Tampilkan postingan dengan label epl. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label epl. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Mei 2014

Liverpool Menunggu City Alami Kepahitan Seperti Mereka di 1989

Mohammad Resha Pratama - detiksport

Liverpool - Tanggal 26 Mei 1989
mungkin merupakan sebuah hari yang
paling ingin dilupakan Liverpool dan
para pendukungnya. Mereka
berharap, akhir pekan ini Manchester
City merasakan hal serupa.
Di hari itu Liga Inggris yang masih
berformat Divisi Satu memasuki pekan
ke-38. Di pekan pamungkas itu,
hanya dua tim yang berpeluang
menjadi juara, yaitu Liverpool dan
Arsenal.
Sebelum kickoff, Liverpool ada di
puncak klasemen dengan 76 poin, dan
unggul tiga angka dari Arsenal di
peringkat kedua. Selain itu,
perbedaan mereka adalah selisih gol:
The Reds punya +39, sedangkan The
Gunners + 35.
Tahukah Anda, kedua tim tersebut
justru berduel di hari penentuan
tersebut. Benar-benar sebuah final!
Liverpool sedikit di atas angin
karena bertindak sebagai tuan
rumah.
Saat itu publik Inggris menjagokan
Liverpool untuk jadi juara mengingat
mereka begitu digdaya musim itu.
Apalagi sepekan sebelumnya mereka
baru saja menjadi juara Piala FA.
Ian Rush dkk lebih difavoritkan
karena hanya dengan hasil imbang
mereka sudah bisa membuat Arsenal
menangis di Anfield. Bahkan,
kekalahan tak lebih dari satu gol pun
sudah cukup mengantarkan Liverpool
meraih gelar juara.
Hasrat meraih dobel gelar kedua
dalam sejarah klub tersebut kian
memacu semangat Liverpool yang di
awal tahun itu, sempat tertinggal
dari Arsenal sampai 15 poin.
Arsenal sendiri menurun performanya
sejak awal tahun. Mereka kehilangan
tampuk klasemen setelah kalah dari
Derby County dan Wimbledon di
pekan-pekan terakhir, sementara
Liverpool menang atas QPR dan West
Ham.
Pertandingan "final" disaksikan oleh
41.783 penonton, yang tentu saja
sebagian besar fans Liverpool. Dan
sampai babak pertama selesai,
skenario Liverpool masih berjalan
baik, karena skor tetap 0-0.
Di menit 52, tibalah "sesuatu yang
besar" itu. Alan Smith merobek
gawang Bruce Grobbelaar. Liverpool
tertinggal 0-1, dan seketika
terancam batal jadi juara (di
kandangnya sendiri).
Menit demi menit
berlalu,
pendukung
Liverpool gelisah
bukan main. Tapi
Dewi Fortuna
benar-benar
tidak memihak
mereka. Di menit-menit terakhir
Arsenal malah mencetak gol lagi
melalui Michael Thomas. Skor
berakhir 2-0, dan Liverpool mesti
menelan pil yang sangat pahit,
sepahit-pahitnya.
Arsenal menyalip Liverpool di
pengujung musim, dan berhak
merengkuh trofi juara. Makin sial
buat Liverpool, mereka hanya kalah
produktivitas gol. Meski sama-sama
mengoleksi 76 poin, tapi Arsenal
mencetak total 73 gol, sedangkan
Liverpool hanya 65.
Kekalahan superdramatis itu kian
menambah duka bagi Liverpool yang
sebulan sebelumnya dihantam oleh
Tragedi Hillsborough, yang
menewaskan 96 pendukungnya.
Di pengujung musim ini Liverpool
dalam posisi tertinggal dari City
dalam perebutan gelar juara. Hanya
kekalahan City yang bisa memberikan
jalan bagi Steven Gerrard dkk.
menjadi juara. Itu pun dengan syarat
Liverpool juga bisa menaklukkan
Newcastle United. Sebabnya, untuk
beradu selisih gol pun Liverpool sudah
pasti kalah dari City.
"Ini belum selesai sampai semuanya
benar-benar selesai. Kadang ketika
Anda hanya butuh imbang dan bukan
kemenangan di pekan terakhir, itu
bisa berbahaya," ujar legenda
Liverpool, Ian Rush, yang ada di
lapangan ketika timnya diremukkan
Arsenal di musim 1989 itu.
"Jika kami memang harus
mengalahkan Arsenal di pekan
terakhir di musim 1989, maka
mungkin kami akan jadi juara. Hal
yang sama akan terjadi pada Man
City di hari Minggu nanti,"
sambungnya seperti dikutip Liverpool
Echo.
"Tapi yang terpenting adalah
Liverpool harus mengalahkan
Newcastle. Jika City memenangi
laga, tidak apa-apa juga. Tapi jika
mereka tidak menang dan Liverpool
juga gagal menang, maka ini benar-
benar buruk."
"Satu-satunya yang harus Liverpool
pikirkan adalah mendapatkan tiga
poin dan menuntaskan musim dengan
84 poin. Hal-hal aneh sudah pernah
terjadi dan Arsenal memanfaatkan
kesalahan kami."
City melakoni laga pamungkasnya
melawan West Ham di Etihad Stadium.
Rush mungkin berharap, The Citizens
bernasib seperti dirinya dan Liverpool
di mei 1989 itu – kalah di kandang
sendiri, dan tiba-tiba batal jadi
juara.

Minggu, 27 April 2014

Suarez Resmi Raih Penghargaan Pemain Terbaik BPL?

