Tampilkan postingan dengan label liverpool vs mu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liverpool vs mu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 September 2013

Liverpool: 3 Kali Menang, 3 Kali Clean Sheet, Puncak Klasemen


Rossi Finza Noor - detikSport
Minggu, 01/09/2013 21:39 WIB
Liverpool FC via Getty Images/John Powell
Jakarta - Liverpool mengawali musim dengan gemilang. Mereka pun duduk di puncak klasemen dengan catatan belum pernah kalah.

Dalam pertandingan di Anfield, Minggu (1/9/2013) malam WIB, Liverpool menang 1-0 atas rival mereka, Manchester United. Gol tunggal The Reds diciptakan oleh Daniel Sturridge di menit keempat.

Tim tamu kemudian mendominasi penguasaan bola di babak kedua, namun Liverpool mampu mempertahankan areanya dengan baik. Lucas Leiva tampil apik dengan membuat 5 tekel dan 6 intersep krusial sepanjang laga.

Sementara duet bek sentral, Martin Skrtel dan Daniel Agger, tampil solid. Agger dan Skrtel terlihat melakukan man-marking dengan ketat terhadap Robin van Persie.

Di sisi lain, Simon Mignolet pun membuat beberapa penyelamatan penting. Soccernet mencatat, setidaknya kiper asal Belgia itu membuat 4 penyelamatan. Gawangnya bersih dari kebobolan dalam tiga laga pertama liga musim ini.

Berkat kemenangan atas United itu, Liverpool kini duduk di posisi teratas dengan nilai 9, hasil tiga kemenangan dari tiga laga.

Dari catatan BBC, ini adalah start terbaik di tiga laga pertama Liverpool dalam 19 musim terakhir.

Selanjutnya, mereka akan menghadapi Swansea City di Liberty Stadium (16/9) dan Southampton di Anfield (21/9).


(roz/din)

Liverpool Menang di Hari Spesial Shankly dan Sturridge


Rossi Finza Noor - detikSport
Minggu, 01/09/2013 22:20 WIB
Liverpool FC via Getty Images/Andrew Powell
Liverpool - Kemenangan Liverpool atas Manchester United, Minggu (1/9/2013), makin terasa spesial karena didapat sehari jelang ulang tahun Bill Shankly dan tepat di hari ultah Daniel Sturridge.

Shankly, manajer legendaris Liverpool itu, lahir pada 2 September 1913, membuat usianya jika dia masih ada saat ini akan menjadi 100 tahun. Shankly wafat pada 29 September 1981, meninggalkan sederet trofi --mulai dari Liga Inggris hingga Piala UEFA-- dan setumpuk warisan untuk Liverpool.

Sementara Sturridge lahir pada 1 September 1989. Tepat pada hari ini dia berusia 24 tahun, dan pada hari spesialnya itu dia membawa The Reds menang 1-0 atas United.

Gol Sturridge lahir pada menit keempat. Sundulannya, membelokkan sundulan Daniel Agger, sudah cukup untuk membuat Liverpool meraih tiga poin dalam tiga pertandingan berturut-turut.

"Saya pikir, kami bekerja keras sebagai tim sejak awal musim. Manajer lebih menekankan pada permainan tim, bukan individual. Kami bermain untuk menyenangkan para fans," ujar Sturridge seperti dilansir BBC.

Liverpool kini memuncaki klasemen Premier League dengan nilai sembilan. Mereka meraih tiga kemenangan, masing-masing dengan skor 1-0, dan belum pernah kebobolan.

Uniknya, ketiga Liverpool yang diciptakan di awal musim ini semuanya diciptakan oleh Sturridge.


(roz/din)

Rabu, 28 Agustus 2013

Rodgers: Liverpool Bakal Siap 100 Persen Lawan MU

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Rabu, 28/08/2013 08:52 WIB
Getty Images via Liverpool FC/John Powell
Liverpool - Main 120 menit melawan Notts County dan memainkan pemain intinya, Liverpool dikhawatirkan terganggu kondisi fisiknya saat melawan Manchester United akhir pekan ini. Tapi hal ini disanggah oleh Brendan Rodgers.

