Tampilkan postingan dengan label Fowler. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fowler. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 November 2012

Suarez Samai Torehan Rush, Fowler, Owen & Gerrard


Kris Fathoni W - detikSport
Senin, 12/11/2012 07:50 WIB

FOTO:Getty Images/Mike Hewitt
London - Satu gol krusial dicetak Luis Suarez saat Liverpool berimbang 1-1 dengan Chelsea. Suarez pun kini mencatatkan torehan yang juga pernah dibuat sejumlah pemain hebat Liverpool.

Suarez tampil jadi penyelamat ketika Liverpool dijamu Chelsea, Senin (12/11/2012) dinihari WIB. John Terry membawa 'Si Biru' unggul lebih dulu pada menit 20 sebelum Suarez membuat gol penyama kedudukan di menit ke-73.

Ini bukanlah kali pertama penyerang asal Uruguay itu tampil menjadi pahlawan penyelamat untuk 'Si Merah'. Ia setidaknya juga pernah melakukan hal serupa ketika Liverpool berhadapan dengan Newcastle United (1-1) dan Sunderland (1-1).

Satu gol ke gawang Chelsea tersebut juga membuat Suarez kini menjadi topskorer sementara Liga Primer dengan torehan 8 gol, bersama-sama dengan Robin van Persie dari Manchester United.

Gol di Stamford Bridge itu sendiri ternyata membuat Suarez kini memiliki satu kesamaan dengan Ian Rush, Robbie Fowler, Michael Owen, dan Steven Gerrard--ikon Liverpool di eranya masing-masing.

Dicatat Infostrada Live, Suarez kini menjadi pemain kelima Liverpool, setelah empat pemain tadi, yang selalu berhasil mencetak gol dalam setidaknya empat laga tandang secara beruntun di era Liga Primer. Suarez melakukannya dengan gol ke gawang Chelsea, Everton, Norwich, dan Sunderland.

Berikut daftar pemain Liverpool yang sudah menjebol gawang lawan selama empat laga tandang beruntun di Liga Primer

- Ian Rush (Mar-Apr 1993)
- Robbie Fowler (Apr-Ags 1994)
- Michael Owen (Feb-Apr 2003)
- Steven Gerrard (Mei-Ags 2009)
- Luis Suarez (Sep-Nov 2012)




( krs / a2s )

Jumat, 13 Juli 2012

Fowler: Carroll Harus Lupakan Bandrol Mahalnya

Fowler: Carroll Harus Lupakan Bandrol MahalnyaBola.net - Mantan striker Liverpool, Robbie Fowler yakin Andy Carroll akan tampil lebih baik andai ia melupakan bandrol mahal 35 juta poundsterling yang dipikulnya.

Penyerang berusia 23 tahun itu baru tampil apik jelang akhir musim lalu, dan beberapa saat di Euro 2012. Meski begitu, kedatangan Brendan Rodgers di Anfield sudah menyulut rumor bahwa ia akan dilepas The Reds, entah itu berstatus permanen atau pinjaman.

Dan Fowler merasa harga transfer dari Newcastle yang menjadikan Carroll pemain Inggris termahal dalam sejarah itu sudah memberikan beban teramat berat padanya.

"Liverpool adalah klub besar. Apa yang harus dilakukan Andy adalah melupakan bandrol harganya dan membiarkan orang lain mencemaskan itu. Itu bukan permintaannya untuk dibeli seharga 35 juta poundsterling. Klublah yang menyepakati harga itu tapi ia harus melupakannya," ucap Fowler.

"Beberapa waktu lalu ia mencoba terlalu keras untuk menjadi pemain seharga 35 juta poundsterling, dan tak mengutamakan hal sederhana yang menjadikannya penyerang hebat seperti main sikut dengan cara penyerang tengah Inggris klasik. (espn/row)


Fowler: Carroll Harus Lupakan Bandrol Mahalnya

13-07-2012 13:55


Kamis, 31 Mei 2012

Fowler: Rodgers Akan Kesulitan di Liverpool

VIVAbola - Liverpool baru saja menunjuk Brendan Rodgers sebagai manajer baru untuk musim 2012/13. Terkait penunjukan ini, pemain legendaris Liverpool, Robbie Fowler, mengutarakan pendapatnya.

Fowler mengakui Rodgers sebagai manajer berkualitas. Terlebih pria asal Irlandia Utara itu sanggup membawa Swansea City finis di papan tengah klasemen dan beberapa kali merepotkan tim-tim besar. Namun, Fowler merasa Rodgers akan kesulitan saat menjadi manajer Liverpool.

"Melihat apa yang telah dicapai Rodgers di Swansea, dia layak dihargai. Dia sempat bekerja dengan Jose Mourinho di Chelsea, maka dia tahu cara melatih dan bekerja dengan pemain besar. Ini sebuah langkah besar jika Rodgers bisa menjadi manajer Liverpool," kata Fowler pada Paddypower.com.

Musim 2011/12, The Reds hanya sanggup finis di posisi ke-8. Menurut Fowler, hal itu membuat Rodgers harus bekerja ekstra keras di musim depan.

"Manajer baru butuh pemain baru untuk membawa Liverpool dari posisi 8 besar ke 4 besar. Ini akan menjadi pekerjaan yang sangat sulit. Ini tantangan besar, karena mencapai posisi empat besar berarti membawa pemain baru dan akan menimbulkan kesenjangan," tutur Fowler.

