Bola.net - Legenda Liverpool, Jamie Carragher, percaya bahwa The Reds masih bisa menjalani musim yang bagus, meski mereka memulai kompetisi ini dengan lamban.
Ia juga yakin tim asuhan Brendan Rodgers akan mendapat hasil positif ketika mereka berkunjung ke Santiago Bernabeu untuk menghadapi Real Madrid di Liga Champions dini hari nanti.
"Liverpool tidak memulai musim ini dengan baik, namun mereka tidak jauh dari posisi empat besar dan mereka masih punya kesempatan untuk lolos dari fase grup Liga Champions. Apapun yang terjadi di Bernabeu, Liverpool masih bisa lolos," tutur Carragher pada LiverpoolFC.com.
"Mereka mungkin harus menang di dua pertandingan terakhir melawan Ludogorets dan Basel, namun mereka amat sangat mampu untuk melakukan itu," pungkasnya.
Liverpool sejauh ini sudah mengumpulkan tiga angka dari tiga pertandingan di Liga Champions atau sama dengan Ludogorets dan Basel. (lfc/rer)
Selasa, 04 November 2014
Carragher: Apapun Hasil di Bernabeu, Liverpool Akan Lolos
Minggu, 11 Mei 2014
Carragher Ingin Rodgers Disokong Dana Transfer Melimpah
11-05-2014 12:40
Brendan Rodgers. (c) AFP
Bola.net - Jamie Carragher meminta
pemilik Liverpool memberikan Brendan
Rodgers dana transfer melimpah untuk
membuat klub terus menjadi pesaing
berat juara Premier League di musim
panas ini.
Legenda Anfield tersebut mengaku kagum dengan perkembangan Liverpool di bawah Rodgers. Namun ia ingin tim menjadikan prestasi musim ini sebagai batu loncatan untuk level prestasi yang lebih tinggi musim depan.
"Di dua musim terakhir di mana saya
hampir dekat menuju gelar juara, kami
butuh dua atau tiga pemain berkualitas
untuk membuat langkah besar, namun
transfer window berikutnya diisi dengan pembelian yang buruk, menyusul
kesalahan yang dibuat oleh Gerard
Houllier, Rafa Benitez dan para pemandu bakat mereka," tulis Carragher di The Mirror.
"Liverpool tidak perlu merekrut pemain di musim panas yang hanya cocok untuk
tim. Mereka butuh pemain berkualitas.
Mereka butuh pemain yang langsung bisa menyesuaikan diri," pungkasnya.
Liverpool akan menghadapi Newcastle di
Anfield malam ini. (mir/rer)
Selasa, 21 Mei 2013
Mereka tentang Carragher
"Kesan pertama saya ketika pertama kali bertemu seperti yang saya duga. Dia memiliki karir yang mengesankan dan ketika saya bergabung, dia pemain yang inspirasional dan profesional yang saya ingin temui. Pengetahuannya luar biasa dan caranya membaca permainan adalah yang terbaik. Tidak ada yang lebih baik selain berbuat semua hal dengan satu klub. Dia telah membuat standar untuk orang lain coba dan ikuti."
Brad Jones:
"Dia adalah sesorang yang memimpin dengan teladan. Dia pemimpin di lapangan dan benci kekalahan. Dia juga benci kebobolan. Dia pemain bertahan yang lengkap. Anda tahu dia akan menempuh resiko dengan mempertaruhkan tubuhnya."
Stewart Downing:
"Sangat mengerikan menghadapinya sebagai lawan. Dia pemain yang kuat. Dia pemain yang hebat selama bertahun-tahun. Pengetahuannya tentang permainan menakutkan. Anda bisa menanyakan padanya tentang pemain siapa saja dan klub mana saja, dia tahu tentang semua itu. Dia seorang legenda"
Jordan Henderson:
"Dia telah menjadi pemain bertahan terbaik selama bertahun-tahun dan sangat mencintai bermain sepak bola dan selalu ingin menang. Dia seorang profesional baik di dalam maupun di luar lapangan dan dia kehormatan bagi siapa saja di Liverpool. Untuk pemain muda seperti kami, dia contoh yang hebat"
Martin Kelly:
"Ketika pertama bertemu Carragher, saya pikir dia adalah contoh seharusnya bagi semua pemain yang bermain untuk Liverpool. Dia bermain di semua laga seakan itu adalah laga terakhirnya dan berlatih dengan cara yang sama. Dia menjadi pengaruh terbesar dalam karirku dan membantu dalam pertandingan. Dia hanya cinta Liverpool dan mau mati untuk klub ini dan Anda butuh pemain seperti Carragher dalam tim Anda jika ingin menang"
Pepe Reina:
"Menyenangkan buat saya sebagai penjaga gawang untuk memiliki dia di depanku. Dia sangat vokal dan membantu Anda membuat rekan-rekan berada pada posisi yang tepat sepanjang waktu. Mellwood akan menjadi tempat yang sepi tanpanya. Kami akan merindukannya. Ketika Anda sedikit menurun dan Anda melihatnya di latihan berlatih keras itu akan bagus, terutama untuk pemain muda. Dia akan dikenang sebagai legenda dan dia harus diperhitungkan sebagai salah satu pemain penting dalam sejarah Liverpool."