Menghadapi Notts yang notabene klub peserta League One dan musim lalu finis di peringkat ke-12, Liverpool harusnya tak kesulitan dan malah bisa menang dengan skor besar saat menjamu mereka di Anfield, Rabu (28/8/2013) dinihari WIB.

Sempa unggul dua gol di 30 menit pertama, Liverpool justru menurun di babak kedua dan harus kebobolan dua gol. Laga terpaksa dilanjutkan ke perpanjangan waktu dan tuan rumah akhirnya menang 4-2 setelah gol kedua Daniel Sturridge serta Jordan Henderson sukses menjebol jala Notts.

Liverpool memang berhasil melaju ke babak ketiga namun sukses itu harus dibayar mahal dengan cederanya tiga pemain mereka seperti Kolo Toure, Aly Cissokho, dan Joe Allen. Tak hanya itu Sturridge serta Daniel Agger sempat terlihat pincang saat laga memasuki extra time.

Kondisi ini tentunya tak bagus untuk Liverpool yang punya laga penting akhir pekan yakni menjamu rival abadi mereka, MU, di Anfield. Namun, karena punya waktu recovery selama kurang lebih lima hari maka The Reds diyakini akan siap 100 persen saat berduel dengan 'Setan Merah'.

"Kami punya waktu recovery yang sangat cukup untuk para pemain. Seperti itulah rencananya - bahwa aku bisa memainkan beberapa pemain senior karena tahu ada waktu cukup untuk memulihkan kondisi fisik usai laga dan jelas memberikan pengalaman main untuk para pemain muda. Jordon Ibe masih 17 tahun, Raheem 18 dan Andre Wisdom baru 20 tahun," urai Rodgers di situs resmi tim.

"Mereka semua baik-baik saja, mereka akan pulih tepat waktu dan kami tak sabar menantikan laga kontra hari Minggu nanti," lanjutnya.

"Kami akan memeriksa semua cedera pemain besok tapi kita akan lihat para pemain yang bisa diturunkan nanti."

Badai cedera yang menghantam para pemainnya ini mau tak mau "memaksa" pemilik klub dalam hal ini John W Henry mengeluarkan uang untuk belanja pemain lagi di sisa bursa transfer ini. Rodgers berharap Henry itu mau melakukan karena merasa skuatnya "belum cukup" untuk mengarungi musim ini.

"Tak diragukan lagi bahwa kami butuh lagi beberapa pemain tapi ini semua soal kualitas -- mudah-mudahan kami bisa mendatangkan pemain berkualitas," demikian dia.

Rodgers: Liverpool Bakal Siap 100 Persen Lawan MU

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Rabu, 28/08/2013 08:52 WIB
Getty Images via Liverpool FC/John Powell
Liverpool - Main 120 menit melawan Notts County dan memainkan pemain intinya, Liverpool dikhawatirkan terganggu kondisi fisiknya saat melawan Manchester United akhir pekan ini. Tapi hal ini disanggah oleh Brendan Rodgers.

Menghadapi Notts yang notabene klub peserta League One dan musim lalu finis di peringkat ke-12, Liverpool harusnya tak kesulitan dan malah bisa menang dengan skor besar saat menjamu mereka di Anfield, Rabu (28/8/2013) dinihari WIB.

Sempa unggul dua gol di 30 menit pertama, Liverpool justru menurun di babak kedua dan harus kebobolan dua gol. Laga terpaksa dilanjutkan ke perpanjangan waktu dan tuan rumah akhirnya menang 4-2 setelah gol kedua Daniel Sturridge serta Jordan Henderson sukses menjebol jala Notts.

Liverpool memang berhasil melaju ke babak ketiga namun sukses itu harus dibayar mahal dengan cederanya tiga pemain mereka seperti Kolo Toure, Aly Cissokho, dan Joe Allen. Tak hanya itu Sturridge serta Daniel Agger sempat terlihat pincang saat laga memasuki extra time.

Kondisi ini tentunya tak bagus untuk Liverpool yang punya laga penting akhir pekan yakni menjamu rival abadi mereka, MU, di Anfield. Namun, karena punya waktu recovery selama kurang lebih lima hari maka The Reds diyakini akan siap 100 persen saat berduel dengan 'Setan Merah'.