27-04-2014 12:16

Bola.net - Bomber Liverpool , Luis Suarez, sudah
resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Premier
League versi PFA alias PFA Player of the Year untuk
musim ini. Hal tersebut diungkapkan oleh kolumnis
Sunday People, Steve Bates.
Dalam tulisannya tersebut, Bates mengatakan bahwa
kendati Suarez sudah dinobatkan menjadi pemain
terbaik musim ini, namun masih belum ada
pengumuman resmi dari pihak-pihak yang terkait.
Bates juga mengungkapkan bahwa seluruh penggawa
skuat Liverpool bakal hadir pada acara malam
penghargaan tersebut yang akan dilangsungkan di
London, pada Minggu malam nanti.
Semua penggawa Liverpool tersebut, beserta
pasangannya masing-masing, bakal langsung
bertolak menuju London dengan menggunakan
pesawat pribadi usai melakoni laga kontra Chelsea di
Anfield.
Suarez sebelumnya masuk dalam nominasi pemain
terbaik musim ini bersama Steven Gerrard, Daniel
Sturridge, Adam Lallana, Eden Hazard , dan Yaya
Toure. Musim ini, ia tampil trengginas bersama
Liverpool dengan mencetak 30 gol dari 30 laga, plus
menyumbangkan 12 assist. (mrr/dim)

Sabtu, 15 Juni 2013

Rodgers Yakin Liverpool Mampu Rebut Titel EPL


13-06-2013 08:20

 | Brendan Rodgers

Rodgers Yakin Liverpool Mampu Rebut Titel EPL
Brendan Rodgers. © Espn

Bola.net - Manajer The Kop, Brendan Rodgers mengaku optimis dengan peluang timnya untuk bersaing mendapatkan titel Premier League pada musim 2013-14.

Pada musim lalu, eks manajer Swansea City itu hanya mampu membawa Steven Gerrard dkk bertengger di peringkat tujuh. Selain itu, Liverpool tengah dirundung masalah karena sang bintang; Luis Suarez mengaku ingin hengkang dari Anfield.

Namun, hal itu tak membuat konsentrasi Rodgers buyar. Pelatih asal Irlandia Utara tersebut meyakini bahwa The Kop tetap kompeten guna menghadapi ketatnya persaingan di Liga Inggris musim depan.

"Saya di sini bukan untuk bersantai-santai, atau bahkan duduk-duduk dan menerima uang dan sebatas menjadi pelatih Liverpool saja," ujar Rodgers seperti dilansir Soccernet/Espn.

"Tekanan pasti selalu ada dan saya meyakini bahwa Liverpool berada di tempat yang lebih baik untuk bersaing dengan tim-tim papan atas. Ya, kami bisa melakukannya. Sekarang tim ini memiliki pondasi yang lebih baik dan kokoh," tandas Rodgers mengenai peluang timnya.(espn/rdt)

Rabu, 29 Agustus 2012

Review: Liverpool Raih Poin Pertama Saat Menjamu City

27-08-2012 00:30

 

Review: Liverpool Raih Poin Pertama Saat Menjamu City
Selebrasi Gol Suarez. © AFP

Bola.net - Liverpool menjamu juara bertahan, Manchester City di Stadion Anfield. Berniat mengamankan tiga poin, terpaksa harus puas dengan hasil imbang 2-2.

The Reds sempat unggul dua kali melalui aksi Martin Skrtel dan Luis Suarez. Sayangnya Yaya Toure dan Carlos Tevez membuyarkan impian mereka untuk menikmati kemenangan perdana tim Merseyside tersebut.

Kedua tim langsung menggebrak di menit-menit awal. Akibatnya, baru lima menit pertandingan berlangsung pergantian pemain sudah harus dilakukan. Pemain Liverpool Lucas, sudah harus meninggalkan lapangan akibat cedera. Jonjo Shelvey masuk untuk menggantikan tugasnya.

Liverpool membuka peluang melalui kaki Suarez. Pemain Uruguay ini berhasil mengolongkan bola melalui kaki Alesandar Kolarov, namun sayang bola masih bisa dikuasai Joe Hart dengan baik.

The Reds kembali mendapatkan peluang unggul. Raheem Sterling berhasil mengirim umpan terukur ke jantung pertahanan City yang mampu disambar oleh Fabio Borini, namun sayang tendangan volinya masih melebar di sisi gawang Hart.

Semenit berselang giliran City yang mengancam gawang Liverpool. Samir Nasri mengirimkan umpan manis kepada Carlos Teves yang kemudian berhasil mengecoh penjaga gawang Pepe Reina. Akan tetapi, eksekusinya masih membentur gawang dan bola pun memantul keluar dan langsung diamankan oleh Reina.

Tim asuhan Roberto Mancini kembali menciptakan peluang. Kali ini Kolo Toure yang menjadi aktor terciptanya peluang. Pemain asal Pantai Gading ini berhasil masuk ke kotak 16 Liverpool, namun ia harus dijatuhkan oleh Martin Skrtel. Fans tim tamu berteriak meminta penalti, akan tetapi wasit sama tidak menghiraukannya.

Liverpool ganti mengancam pertahanan CIty. Joe Allen berhasil melesakkan tembakan jarak jauh yang sangat keras. Andai saja bola itu tidak diblok oleh Kolo Toure, kemungkinan besar, Hart juga akan mengalami kesulitan unutk menjinakkan bola.

Gol yang dinanti-nanti akhirnya tercipta. Skrtel berhasil menanduk bola hasil tendangan penjuru Steven Gerrard. Pendukung tuan rumah pun bergemuruh menyambut gol tersebut, 1-0 untuk Liverpool.

