Bola.net - Gelandang Liverpool,
Jordan Henderson , berharap Steven Gerrard akan terus bertahan di Anfield untuk bertahun-tahun lamanya.
Kapten The Reds itu belum lama
ini mengakui bahwa ia punya kemungkinan meninggalkan klub yang sudah ia bela semenjak kecil, di akhir musim nanti, andai tidak mendapat tawaran kontrak baru.
"Stevie adalah pemain yang amat penting untuk kami," tutur Henderson menurut laporan Sky Sports News.
"Ia adalah kapten kami, pemimpin kami, seorang panutan yang hebat untuk para pemain muda. Saya harap ia akan terus menjadi pemain yang besar untuk kami selama bertahun-tahun lamanya," pungkasnya.
Gerrard sudah bergabung dengan
Liverpool semenjak ia berusia
sembilan tahun. (sky/rer)
Selasa, 04 November 2014
Henderson Berharap Gerrard Tak Tinggalkan Liverpool
Sabtu, 10 Mei 2014
Henderson: Trofi Premier League untuk Lupakan Kartu Merah Lawan City
Mohammad Resha Pratama - detiksport
Getty Images/Alex Livesey
Liverpool -
Jordan Henderson
masih tak bisa
melupakan kartu
merah yang
didapatnya di
laga lawan
Manchester City.
Kini Henderson hanya bisa berharap
keajaiban bahwa Liverpool jadi juara
dan ia bisa melupakan kejadian itu.
Henderson mendapat kartu merah di
menit-menit akhir laga kontra City
di Anfield 13 April lalu di mana
Liverpool menang 3-2. Ia pun harus
absen di tiga laga terakhir melawan
Norwich City, Chelsea, dan Crystal
Palace.
Entah berhubungan atau tidak,
absennya Henderson membuat
penampilan Liverpool limbung dan
mereka hanya bisa menang 3-2 atas
Norwich, lalu kalah 0-2 dari Chelsea,
dan main imbang 3-3 dengan Palace
usai memimpin 3-0.
Alhasil peluang juara Liverpool
mengecil dan hanya bisa berharap
Manchester City kalah dari West Ham
United di pekan terakhir, untuk bisa
merengkuh trofi Premier League
asalkan mampu mengalahkan
Newcastle United.
Tak ayal hal ini masih disesali oleh
Henderson hingga saat ini dan
menganggap dirinya sudah melakukan
hal konyol yang berefek kurang baik
untuk tim.
"Hal itu selalu kupikirkan beberapa
kali, khususnya di beberapa hari
pertama. Malam itu aku duduk dan
berpikir: 'Apa yang sudah
kulakukan?'" ujar Henderson seperti
dilansir situs resmi tim.
"Aku tidak tahu bahwa kartu merah
itu akan membuatku langsung absen
di tiga laga, tapi setelah laga
beberapa orang memberitahuku soal
itu. Aku sangat terpukul,"
sambungnya.
"Tapi di saat bersamaan, jika aku
tidak membuat tekel itu dan mereka
bisa merebut bola serta mencetak
gol, aku tidak akan pernah bisa
memaafkan diriku sendiri."
Akhir pekan ini Henderson sudah bisa
kembali ke starting eleven saat
menjamu Newcastle di Anfield.
Sebelum absen di tiga laga tersebut,
Henderson selalu bermain di 34 laga
beruntun dan hanya sekali diganti.
"Tidak masalah siapa yang kami
lawan. Jika kami menjadi juara,
tidak peduli siapa yang kami
kalahkan," tegas gelandang 23 tahun
itu.
"Anyway, ini bukan soal diriku atau
pemain lain. Ini soal Liverpool dan
memenangi laga terakhir kami demi
memperbesar peluang menjadi juara."
"Jika kami melakukan itu, aku tidak
akan lagi memikirkan soal tekel itu,"
demikian dia.
