Oleh: Boy Leonard Pasaribu
Brendan Rodgers - zimbio
INILAHCOM, Jakarta - Liverpool tetap
akan memanfaatkan peluang terakhirnya meraih gelar juara Liga Primer Inggris musim ini, meski kecil, saat menghadapi Newcastle United di Anfield, minggu malam (11/5/14) WIB.
Sempat menjadi pemilik peluang gelar
juara terkuat dua pekan lalu, peluang The Reds langsung menyusut gara-gara
kekalahan lawan Chelsea dan hasil imbang lawan Crystal Palace dalam dua laga terakhir. Hasil itu membuat perolehan Liverpool tertahan di angka 81 poin.
Steven Gerrard dkk harus puas berada di tempat kedua dengan selisih dua poin dari Manchester City.
Perbedaan surplus gol yang terlalu besar antara Liverpool dengan City, yakni City +63 sementara Liverpool +50, membuat City cukup membutuhkan hasil imbang di laga terakhir untuk menjadi juara, kecuali The Reds mampu mengalahkan Newcastle dengan selisih lebih dari 13 gol.
Peluang lain bagi The Reds untuk menjadi juara adalah mengalahkan Newcastle dan berharap City kalah dari West Ham United di kandang sendiri. Inipun cukup kecil mengingat City hanya sekali kalah di kandang sendiri dari 18 laga kandang yang telah dijalani.
Bagi Liverpool tantangan untuk menjadi
juara lebih besar daripada meloloskan diri dari lubang jarum. Pun demikian, pelatih Liverpool, Brendan Rodgers tetap ingin memaksimalkan laga terakhir dan menyerahkan sisanya kepada Sang Nasib.
“Hari Minggu nanti, kami akan berjuang
hingga titik akhir. Jika kami menang dan
pada akhirnya gagal meraih gelar, saya
pikir finis di tempat kedua di belakang tim terkaya di dunia olah raga benar-benar menjadi pembuktian akan peningkatan yang telah kami lakukan,” ucap Rodgers seperti dikutip dari situs resmi Liverpool.
“Kami akan berusaha mengakhiri musim ini dengan hasil terbaik. Kami tahu ini akan jadi laga yang sulit tetapi kombinasi antara dukungan suporter kami, kepercayaan diri dan kualitas permainan kami sungguh fantastis. Bagi kami, memenangkan 16 laga dari 19 pertandingan akan jadi catatan bagus di kandang,” pelatih berusia 41 tahun itu menambahkan.
Terlepas dari hasil laga terakhir Liga
Primer musim ini, pelatih asal Irlandia
Utara itu menekankan betapa
fenomenalnya pencapaian para pemainnnya musim ini. Liverpool sempat diremehkan di awal musim ini namun pada akhirnya menuai pujian dari banyak kalangan.
“Kami sudah menjalani musim yang sangat sukses,” Brendan Rodgers menegaskan.
Rodgers dan pasukannya tentu harus
bekerja keras untuk mengakhiri musim
dengan kemenangan. Pasalnya, Newcastle sendiri tengah mengincar akhir musim yang baik. The Magpies baru meraih kemenangan pertamanya pekan lalu setelah menelan lima kekalahan beruntun.
Pelatih Newcastle, Alan Pardew, ingin
menutup musim ini dengan memberikan
kesan yang baik kepada fans. Dalam
beberapa pekan terakhir, fans kehilangan respeknya terhadap sang pelatih. Setiap kali Pardew memasuki lapangan, sorakan dan cemoohan mengiringi.
“Tentu saja, saya agak sedih dengan
situasi ini, tetapi keinginan saya harus
kuat untuk memastikan para pemain siap tampil lawan Liverpool. Kami harus datang ke Anfield dan menampilkan performa
terbaik,” ujar pelatih berusia 52 tahun itu seperti dikutip dari Independent .
Liverpool bisa menurunkan gelandang
Jordan Henderson pada laga terakhir ini
setelah sebelumnya harus menjalani
hukuman sanksi tiga pertandingan.
Sementara itu, playmaker asal Brasil yang baru pulih dari cedera, Philippe Coutinho, sudah mulai berlatih penuh dan berpeluang menjadi starter .
Di kubu tamu, penyerang Papiss Cisse dan Luuk de Jong tak bisa tampil. Cisse
mengalami cedera lutut sementara De Jong bermasalah dengan ankle-nya. Sebagai opsi, Loic Remy dan Shola Ameobi
berpeluang besar tampil di lini depan.
Laga ini akan disiarkan secara langsung
oleh Bein Sports 3 sejak pukul 21.00 WIB .