Gol tersebut membangkitkan semangat anak asuh Brendan Rodgers. Mereka tetap tampil menyerang meskipun telah unggul satu gol. Meski begitu, tak ada gol yang tercipta hingga jeda turun minum.

Babak kedua kondisi sama sekali tidak berubah. Kedua tim masih bermain ngotot guna menciptakan gol. Tuan rumah mengawali kesempatan di menit 49. Suarez yang menerima umpan dari Borini masih gagal menyarangkan bola ke gawang Hart. Eksekusinya lagi-lagi melebar di sisi gawang City.

Mancini jelas tidak mau kalah dalam pertandingan kali ini. Guna mengejar defisit gol, ia memasukkan dua pemain baru pada menit 60 dan 62. Nasri ditarik keluar digantikan Rodwell, dan dua menit berselang Mario Balotelli digantikan Edin Dzeko.

Semenit setelah masuknya Dzeko, City langsung menuai hasil. Yaya Toure yang menerima umpan matang dari Tevez berhasil menceploskan bola sehingga menyamakan skor menjadi 1-1.

Tersengat dengan gol tersebut, The Reds meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya pun cukup signifikan. Hanya dalam waktu tiga menit Si Merah kembali unggul. Suarez yang mengambil eksekusi bola mati berhasil menyarangkan bola di di sisi yang tidak terjangkau Hart. skor kembali berubah 2-1 untuk tuan rumah.

Keunggulan Liverpool tersebut berlangsung cukup lama. Nampaknya kemenangan memang telah berada di depan mata Gerrard dan kawan-kawan. Akan tetapi, 10 menit sebelum pertandingan berakhir, Skrtel melakukan kesalahan yang sangat fatal.

Bermaksud mengirim umpan kepada Reina, bola hasil sodorannya tersebut malah diserobot tevez yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang Reina. Skor kembali imbang 2-2.

Jual beli serangan masih terus berlanjut. Kedua tim masih sama-sama mencari peluang untuk unggul di sisa waktu yang ada. Akan tetapi, mereka gagal untuk mencetak gol dan hasil imbang merangkum pertandingan antara dua raksasa yang tersaji di Stadion Anfield tersebut. Satu-satunya kartu kuning dalam laga ini diberikan kepada Suarez pada menit ke-94.



Liverpool: Reina, Skrtel, Coates, Johnson, Kelly (Enrique), Lucas (Shelvey), Allen, Gerrard, Sterling, Suarez, Borini (Carroll)


Manchester City: Joe Hart, Kompany, Zabaleta, Kolo Toure, Yaya Toure, De Jong, Nasri (Rodwell), Kolarov, Milner (Silva), Balotelli (Dzeko), Tevez  (espn/bgn)

Jumat, 24 Agustus 2012

Jelang Liga Inggris Anfield 'Angker' untuk The Citizens

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Kamis, 23/08/2012 15:41 WIB 
FOTO:Getty Images 
 Jakarta - Manchester City bertekad merebut angka penuh di laga kedua Premier League musim ini. Tapi pekerjaan itu niscaya jauh dari kata mudah karena markas Liverpool terbukti cukup angker buat The Citizens.

Sang juara memang tak punya rekor bagus kala berlaga di Anfield. Menurut catatan Soccerway, dari 10 duel terakhirnya City belum pernah menang dari Liverpool dengan enam kali kekalahan. Kemenangan terakhir yang dipetik City di Merseyside terjadi pada 2003 dengan skor 2-1.

Sementara itu, pertarungan kedua tim relatif seimbang di lima duelnya di seluruh kompetisi. City dan Liverpool sama-sama memetik dua kali kemenangan dengan pertemuan terakhir berkesudahan 2-2 dalam ajang Piala Carling (26/1).

Selain sulitnya merebut kemenangan di markas lawan, City kini punya masalah lain yang mesti dihadapi. Salah satu kunci sukses mereka di musim lalu, Sergio Aguero, terpaksa absen akibat cedera lutut saat tampil di laga pembuka.

Permainan City pun juga belum terlihat menjanjikan kendati mereguk kemenangan kontra Southampton karena sempat mengalami kerepotan sebelum Edin Dzeko dan Samir Nasri memastikan angka penuh untuk dibawa pulang.

Di sisi lain, Liverpool bertekad bangkit setelah menelan hasil mengecewakan saat dipukul tiga gol tanpa balas oleh tim gurem West Bromwich di laga pertamanya.

Kemenangan bakal mengobati "luka" tersebut sekaligus mendongkrak kepercayaan diri menjelang menghadapi Arsenal di laga berikutnya.

Pertandingan antara Liverpool versus City akan digelar di Anfield, Minggu (26/8/2012) malam WIB.





( rin / krs )

Sabtu, 18 Agustus 2012

Preview WBA Vs Liverpool Buktikan, Rodgers!



Penulis: Okky Herman Dilaga | Sabtu, 18 Agustus 2012 | 05:30 WIB
Share:
Daylife / AP
Manajer Liverpool, Brendan Rodgers.
WEST BROMWICH, KOMPAS.com - Debut resmi Pelatih Liverpool, Brendan Rodgers, akan dimulai saat bertandang ke Stadion The Hawthorns, markas West Bromwich Albion (WBA), Sabtu (18/8/2012) pada laga perdana Premier League 2012-13.

Musim ini dianggap sebagai era baru "The Reds" di bawah kendali Rodgers. Eks manajer Swansea City itu membawa gaya baru dalam permainan Liverpool dengan lebih mengutamakan sentuhan bola dari kaki ke kaki.