Martin Skrtel:
"Dia brilian. Saya telah bermain bersamanya selama lima tahun yang sangat hebat buat saya seperti yang saya banyak pelajari dan dia telah menolongku dalam karirku. Dia legenda Liverpool dan saya akan merindukannya."
Raheem Sterling:
Dia salah satu sosok yang mengulurkan tangannya untuk membantu kapan pun Anda membutuhkan. Dia salah satu pemain yang selalu membantu pemain muda dan memberi nasehat. Dia akan melakukan apa saja untuk mencegah gol, apapun, dan itulah yang Anda butuhkan dari seorang pemain bertahan. Dia tempuh resiko dengan mempertaruhkan tubuhnya untuk mencegah gol.
Phil Thompson:
"Dia jelmaan semangat klub dan ada keterikatan antara the Kop dengan Carra. Minggu lalu merupakan peristiwa spesial untuknya."
Ian Rush:
"Dia harus dikenang sebagai suporter sejati, dia akan sangat mudah berada di the Kop. Gairah yang dia tunjukkan di lapangan sangat menakutkan. Para pendukung melihat hal tersebut padanya dan chant "We all dream af a team of Carraghers" menyimpulkan semuanya karena tidak ada yang memberikan gairah lebih dari dia baik di dalam maupun di luar lapangan untuk Liverpool FC"
Steve McManaman:
"Dia dihargai sangat, sangat tinggi, dia superstar. Sebagai pemain besar Liverpool, dia mungkin tidak mendapat pujian layaknya Rush atau Kenny karena kapasitas mereka sebagai pemain depan dan pencetak gol, serta Kenny yang menjadi manajer yang sukses. Tetapi dia dipastikan sebagai salah satu legenda sejati Liverpool."
Dietmar Hamann:
"Anda sebaiknya menempatkannya pada 10 terbaik sepanjang masa karena pencapainnya, medali yang dia menangkan, penampilannya pada laga penting dan juga di luar lapangan. Tergabung dalam 10 pemain terbaik Liverpool sepanjang masa adalah sebuah pencapaian jika Anda memperhitungkan apa yang dia sumbangkan di masa lalu."
Ryan Giggs:
"Jika saya bermain di sayap kiri dan dia bermain sebagai bek kanan, saya tahu saya berada di laga yang keras. Dia pemain bertahan yang cerdas. Dia agresif tapi bagus dalam menguasai bola dan sungguh-sungguh lawan yang tangguh. Anda tahu menuju sebuah pertempuran. Anda harus dalam kondisi terbaik ketika melawannya. Sebuah kehilangan yang besar untuk Liverpool."
Jason McAteer:
"Sangat sulit mendeskripsikan komitmen yang dia tunjukkan karena begitu bagus. Sulit mengatakannya dalam kalimat dan konteks apa yang Carra sesungguhnya capai. Sulit dipercaya. Konsisten untuk waktu yang lama adalah brilian. Kemampuan membaca permainannya luar biasa. Dia bukan yang terbesar dan terus terang dia bukan yang tercepat, tetapi dia lebih cepat dari siapa pun dalam berpikir."
Sammy Lee:
"Saya akan mengenangnya sebagai no. 23 kita. Mungkin nomer itu harus dipensiunkan. Bagiku Carragher melambangkan Liverpool dalam kehebatannya. Saya tak mau bilang Mr. Liverpool tapi kapan pun seseorang membicarakan Liverpool FC di masa yang akan datang mereka akan menyebut Shankly, Paisley, Dalglish, Souness, Rush, dan bagiku harus menyebut Jamie Carragher dalam kapasitas yang sama. Saya rasa tidak ada penghargaan yang lebih baik dari ini."
Ronnie Moran:
"Saya telah bekerja dengan tim utama ketika Carragher bergabung dan saya berkata pada seseorang, bahwa dia akan berkembang lebih baik sebagai bek tengah karena dia punya hati yang besar dan tahu tentang permainan. Saya telah melihatnya di tim cadangan dan tim muda sepanjang waktu dan Anda akan selalu meminta para pelatih lain untuk melihatnya. Dia tidak licik dan dia akan mentackle siapa saja. Dia akan menjadi manajer yang bagus nanti."
John Aldridge:
"Sebagai bek tengah yang pernah bermain untuk kita, dia yang terbaik. Kami pernah punya beberapa pemain hebat seperti Emlyn Hughes, Phil Thompson, Ron Yeats, Alan Hansen, Sami Hyypia, Mark Lawrenson dan Gary Gillespie tetapi dari jumlah laga yang dia mainkan, Anda harus menyebutnya yang terbaik. Dia tidak terlalu jauh dari rekor Callaghan dan dia berada di sana bersama sosok unggul yang pernah bermain untuk Liverpool. Dia seorang pemenang dan memiliki kebesaran hati lebih dari siapa pun. Saya akan selalu ingat Carragher untuk laga di Istanbul. Dia sangat luar biasa malam itu."