Limapertemuan terakhir kedua tim:
Liga Primer (19/10/13) Newcastle United
2-2 Liverpool
Liga Primer (27/04/13) Newcastle United
0-6 Liverpool
Liga Primer (4/11/12) Liverpool 1-1
Newcastle United
Liga Primer (1/4/12) Newcastle United
2-0 Liverpool
Liga Primer (30/12/11) Liverpool 3-1
Newcastle United
Limapertandingan terakhir Liverpool:
Liga Primer (5/5/14) Crystal Palace 3-3
Liverpool
Liga Primer (27/4/14) Liverpool 0-2
Chelsea
Liga Primer (20/4/14) Norwich City 2-3
Liverpool
Liga Primer (13/4/14) Liverpool 3-2 Manchester City
Liga Primer (6/4/14) West Ham United 1-2 Liverpool
Limapertandingan terakhir Newcatle
United:
Liga Primer (3/5/14) Newcastle Untied
3-0 Cardiff City
Liga Primer (28/4/14) Arsenal 3-0
Newcastle United
Liga Primer (19/4/14) Newcastle United
1-2 Swansea City
Liga Primer (12/4/14) Stoke City 1-0
Newcastle United
Liga Primer (5/4/14) Newcastle United
0-4 Manchester United
Prakiraan susunan pemain:
Liverpool: Simon Mignolet; Glen Johnson,
Martin Skrtel, Mahamadou Sakho, Jon
Flanagan; Steven Gerrard, Lucas Leiva,
Joe Allen, Raheem Sterling; Luis Suarez,
Daniel Sturridge.
Newcastle United: Tim Krul; Matthieu
Debuchi, Mike Williamson, Fabricio
Coloccini, Paul Dummett; Moussa Sissoko, Cheik Tiote, Vurnon Anita; Yoan Gouffran; Loic Remy, Shola Ameobi.
Minggu, 11 Mei 2014
Peluang Terakhir Liverpool Jadi Juara!
Gerrard Optimis Liverpool Juara Musim Depan
08-05-2014 13:50
Steven Gerrard (c) AFP
Bola.net - Gelandang Liverpool, Steven
Gerrard optimis timnya bisa meraih gelar juara musim depan. Jika pihak klub
mampu mempertahankan pemain andalan dan juga bisa membeli tambahan yang tepat, pemain 33 tahun ini yakin timnya bisa menuntaskan misi untuk meraih trofi Premier League.
Hal tersebut diungkapkan menyusul
semakin tipisnya peluang The Reds untuk juara musim ini. Untuk bisa menjuarai liga, mereka harus memenangkan laga pamungkas kontra Newcastle sembari berharap Manchester City tumbang di tangan West Ham. Pekan terakhir Premier League sendiri akan digelar pamungkas pada hari Minggu mendatang (11/05).
"Saya sangat optimis, jika pemain kami
bisa tetap bersama dan pihak klub
melakukan pembelian yang tepat musim
panas ini, prospek klub musim depan akan cerah," tegas Gerrard seperti dilansir Daily Star.
"Saya tak pernah ragu akan hal itu."
Liverpool sebenarnya sempat menjadi
kandidat terkuat untuk menjadi juara
musim ini. Namun hasil buruk dalam dua
laga terakhir saat dikalahkan Chelsea
dan ditahan imbang Crystal Palace
membuat posisi mereka kini tidak
menguntungkan lagi. (tds/mri)
Sabtu, 10 Mei 2014
Jelang Liverpool vs Newcastle Potensi Banyak Gol di Anfield
Kris Fathoni W - detiksport
Getty Images/Jamie McDonald
Jakarta - Situasi di akhir musim ini
dan catatan seputar laga Liverpool
dengan Newcastle United membuat
laga di Anfield pada akhir pekan nanti
menghadirkan peluang akan adanya
banyak gol.
Sempat pegang kendali dalam
perebutan gelar juara Premier
League, Liverpool kini justru
mengekor di belakang pemuncak
klasemen Manchester City dengan
satu laga tersisa. Ada dua poin yang
memisahkan kedua tim.
Kendatipun situasi kini amat berat,
The Reds sudah pasti bertekad untuk
bisa terus memelihara asa menjadi
juara sampai saat-saat terakhir.
Maka tak ada pilihan selain meraih
tiga angka seraya berharap City akan
kalah di laga terakhirnya.
Dalam skenario lain, seandainya The
Citizens cuma meraih hasil seri dan
The Reds bisa menang maka kedua tim
akan punya poin setara dan kampiun
musim ini ditentukan oleh selisih gol.
Dalam hal itu, City sementara unggul
13 gol atas Liverpool.
Dengan situasi itulah Liverpool akan
menjamu tim peringkat sembilan
Newcastle United di Anfield, Minggu
(11/5/2014) malam WIB. Menilik hal
tersebut 'Si Merah' niscaya akan
berusaha sekuat tenaga meraih tiga
angka dengan mencetak gol
sebanyak-banyaknya--terlepas dari
besarnya perbedaan selisih gol
antara kedua tim--demi memelihara
kans.
Potensi akan adanya banyak gol di
Anfield bertambah mengingat dalam
39 laga antara Liverpool lawan Toon
Army sebelum ini tak pernah ada kata
seri tanpa gol. Laga ini bahkan sudah
menghasilkan 126 gol, yang mana
menjadi salah satu partai paling
subur dalam sejarah Premier League.
Menariknya, Liverpool juga tinggal
butuh satu tambahan gol lagi untuk
mencapai kisaran 100 gol Premier
League. Itu merupakan sebuah
torehan khusus dan sejauh ini baru
bisa dilakukan oleh dua tim saja--
salah satunya adalah City pada musim
ini.
Berikut data dan fakta seputar laga
tersebut seperti dirangkum Opta.
- Tak pernah ada hasil imbang tanpa
gol dalam 39 pertemuan antara
Liverpool dengan Newcastle United di
Premier League.
- Sudah ada 126 gol dalam partai
Premier League antara Newcastle
dengan Liverpool, yang mana menjadi
salah satu partai dengan jumlah gol
terbanyak di ajang tersebut.