Peran sentral akan diemban rekrutan anyar, Joe Allen, sebagai jenderal pengusung gaya bermain ala Rodgers. Sementara Steven Gerrard akan lebih difokuskan untuk menusuk sisi pertahanan bersama Fabio Borini dan Luis Suarez.

WBA memang terlihat sebagai lawan yang mudah bagi Liverpool. Tetapi, masuknya kiper Ben Foster dan striker Romelu Lukaku, patut diwaspadai "Merseyside Merah".

Di atas kertas, Liverpool bisa mencuri poin penuh di kandang "The Baggies" dalam laga yang disiarkan langsung ESPN, Sabtu (18/8/2012), pukul 21.00 WIB itu. Jika sukses, sebuah suntikan moral yang baik bagi Gerrard dan kawan-kawan untuk mengarungi musim kompetisi ini.
Buktikan, Rodgers!

Perkiraan Susunan Pemain
WBA (4-2-3-1):
Foster; Reid, McAuley, Olsson, Ridgewell; Mulumbu, Yacob; Odemwingie, Dorrans, Brunt; Lukaku
Pelatih: Clarke

Liverpool (4-3-3): Reina; Johnson, Skrtel, Agger, Enrique; Lucas, Allen, Gerrard; Downing, Suarez, Borini
Pelatih: Rodgers


Kemungkinan Absen
WBA:
Thomas, Morrison (cedera)
Liverpool: Joe Cole (cedera)

Lima Duel Terakhir
22/4/2012 - Liverpool 0-1 WBA (EPL)
29/10/2011 - WBA 0-2 Liverpool (EPL)
2/4/2011 - WBA 2-1 Liverpool (EPL)
29/8/2010 - Liverpool 1-0 WBA (EPL)
17/5/2009 - WBA 0-2 Liverpool (EPL)

Performa Lima Laga TerakhirWBA: K-K-K-M-S
Liverpool: K-S-M-M-M

PrediksiBwin: 4,10 - 3,50 - 1,85
William Hill: 3,80 - 3,30 - 2,00
Kompas Bola: 45-55
Sumber :
BERBAGAI SUMBER
Editor : Daniel Sasongko

Kamis, 02 Agustus 2012

Liverpool Prioritaskan Liga Premier

Liverpool Prioritaskan Liga Premier
Rodgers prioritaskan Liga Premier. © AFP

Bola.net - Brendan Rogers menegaskan bahwa prioritas Liverpool untuk musim ini adalah tampil bagus di Liga Premier Inggris. Meski demikian, sang pelatih tidak membebankan target kepada skuadnya.

Rodgers akan menjalani musim pertamanya untuk berlaga di kejuaraan level Eropa bersama Liverpool. Meski ingin mengantarkan The Reds tampil bagus di Liga Europa, Rodgers tak mau melupakan pentingnya liga lokal musim ini.

Musim lalu Liverpool memang tampil mengecewakan di Liga Premier. Tiket yang mereka raih ke Eropa juga bukan berasal dari prestasi mereka di klasemen akhir. The Reds lolos berkat menjuarai Piala Carling musim lalu.

Liverpool saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menjalani kualifikasi pertama Liga Europa melawan FC Gomel. Rodgers mengisyaratkan bahwa Liverpool tak akan terlalu serius menghadapi kompetisi kasta kedua Benua Biru itu.

"Bukannya tidak menghormati Liga Europa, tetapi Liga Premier adalah prioritas kami. Kami ingin finis di posisi yang setinggi-tingginya. Tetapi tak ada alasan untuk tidak tampil bagus di Liga Europa," ucap Rodgers. (ss/hsw)

Liverpool Prioritaskan Liga Premier

02-08-2012 18:30

 



Liga Inggris - Rodgers: Start Lebih Awal Untungkan Liverpool

Jumat, 03 Februari 2012

Pepe Reina, Kiper Paling Kreatif di EPL

Bola.net - Penjaga gawang utama
Liverpool, Pepe Reina, tercatat sebagai
kiper yang paling kreatif di Liga Premier
Inggris sepanjang musim ini telah berjalan.
Reina telah menciptakan peluang mencetak
gol bagi rekan-rekannya (dari umpan
panjangnya ke depan) melebihi dari kiper-
kiper lainnya di pentas EPL sejauh ini.
Dan hal itu didasarkan catatan statistik kiper
bernomor punggung 25 tersebut yang
dikumpulkan oleh Opta Sports.
Kiper yang juga jebolan La Masia (akademi
sepak bola milik Barcelona) tercatat telah
menciptakan peluang mencetak gol
sebanyak 5 kali dari aksinya, jauh melebihi
kiper-kiper lainnya di EPL. [initial]

Sabtu, 15 Oktober 2011

'Sejarah Liverpool & MU Patut Dihormati'


Rossi Finza Noor : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,
Laga antara
Liverpool vs
Manchester
United disebut
sebagai salah
satu laga
terpenting di
Premier League
musim ini. Hal
tersebut tak
lepas dari sejarah kedua klub.
Liverpool pernah begitu lama menjadi penguasa
tunggal Liga Inggris. Sampai kemudian datang
seorang pria bernama Alex Ferguson ke kubu
Manchester United. Meski sempat seret gelar di
masa-masa awalnya bersama The Red Devils,
Fergie kemudian terbukti menghadirkan kejayaan
bagi timnya.
Ketika Liverpool mandek gelar, MU justru berjaya.
Torehan 18 gelar milik The Reds perlahan-lahan
dibalap. Sampai pada akhirnya di musim lalu,
ketika MU mendepak Liverpool dari takhta
penguasa dengan torehan 19 gelar.
Untuk diingat, laga di Anfield nanti malam, Sabtu
(15/10/2011), adalah pertama kalinya MU datang
ke markas sang rival dengan status "penguasa
baru".
"Saya selalu menilai ini sebagai pertandingan
paling besar dalam satu musim kompetisi
sepakbola Inggris," ujar Fergie di ESPN Star.
Pria asal Skotlandia itu juga mengingatkan betapa
besarnya sejarah kedua klub. Liverpool lebih
berjaya di Eropa dengan catatan lima kali juara
Liga Champions dan menyandang Badge of
Honour dari UEFA. Sementara itu, MU baru tiga
kali menjadi juara.
"Ini tidak akan berubah. Kedua klub saling
membutuhkan. Sejarah dari kedua kesebelasan
patut untuk dihormati oleh fans dari kedua belah
pihak."