Gary Gillespie:
"Lever performa yang dia tunjukkan selama di Liverpool sangat luar biasa. Para pendukung Liverpool selalu meminta dan selalu menuntut 110 persen dan Carragher tidak pernah membuat mereka dan siapa pun kecewa. Dia Mr. Liverpool bersama Steven Gerrard. Carragher telah memainkan bagian penting dalam sejarah klub."
Stephane Henchoz:
"Carragher adalah orang yang sangat bergairah. Saya selalu ingat sesi latihan pertamaku di Liverpool dan dia selalu berteriak dan selalu ingin menang. Dia seorang pemimpin. Carragher merupakan pasangan bertahan yang baik buat saya. Di Istanbul dia dalam puncak permainan. Dia melindungi semua orang dan malam itu dia menunjukkan semua kemampuannya. Dia profesional sejati dan contoh bagi pemain muda. Setiap pemain muda yang ingin menjadi profesional harus mencontohnya."
Rob Jones:
"Dia berikan hidupnya untuk Liverpool FC. Gairahnya pada pertandingan dan Liverpool sungguh mengagumkan. Sungguh menyedihkan melihatnya pensiun tetapi saya menduga memang sudah saatnya. Untuk semua pemain muda, saya hanya bisa katakan untuk melihatnya karena dia yang Anda ingin tiru."
Ian St John:
"Carragher yang kedua tampil paling banyak sepanjang masa di belakang Ian Callaghan dan kami berpikir tidak akan ada yang mendekati rekor Callaghan. Sebuah usaha yang bagus bukan? Sama seperti Callaghan, dia pemuda lokal dan tidak ada satu pun dari para manajer yang menyebut hal buruk tentangnya. Jika kami punya Carragher lebih banyak, mungkin kami bisa lebih sukses."
Tommy Smith:
Carragher mengingatkan tentang diri saya sendiri karena saya tidak bisa bermain tanpa meneriaki yang lain. Performanya di Istanbul, mereka akan terus membicarakannya selama bertahun-tahun."
Ron Yeats:
"Dia memiliki karir yang cemerlang, tak diragukan lagi, dan banyak medali untuk membuktikan hal itu. Saya menyukainya dalam tim karena Anda tahu apa yang Carragher akan lakukan, mentackle dan rebut bola. Performanya di Istanbul sangat luar biasa.
Hughie McAuley:
"Dia telah membuat sumbangan besar ke setiap orang yang terlibat di klub, ke suporter di seluruh dunia, khususnya di Merseyside, dia termasuk dalam jajaran para pemain besar dan pemain bertahan terbaik dari tim terbaik di masa lalu."
Senin, 20 Mei 2013
Minggu, 05 Mei 2013
Carragher Bicara Soal Kemungkinan Dirinya Jadi Manajer
Setelah 19 tahun bergelut di sepakbola, Carragher Februari lalu memutuskan untuk gantung sepatu. Meski sudah dibujuk oleh Brendan Rodgers untuk menunda pensiunnya, namun Carragher tetap bersikukuh pada pendiriannya.
Musim depan Carragher akan memulai kariernya sebagai football pundit di Sky Sports, namun tak menutup kemungkinan suatu saat ia akan menempuh jalur kepelatihan seperti kebanyakan pemain profesional pada umumnya ketika sudah pensiun.
Menjawab pertanyaan soal itu, Carragher mengaku bahwa dirinya belum memikirkan karena beban sebagai manajer saat ini lebih berat ketimbang pemain. Ia mencontohkan bahwa ketika klub sedang dalam masa buruk, manajer selalu dijadikan kambing hitam dan sasaran kritik.
"Jika Anda bertanya padaku di awal karierku maka aku akan bilang bahwa aku ingin menjadi manajer. Aku mungkin bisa menjadi seperti itu di masa depan tapi akan ada harapan seperti untukku dan itu wajar saja. Aku sudah membawa banyak wawancara dengan para pemain lain yang menyebutku sangat mencintai bermain sepakbola, menonton, membaca dan berbicara soal sepakbola. Hal itu sepertinya bikin orang-orang berpikir bahwa itu akan terjadi," urai Carragher di Telegraph.
"Hal itu tidak akan mudah meskipun Anda menginginkannya. Aku selalu berpikir karena aku mencintai sepakbola, bukan berarti aku sangat ingin menjadi manajer," sambungnya.
"Sudah tidak ada lagi hari-hari di mana pemain top langsung mendapat pekerjaan seperti itu (manajer), meskipun ada beberapa saat ini. Tidak mungkin seseorang tanpa pengalaman akan langsung bisa terjun ke sana. Para pemain harus melalui beberapa tingkatan. Contohnya Sir Alex Ferguson."
"Anda bisa sebut Pep Guardiola tapi dia adalah pengecualian dan bahkan dia pun butuh rehat juga. Di era modern sekarang, dengan banyaknya reward yang didapat pemain top dalam kariernya dan risiko yang ada ketika masuk dalam bidang manajemen, banyak yang merasa bahwa hal itu tidak perlu."