- Liverpool baru memenangi satu dari
empat partai terakhirnya di laga
penutup musim (satu kemenangan,
satu kali imbang, dua kali kalah), di
mana kemenangan tunggal itu dipetik
musim lalu atas QPR yang sudah
dipastikan terdegradasi (1-0).
- Dalam enam musim terakhirnya di
kasta teratas, Newcastle sudah gagal
meraih kemenangan di laga pekan
terakhir (dua kali imbang, empat kali
kalah).
- Luis Suarez mencatat 31 gol di
Premier League musim ini. Ia butuh
satu gol lagi untuk menorehkan rekor
gol dalam era musim Premier League
berjumlah 38 pertandingan.
- Liverpool cuma butuh satu gol lagi
untuk mencapai 100 gol dalam musim
Premier League, menyamai Chelsea
(103 gol pada 2009-10) dan
Manchester City 100 gol dari 37
partai musim ini.
- Kali terakhir ada lebih dari satu tim
yang mencetak lebih dari 100 gol di
musim yang sama kompetisi kasta
teratas adalah pada 1960-61 (tiga
tim melakukannya).
- Newcastle cuma mencetak empat
gol saja dari tujuh pertandingan
menghadapi tim empat besar di
Premier League saat ini.
- Gol dari Daniel Sturridge sudah
berperan besar membuat Liverpool
meraih 18 poin musim ini; tak ada
peain di Premier League yang
menyumbangkan poin sebanyak ia
untuk timnya musim ini.
- Dari 18 lawatan terakhir ke
Anfield, Newcastle tak kuasa meraih
satu kemenangan pun (15 kali kalah,
3 kali imbang).
Jelang Liga Inggris Allardyce Ingin Lihat Gerrard Menangi Premier League
Meylan Fredy Ismawan - detiksport
London - Manajer West Ham United
Sam Allardyce ingin melihat Steven
Gerrard memenangi trofi Premier
League. Allardyce pun akan mencoba
membantu Gerrard melakukannya.
Sudah jadi rahasia umum bahwa
Gerrard sangat merindukan trofi
liga. Dalam kariernya sebagai pemain,
dia belum sekali pun memenangi gelar
tersebut.
Harapan Stevie G untuk memenangi
Premier League sempat membesar
ketika Liverpool memuncaki klasemen
beberapa waktu lalu. Tapi, akibat
terpeleset pada dua laga
terakhirnya, The Reds kini berada di
posisi kedua dan nasib mereka akan
sangat ditentukan oleh hasil yang
didapat Manchester City.
Untuk jadi juara, Liverpool bukan
cuma harus mengalahkan Newcastle
United di Anfield, Minggu
(11/5/2014). Mereka juga
mengharapkan City kalah dari West
Ham di Etihad Stadium.
Allardyce menyadari bahwa peluang
timnya untuk mengalahkan City di
Etihad tidak besar. Meski begitu, dia
memastikan West Ham akan
mengeluarkan kemampuan terbaik.
"Dari sudut pandang orang netral,
saya pikir semua orang ingin melihat
Liverpool memenanginya, dan dari
sudut pandang pribadi saya ingin
melihat Steven Gerrard
memenanginya," aku Allardyce di Sky
Sports.
"Itu adalah hal terakhir untuknya,
yang belum dia capai di Liverpool. Dia
bermain untuk satu klub sepanjang
hidupnya," tambahnya.
"Kita semua tahu Manchester City
dalam kekuatan terbaiknya akan
sangat sulit dilawan. Kami akan
bermain di sana dan memberikan
performa yang fantastis untuk
menghentikan mereka meraih titel
pada hari itu," kata Allardyce.
Gerrard: Kami Terpeleset, tapi Kami Akan Terus Berjuang
Doni Wahyudi - detiksport
Andrew Powell/Liverpool FC via Getty
Images
Liverpool - Steven Gerrard sudah bisa
'menertawakan' insiden dirinya
terpeleset di laga Liverpool dengan
Chelsea. Disebutnya, sekadar
terpelset tak akan membuat dirinya
dan seluruh penggawa The Reds
menyerah.
Gerrard jadi pemberitaan - dan juga
olok-olok - saat membuat kesalahan
yang berujung jebolnya gawang
Liverpool. Bermain di Anfield dalam
laga yang berpeluang menentukan
persaingan menjadi juara, dia
terpeleset di atas lapangan. Bola
yang lepas dari kakinya diambil Demba
Ba dan dilesakkannya ke gawang
Simon Mignolet.
Gol tersebut dianggap berpengaruh
besar atas hasil akhir laga, di mana
The Reds menyerah 0-2 atas The
Blues . Kekalahan itupun membuat
kans skuat besutan Brendan Rodgers
untuk jadi juara mengecil lantaran
Manchester City yang jadi pesaing
utama terus meraih kemenangan.
Dua pekan setelah kejadian tersebut,
Gerrard sepertinya sudah bisa
legowo . Dalam sebuah wawancara
dengan media di Inggris dia
menyinggung insiden tersebut.
"Pesan terbesar yang Anda dapat saat
mengikat kontrak dengan klub ini
adalah Anda tidak boleh terlalu
jemawa saat memenangi penghargan
atau trofi dan jangan terpuruk saat
terpeleset - dalam artian terpeleset
yang sebenarnya," ujar Gerrard di
Daily Mail .