Minggu, 19 Juni 2011

Carragher Rindu Trofi

Rossi Finza Noor : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,
Selama
kariernya
bersama
Liverpool,
Jamie
Carragher sudah memenangi beberapa
titel. Mengingat trofi terakhir yang
diangkatnya sudah cukup lama,
Carragher pun merindukan trofi baru.
Carragher sudah punya beberapa
medali juara, di antaranya Piala FA 2001
dan 2006,Piala Carling 2001 dan 2003,
Liga Champions 2005, Piala UEFA 2001
dan Piala Super Eropa pada 2002 dan
2005. Cukup lengkap, hanya saja
kurang titel juara Premier League.
Liverpool sendiri belum lagi
mengangkat trofi sejak memenangi
Piala FA 2006 dan memenangi Liga
Inggris sejak 1990. Wajar kalau
kemudian Carra curhat soal
kerinduannya itu.
"Kami ingin berada di sana. Liverpool
harus menjadi penantan untuk
memenangi trofi-trofi," ujarnya kepada
Sky Sports.
"Sudah beberapa tahun berlalu sejak
terakhir kali kami menjadi juara dan itu
yang akan kami ubah di musim depan.
Saya yakin, semua orang di sini punya
pemikiran yang sama," lanjutnya.
Imbas dari kehampaan trofi itu,
terutama di Liga Inggris, The Reds pun
disalip Manchester United dalam
perolehan trofi juara. Carrager
memberi selamat kepada 'Setan Merah',
namun juga mengingatkan klubnya
supaya tidak kian tertinggal dari sang
rival.
"Jika Man United menang, mereka
menang dan Anda harus memberikan
selamat serta menghormati apa yang
sudah mereka capai."
"Kami tak bisa selamanya
mempertahankan rekor ini--kami
punya rekor lima gelar Liga
Champions--jika kami tak bisa
berkompetisi dengan mereka."
"Kami harus berusaha untuk
memenangi (trofi, red) lebih banyak
lagi karena sudah terlalu lama bagi
Liverpool. Ini adalah sesuatu yang
berusaha kami ubah," tandasnya.

Sabtu, 18 Juni 2011

Gerrard: MU Masih Jadi Ancaman Liverpool

Haryanto Tri Wibowo | Sabtu, 18 Juni 2011, 13:39 WIB
VIVAnews - Steven Gerrard menilai
Manchester United masih menjadi rival
terberat Liverpool untuk menjuarai
Liga Inggris musim depan. Gerrard
tidak rela rekor 18 gelar Liga Inggris
The Reds dilewati MU.
Gerrard sudah tidak bermain sejak
Maret 2011 setelah mengalami cedera
paha. Dan kapten Liverpool itu
mengaku sudah tidak sabar untuk
kembali bermain.
Pemain 31 tahun tersebut menilai
dengan kedatangan sejumlah pemain
anyar, Liverpool bisa bersaing untuk
menjuarai Liga Inggris musim depan.
"Jika kami (Liverpool) bisa kembali ke
posisi empat besar musim depan, itu
akan fantastis. Tapi, kami ingin
memenangkan liga. Kami sudah punya
tim yang bagus. Mudah-mudahan
dengan sejumlah pemain baru, kami
semakin kompetitif musim depan," ujar
Gerrard kepada Sky Sports News.
Gerrard mengaku terluka setelah
melihat MU melewati torehan 18 gelar
Liga Inggris milik Liverpool musim lalu.
Dan gelandang tim nasional Inggris itu
tetap menganggap The Red Devils
masih jadi pesaing utama musim depan.
"Cara mereka (MU) bermain, Anda tahu
gelar ke-19 mereka akan datang. Hal
itu menyakitkan, karena mereka rival
terbesar kami," papar Gerrard.
"Anda harus memberikan pujian jika
memang pantas. Kami harus bisa
menerimanya dan tantangannya adalah
menyamai rekor mereka secepatnya,"
tutup pemain yang bergabung dengan
Liverpool sejak 1987 di tim yunior.