"Anda harus mengingat berapa banyak waktu yang tersita dari para manajer itu. Aku menghormati seluruh manajer top di dunia untuk itu. Ketika Anda sedang dalam puncak karier sebagai pemain, sulit untuk menemukan motivasi yang bisa membawa Anda ke jalan yang lain."
"Bagiku sepakbola itu adalah olahraga yang ingin kucintai dan dinikmati. Kadang Anda ada di atas, kadang di bawah. Tapi aku lihat sepakbola sudah "membunuh" beberapa manajer. Aku terlalu mencintai sepakbola dan tak ingin membiarkan hal itu terjadi padaku. Dalam hidup, Anda butuh menyingkir beberapa saat dari sepakbola," demikian dia.
(mrp/mrp)
Rodgers: Sayang Carragher Pilih Pensiun
Keputusan Carragher sudah bulat. Bek berusia 35 tahun itu mengumumkan hal tersebut pada Februari silam sembari menyebut bahwa merupakan sebuah kehormatan bisa mewakili Liverpool sejak usianya masih sangat muda.
Carragher akan melanjutkan jalannya dengan menjadi komentator untuk Sky. Keputusannya itu tidak ditentang Rodgers, tapi sang manajer menyebut bahwa kemampuan Carragher dalam bermain sebenarnya belum habis.
"Pekan lalu di Newcastle (ketika menang 6-0), saya melihat bagaimana dia memimpin barisan pertahanan dan bagaimana dia bermain. Segala sesuatu tentang permainannya benar-benar berada di level teratas," ujar Rodgers di Sky Sports.
"Saya kehabisan kata-kata menggambarkan dirinya. Performanya sejauh ini begitu luar biasa."
"Sangat disayangkan dia memilih pensiun karena sesungguhnya dia masih bisa terus bermain. Tapi, dia sudah membuat keputusan," ucap Rodgers.
Total, Carragher sudah bermain sebanyak 505 kali di Premier League. Pada hari di mana dia menorehkan penampilan ke-500, The Reds sukses mengalahkan Tottenham Hotspur 3-2 di Anfield.
(roz/roz)
Rabu, 01 Mei 2013
Gerrard Ingin Menangi Derby untuk Carragher
Carragher yang hanya membela Liverpool selama karier profesionalnya itu memutuskan untuk gantung sepatu di akhir musim 2012/2013 ini. Pemain yang memperkuat The Reds sejak tahun 1996 itu mengumunkan rencana pensiunnya pada bulan Februari silam.
Akhir pekan ini, Liverpool akan melakoni laga derby melawan Everton di Anfield, Minggu (5/5/2013) malam WIB. Laga ini akan jadi laga derby Merseyside terakhir bagi Carragher sebelum gantung sepatu.
Untuk itu, Gerrard bertekad membawa Liverpool memenangi laga ini. Dia ingin kemenangan atas Everton jadi laga yang selalu diingat Carragher.
"Menjadi orang lokal kami merasakan semangat yang ada di kota ini. Derby Merseyside adalah laga besar," sahut Gerrard kepada talkSPORT.
"Jamie Carragher akan bermain di akhir pekan, dia adalah salah satu nama yang ada di daftar pemain saat ini karena dia tampil brilian sejak kembali ke tim."
"Kami berharap mendapat kemenangan yang manis untuk diingat Jamie karena ini adalah yang terakhir untuknya. Aku akan merindukannya lebih dari siapa pun. Aku dekat dengan Jamie di dalam dan luar lapangan, ini adalah momen emosional," lugas kapten Liverpool itu.
Liverpool yang masih terus memburu tiket ke kompetisi Eropa musim depan saat ini ada di posisi tujuh klasemen dengan 54 poin. Sementara Everton berada satu tingkat di atasnya dengan keunggulan lima angka.
(nds/mrp)
Pensiun Jadi Pilihan Terbaik untuk Carragher
Carragher, yang dalam kariernya hanya memperkuat Liverpool saja, mengumumkan bahwa dirinya akan pensiun di akhir musim 2012/2013 pada bulan Februari silam. Bek berusia 35 tahun itu selanjutnya akan memulai dunia baru dengan menjadi komentator Sky Sports mulai musim depan.
Manajer Liverpool, Brendan Rodgers, menilai Carragher masih punya kemampuan untuk berkompetisi di level tertinggi bersama The Reds. Dia pun membujuk anak buahnya itu untuk membatalkan niat gantung sepatu.
Tapi, Carragher bergeming. Dia yakin sekarang lah waktu terbaik baginya untuk menutup perjalanan panjang sebagai pesepakbola profesional.
"Saya sudah berpikir sekian lama: Bagaimana Anda akan keluar? Bagaimana Anda akan finis bersama Liverpool? Dan sebuah kutipan yang saya baca bertahun-tahun yang lalu dari seorang pemain asing masih terngiang-ngiang di pikiran saya: 'Tinggalkan sepakbola sebelum sepakbola meninggalkan Anda'," ujar Carragher yang dikutip Sky Sports.
"Saya selalu menancapkan hal tersebut di pikiran saya. Khususnya karena saya sudah berada di Liverpool sepanjang hidup saya dan saya tak pernah ingin membiarkan klub atau suporter rugi," lanjutnya.