"Anda terus berjuang dari satu
pertandingan ke pertandingan lain.
Tapi untuk saya, saya bertahan di
sini dan sangat bangga dengan rekan
setim, dan saya yakin kami akan
terus bersama dan kami akan bisa
menambah kekuatan yang dibutuhkan
di musim panas demi masa depan yang
lebih baik di klub ini," tegas dia.
Kekalahan atas Chelsea dan
dilanjutkan dengan membuang
keunggulan 3-0 saat diimbangi
Crystal Palace membuat The Reds kini
duduk di posisi dua klasemen Premier
League saat kompetisi tinggal
menyisakan satu pertandingan lagi.
Kemenangan atas Newcastle United di
laga pamungkas tak akan berarti jika
pada laga lain City menang saat
menjamu West Ham United.
Menghidupkan Lagi Suasana Ruang Ganti Liverpool yang Sedang Lesu
Mohammad Resha Pratama - detiksport
Liverpool - Suasana ruang ganti
Liverpool sedang tak seceria pekan-
pekan sebelumnya. Akhir pekan ini
diharapkan suasana dressing room 'Si
Merah' bisa kembali riang gembira
lagi, tentu dengan hadirnya trofi
Premier League.
Hasil imbang didapat Liverpool kala
menghadapi Crystal Palace setelah
sempat unggul 3-0, mereka harus
puas dengan skor akhir 3-3. Ini
membuat The Reds harus rela dalam
posisi sulit jelang penentuan gelar
juara akhir pekan ini.
Liverpool harus memenangi laga
kontra Newcastle United sambil
berharap Manchester City kalah dari
West Ham United agar trofi juara
terbang ke Anfield, bukan Etihad
Stadium.
"Ruang ganti benar-benar lesu usai
laga itu, mungkin yang paling lesu
sejak saya bergabung ke klub ini,"
ujar gelandang Liverpool Lucas Leiva
seperti dikutip Liverpool Echo.
"Dalam tempo waktu delapan menit di
Palace Senin malam lalu, kami
kehilangan kemenangan karena
lengah," sambungnya.
"Anda bisa lihat wajah para pemain
saat menghadiri award (Liverpool
Echo) bahwa kami belum bisa bangkit
setelah laga kontra Palace. Sehari
setelahnya selalu tidak
menyenangkan."
"Sulit menjelaskan mengapa itu
terjadi. Saya melihat wawancara
manajer usai laga dan dia bilang
bahwa ia membuat beberapa
keputusan yang tidak tepat. Kami
harus belajar dari itu."
Kini Liverpool hanya bisa berharap
keajaiban itu datang akhir pekan ini
demi menghidupkan lagi peluang
mereka jadi juara. Namun fokus The
Anfield Gang saat ini hanyalah untuk
memenangi laga kontra Newcastle
dan tak memikirkan hasil lain di laga
City.
"Kami tidak akan tahu apa yang akan
terjadi hari Minggu nanti. Kami sudah
hampir dekat dan mungkin jika kami
mendapat satu-dua keberuntungan,
maka kami bisa memenanginya."
"Kami hanya harus memperbaiki dan
lihat apakah kami bisa mendapatkan
keberuntungan. Kami tahu itu akan
sulit," demikian pemain internasional
Brasil itu.
Henderson: Trofi Premier League untuk Lupakan Kartu Merah Lawan City
Mohammad Resha Pratama - detiksport
Getty Images/Alex Livesey
Liverpool -
Jordan Henderson
masih tak bisa
melupakan kartu
merah yang
didapatnya di
laga lawan
Manchester City.
Kini Henderson hanya bisa berharap
keajaiban bahwa Liverpool jadi juara
dan ia bisa melupakan kejadian itu.
Henderson mendapat kartu merah di
menit-menit akhir laga kontra City
di Anfield 13 April lalu di mana
Liverpool menang 3-2. Ia pun harus
absen di tiga laga terakhir melawan
Norwich City, Chelsea, dan Crystal
Palace.
Entah berhubungan atau tidak,
absennya Henderson membuat
penampilan Liverpool limbung dan
mereka hanya bisa menang 3-2 atas
Norwich, lalu kalah 0-2 dari Chelsea,
dan main imbang 3-3 dengan Palace
usai memimpin 3-0.
Alhasil peluang juara Liverpool
mengecil dan hanya bisa berharap
Manchester City kalah dari West Ham
United di pekan terakhir, untuk bisa
merengkuh trofi Premier League
asalkan mampu mengalahkan
Newcastle United.
Tak ayal hal ini masih disesali oleh
Henderson hingga saat ini dan
menganggap dirinya sudah melakukan
hal konyol yang berefek kurang baik
untuk tim.
"Hal itu selalu kupikirkan beberapa
kali, khususnya di beberapa hari
pertama. Malam itu aku duduk dan
berpikir: 'Apa yang sudah
kulakukan?'" ujar Henderson seperti
dilansir situs resmi tim.
"Aku tidak tahu bahwa kartu merah
itu akan membuatku langsung absen
di tiga laga, tapi setelah laga
beberapa orang memberitahuku soal
itu. Aku sangat terpukul,"
sambungnya.
"Tapi di saat bersamaan, jika aku
tidak membuat tekel itu dan mereka
bisa merebut bola serta mencetak
gol, aku tidak akan pernah bisa
memaafkan diriku sendiri."