us.wap.vivanews.com/news/read/227664-gerrard--mu-masih-jadi-ancaman-liverpool

Jumat, 17 Juni 2011

Gerrard Bidik Start Bagus Musim Depan


Rossi Finza Noor : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,
Premier League sudah mengumumkan jadwal pertandingan
untuk musim depan. Kapten Liverpool,
Steven Gerrard, menargetkan timnya
untuk melakoni start bagus di awal
musim.
The Reds akan membuka musim baru
di kandang sendiri, Anfield, dengan
menghadapi Sunderland. Laga ini juga
diperkirakan akan menjadi laga
perdana Jordan Henderson melawan
bekas klubnya sendiri.
Selanjutnya, Liverpool bakal
bertandang ke Emirates Stadium untuk
menghadapi Arsenal. Laga ini bukan
laga mudah, tapi Gerrard menyebut
bahwa ini adalah sebuah ujian.
"Ini adalah ujian yang datang lebih
awal. Sangat menyenangkan bermain
di kandang lebih dulu, para fans pasti
tak sabar menunggunya," ujar Stevie G
di situs resmi Liverpool.
"Saya harap, kami akan mendapatkan
beberapa pemain baru lagi dan kami
bisa memulai musim baru dengan tiga
poin, yang mana akan memberikan
kami kepercayaan diri dan pergi ke
Arsenal untuk mendapatkan hasil
bagus," lanjutnya.
Liverpool belum pernah menang dalam
dua lawatan terakhir ke kandang
Arsenal. Musim lalu, mereka hanya
bermain imbang 1-1 di sana. Sementara
pada musim 2009/2010, 'Si Merah'
takluk dengan skor 0-1.
Kendati demikian, Gerrard yakin bahwa timnya bisa meraih hasil positif di dua laga awal musim depan.
"Itu adalah dua pertandingan awal
yang berat, tapi saya siap
menghadapinya dan saya pikir kami
bisa mendapatkan dua hasil positif,"
tandasnya.

http://m.detik.com/read/2011/06/17/160746/1662724/72/gerrard-bidik-start-bagus-musim-depan

Selasa, 14 Juni 2011

Liverpool Bisa Bersaing dalam Perebutan Gelar, Asalkan ...

Okdwitya Karina Sari : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,
Luis Suarez
berbicara
mengenai
peluang
Liverpool di
musim
depan. Ia
menilai
timnya
mampu
bersaing
dalam
perebutan
gelar jika mampu mengulang performa
bagus di paruh kedua musim lalu.
Usai terpuruk dalam kawalan Roy
Hodgson, Liverpool pelan-pelan
berhasil menemukan bentuk
permainannya usai dilatih Dalglish
pada awal Januari silam.
Dalam 18 pertandingan Premier League
di bawah asuhan Dalglsih, "Si Merah"
cuma tiga kali pulang dengan tangan
kosong, sisanya menang 10 kali dan
seri lima kali.
Dalam lima musim belakangan, Chelsea
dan Manchester United selalu menjadi
langganan juara. Jelas, kedua klub itu
kembali difavoritkan sebagai kampiun
di musim depan.
Skipper Liverpool, Steven Gerrard
sempat mengatakan bahwa timnya
akan sulit bersaing dengan gelar dan
targetnya hanya finis di zona Liga
Champions. Akan tetapi Suarez lebih
optimis.
Suarez menilai Liverpool bakal mampu
bersaing dengan Chelsea dan MU
asalkan bisa mengulang performa apik
di paruh kedua musim lalu.
"Aku pikir performa yang kami
tunjukkan di paruh kedua musim
merupakan pertanda baik," ujar
bomber Uruguay itu kepada LFC
Weekly yang dilansir situs resmi
Liverpool.
"Kami telah bermain dengan baik dan
aku rasa kami semakin dekat dengan
tipe performa yang kami tahu kami
harus mempertahankannya untuk
sepanjang musim jika ingin menjadi
calon peraih gelar juara," imbuh
Suarez.
"Ini sesuatu yang kami percayai
tentang musim depan dan jika kami
bisa mencapainya dan
mempertahankan penampilan bagus
maka aku rasa kami punya peluang
bagus," yakin dia.

Minggu, 12 Juni 2011

Liverpool Masih Terus Buru Pemain


Kris Fathoni W : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,
Musim panas
ini Liverpool
sudah
sukses
menggaet
Jordan
Henderson. Namun, ini baru awal
karena 'Si Merah' belum akan berhenti
belanja pemain.
Henderson adalah pembelian teranyar
Liverpool setelah ia direkrut dari
Sunderland, dengan nilai transfer yang
kabarnya mencapai angka 20 juta
poundsterling.
Henderson pun menjadi pembelian
besar ketiga semenjak Kenny Dalglish
kembali sebagai manajer, dengan Andy
Carroll dan Luis Suarez bergabung
pada bulan Januari lalu.
Akan tetapi, Direktur Sepakbola
Liverpool Damien Comolli menegaskan
kalau klubnya masih akan terus
merekrut pemain di bursa transfer
musim panas ini.
"Kami ingin melakukan pembelian dini.
Semakin dini semakin baik karena kami
bisa menyesuaikan ulang strategi atau
memutuskan bila sudah cukup
(berbelanja), meski kali ini tidak akan
begitu!" tegasnya di Daily Mirror.
Comolli tidak membeberkan siapa-siapa
saja nama pemain yang masih diincar
kubu Anfield. Namun, ia menyiratkan
kalau Liverpool lebih memberikan
prioritas kepada pemain lokal.
"Jika seorang pemain berasal dari
Inggris, atau Inggris Raya, atau pernah
bermain di Liga Primer, kami akan lebih
memilihnya dibandingkan pemain
asing," jelas Comolli.

Selasa, 05 April 2011

Musim Gerrard Berakhir?