"Saya tidak bodoh. Pemain-pemain baru akan datang dan di usia saya sekarang saya bisa kembali ke bangku cadangan pada musim depan. Bahkan mungkin akan ada pertandingan di mana saya tidak masuk ke bangku cadangan. Bayangkan Anda berkeliling Anfield dengan setelan rapi di hari pertandingan ketika Anda fit untuk bermain," kata pemain yang mengoleksi 38 caps bersama timnas Inggris ini.
"Tentu saja akan ada hal-hal yang saya rindukan, seperti persahabatan yang menyenangkan di ruang ganti setelah hasil bagus. Tapi, saya tidak akan merindukan saat-saat di mana Anda kalah dan hancur," tandasnya.
(mfi/nds)
Rabu, 14 November 2012
Carragher: Suarez Penyerang Terbaik di EPL
| Jamie Carragher
Yang terakhir, Suarez berhasil mencetak gol penyeimbang ketika Liverpool bertandang ke markas Chelsea. Liverpool akhirnya pulang dengan satu angka setelah sempat tertinggal oleh gol Chelsea yang dicetak John Terry.
Karena kehebatan Suarez di lini depan. Liverpool sempat dicap terlalu bergantung kepada penyerang asal Uruguay ini. Namun Carragher menyebut bahwa setiap tim pasti punya seorang pemain yang selalu menjadi andalan.
"Barcelona punya Lionel Messi, Real Madrid punya Cristiano Ronaldo. Semua tim punya pemain-pemain andalan. Luis adalah andalan kami. Saya rasa Luis adalah penyerang terbaik di Premier League sekaligus salah satu yang terbaik di dunia," puji Carra.
Carragher sangat kagum karena Suarez bisa mengulangi semua yang dilakukan selama latihan di atas lapangan. Selain itu, Suarez menjadi salah satu pencetak gol terbaik Premier League meski performa Liverpool sedang limbung. (ss/hsw)
Rabu, 05 September 2012
Enrique Ingin Sesukses Carragher
Enrique didatangkan ke Anfield dari Newcastle United pada 2011 lalu dengan nilai transfer sebesar tujuh juta pounds. Sejak saat itu, pesepakbola berusia 26 tahun ini berhasil menyemen tempatnya di skuad inti The Reds.
Di sisi lain Carragher merupakan salah satu pemain legendaris Liverpool. Ia sangat loyal terhadap klub Merseyside yang dibelanya sejak 1996 dengan tampil di 704 laga, terbanyak kedua dalam sejarah klub.
Selama berkostum "merah", Carra juga telah merebut banyak gelar. Kecuali Premier League, bek Inggris itu sudah meraih total 11 trofi termasuk dua Piala FA, satu trofi Liga Champions dan satu Piala UEFA.
Enrique, memasuki musim keduanya di Liverpool mengaku sudah banyak mengalami peningkatan. Namun, dia ingin terus belajar agar suatu hari bisa menyamai sukses Carragher.
"Aku ingin berada disini selama mungkin dan memainkan pertandingan sebanyak mungkin -- aku berharap bisa seperti Carra meski akan sangat sulit dicapai," ujar Enrique di situs resmi klub.
"Aku ingin terus disini karena ini adalah klub yang luar biasa dan sebuah klub besar dan setiap pemain bermimpi untuk bisa bermain dini."Aku juga ingin memenangi sebanyak mungkin gelar."
"Aku telah bermain di sepakbola Inggris selama lima tahun dan rasanya luar biasa bisa bermain disini. Tapi aku saat ini masih terus belajar," pungkas dia.
( rin / din )
Kamis, 24 Mei 2012
Carragher: Jangan Salahkan Pemain-pemain Baru Liverpool
Beberapa pemain yang baru seperti Andy Carroll, Stewart Downing dan Jordan Henderson didatangkan dengan nilai transfer yang mahal. Namun, ketiganya tidak mampu memenuhi ekspektasi.
Liverpool memang berhasil mengakhiri puasa gelarnya dengan menjuarai Piala Carling, Namun, The Kop terpuruk dengan bertengger di posisi delapan klasemen akhir, terpaut empat angka dari rival se-kotanya Everton yang finis di atasnya.
Ditambah dengan kegagalan menjuarai Piala FA usai takluk dari tangan Chelsea di final berujung dengan didepaknya Kenny Dalglish dari kursi manajer.
Namun demikian Carragher merasa tidak adil jika hanya mereka yang mendapat sorotan tajam. Seharusnya pemain senior lah yang pantas mendapat kritikan keras.
"Aku pikir mereka telah mendapatkan banyak kritikan yang tidak adil. Henderson, Downing, (Charlie) Adam, Carroll siapa pun orangnya, mereka adalah rekrutan baru," bela Carragher seperti diwartakan Daily Mirror.
"Apakah mereka menjadi kambing hitam? Ya. Tapi aku pikir para pemain sepertiku, pemain-pemain yang sudah lama berada disini yang pantas mendapat kritikan lebih tajam dari para pemain baru," sambung dia.
"Mereka baru saja menemukan pijakannya, belajar mengenai Liverpool. Manajer membawa Stewart dan Andy. Semoga masih ada waktu untuk mereka untuk mengembangkan kemampuannya."