Akhir pekan ini Henderson sudah bisa
kembali ke starting eleven saat
menjamu Newcastle di Anfield.
Sebelum absen di tiga laga tersebut,
Henderson selalu bermain di 34 laga
beruntun dan hanya sekali diganti.
"Tidak masalah siapa yang kami
lawan. Jika kami menjadi juara,
tidak peduli siapa yang kami
kalahkan," tegas gelandang 23 tahun
itu.
"Anyway, ini bukan soal diriku atau
pemain lain. Ini soal Liverpool dan
memenangi laga terakhir kami demi
memperbesar peluang menjadi juara."
"Jika kami melakukan itu, aku tidak
akan lagi memikirkan soal tekel itu,"
demikian dia.
Kamis, 08 Mei 2014
Liga Inggris Pekan Ini Final Premier League : City atau Liverpool?
Doni Wahyudi - detiksport
Jakarta - Untuk kali kedua dalam tiga
musim terakhir Premier League harus
mencapai pekan terakhir untuk bisa
menghasilkan juara. Akhir pekan ini,
pesta pesta jadi milik Manchester
City atau Liverpool?
Manchester City dan Liverpool sama-
sama akan bertanding di kandang
sendiri pada pekan terakhir Liga
Inggris 2013/2014. The Citizens
menjamu West Ham United,
sementara The Reds kedatangan
Newcastle United.
Minggu (11/5/2014) malam WIB,
salah satu dari Etihad Stadium atau
Anfield akan menggelar pesta juara.
Setelah mengarungi 37 pertandingan
dan pergeseran puncak klasemen
yang terjadi berulang kali, kompetisi
menjadi kampiun tinggal menyisakan
City dan Liverpool saja.
Kemenangan 4-0 City atas Aston
Villa, Kamis (8/5/2014) dinihari WIB
membuat anak didik Manuel Pellegrini
berada dalam pole position untuk
kembali jadi juara. Mereka kini
mengoleksi 83 angka, unggul dua
atas skuat besutan Brendan Rodgers.
City masih harus menang untuk bisa
meraih titel Premier League -nya
yang kedua. Jika sampai kalah dan di
pertandingan lain Liverpool menang,
maka gelar juara yang sudah di depan
mata akan menguap, terbang ke
Anfield.
Tapi di kandangnya sendiri Vincent
Kompany dkk punya peluang besar
untuk meraih kemenangan itu. Toh
City punya rekor sangat bagus di
depan pendukungnya dengan meraih
16 kemenangan serta masing-masing
sekali imbang dan kalah di sepanjang
musim ini. Dalam rangkaian laga itu
City tampil luar biasa dengan berhasil
membuat 61 gol dan cuma kemasukan
13 kali.
Peluang City terpeleset dianggap
kecil, karena pada saat bersamaan
West Ham juga tak punya catatan
bagus setelah cuma sekali menang
dalam lima pertandingan terakhir.
Namun, The Hammers justru membuat
kejutan di akhir pekan lalu setelah
mengandaskan Tottenham Hotspur
2-0.
Jika City kalah, pesta juara bisa
digelar di Anfield. Sama seperti City,
Liverpool juga punya rekor luar biasa
di kandang sendiri dengan 15
kemenangan diraih, sekali imbang dan
dua kali kalah. Modal utama 'Si
Merah' untuk menjaga asa juara
adalah produktivitas lini depannya
yang sejauh ini sudah membuat 99
gol.
Demi menjadi kans juara, Liverpool
harus menghindari terjadinya
kejutan seperti saat mereka
diimbangi Crystal Palace 3-3, di awal
pekan ini. The Magpies dianggap
punya potensi melakukan itu setelah
pada pertemuan pertama berhasil
mengimbangi The Reds dengan skor
2-2.
Agar 'Si Merah' Tetap Kompetitif, Rodgers Akan Perbaiki Pertahanan
Mohammad Resha Pratama - detiksport
London - Musim ini Liverpool punya
lini depan yang luar biasa okenya dan
itu jadi modal mereka bersaing di
papan atas. Tapi musim depan Brendan
Rodgers akan lebih menitikberatkan
pada sisi pertahanan demi eksistensi
'Si Merah' di sana.
Total sudah 99 gol dibuat Liverpool
musim ini dengan Luis Suarez dan
Daniel Sturridge menyumbang total
52 gol, yang membuat mereka
menempati dua posisi teratas daftar
topskorer Premier League.
Hanya berjarak empat gol lagi dari
rekor gol terbanyak sepanjang masa
Premier League yang dipunya Chelsea
dengan 103 di musim 2009/2010.
Mereka pun masih bersaing di jalur
juara bersama Manchester City
hingga pekan-pekan terakhir.
Tapi sayangnya ketajaman Liverpool
di lini depan tak dibarengi dengan
kekokohan di lini belakang di mana
gawang Simon Mignolet musim ini
sudah kebobolan 49 gol, terburuk di
antara tim penghuni tujuh besar dan
bahkan kalah dibanding Crystal
Palace, yang baru kebobolan 46 gol.
Awal pekan ini rapuhnya pertahanan
'Si Merah' sudah menipiskan lagi
peluang mereka jadi juara setelah
melepas keunggulan 3-0 atas Palace
dan harus puas dengan hasil imbang
3-3.