Selasa, 11 Oktober 2011

Okdwitya Karina Sari : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,
Jordan
Henderson tak
cemas dengan
persaingan lini
tengah Liverpool
yang kian ketat
usai kembalinya
Steven Gerrard.
Henderson
bertekad
menunjukkan
penampilan apik
untuk mendapat
tempat di skuad
inti.
Henderson
masih dalam
upaya untuk memperoleh tempat reguler di tim
utama. Eks pemain Sunderland ini sempat
menyumbangkan sebuah gol ke gawang Bolton
meski kemudian dirinya dibangku cadangkan di
dalam Derby Merseyside.
Kini, Gerrard telah kembali bugar. Selain
berkompetisi dengan si kapten, Henderson juga
harus bersaing dengan Stewart Downing, Charlie
Adam, Lucas Leiva juga Dirk Kuyt.
Henderson tak percaya bahwa dirinya akan
terpinggirkan seiring dengan kembalinya Gerrard.
Pemain yang dibeli seharga 20 juta pounds itu siap
untuk membuktikan diri.
"Semoga saja tidak. Aku tak khawatir dengan itu, aku
pikir itu bagian dan parsel dari sepakbola," ucap
Henderson kepada Sky Sport News.
"Jelas Stevie adalah pemain besar dan dia akan
bermain di banyak pertanidngan, tapi aku cuma
butuh konsentrasi dalam apa yang aku perlu
lakukan dan memastikan aku bekerja keras di setiap
latihan."
"Diberikan kesempatan, aku perlu mengambilnya
dan memastikan aku berada di tim.'
Akhir pekan ini, Liverpool akan disambangi sang
juara bertahan, Manchester United di Anfield.
Henderson berharap dirinya dimainkan sejak awal.
"Jelas derby adalah laga besar dan setiap pemain
ingin bermain, jadi aku merasa sedikit kecewa tidak
dimainkan dari awal, tapi tim telah tampil dengan
brilian dan mendapat hasil hebat dan aku
beruntung bisa bermain."
"Masih ada banyak hal positif yang akan datang dan
semoga aku bisa dimainkan dari awal di laga
selanjutnya," harap Henderson.
Minggu, 12 Juni 2011
Henderson Tidak Takut Kelelahan
detikcom -
Kopenhagen,
Tampil di
Piala Eropa
U21
menimbulkan kekhawatiran kalau
Jordan Henderson bakal kelelahan saat
memulai karir baru bersama Liverpool.
Tapi si pemain sendiri merasa itu
bukan masalah.
Henderson digaet Liverpool dengan
harga 16,25 juta poundsterling setelah
pemain 20 tahun itu tampil rutin
bersama Sunderland musim lalu.
Liverpool tentu saja berbeda dengan
Sunderland karena tingkat persaingan
di sana lebih ketat.
Di tengah tuntutan untuk segera
beradaptasi dengan klub barunya,
Henderson akan membela timnas
Inggris di Euro U21 yang berlangsung
di Denmark mulai akhir pekan ini.
Setelah musim lalu bermain sebanyak
40 kali buat Sunderland, banyak yang
cemas kalau tampilnya Henderson di
Euro U21 akan membuatnya kelelahan
saat kembali ke Anfield kelak.
"Saya tahu sejumlah manajer dan
pemain cemas tentang kelelahan
akibat bermain terlalu banyak. Tapi
saya merasa baik-baik saja setelah
musim lalu," kata Henderson di situs
resmi Liverpool.
Di usia baru 20 tahun, Henderson yang
bermain sebagai gelandang memang
punya energi yang berlebih. Ia merasa
kalau semakin banyak ia tampil,
kemampuannya bakal makin terasah.
"Ya, saya memang sudah bermain
sangat banyak. Tapi saya masih punya
banyak untuk ditawarkan, saya punya
banyak energi. Kami masih muda dan
ingin bermain sepakbola serta meraih
sesuatu yang istimewa buat negara
kami," tegkad Henderson.