelumnya.
"Saya pikir tahun ini mereka membuat beberapa
pembelian yang bagus dan tentu saja dengan
mereka tidak lolos ke Liga Champions musim lalu
saya pikir mereka sangat ingin untuk kembali ke
sana."
"Mereka akan berusaha bisa masuk empat besar
dan dengan pemain baru yang mereka dapat,
mereka bisa melakukannya. Kami harus berhati-
hati terhadap mereka dan mencoba mengalahkan
mereka kali ini," tutup Rooney di Mirror.

Selasa, 21 Juni 2011

Fowler Impikan Bisa Melatih di Anfield

Robbie Fowler mengakui jika ia
sangat ingin kembali lagi ke
Liverpool, tapi tidak sebagai pemain
melainkan sebagai pelatih the Reds
di masa mendatang.
Eks penyerang the Reds ini sedang
mengambil sertifikat kepelatihan
Uefa dan membidik karir sebagai
pelatih di masa depan menjelang
berakhirnya karir sepak bola
profesionalnya.
Seperti yang sudah diketahui
sebelumnya, Fowler sudah pernah
menjalani pekerjaan sebagai staf
pelatih saat di MK Dons dan Bury,
semenjak ia kembali lagi ke Inggris
untuk mempelajari sistem
kepelatihan sepak bola yang pernah
diikutinya.
Fowler, yang kini berusia 36 tahun,
mengakui jika keinginannya untuk
kembali lagi ke Anfield, dalam
kapasitas tertentu, menjadi bagian
dari impiannya sebagai langkah awal
memasuki dunia kepelatihan.
"Sejujurnya, suatu hari nanti saya
sangat ingin kembali lagi ke
Liverpool, tapi itu bukanlah pilihan
saya," kata Fowler pada Al Jazeera
Sport. "Jika bisa, esok saya ingin
melangkah kesana. Tapi seperti yang
sudah diketahui bersama, saat ini
bukanlah saat yang ideal untuk
kembali lagi kesana," imbuhnya.
"Pada akhirnya, sudah sangat jelas
jika tujuan saya adalah ingin kembali
kesana dan menjadi bagian dari klub
lagi, karena saya sudah berada di
sana semenjak berusia 11 tahun dan
itu menjadi bagian terbesar dalam
hidup saya," tuntas Fowler.
© BOLANEWS.COM

bolanews.com/mobile/liga/liga-inggris/28001-Fowler-Impikan-Bisa-Melatih-Anfield.html