Liverpool memang masih ada di puncak
klasemen dengan 81 poin, tapi hanya
unggul satu poin dan kalah selisih gol
cukup jauh, yakni 9 gol, dari City.
Untuk itu Rodgers pun bertekad untuk
menuntaskan PR besarnya musim
depan di sisi pertahanan, agar
Liverpool tetap eksis di papan atas
dan bersaing memperebutkan trofi
juara.
"Kami tahu bahwa kami harus lebih
baik di sektor pertahanan," ujar
Rodgers seperti dikutip situs resmi
tim.
"Dalam banyak aspek permainan kami
lebih baik dan sektor itu
(pertahanan) adalah sektor yang
kami harus perbaiki - dan saya lah
yang bertanggung jawab untuk itu,"
sambungnya.
"99 gol yang kami cetak musim ini,
jadi bermain ke sini (Palace) dan
unggul 3-0 lalu kebobolan tiga gol,
sebagai pelatih Anda tahu apa yang
harus diperbaiki."
"Para pemain sudah memberikan
segalanya yang mereka bisa lakukan.
Tapi kami tidak bisa bertahan dengan
baik, Anda kebobolan bayak gol dan
itu sangat mengecewakan."
"Kami mencetak tiga gol dan kami bisa
mencetak lebih banyak lagi, tapi
permainan kami dalam rentang waktu
12 menit terakhir benar-benar tidak
cukup bagus. Dan itu sesuatu yang
harus saya perbaiki karena Anda
tidak bisa tampil seperti itu lagi,"
demikian dia.
Gerrard Nilai Liverpool Sudah Buat Langkah Besar Musim Ini
Novitasari Dewi Salusi - detiksport
Liverpool - Steven Gerrard menilai
perjalanan Liverpool di musim ini
dipenuhi oleh hal positif. Sebuah
kemajuan besar disebut Gerrard
sudah dibuat Liverpool di musim ini.
Setelah empat musim terakhir
terlempar dari empat besar, Liverpool
musim ini ikut meramaikan persaingan
di papan atas. The Reds bahkan
menjadi salah satu kandidat kuat
juara Premier League musim ini.
Liverpool pun sudah memastikan diri
akan kembali berlaga di Liga
Champions musim depan. Kali terakhir
Liverpool tampil di turnamen
tertinggi antarklub Eropa itu adalah
di musim 2009/2010.
Sempat menjadi favorit untuk
memenangi gelar liga musim ini,
Liverpool justru tergelincir di
pekan-pekan terakhir. Setelah kalah
dari Cheslea, Liverpool kembali
terganjal saat diimbangi Crystal
Palace. Kans Liverpool untuk
menjuarai liga pun dinilai mulai
menipis dan giliran Manchester City
yang kini dijagokan.
Kendati demikian, Gerrard tetap
menilai positif musim Liverpool.
"Ini luar biasa. Semua yang saya
lakukan sebagai pemain --dan saya
pikir itulah yang membantu saya
bermain di level teratas begitu
lama-- dan itu merefleksikan diri
saya secara pribadi, rekan-rekan
setim, dan klub secara keseluruhan
dan kemajuan yang dibuatnya," ujar
Gerrard di situs resmi klub.
"Kami sudah membuat langkah besar
sebagai tim. Secara kolektif kami
semua sudah berjuang dan akan terus
berjuang sampai akhir," lanjut
kapten Liverpool itu.
"Tapi tidak ada keraguan soal itu.
Kembali ke Liga Champions adalah
pencapaian yang luar biasa karena
standar di liga ini begitu tinggi dan
itu sangat sulit dicapai," imbuhnya.
"Kami harus menunggu dan melihat
bagaimana beberapa laga terakhir
berjalan, kami tetap berharap, tapi
rencananya adalah menghadapi dan
mengalahkan Newcastle dan jika itu
tidak terjadi, kami akan tetap
berjuang lagi tahun depan," kata
Gerrard.
Senin, 28 April 2014
BR sesali keputusan pensiun Carragher
27-04-2014 09:38
Bola.net - Brendan Rodgers mengatakan bahwa ia
menyesali keputusan Jamie Carragher untuk gantung
sepatu sehingga tak bisa merasakan manisnya titel
juara Premier League, jika Liverpool memang
memenangkannya musim ini.
Seperti yang diketahui sebelumnya, sosok yang
merupakan Wakil Kapten, dan pemain yang loyal pada
Liverpool tersebut menyatakan pensiun di akhir
musim lalu. Kini, ia beralih profesi menjadi
komentator di sebuah televisi terkenal di Inggris.
Alhasil, Carragher pun pensiun tanpa pernah
memenangkan medali Premier League sekalipun
sepanjang karirnya. Dan hal itulah yang membuat
Rodgers menyesali keputusan pria berusia 36 tahunt
tersebut.
"Ini salah satu penyesalan terbesar saya. Bagi saya,
dia adalah sosok yang luar biasa dan saya rela untuk
membayar berapapun juga agar dia bisa berada di
samping saya sekarang," serunya pada Daily Mail .