"Kami punya waktu recovery yang sangat cukup untuk para pemain. Seperti itulah rencananya - bahwa aku bisa memainkan beberapa pemain senior karena tahu ada waktu cukup untuk memulihkan kondisi fisik usai laga dan jelas memberikan pengalaman main untuk para pemain muda. Jordon Ibe masih 17 tahun, Raheem 18 dan Andre Wisdom baru 20 tahun," urai Rodgers di situs resmi tim.

"Mereka semua baik-baik saja, mereka akan pulih tepat waktu dan kami tak sabar menantikan laga kontra hari Minggu nanti," lanjutnya.

"Kami akan memeriksa semua cedera pemain besok tapi kita akan lihat para pemain yang bisa diturunkan nanti."

Badai cedera yang menghantam para pemainnya ini mau tak mau "memaksa" pemilik klub dalam hal ini John W Henry mengeluarkan uang untuk belanja pemain lagi di sisa bursa transfer ini. Rodgers berharap Henry itu mau melakukan karena merasa skuatnya "belum cukup" untuk mengarungi musim ini.

"Tak diragukan lagi bahwa kami butuh lagi beberapa pemain tapi ini semua soal kualitas -- mudah-mudahan kami bisa mendatangkan pemain berkualitas," demikian dia.

Jumat, 21 September 2012

Liverpool Masih Hadapi Liga Europa, Allen Sudah Pikirkan MU

Kris Fathoni W - detikSport
Kamis, 20/09/2012 17:07 WIB FOTO:Reuters

Liverpool - Joe Allen mengaku sudah tak sabar menantikan pertandingan Liverpool kontra Manchester United, meski sebenarnya sebelum laga itu timnya masih menghadapi partai Liga Europa.

Allen baru bergabung dengan 'Si Merah' pada musim panas setelah direkrut dari Swansea. Beradaptasi cukup cepat, ia dinilai sudah tampil cukup apik di awal musim ini meskipun Liverpool belum meraih satu kemenangan pun di liga.

Kini gelandang berusia 22 tahun itu sudah tak sabar lagi untuk terlibat di dalam duel lawan MU, sebuah laga yang mempertemukan dua klub tersukses Inggris dari konteks jumlah gelar juara di liga.

"Bermain lawan United di Anfield adalah jenis alasanku untuk bergabung dengan Liverpool. Tak ada banyak laga yang lebih megah di dalam sepakbola," katanya di Liverpool Echo.

"Aku sangat menantikan untuk mengalaminya untuk kali pertama. Kami semua sudah menunggu-nunggu tampil di Anfield dan menghadapi United," lanjut Allen.

Liverpool, yang baru memetik hasil 2 kali seri dan 2 kali kalah di liga, sebenarnya masih harus menghadapi Young Boys, Jumat (21/9/2012) dinihari WIB, di dalam matchday I Liga Europa sebelum menjamu MU, Minggu (23/9). Namun, itu tak menyurutkan antusiasme Allen untuk segera menghadapi MU.

"Pertandingan yang akan datang pada akhir pekan akan menjadi sebuah torehan khusus berikutnya buatku dan kami menginginkan tiga angka," serunya.


( krs / a2s )

Liverpool Masih Melempem, MU Tetap Waspada

Jelang Liverpool vs MU

Meylan Fredy Ismawan - detikSport
Jumat, 21/09/2012 14:40 WIB
Manchester - Liverpool meraih serangkaian hasil negatif di awal Premier League musim ini. Meski demikian, hal itu tak akan membuat Manchester United menurunkan level kewaspadaan mereka.

Dari empat laga awal Premier League yang sudah dijalani Liverpool, tak satu pun yang mereka menangi. The Reds cuma meraih dua hasil seri dan dua kekalahan. Mereka pun terpuruk di posisi ke-17 klasemen sementara.

Capaian Liverpool itu bertolak belakang dengan hasil yang sudah diraih MU. Setelah kalah dari Everton di laga pertama, 'Setan Merah' kemudian secara berturut-turut menaklukkan Fulham, Southampton, dan Wigan Athletic. Kini, mereka nangkring di urutan kedua, di bawah pemimpin klasemen Chelsea.

Dengan kondisi di atas, kedua tim akan saling berhadapan di Anfield, Minggu (23/9/2012) malam WIB. Meski sedang dalam tren yang lebih positif, MU tak mau memandang remeh tim tuan rumah.