"Saya harus katakan, musim 2012/13 akan kembali menjadi musim yang sulit untuk fans Liverpool," tambahnya. (art)

Senin, 28 Mei 2012

Barnes, Henchoz, Fowler Dukung Martinez Jadi Manajer Liverpool

Jakarta - Beberapa mantan pemain Liverpool yang sedang berada di Jakarta memberi dukungan pada upaya klub tersebut mendekati Roberto Martinez untuk menjadikannya manajer.

Martinez sedang dalam pole position menukangi Steven Gerrard dkk. di musim depan, walaupun masih ada beberapa kandidat kuat lain seperti Andre Villas-Boas, Louis van Gaal, dan juga manajer lamanya, Rafael Benitez.

"Martinez? Menurut saya dia manajer yang bagus. Saya mengagumi filosofi permainan menyerangnya," ucap John Barnes, salah satu pemain legendari Anfield, dalam pertemuan dengan wartawan di Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta, Jumat (25/5/2012).

"Dia punya pengalaman dan kualitas yang dibutuhkan sebuah klub seperti Liverpool. Dia juga punya kualitas untuk melakukan banyak perubahan. Saya takkan punya masalah kalau Martinez melatih klub ini," sambung pemain yang membela Liverpool dari 1987 sampai 1997 itu.

Dukungan serupa dilontarkan Steve Harkness, bek tengah klub tersebut di era 90-an. Ia menilai, untuk ukuran klub seperti Wigan Athletic, pelatih asal Spanyol itu sangatlah bagus.

"Saya tidak keberatan dengan pilihan itu. Dengan keterbatasn sumber daya dan pemain, dia melakukan pekerjaannya (di Wigan) sangat bagus," sahut pria 40 tahun yang juga sempat bermain untuk Benfica, Blackburn Rovers dan Sheffield Wednesday itu.

Begitu pula dengan Stephane Henchoz, mantan bek tengah Swiss yang pernah enam tahun bermain di Anfield, menjadi salah satu duet sehati Sami Hyypia.

"Saya pikir dia pantas diberi kesempatan untuk menangani Liverpool. Saya sauka cara dia mengembangkan tim. Dia manajer yang bagus," tukas Henchoz, yang bersama Liverpool mengoleksi dua Piala Liga Inggris, satu Piala FA, dan satu Piala UEFA itu.

Yang agak "diplomatis" adalah Robbie Fowler. Menurut dia, siapapun bisa saja melatih Liverpool, dan yang terpilih nanti adalah keputusan klub.

"Tapi Martinez punya rekor yang bagus bersama Wigan. Sama seperti Van Gaal, Rafa Benitez dan yang lainnya. Kita tahu siapa mereka. Semua manajer bagus bisa saja melatih Liverpool."

Keempat pemain lawas itu sedang berada di Jakarta dalam rangka tampil di ajang bertajuk EPL Masters Indonesia Cup, yang akan digelar di Istora Senayan pada hari Minggu (27/5) lusa, mulai pukul 15.00 WIB.

Di event itu para eks bintang Liverpool, Manchester United, dan Liga Inggris, akan bertanding di lapangan indoor, termasuk melawan tim Indonesian Masters. Sebagian dari mereka juga akan menggelar coaching clinic bersama akademi Liverpool yang ada di Jakarta hari Sabtu besok.

Selain nama-nama di atas, beberapa figur lain yang akan tampil di ajang tersebut adalah David May, Faustino Asprilla, Dominic Matteo, Brian Roy, Paul Anderson, Karl Pedersen, Paul Parker, Jasper Blomqvist, Paul Merson, Ray Parlour, dan Dietmar Hamann. (Lihat foto sebagian dari mereka di sini).



Andi Abdullah Sururi - detikSport
Jumat, 25/05/2012 16:42 WIB

( a2s / roz )

Selasa, 21 Juni 2011

Fowler Impikan Bisa Melatih di Anfield

Robbie Fowler mengakui jika ia
sangat ingin kembali lagi ke
Liverpool, tapi tidak sebagai pemain
melainkan sebagai pelatih the Reds
di masa mendatang.
Eks penyerang the Reds ini sedang
mengambil sertifikat kepelatihan
Uefa dan membidik karir sebagai
pelatih di masa depan menjelang
berakhirnya karir sepak bola
profesionalnya.
Seperti yang sudah diketahui
sebelumnya, Fowler sudah pernah
menjalani pekerjaan sebagai staf
pelatih saat di MK Dons dan Bury,
semenjak ia kembali lagi ke Inggris
untuk mempelajari sistem
kepelatihan sepak bola yang pernah
diikutinya.
Fowler, yang kini berusia 36 tahun,
mengakui jika keinginannya untuk
kembali lagi ke Anfield, dalam
kapasitas tertentu, menjadi bagian
dari impiannya sebagai langkah awal
memasuki dunia kepelatihan.
"Sejujurnya, suatu hari nanti saya
sangat ingin kembali lagi ke
Liverpool, tapi itu bukanlah pilihan
saya," kata Fowler pada Al Jazeera
Sport. "Jika bisa, esok saya ingin
melangkah kesana. Tapi seperti yang
sudah diketahui bersama, saat ini
bukanlah saat yang ideal untuk
kembali lagi kesana," imbuhnya.
"Pada akhirnya, sudah sangat jelas
jika tujuan saya adalah ingin kembali
kesana dan menjadi bagian dari klub
lagi, karena saya sudah berada di
sana semenjak berusia 11 tahun dan
itu menjadi bagian terbesar dalam
hidup saya," tuntas Fowler.
© BOLANEWS.COM

bolanews.com/mobile/liga/liga-inggris/28001-Fowler-Impikan-Bisa-Melatih-Anfield.html