"Dia, dan John Terry, sudah tampil sebagai bek
tengah yang luar biasa di negeri ini selama bertahun-
tahun. Mereka memiliki mentalitas juara. Sayang
sekali dia ingin gantung sepatu. Pemain seperti
dirinya, dan Steven Gerrard, merupakan legenda yang
luar biasa. Mereka adalah duta besar klub yang
sesungguhnya," sambung Manajer asal Irlandia Utara
tersebut. (sm/dim)
Minggu, 27 April 2014
BR sesali keputusan pensiun Carragher
27-04-2014 09:38
Bola.net - Brendan Rodgers mengatakan bahwa ia
menyesali keputusan Jamie Carragher untuk gantung
sepatu sehingga tak bisa merasakan manisnya titel
juara Premier League, jika Liverpool memang
memenangkannya musim ini.
Seperti yang diketahui sebelumnya, sosok yang
merupakan Wakil Kapten, dan pemain yang loyal pada
Liverpool tersebut menyatakan pensiun di akhir
musim lalu. Kini, ia beralih profesi menjadi
komentator di sebuah televisi terkenal di Inggris.
Alhasil, Carragher pun pensiun tanpa pernah
memenangkan medali Premier League sekalipun
sepanjang karirnya. Dan hal itulah yang membuat
Rodgers menyesali keputusan pria berusia 36 tahunt
tersebut.
"Ini salah satu penyesalan terbesar saya. Bagi saya,
dia adalah sosok yang luar biasa dan saya rela untuk
membayar berapapun juga agar dia bisa berada di
samping saya sekarang," serunya pada Daily Mail .
"Dia, dan John Terry, sudah tampil sebagai bek
tengah yang luar biasa di negeri ini selama bertahun-
tahun. Mereka memiliki mentalitas juara. Sayang
sekali dia ingin gantung sepatu. Pemain seperti
dirinya, dan Steven Gerrard, merupakan legenda yang
luar biasa. Mereka adalah duta besar klub yang
sesungguhnya," sambung Manajer asal Irlandia Utara
tersebut. (sm/dim)
Sabtu, 26 April 2014
Akhir Penantian Selama 24 Tahun
Tidak ada yang meragukan reputasi The Reds saat ini. Unggul lima poin di puncak klasemen yang hanya menyisakan tiga laga lagi, mencetak 96 gol di Barclays Premier League, 11 laga BPL berturut turut
tanpa kehilangan satu poin pun, ditambah bantuan tidak
langsung dari Sunderland yang memudarkan asa
Manchester City dan Chelsea berturut turut untuk
bersaing di puncak klasemen dengan Liverpool.
Kemenangan atas Chelsea hari Minggu (27/4/2014)
mendatang akan memeperteguh penantian 24 tahun
Liverpudlian. Rentang waktu yang sangat lama bagi
klub yang merupakan fenomena sepakbola Inggris pada
jamannya Divisi Satu dan Divisi Utama lampau. Harapan
untuk menuntaskan gelar tersebut terbentang lebar
setelah hasil yang didapat Chelsea di Vicente Calderon
pertengahan minggu.
Dalam semifinal Liga Champion itu, The Blues memang
diuntungkan dengan hasil imbang di kandang lawan.
Tapi dengan tidak mencetak gol saat tandang, akan
membuat pasukannya si mulut besar Jose Mourinho ini
tetap harus bekerja keras seperti ketika mereka mengejar
ketertinggalan dari Paris Saint Germain di perempat final
Liga Champion lalu.
Tanpa Petr Cech yang dipastikan musimnya sudah
berakhir karena cedera bahu, juga John Terrry yang
diragukan tampil serta konsentrasi Mou untuk hasil leg
kedua Liga Champion dimana The Blues lebih memiliki
asa, laga di Anfield akan jadi kesempatan Steve Gerrard
dkk untuk lebih cepat memastikan diri menjadi juara
Premier League pertama kalinya.
Liverpool juga harus berterimakasih pada teknologi
tinggi siaran sepakbola saat ini yang bisa menangkap
insiden Ramires memukul Sebastian Larsson dalam laga
Chelsea v Sunderland minggu lalu yang berakibat
jangkar The Blues itu juga mengakhiri musim BPLnya
lebih cepat dengan terkena hukuman empat
pertandingan.
Kendala Liverpool di minggu ke-36 BPL musim ini
praktis hanyalah diri mereka sendiri dan tentunya juga
Manchester City yang akan tandang ke Crystal Palace
dalam laga yang tidak mudah bagi anak asuhan Manuel
Pelegrini, mengingat Tony Pulis selalu punya kejutan
demi kejutan yang membuat mereka bertahan di Premier
League dan bukan tidak mungkin posisi 10 besar.
Imbang di Selhurst Park dan kemenangan tuan rumah di
Anfield akan semakin mendekatkan Liverpool akan gelar
ke 19 kasta tertinggi sepakbola Inggris. Liverpool 55 -
45 Chelsea
Ian Ayre isyaratkan bakal sibuk belanja pemain
KOMPAS.com - Direktur Pelaksana
Liverpool, Ian Ayre, mengisyaratkan timnya akan
melakukan perubahan signifikan pada bursa transfer
musim panas 2014. Menurutnya, hal itu tak lepas dari
keberhasilan Liverpool memastikan diri tampil di Liga
Champions 2014-2015.
Liverpool saat ini menguasai klasemen sementara
dengan nilai 80 atau unggul sepuluh angka dari Arsenal
di peringkat keempat. Dengan begitu, mereka pasti finis
di peringkat tiga besar karena Arsenal hanya memiliki
tiga pertandingan sisa.