"Fakta bahwa Liverpool sejauh ini belum mendapatkan hasil yang mereka inginkan tidak ada dalam pikiran kami. Ini soal pergi ke sana dan melakukan hal-hal yang tepat," ujar gelandang MU, Michael Carrick, seperti dikutip Mirror.

"Kami memprediksi Liverpool akan menampilkan permainan terbaik mereka dan kami juga harus menampilkan permainan terbaik kami untuk meraih hasil," sambungnya.

"Ini adalah pertandingan sepakbola yang spesial. Sebagai seorang pemain, Anda mengapresiasi apa maknanya untuk semua orang dan level pertandingan ini di dunia sepakbola," kata Carrick.


( mfi / krs )

Sabtu, 28 Januari 2012

Liverpool vs MU, 'El Clasico Inggris'

Muchamad Syuhada | Sabtu, 28 Januari 2012,
00:07 WIB
VIVAbola - Dua pekan terakhir mata publik
sepakbola dunia sama-sama tertuju kepada laga
panas dan sarat gengsi di Spanyol yang
mempertemukan dua seteru abadi, Real Madrid
dengan Barcelona. Dan pada akhir pekan ini,
Sabtu, 28 Januari 2012, hal serupa juga akan
terjadi, namun bedanya pandangan mereka akan
mengarah ke dataran Inggris. Ya, dua klub elit di
sana, Liverpool dan Manchester United akan
beradu kuat di putaran keempat FA Cup.
Sama halnya dengan duel antara Madrid kontra
Barcelona, pertemuan Liverpool dengan MU juga
pantas diberi titel 'El Clasico'. Alasannya, laga ini
mempertemukan dua klub elit yang sudah
bertahun-tahun menguasai kompetisi sepakbola di
negeri Ratu Elizabeth.
Memang, dalam beberapa musim belakangan
gegap-gempita pertarungan antara Liverpool
dengan MU sedikit tersaingi oleh Big Match lain
yang tak kalah panas seperti Derby Manchester.
Namun, bila ditilik dari sisi sejarah, tetap saja
hanya pertandingan itu yang paling layak
disetarakan dengan 'El Clasico' di negeri Matador.
Ya, Liverpool dan MU menjadi dua tim dengan
raihan trofi Premier League terbanyak yakni 18
gelar untuk The Reds dan 19 untuk The Red
Devils. Tidak hanya itu, keduanya juga dominan di
kancah FA Cup. MU menjadi pengumpul
terbanyak gelar kejuaran tertua di di dunia itu
dengan 11 trofi, sedangkan Liverpool berada di
posisi keempat dengan koleksi 7 trofi, masih di
bawah Arsenal (10) dan Tottenham Hotspur (8).
Untuk ajang Carling Cup, Liverpool yang merebut
7 gelar mencatatkan diri sebagai peraih trofi
terbanyak di pentas tersebut. Sementara, MU
berada di posisi ketiga dengan 5 raihan lima gelar.
Potensi Rusuh dan Kasus Rasis Evra
Sebagai klub yang memiliki basis pendukung
terbesar serta sangat fanatik, maka tidak heran jika
pertandingan antara Liverpool dan MU ini
dibayangi potensi kerusuhan di dalam maupun
luar stadion. Apalagi, Liverpudlian saat ini punya
dendam pribadi kepada Patrice Evra yang menjadi
biang keladi atas dihukumnya penyerang andalan
tim kesayangan mereka Luis Suarez.
Suarez dipaksa menepi oleh FA karena terbukti
menucapkan kata-kata bernada rasis pada duel
beberapa bulan lalu. Atas tindakannya tersebut
penyerang asal Uruguay itu dilarang tampil dalam
delapan laga serta diharuskan membayar denda.
Meskipun sadar bakal jadi incaran caci-maki publik
Anfield, namun sebagai pemain profesional Evra