Kompetisi Liga Primer Inggris kian mendekati garis finis. Namun,
Steven Gerrard belum juga menunjukkan tanda-tanda akan fit untuk kembali membela Liverpool usai menjalani operasi

Goal.com

Selasa, 01 Maret 2011

Bila MU Bertemu Liverpool


Catatan Sepakbola
Bila MU Bertemu Liverpool
LY Arifin : Sepakbola
detikcom - London,
Suatu saat sekitar
bulan November
1959 Bill Shankly
yang menjadi pelatih
di Huddersfield
didatangi dua petinggi
dari Liverpool. Terjadi
percakapan yang
cuplikannya kira-kira
seperti ini:
"Tidakkah Anda berminat menjadi pelatih di klub terbaik Inggris?"
tanya salah satu dari kedua petinggi Liverpool itu.
"Mengapa? Apakah Matt Busby mengundurkan diri?’" Shankly balas
bertanya.
Kita tahu apa yang ada di benak Shankly, karena Matt Busby
sedang berproses menjadi pelatih legendaris Manchester United
dan klub itu sedang merajai dunia persepakbolaan Inggris.
Sedangkan Liverpool saat itu sudah cukup bergembira duduk di
papan tengah divisi dua versi lama Liga Inggris.
Ini sekadar ilustrasi bahwa sebenarnya persaingan paling sengit di
antara kedua tim tersebut belumlah terlalu lama. Kalau dihitung
sejak Shankly memegang Liverpool tahun 1959, maka persaingan
sengit MU dan Liverpool baru berlangsung 50 tahun. Jauh lebih
muda dari persaingan sengit antara Liverpool dan Everton yang
sudah ada sejak 50 tahun sebelumnya, atau Manchester United
dan Manchester City, atau Arsenal dan Tottenham sejak tahun
1930-an, serta Chelsea dan Fulham ataupun Burnley dan
Blackburn.
Shankly mengagumi pemain-pemain MU maupun klub itu, tetapi
pada saat bersamaan mempunyai tekad membara untuk
menggoyang hirarki persepakbolaan Inggris. Membawa Liverpool
kembali ke puncak persepakbolaan Inggris. Dialah yang
sesungguhnya memantik persaingan sengit antara kedua klub
raksasa Inggris ini.
Shankly yang prestasinya biasa-biasa saja sebelum memegang
Liverpool, hanya dalam waktu lima tahun membawa Liverpool
dari klub papan tengah divisi dua menjadi juara divisi satu
menyingkirkan MU maupun -- yang lebih penting lagi sebenarnya
-- musuh bebuyutan satu kota sekaligus juara bertahan, Everton.
Dua tahun kemudian di tahun 1966 ia mengulangi prestasi itu.
Tahun 1965 ia membawa Liverpool menjuarai Piala FA untuk
pertama kalinya.
Shankly tidak lagi membawa Liverpool menjadi juara divisi satu
hingga tahun 1973. Namun dalam proses kebangkitan Liverpool ia
menanamkan rasa percaya diri yang luar biasa bahwa Liverpool
tidak kalah besar dengan klub lain. Bahwa bermain untuk Liverpool
adalah sebuah kehormatan. Dan andaipun Liverpool tidak menjadi
juara, sangat penting untuk mengalahkan mereka yang dianggap
terbesar dan tersukses, bagaimanapun caranya, bermain habis-
habisan seolah mati hidup tergantung pada pertandingan itu.
Shankly dengan sengaja menjadikan MU sebagai sasaran. Apalagi
ketika mereka di tahun 1968 menjadi klub Inggris pertama yang
memenangi Piala Champions. Boleh saja MU waktu itu
menganggap dirinya klub tersukses, tetapi bertemu Liverpool
mereka tahu reputasi itu tak ada artinya. Pertandingan akan
berlangsung seperti pertempuran habis-habisan.
Adalah "kehendak" sejarah bahwa di tahun 1970-an MU dan
Liverpool bertukar posisi. Ketika revolusi yang diawali oleh Shankly
diteruskan Bob Paisley dan kemudian Joe Fagan – dua asisten
pelatih Shankly -- membuat Liverpool bukan saja raja Inggris tetapi
juga Eropa, nasib MU terpuruk-puruk bahkan sempat terdegradasi
ke divisi dua di tahun 1975. Namun perseteruan antara kedua klub
sudah terlanjur mapan dan tidak mengendor untuk tidak dikatakan
malah makin sengit. Liverpool ganti menjadi klub paling sukses di
Inggris tetapi mereka tahu melawan MU adalah persoalan berbeda.
MU akan menjadi “Setan Merah” yang sesungguhnya dan
Liverpool harus bersiaga tanpa henti.
Sejak pertengahan tahun 60-an itulah pertarungan MU melawan
Liverpool menjadi salah satu pertandingan paling sengit dan paling
ditunggu publik Inggris, seolah lepas dari konteks keseluruhan
kompetisi liga. Kedua klub seperti bertekad, kalaulah tidak menjadi
juara maka yang lebih utama bagi MU adalah mengalahkan
Liverpool, begitupun sebaliknya.
Kedua klub saling mengukur pencapaian prestasi mereka dari apa
yang sudah diraih oleh keduanya. Ingatkah Anda ketika Alex
Ferguson untuk pertama kalinya datang ke MU lebih 20 tahun
silam? Ketika ditanya wartawan salah satu target utamanya
menjadi pelatih di Old Trafford, Ferguson tanpa sungkan
menjawab: "Menendang Liverpool dari puncak hirarki sepakbola
Inggris."
Seperti Shankly di Liverpool, Ferguson melakukan revolusi di MU.
Bedanya, Ferguson bukan sekadar memulai revolusi tetapi juga
menjaga revolusi itu untuk tidak padam. Ia masih saja menjadi
pelatih hingga kini. Ia memegang janjinya untuk menendang
Liverpool dari puncak hirarki sepakbola Inggris. Entah untuk berapa
lama lagi.
Kedua klub akan bertemu lagi akhir pekan ini. Kedua pendukung
klub akan membawa panji-panji prestasi mereka masing-masing:
kami lebih banyak memenangkan Piala Eropa dari kalian, Piala FA
kami lebih banyak, prestasi kami lebih bergengsi dan lain
sebagainya. Tetapi di hati kecil mereka semuanya tahu, catatan
prestasi itu tak lebih dekorasi semata. Yang lebih penting adalah
apa yang terjadi selama 90 menit di lapangan.
Pertemuan antara kedua kesebelasan ini ,apapun nama
kompetisinya, hanya mempunyai satu konteks: selama 90 menit
mana yang lebih hebat, klubmu atau klubku. Peduli amat dengan
kompetisi liga, Piala FA, Piala Liga, ataupun Liga Champions.
Atau ... ya kami peduli, tapi itu urusan nanti.
==
*) Penulis adalah wartawan detikcom, tinggal di London.