Ayre mengatakan, dengan kepastian tampil di Liga
Champions, Liverpool bisa menarik banyak pemain top.
Dengan bertambahnya kompetisi yang diikuti Liverpool,
lanjut Ayre, Liverpool perlu membeli pemain baru untuk
menjaga daya saing di berbagai ajang yang mereka ikuti.
"Jelas kami selalu memperkirakan bahwa skuad yang
kami butuhkan musim depan akan sangat berbeda dari
skuad yang kami butuhkan tahun ini, di mana kami tak
bermain di Eropa," ujar Ayre.
"Kami siap mengeluarkan biaya yang dibutuhkan ketika
kami memutuskan siapa yang manajer ingin datangkan.
Itu selalu ada di agenda kami. Jelas kami merancang itu
dengan ambisi masuk ke Liga Champions."
"Selalu sulit melakukan aktivitas transfer ketika Anda tak
berkompetisi di level tertinggi. Kami punya masalah soal
itu dengan Luis Suarez pada musim panas lalu karena ia
ingin bermain di kompetisi terbaik melawan pemain-
pemain terbaik. Itu selalu menjadi masalah."
"Kami selalu beruntung bisa merekrut pemain hebat,
tetapi tentu saja (keberhasilan masuk Liga Champions)
membuat beberapa pintu terbuka bagi kami dan itu
membuat ini menjadi sedikit lebih mudah," tuturnya.
Si Merah tunggu kepastian Sturridge main lawan si biru
Mohammad Resha Pratama - detiksport
Liverpool - Apakah Daniel
Sturridge bisa turun
bermain di laga kontra
Chelsea atau tidak,
Liverpool baru akan mengetahuinya dalam waktu 24 jam
ke depan.
Sturridge absen saat timnya menang 3-2 atas Norwich
City pekan lalu karena cedera hamstring yang didapatnya
di laga kontra Manchester City.
Dalam sepekan ini disebut kondisi Sturridge sudah
membaik dan ia sudah berlatih bersama rekan-rekan
setimnya. Ini tentunya jadi kabar baik untuk skuat 'Si
Merah' mengingat akhir pekan ini ada Chelsea yang
tandang ke Anfield.
Di pertemuan terakhir di kandang sendiri musim lalu
yang berakhir 2-2, Sturridge menyumbang 1 gol dan 1
assist.
Kini pencetak 20 gol musim itu punya kans untuk turun
kembali baik itu sebagai starter atau memulai dari
bangku cadangan. Terkait peluang Sturridge bermain,
Rodgers akan mengecek lagi kondisi terakhir si pemain
selama 24 jam ini.
"Kita harus lihat dan menunggu perkembangannya. Kami
harus menunggu sekitar 24 jam. Dia bekerja keras dengan
tim medis," ujar manajer Liverpool Brendan Rodgers di
Soccernet.
"Jika dia tidak fit, maka kami atasi masalahnya seperti
yang sudah-sudah. Kami mampu mengatasi masalah
ketika beberapa pemain cedera. Kami akan bertanding
dengan penuh percaya diri. Kami akan memantau
kondisinya lagi selama 24 jam ini," lanjut Rodgers.
Liverpool saat ini ada di posisi pertama klasemen dengan
80 poin dari 35 laga dan raihan tiga poin saat melawan
Chelsea akan kian mendekatkan mereka ke trofi Premier
League.
Jelang Liverpool vs Chelsea
'Si Merah' Tunggu Kepastian Sturridge Main
Lawan 'Si Biru'
Mohammad Resha Pratama - detiksport
Liverpool - Apakah Daniel
Sturridge bisa turun
bermain di laga kontra
Chelsea atau tidak,
Liverpool baru akan mengetahuinya dalam waktu 24 jam
ke depan.
Sturridge absen saat timnya menang 3-2 atas Norwich
City pekan lalu karena cedera hamstring yang didapatnya
di laga kontra Manchester City.
Dalam sepekan ini disebut kondisi Sturridge sudah
membaik dan ia sudah berlatih bersama rekan-rekan
setimnya. Ini tentunya jadi kabar baik untuk skuat 'Si
Merah' mengingat akhir pekan ini ada Chelsea yang
tandang ke Anfield.
Di pertemuan terakhir di kandang sendiri musim lalu
yang berakhir 2-2, Sturridge menyumbang 1 gol dan 1
assist.
Kini pencetak 20 gol musim itu punya kans untuk turun
kembali baik itu sebagai starter atau memulai dari
bangku cadangan. Terkait peluang Sturridge bermain,
Rodgers akan mengecek lagi kondisi terakhir si pemain
selama 24 jam ini.
"Kita harus lihat dan menunggu perkembangannya. Kami
harus menunggu sekitar 24 jam. Dia bekerja keras dengan
tim medis," ujar manajer Liverpool Brendan Rodgers di
Soccernet.
"Jika dia tidak fit, maka kami atasi masalahnya seperti
yang sudah-sudah. Kami mampu mengatasi masalah
ketika beberapa pemain cedera. Kami akan bertanding
dengan penuh percaya diri. Kami akan memantau
kondisinya lagi selama 24 jam ini," lanjut Rodgers.
Liverpool saat ini ada di posisi pertama klasemen dengan
80 poin dari 35 laga dan raihan tiga poin saat melawan
Chelsea akan kian mendekatkan mereka ke trofi Premier
League.