tidak mau menghindari pertandingan kontra
Liverpool besok. Keputusan pemain asal Prancis
itupun rupanya didukung oleh pelatihnya. Malah,
Ferguson mengaku akan memberikan tugas lebih
kepada Evra yakni menyandang ban kapten
menggantikan Rio Ferdinand.
"Saya yakin, itu tidak akan menjadi masalah.
Ferdinand bisa saja menjadi kapten jika cedera
tidak menganggunya. Saya memilih kapten dari
pemain yang konsisten bermain. Dan itu ada
dalam diri Evra," papar Fergie.
Sementara, kapten Liverpool, Steven Gerrard
mengimbau agar pendukung timnya tidak
mengganggu pertandingan besar melawan MU
besok. Pemain yang kerap disapa Stevie G itu tak
ingin laga tersebut lebih dikenal karena insiden-
insiden buruk yang terjadi.
"Kami semua punya tanggung jawab untuk
memastikan laga ini selalu dikenang di pentas
sepakbola," kata Gerrard kepada ESPN. "Liverpool
dan Manchester United punya rivalitas hebat yang
bisa mempengaruhi media dan fans."
"Kami tak ingin melihat halaman depan koran-
koran nanti diisi insiden di luar lapangan antara
dua tim terbaik. Hanya berita seputar tim
pemenang yang seharusnya ada," pungkasnya.
Ambisi Pribadi Dalglish vs Ambisi Double
Winners MU
Sebagai pelatih, Kenny Dalglish mengusung
ambisi pribadi ketika menghadapi MU nanti. Pria
asal Skolandia itu ingin mencatatkan kemenangan
pertamanya atas MU di FA Cup sekaligus
membalas kekalahan pada musim lalu di ajang
yang sama.
Meskipun sudah dua kali menangani Liverpool,
sebelumnya, pada 1985 hingga 1991, namun King
Kenny, julukan Dalglish, tercatat baru sekali
memimpin timnya tersebut menghadapi MU di
pentas FA Cup. Duel itu sendiri berlangsung pada
9 Januari 2011, atau sehari setelah dirinya didaulat
menjadi pengganti Roy Hodgson dan hasilnya
mengecewakan, The Kop, julukan lain Liverpool,
kalah dengan skor tipis 1-0.
Jadi sangat wajar bila di pertandingan besok,
Dalglish mengamanatkan anak-anak asuhnya
untuk mengerahkan seluruh kemampuan agar
dapat keluar sebagai pemenang. Dalglish ingin
menebus kegagalan pada debut keduanya
bersama Liverpool, sekaligus menjaga peluang
untuk bisa merengkuh trofi di musim ini, selain
Carling Cup dimana mereka saat ini sudah
memastikan satu tempat di final.
Sayangnya, keinginan Daglish itu akan terganjal
oleh kubu lawan yang juga memiliki ambisi besar.
Sebagaimana di musim-musim sebelumnya, MU
sangat berharap bisa mengawinkan trofi Premier
League dan FA Cup.
Secara rekor keseluruhan MU boleh sedikit
berbangga diri. Dari 155 laga yang mainkan,
mereka sukses mencatat 59 kemenangan,
sementara Liverpool meraih 52 kemenangan dan
sisanya imbang. Tapi, jika dipandang dari rekor
kandang, sejarah buruk malah mengiringi lawatan
MU ke kandang rival bebuyutannya itu. Ya,
statistik mencatat 'Setan Merah' terakhir kali
mengalahkan Liverpool di Anfield 52 tahun silam.
(sj)
5 Pertemuan Terakhir Liverpool vs
Manchester United:
15/10/11 Liverpool 1 - 1 Manchester United
06/03/11 Liverpool 3 - 1 Manchester United
09/01/11 Manchester United 1 - 0 Liverpool
19/09/10 Manchester United 3 - 2 Liverpool
21/03/10 Manchester United 2 - 1 Liverpool
© VIVAnews