Carragher menegaskan bahwa seluruh skuad akan mendukung siapapun yang akan menjadi manajer Liverpool selanjutnya. Kabarnya, Rafael Benitez dan pelatih Wigan Athletic Roberto Martinez disebut-sebut jadi kandidat kuat suksesor Dalglish.
"Di Liverpool, kami selalu ingin mengetahui siapapun manajer kami. Siapapun orangnya, Anda memberikan 100 persen dari awal musim," tukas mantan pemain timas Inggris itu.
( rin / krs )
Kamis, 19 April 2012
Carragher: Suarez Pemain Terbaik Liverpool
Suarez sering membantu kemenangan Liverpool. © AFPBola.net - Luis Suarez sebelumnya sempat membuat banyak masalah di Liverpool namun keadaan telah berubah. Ia sering mencetak gol penting bagi timnya. Jamie Carragher berharap bahwa ia akan terus bertahan di timnya.
Perselisihan berisukan rasisme antara Suarez dan Patrice Evra pernah mencoreng nama besar Liverpool. Banyak pihak yang mengkritik keputusan The Reds untuk mempertahankan penyerang Uruguay tersebut. Suarez sendiri bahkan sempat dikabarkan akan bergabung dengan Paris Saint-Germain.
Keadaan kini telah berbalik. Suarez telah menyatakan komitmennya untuk tetap bertahan bersama Liverpool. Ia juga sering memainkan peranan penting bagi kemenangan The Reds. Carragher mengakui kehebatan dari rekan satu timnya tersebut.
"Saya rasa dia brilian dan merupakan pemain terbaik kami. Saya takkan menukarnya dengan siapapun di liga ini," ujar wakil kapten Liverpool tersebut.
"Dia adalah seorang pemain fantastis dan saya senang kami memiliki dia. Semoga saja dia akan membantu kami di final Piala FA."
"Sangat penting untuk mempertahankan Suarez. Saya tidak melihat alasan kenapa dia harus pergi."
"Dia bermain dengan baik jadi semoga saja dia akan segera mendapatkan keinginannya untuk menandatangani kontrak baru." (sl/Rev)
Sabtu, 14 April 2012
Carragher Tak Ingin Menangis Lagi di Wembley
berdoa agar derby Merseyside kontra Everton di semifinal
Piala FA malam ini tak berakhir tragis lagi untuknya.
Di era 80-an, Carragher justru adalah fans berat The Toffees
yang rela melawat ke stadion lama Wembley demi
mendukung timnya di dua final Piala FA lawan Liverpool dan
dalam dua partai di tahun 1986 dan 1989 itu berakhir untuk
kemenangan rival mereka.
Dan kini setelah Carragher berseragam merah Liverpool, ia
berharap di kesempatan ketiganya tak lagi mengalami
kekecewaan.
"Semua orang tahu saya adalah Evertonian saat masih bocah
dan saya pergi ke dua laga final itu. Namun kini sepatu saya
ada di sisi yang lain dan semoga saya tak akan pulang
dengan tangisan kali ini," ujarnya.
Carragher juga sadar betul jika Everton yang sudah melalui
17 tahun tanpa trofi akan memandang laga ini tak kalah
vitalnya dari mereka.
"Ini pertandingan yang besar untuk kedua tim. Ini besar
untuk kami karena kami ingin trofi lain (setelah Piala Carling).
Kami sudah dapatkan satu namun liga sudah tak berjalan
mulus," imbuhnya.
"Dari sudut pandang Liverpool, mereka sudah lama tak
memenangkan apapun, jadi ini laga besar untuk mereka.
Everton mencoba bermain sebagai underdog, namun
tekanan juga ada di pundak mereka." (sun/row)
Senin, 06 Februari 2012
Carragher Usung Misi Balas Dendam Lawan Spurs
Setelah start yang buruk musim ini, Spurs perlahan mulai menemukan form dan kemenangan besar atas The Reds di White Hart Lane itu menandai awal kebangkitan The Lily Whites hingga saat ini nangkring di posisi ketiga klasemen Liga Premier.
Dan Carragher mengungkapkan jika Liverpool bertekad untuk melakukan pembalasan atas kekalahan tersebut, kendati ia juga mengakui Tottenham sebagai salah satu penampil terbaik di Liga Premier musim ini.
"Menurut saya, Spurs mungkin tim paling impresif di liga musim ini. Saya tahu mereka tak di puncak, namun mereka menyenangkan untuk dilihat," akunya pada situs resmi klub.
"Mereka bermain indah, sangat cepat dan mereka jelas memperlihatkannya lawan kami di White Hart Lane. Itu kekalahan terbesar kami musim ini dan sesuatu yang ingin kami perbaiki."
"Laga September lalu itu sedikit berubah jelang akhir, ketika kami harus bermain dengan sembilan orang, skornya sungguh melambungkan mereka ke level tertentu namun mereka bermain sungguh apik saat itu. Kami tak memulai laga dengan cukup baik dan mereka menghantam kami."