steven gerrard


Steven Gerrard (Gelandang/Liverpool)
Steven Gerrard 30 Mei 1980. Ia adalah kapten sekaligus ikon
Liverpool. Lahir di Whiston, Merseyside, ia adalah produk asli
Liverpool. Ia memulai berkiprah di Liverpool senior pada 1997.
Sejak 2003, ia menjabat kapten dan pemain yang tak tergantikan.
Di tangan pelatih Inggris Fabio Capello, ia diandalkan untuk
menyuplai bola ke Rooney. Capello kini juga kian apik mengasah
kemampuannya. Kini ia tidak lagi bersaing dengan Frank Lampard
seperti di tangan pelatih-pelatih Inggris sebelumnya.

Senin, 28 Februari 2011

Laju Liverpool Dihentikan West Ham

LONDON, KOMPAS.com - Liverpool
menyerah 1-3 kepada West Ham United,
pada pertandingan Premier League, di Upton
Park, Minggu (27/2/2011). Ini adalah kekalahan
pertama Liverpool dalam tujuh pertandingan
Premier League terakhir.
Bermain sebagai tim tamu, Liverpool tertinggal lebih dulu dua gol
tanpa balas.
Gol pertama tuan rumah dicetak oleh Scott Parker pada menit
ke-22. Setelah melakukan kerja sama satu dua dengan Thomas
Hitzlsperger, ia melepaskan tendangan voli terukur, yang
membuat bola bersarang di sudut kanan atas gawang Pepe
Reina.
Menjelang akhir babak pertama, tuan rumah menambah gol
melalui Demba Ba. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk umpan
silang Gary O'Neil masuk gawang Reina.
Liverpool baru bisa membobol gawang West Ham, saat
pertandingan menginjak menit ke-83, melalui Glen Johnson.
Berada di depan gawang lawan, ia berhasil menyontek bola
kiriman Luis Suarez, masuk tengah gawang Green.
Namun, memasuki masa injury time, mereka kembali kebobolan.
Kali ini, gol dicetak oleh Carlton Cole. Mengandalkan keterampilan
individu, ia menggiring bola masuk kotak penalti, dan setelah
melewati adangan Martin Skrtel, ia menembakkan bola masuk
sudut kanan bawah gawang Reina.
Selama 90 menit, West Ham menguasai bola sebanyak 42
persen dan menciptakan tujuh peluang emas dari 19 usaha.
Adapun Liverpool melepaskan lima tembakan tepat ke gawang
dari 16 percobaan.
Dengan hasil tersebut, sementara Liverpool tertahan di posisi
keenam dengan 40 poin, West Ham naik dua tingkat ke posisi
ke-18 dengan 28 poin, atau hanya kalah selisih gol dari
Wolverhampton di tempat ke-17.

Sabtu, 29 Januari 2011

Torres Minta Ditransfer


detikcom - Liverpool, Kabar rencana kepergian
Fernando Torres dari Liverpool bisa jadi bukan
sekadar isu. Kubu The Reds mengakui kalau El
Nino sudah mengajukan permohonan resmi
untuk dijual, meski permintaan itu ditolak.
Soal kemungkinan Torres pergi dari Anfield
sudah terdengar santer bahkan saat Rafael
Benitez masih menjadi pelatih di Anfield.
Sebabnya adalah kurang kompetitifnya Liverpool
baik di Liga Inggris maupun di kompetisi Eropa.
Faktanya, sejak Torres datang tahun 2007 lalu
Liverpool belum mendapatkan trofi apapun. Klub
Inggris tersukses di Eropa tersebut bahkan
terperosok makin dalam musim ini dengan
sempat berada di zona degradasi.
Kondisi tersebut sepertinya tak bisa diterima
Torres. Setelah Liverpool kemarin mengonfirmasi
penawaran resmi yang sempat dilakukan Chelsea
pada striker andalannya itu, kali ini manajemen
The Reds mengabarkan soal permintaan Torres
untuk ditransfer.
"Fernando Torres malam ini mengajukan
permintaan untuk ditransfer secara tertulis, yang
ditolak oleh Liverpool. Fernando berada di bawah
kontrak jangka panjang dan pihak klub berharap
dia menghormati komitmen yang dia buat
dengan Liverpool dan suporternya saat
menandatangani kontrak," demikian pernyataan
resmi The Reds seperti dikutip dari Skysports.
Sejak bergabung dengan The Kop dari Atletico
Madrid di tahun 2007 lalu, Torres sudah
membuat 65 gol dari 102 penampilan di Liga
Inggris. Selain kesulitan menemukan performa
terbaik, Torres juga kerap dihadang cedera.
Meski penawaran yang diajukan sudah ditolak,
Chelsea tetap dianggap sebagai klub yang berada
di pole position untuk mendapatkan pesepakbola
internasional Spanyol itu.