Selasa, 18 Oktober 2011

Duel Liverpool vs MU Ditonton 500 JutaOrang

Okdwitya Karina Sari : Sepakbola
detikcom -
Jakarta, Duel
antara Liverpool
dan Manchester
United memang
layak disebut
sebagai
pertandingan
klub terbesar.
Setidaknya label
itu terbukti dari
jumlah
penontonnya di layar kaca yang mencapai 500
juta orang.
Pertandingan yang digelar di Anfield, Sabtu
(15/10/2011) itu berakhir imbang dengan skor
1-1. Steven Gerrard membawa tuan rumah
memimpin lewat tendangan bebasnya sebelum
akhirnya disamakan oleh striker MU, Javier
Hernandez.
Rivalitas Liverpool dengan MU memang sangat
sengit. Atmosfer laga menjadi lebih panas setelah
The Red Devils sukses melewati perolehan trofi
Liga Inggris Liverpool yang dicapainya pada
musim lalu.
Meski demikian, The Reds masih bisa menepuk
dada karena perolehan trofi Liga Champions
mereka yang berjumlah lima masih belum dapat
terkejar rivalnya itu yang hingga kini cuma
memiliki tiga saja.
Dengan sejarah yang dimiliki kedua tim ini maka
tak heran jika pertandingan antara keduanya
selalu jadi pertandingan yang paling ditunggu.
Berikut adalah beberapa statistik global yang
berhasil dirangkum oleh harian Daily Mail yang
dikutip ESPN Star.
211 - Jumlah negara yang menyiarkan Liga Primer
Inggris di seluruh dunia. Itu artinya hanya 27
negara yang tidak mendapatkan siaran ini di
antaranya Afghanistan, Turkmenistan dan
Ukraina. Akan tetapi, negara-negara kecil macam
Kamboja, Fiji dan Madagascar bisa menonton
siaran secara langsung.
500 juta - Banyaknya orang di seluruh dunia yang
menonton pertandingan antara Liverpool
melawan Manchester United yang berakhir 1-1
pada hari Sabtu lalu. Rekor jumlah penonton Liga
Inggris sampai saat ini masih dipegang laga
antara Arsenal vs MU di tahun 2007.
70% - Persentase dari 2,08 miliar penggemar
sepakbola yang secara aktif mengikutip Liga
Primer Inggris, yang diterjemahkan kepada total
1,46 miliyar orang.
4,7 miliar - Total penonton global dari Liga Primer
Inggris tahun lalu, dengan 3,9 miliar orang yang
menonton dari rumah masing-masing.
634 juta - Total dari rumah-rumah yang menerima
siaran Liga Primer Inggris, dengan membukukan
3,9 miliar penonton. Sebanyak 777.000 fans
menonton di luar rumah.
Asia menyumbangkan penonton terbanyak
dengan jumlah 1,3 miliar disusul Amerika Selatan
& Tengah sebanyak 879 juta orang, selanjutnya
Eropa dengan 761 juta orang, Britania Raya 629
juta rang dan Amerika Utara sebanyak 140 juta
orang.
Liga-Pertandingan Terbesar-Disiarkan ke Banyak
Negara
Liga Inggris Liverpool vs Man United 211
Seri A AC Milan vs Inter Milan 52
La Liga Barcelona vs Real Madrid 50
Bundesliga Bayern Munich vs Schalke 23
Liga Belanda Ajax vs PSV Eindhoven 8
Skotlandia PL Celtics vs Glasgow Rangers 8
Liga Prancis Lyon vs PSG 7
Liga Portugal Benfica vs Porto 4

Sabtu, 15 Oktober 2011

'Sejarah Liverpool & MU Patut Dihormati'


Rossi Finza Noor : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,
Laga antara
Liverpool vs
Manchester
United disebut
sebagai salah
satu laga
terpenting di
Premier League
musim ini. Hal
tersebut tak
lepas dari sejarah kedua klub.
Liverpool pernah begitu lama menjadi penguasa
tunggal Liga Inggris. Sampai kemudian datang
seorang pria bernama Alex Ferguson ke kubu
Manchester United. Meski sempat seret gelar di
masa-masa awalnya bersama The Red Devils,
Fergie kemudian terbukti menghadirkan kejayaan
bagi timnya.
Ketika Liverpool mandek gelar, MU justru berjaya.
Torehan 18 gelar milik The Reds perlahan-lahan
dibalap. Sampai pada akhirnya di musim lalu,
ketika MU mendepak Liverpool dari takhta
penguasa dengan torehan 19 gelar.
Untuk diingat, laga di Anfield nanti malam, Sabtu
(15/10/2011), adalah pertama kalinya MU datang
ke markas sang rival dengan status "penguasa
baru".
"Saya selalu menilai ini sebagai pertandingan
paling besar dalam satu musim kompetisi
sepakbola Inggris," ujar Fergie di ESPN Star.
Pria asal Skotlandia itu juga mengingatkan betapa
besarnya sejarah kedua klub. Liverpool lebih
berjaya di Eropa dengan catatan lima kali juara
Liga Champions dan menyandang Badge of
Honour dari UEFA. Sementara itu, MU baru tiga
kali menjadi juara.
"Ini tidak akan berubah. Kedua klub saling
membutuhkan. Sejarah dari kedua kesebelasan
patut untuk dihormati oleh fans dari kedua belah
pihak."