"Mereka juga menang di Anfield jelang akhir musim lalu, mungkin hal itu lebih mengganggu benak kami," imbuhnya.
Dan Carragher merasa jika optimisme Liverpool tengah tinggi setelah mereka memiliki modal berharga dengan kemenangan atas dua raksasa Manchester di pentas Piala Carling dan Piala FA pekan lalu.
"Kami menyadari jika kami menghadapi salah satu tim terbaik di liga dan ini akan sangat sulit. Tapi kami sudah membuktikan dalam dua laga kandang terakhir, melawan dua tim di atas Tottenham, jika kami sepadan dengan siapapun di negara ini," pungkasnya yakin. (espn/row)
Follow twitter @bolanet dan gabung komunitas bola.net di facebook.
Akses Bola.net melalui http://m.bola.net pada browser ponsel Anda
Kamis, 19 Januari 2012
Carragher Tak Keberatan Dicadangkan Dalglish
mengaku tak mempermasalahkan
keputusan manajer Kenny Dalglish yang
kerap membiarkannya menghuni bangku
cadangan.
Carragher sudah kehilangan posisinya di inti
karena cedera dan sebelum laga lawan
Stoke akhir pekan kemarin di mana secara
mengejutkan dipasang sebagai starter, ia
tak lagi bermain sejak awal dalam 11
pertandingan liga.
Dalam dua bulan terakhir, duet Martin
Skrtel dan Daniel Agger sudah jadi
kepercayaan Dalglish dan Carragher yang
sudah mengabdi di Anfield lebih dari 15
tahun mengaku tak mengeluhkan hal itu.
"Anak-anak sudah bermain baik. Tentu
Anda ingin bermain dan manajer tak
mengharapkan hal lainnya," ujarnya
"Saat saya bermain selama bertahun-tahun
dan tampil bagus, seseorang harus duduk
di bangku cadangan untuk saya. Perannya
sudah dibalik sekarang dan Anda harus
menghormati manajer, klub dan pemain
yang tampil di posisi saya. Saya hargai itu."
"Klub sudah melakukan banyak hal untuk
saya. Saya tak akan berkata apapun atau
menimbulkan masalah hanya karena saya
tak bermain. Anda harus profesional dan
menunggu kesempatan Anda. Saat itu
datang, Anda harus tampil sebaik
mungkin," pungkasnya. (espn/row)
Kamis, 01 Desember 2011
Musim Lucas Leiva Sudah Usai

Mohammad Resha Pratama : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,
Lucas Leiva tak
akan lagi bisa
meneruskan
penampilan
apiknya musim
ini bersama
Liverpool.
Cedera
memaksanya
harus mengakhiri musim ini lebih cepat.
Seperti dilansir dari situs resmi klub, Liverpool
sudah memastikan jika Lucas harus menjalani
operasi pasca cedera ligamen lutut yang
dideritanya saat melawan Chelsea di Piala Carling
kemarin.
Alhasil gelandang internasional Brasil itu harus
istirahat hingga akhir musim ini. Sungguh sebuah
pukulan telak bagi Liverpool karena peran Lucas
musim ini memang tak tergantikan.
Lucas bermain di 11 laga musim ini dan
membangun duet yang apik dengan Charlie
Adam. Bila Adam bertugas mendistribusikan bola
dan mengatur tempo permainan, Lucas bertugas
sebagai gelandang bertahan dan pelindung back
four Liverpool.
"Hai semuanya. Hanya ingin mengonfirmasi jika
saya harus absen hingga akhir musim ini. Saya
sangat sedih dengan berita ini karena saya
sedang menikmati permainan saya di lapangan,"
tulis Lucas di akun twitter-nya.
"Saya yakin akan menjadi lebih kuat saat kembali
dan saya akan meraih apapun yang saya impikan
dengan kostum Liverpool ini," tuntasnya.
Antisipasi awal Liverpool untuk cedera Lucas ini
adalah memnanggil kembali Jonjo Shelvey dari
masa peminjamannya di Blackpool.
Carragher Ingin Main di Wembley
detikcom -
Liverpool,
Jamie Carragher
mengaku
bahwa selama
kariernya ia
belum pernah
sekali pun
bermain di
Wembley
dengan kostum
Liverpool. Ia
pun diliputi rasa
penasaran,
yang kemudian
membuatnya
memiliki sebuah
harapan.
Keberhasilan
Liverpool
mengalahkan
Chelsea di perempatfinal Piala Carling membuat
mereka selangkah lebih dekat menuju final di
Wembley. Namun, masih ada dua laga semifinal
yang harus dilalui sebelum mereka mencapai
partai puncak.
Carragher pernah maju ke babak final Piala FA
bersama Liverpool, tetapi kala itu laga
dilangsungkan di Stadion Millenium Cardiff. Wajar
kalau ia mengaku penasaran dengan Wembley.
"Saya sudah pernah bermain di Wembley, sekali
atau dua kali, bersama Inggris. Tapi, sasya belum
pernah melakukannya bersama Liverpool. Saya
akan senang jika bisa melakukannya," ujar wakil
kapten The Reds ini di Sportinglife.