Liga Inggris Pekan Ini, Duel Klasik Dua Penguasa Liga Inggris



Meylan Fredy Ismawan : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,
Manchester
United akan
menghadapi
ujian berat pada
akhir pekan ini.
Pimpinan
klasemen
sementara Liga
Primer Inggris
ini akan bertandang ke markas rival klasiknya,
Liverpool.
Start MU pada musim ini bisa dibilang sangat
baik. Dalam tujuh partai awal, mereka menang
enam kali dan seri sekali. The Red Devils juga jadi
tim paling produktif karena sudah 24 kali
menjebol gawang lawan.
Sementara itu, Liverpool agak tersendat pada
awal musim. Meski sudah jor-joran di bursa
transfer, The Reds sudah dua kali kalah dalam
tujuh pertandingan dan saat ini bertengger di
peringkat kelima klasemen sementara.
Namun, posisi di papan klasemen tak akan terlalu
berpengaruh saat Liverpool dan MU bertemu di
Anfield, Sabtu (15/10/1011). Duel antara dua
pengoleksi trofi terbanyak Liga Inggris ini adalah
pertaruhan gengsi dan harga diri. Kedua kubu
punya sejarah rivalitas panjang dan mendalam.
Sepanjang sejarah, MU dan Liverpool sudah
bertemu 154 kali di semua kompetisi. 'Setan
Merah' tercatat menang 59 kali, kalah 52 kali, dan
sisanya berakhir imbang.
Meski statistik di atas masih memihak mereka,
pasukan Sir Alex Ferguson tetap wajib waspada
penuh. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir,
mereka selalu takluk saat berkunjung ke Anfield.
Terakhir kali MU bisa membawa pulang poin dari
Anfield adalah pada 16 Desember 2007 lewat
kemenangan tipis 1-0. Setelah itu, mereka selalu
kalah dalam tiga musim terakhir, masing-masing
dengan skor 1-2, 0-2, dan 1-3.
Meski tidak mudah, MU tetap wajib memburu poin
penuh atas The Kop. Kehilangan poin di Anfield
jelas akan membahayakan posisi mereka di
puncak klasemen.
Manchester City, yang ada di peringkat kedua dan
punya poin sama dengan MU, berpeluang besar
merebut poin sempurna pada akhir pekan ini. The
Citizens "cuma" akan menghadapi Aston Villa di
Etihad Stadium.
Sementara itu, Chelsea yang ada di peringkat
ketiga akan meladeni Everton di kandang sendiri.
Ada pun Arsenal yang tengah terpuruk di papan
bawah akan menjamu Sunderland.