"Ketika kami mencapai final cup di masa lalu,
pertandingannya dilangsungkan di Cardiff, jadi
saya tak pernah bermain di Wembley bersama
Liverpool."
"Masih ada dua laga semifinal untuk dimainkan
dan masih ada beberapa tim kuat, jadi ini akan
menjadi berat. Kami akan menghadapi laga
semifinal dengan serius," tukasnya.
Minggu, 27 November 2011
Dalglish: Carragher Masih Bagian Penting Dari Liverpool

Bola.net - Manajer Liverpool, Kenny Dalglish
menjamin jika bek veteran Jamie Carragher masih
memegang peranan penting di dalam skuad Liverpool.
Carragher yang kini sudah menginjak usia 33 tahun mulai
tersingkirkan dari skuad The Reds. Pemain yang
mempunyai karir cemerlang di Anfield ini tak masuk dalam
starter saat Liverpool mengalahkan Chelsea minggu lalu.
Dalglish lebih mempercayakan Daniel Agger dan Martin
Skrtel untuk berdiri di depan penjaga gawang Pepe
Reina.Sontak saja beredar kabar jika karir Carragher
sudah tamat bersama Liverpool, namun Dalglish buru-
buru membantah kabar tersebut.
"Carra baru pulih seminggu dari cedera betis yang
menderanya," ucap Dalglish seperti dikutip oleh Sky
Sports.
"Dia adalah bagian penting dari klub dan skuad, untuk
saat ini dan di masa mendatang nanti. Dia paham akan
hal itu dan kami juga mengerti akan hal itu."
"Kami paham benar apa yang sudah dia lakukan untuk klub
ini. Rasa hormat dan kagum dia berada disini datang dari
saya dan semua elemen klub ini. Dan dia paham akan hal
itu," tandas Dalglsih. (sky/mac)
Kamis, 17 November 2011
Jelang Chelsea vs Liverpool Carragher Dipastikan Main Lawan The Blues
Steve Clarke, jelang laga lawan
Chelsea. Jamie Carragher telah bisa
kembali bisa dimainkan dalam
lanjutan Liga Inggris pekan ke-12. Cedera betis yang didapat saat The
Reds melawan Stoke City di ajang Piala
Liga memaksa Carragher absen
selama sebulan. Kini setelah
melewatkan dua pertandingan
Liverpool menghadapi West Bromich Albion dan Swansea, Carra telah
kembali siap bermain. Setelah kembali berlatih dengan baik
minggu ini, 'King Carra' dipastikan
dapat diturunkan saat Liverpool akan
bertandang ke Stadion Stamford
Bridge melawan Chelsea akhir pekan
ini. "Jamie telah bergabung dalam latihan
selama beberapa hari terakhir dan
terlihat bagus. Kami hanya ingin
memastikan dia mengambil
waktunya, pulih dari itu, dan dia
berlatih dengan baik beberapa hari ini," kata Clarke seperti dilansir
Soccernet. "Dia akan kembali kedalam
persaingan minggu ini jika tidak ada
hambatan saat ini hingga waktu
pertandingan nanti," tambah asisten
manajer Kenny Daglish ini. Carragher sendiri merasa senang bisa
segera kembali memperkuat
Liverpool dalam sebuah partai krusial.
Jeda laga internasional disebutnya
memberikan sebuah keuntungan
karena membuat dia tak melewatkan banyak pertandingan. "Ini adalah waktu yang
menguntungkan menjadi pemain
yang cedera karena anda tidak akan
melewatkan banyak pertandingan,"
sebut Carragher singkat
Minggu, 30 Oktober 2011
Dalglish Belum Tahu Kapan Carragher & Gerrard Pulih

Kris Fathoni W : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,
Steven Gerrard
dan Jamie
Carragher absen
saat melawan
West Brom.
Keduanya
memang
tengah
dihampiri
cedera, meski
diharapkan segera bisa beraksi lagi.
Kedua pemain senior tersebut tidak ikut bermain
saat 'Si Merah' menang 2-0 atas West Brom di
partai pekan 10 Liga Primer Inggris, Minggu
(30/10/2011) dinihari WIB.
"Carragher mengalami cedera betis. Steven
Gerrard mendapat infeksi di pergelangan kaki,"
terang Manajer Liverpool Kenny Dalglish di situs
resmi klub.
"Steven sebenarnya saya plot untuk partai ini tapi
akhirnya tidak bisa. Kami akan mendapatkan
gambaran lebih akurat pada hari Senin atau
Selasa saat kembali berlatih," lanjutnya.
Tanpa dua pemain tersebut, Liverpool tetap
terlalu tangguh untuk West Brom. Hal ini jelas
bikin Dalglish senang, meski ia tetap menegaskan
pentingnya arti Gerrard dan Carragher.
"Kami sudah pasti lebih baik dengan mereka di
dalam skuad. Mereka sudah sedemikian luar biasa
untuk klub ini dan mereka akan terus begitu."
"Saya pikir ini adalah refleksi dari kekuatan tim, di
mana dua sosok penting absen dan Anda tetap
bisa menampilkan permainan bagus," simpul
Dalglish.