Duel Dua Penguasa Liga Inggris


Lucas Aditya : Sepakbola
detikcom -
Jakarta,
Liverpool akan
menjamu
Manchester
United di
Stadion Anfield
Sabtu
(15/10/2011)
besok. Laga ini
layak disebut
sebagai
pertandingan akbar, karena mempertemukan dua
pengoleksi terbanyak gelar Liga Inggris.
Berikut ini data fakta pertandingan yang juga
sering disebut dengan "North-West Derby" itu
yang dikutip dari BBC Sport.
* Pertandingan Sabtu (15/10/2011) nanti menjadi
partai ke-182 semenjak kedua klub pertama kali
bertemu pada 28 April 1894. Saat itu Liverpool
unggul dengan skor akhir 2-0.
* MU masih unggul dengan koleksi 71
kemenangan , sedangkan Liverpool baru
mengoleksi 61 kemenangan. Di sisa 50 laga
lainnya kenduanya harus puas bermain imbang,
* Di tiga lawatannya terakhir ke Stadion Anfield,
MU selalu pulang dengan tangan hampa. Terakhir
kali meraih kemenangan didapat tahun 2007.
Saat ittu gol semata wayang Carlos Tevez
mengantar MU mendulang kemenangan.
* Musim ini jadi kali pertama MU melawat ke
Anfield dengan status peraih 19 kali juara Liga
Inggris. Raihan itu melewati rekor Liverpool yang
mengoleksi 18 gelar juara. Sedangkan bagi
Liverpool ini jadi kali pertama bertemu MU sejak
dibeli oleh John W. Henry.
* Kenny Daglish tidak pernah kalah dalam lima
pertandingan terakhir Liverpool melawan MU di
Stadion Anfield. Kemenangan ini juga termasuk
saal mengalahkan MU di tahun perdananya
bersama Sir Alex Ferguson di tahun 1986.
* Ryan Giggs menjadi pemain yang paling banyak
tampil dalam "North West Derby" dengan 41 kali.
Giggs juga sekaligus jadi pemain tertua yang
berlaga dengan usia 37 tahun.
* Jika diturunkan sebagai starter, pertandingan ini
akan jadi kali pertama Steven Gerrard tampil dari
menit awal bersama The Reds musim ini setelah
sembuh dari cedera paha. Uniknya, cedera itu
juga didapat Gerrard saat bertanding melawan
MU bulan Maret yang lalu.
* Wayne Rooney terakhir mencetak gol di Stadion
Anfiled pada 3 March 2007. Saat itu MU unggul
atas tuan rumah dengan skor akhir 0-1
* Pertemuan keduanya jarang berakhir imbang.
Skor imbang terakhir terjadi 18 September 2005
saat berlaga di Stadion Anfield.
* Nemanja Vidic sering menjadi pesakitan kala
bertemu Liverpool. Dari empat kali pertemuan
terakhir, Vidic harus empat kali juga menerima
kartu merah.
* Dirk Kuyt menjadi ancaman bagi MU setelah
pada pertandingan terakhir memborong tiga gol
Liverpool yang membuat MU tunduk dengan skor
akhir 3-1.

Jumat, 14 Oktober 2011

Jelang Liverpool vs MU, Rooney Bakal Dicemooh Publik Anfield

Doni Wahyudi : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,
Terkait rivalitas dengan Everton, Wayne Rooney
selalu dapat 'perlakuaan berbeda' jika Mancheter
United menyambangi Anfield. Akhir pekan ini
cemoohan pada Rooney bakal makin menjadi
menyusul kasus hukum sang ayah dan kartu
merah yang diterima.
Rooney tercatat hanya dua musim memperkuat
Everton dengan kontrak profesional. Meski periode
kebersamaan dengan The Tofees sangat singkat,
itu sudah cukup membuat dia disebali banyak
Liverpudlian.
Bahkan setelah berganti seragam Manchester
United, kedatangan Rooney ke Anfield tetap
membuatnya dapat perlakukan khusus. Hal mana
dipastikan akan terulang akhir pekan ini.
Rooney bahkan harus bersiap mendapat
cemoohan yang lebih hebat lagi. Pemicunya
adalah dua kejadian beruntun yang mendatangi
striker internasional Inggris itu. Demikian dikutip
dari The Times.
Pesepakbola 25 tahun itu pekan lalu dapat kabar
buruk terkait keluarganya saat kepolisian
Liverpool mengonfirmasi penangkapan terhadap
ayah dan pamannya. Kedua orang dekat Rooney
tersebut dituduh terlibat skandal perjudian.
Hanya dua hari berselang Rooney sendiri yang
dapat masalah. Dia dikartu merah saat Inggris
menghadapi Montenegro karena menendang dari
arah belakang seorang pemain lawan. Rooney
langsung dapat kecaman saat itu karena
dianggap membahayakan perjuangan Inggris di
putaran final tahun depan.
Dua kejadian tersebut diyakini akan menjadi
bahan buat fans Liverpool mengolok-olok Rooney
saat kedua tim berhadapan, Sabtu (15/10/2011)
mendatang.
Rooney pernah mengalami kejadian serupa saat
dia dikartu merah dalam laga perempatfinal Piala
Dunia 2006, setelah terlibat perseteruan dengan
Cristiano Ronaldo. Namun ketika itu dia bisa
mengatasi tekanan yang datang dan terus
berkontribusi untuk The Red Devils.