Sabtu, 10 Mei 2014

Jelang Liverpool vs Newcastle Potensi Banyak Gol di Anfield

Kris Fathoni W - detiksport
Getty Images/Jamie McDonald
Jakarta - Situasi di akhir musim ini
dan catatan seputar laga Liverpool
dengan Newcastle United membuat
laga di Anfield pada akhir pekan nanti
menghadirkan peluang akan adanya
banyak gol.
Sempat pegang kendali dalam
perebutan gelar juara Premier
League, Liverpool kini justru
mengekor di belakang pemuncak
klasemen Manchester City dengan
satu laga tersisa. Ada dua poin yang
memisahkan kedua tim.
Kendatipun situasi kini amat berat,
The Reds sudah pasti bertekad untuk
bisa terus memelihara asa menjadi
juara sampai saat-saat terakhir.
Maka tak ada pilihan selain meraih
tiga angka seraya berharap City akan
kalah di laga terakhirnya.
Dalam skenario lain, seandainya The
Citizens cuma meraih hasil seri dan
The Reds bisa menang maka kedua tim
akan punya poin setara dan kampiun
musim ini ditentukan oleh selisih gol.
Dalam hal itu, City sementara unggul
13 gol atas Liverpool.
Dengan situasi itulah Liverpool akan
menjamu tim peringkat sembilan
Newcastle United di Anfield, Minggu
(11/5/2014) malam WIB. Menilik hal
tersebut 'Si Merah' niscaya akan
berusaha sekuat tenaga meraih tiga
angka dengan mencetak gol
sebanyak-banyaknya--terlepas dari
besarnya perbedaan selisih gol
antara kedua tim--demi memelihara
kans.
Potensi akan adanya banyak gol di
Anfield bertambah mengingat dalam
39 laga antara Liverpool lawan Toon
Army sebelum ini tak pernah ada kata
seri tanpa gol. Laga ini bahkan sudah
menghasilkan 126 gol, yang mana
menjadi salah satu partai paling
subur dalam sejarah Premier League.
Menariknya, Liverpool juga tinggal
butuh satu tambahan gol lagi untuk
mencapai kisaran 100 gol Premier
League. Itu merupakan sebuah
torehan khusus dan sejauh ini baru
bisa dilakukan oleh dua tim saja--
salah satunya adalah City pada musim
ini.
Berikut data dan fakta seputar laga
tersebut seperti dirangkum Opta.
- Tak pernah ada hasil imbang tanpa
gol dalam 39 pertemuan antara
Liverpool dengan Newcastle United di
Premier League.
- Sudah ada 126 gol dalam partai
Premier League antara Newcastle
dengan Liverpool, yang mana menjadi
salah satu partai dengan jumlah gol
terbanyak di ajang tersebut.

- Liverpool baru memenangi satu dari
empat partai terakhirnya di laga
penutup musim (satu kemenangan,
satu kali imbang, dua kali kalah), di
mana kemenangan tunggal itu dipetik
musim lalu atas QPR yang sudah
dipastikan terdegradasi (1-0).
- Dalam enam musim terakhirnya di
kasta teratas, Newcastle sudah gagal
meraih kemenangan di laga pekan
terakhir (dua kali imbang, empat kali
kalah).
- Luis Suarez mencatat 31 gol di
Premier League musim ini. Ia butuh
satu gol lagi untuk menorehkan rekor
gol dalam era musim Premier League
berjumlah 38 pertandingan.
- Liverpool cuma butuh satu gol lagi
untuk mencapai 100 gol dalam musim
Premier League, menyamai Chelsea
(103 gol pada 2009-10) dan
Manchester City 100 gol dari 37
partai musim ini.
- Kali terakhir ada lebih dari satu tim
yang mencetak lebih dari 100 gol di
musim yang sama kompetisi kasta
teratas adalah pada 1960-61 (tiga
tim melakukannya).
- Newcastle cuma mencetak empat
gol saja dari tujuh pertandingan
menghadapi tim empat besar di
Premier League saat ini.
- Gol dari Daniel Sturridge sudah
berperan besar membuat Liverpool
meraih 18 poin musim ini; tak ada
peain di Premier League yang
menyumbangkan poin sebanyak ia
untuk timnya musim ini.
- Dari 18 lawatan terakhir ke
Anfield, Newcastle tak kuasa meraih
satu kemenangan pun (15 kali kalah,
3 kali imbang).

Jelang 'Final' Premier League , Kubu Liverpool Akan SMS Carroll dan Downing

Kris Fathoni W - detiksport
Getty Images/Bryn Lennon
Liverpool - Laga
akhir pekan ini
akan menentukan
juara Premier
League:
Manchester City
atau Liverpool.
Dalam posisi tertinggal, 'Si Merah'
turut berharap pada dua mantan
pemainnya yang kini membela tim
yang akan dihadapi oleh The Citizens
pada akhir pekan.
City saat ini memuncaki klasemen
Premier League dengan keunggulan
dua angka atas Liverpool yang berada
di posisi dua. City juga punya selisih
gol besar atas Liverpool--13 gol.
Hal itu tentu membuat peluang
Liverpool untuk finis di posisi
pertama tidak terlalu besar. Harapan
tim besutan Brendan Rodgers itu kini
adalah mengalahkan Newcastle United
dan City terpeleset saat menjamu
West Ham United, dalam partai-partai
yang dilangsungkan Minggu
(11/5/2014) malam WIB.
Terkait harapan tersebut, Liverpool
pun sekaligus akan menumpukan asa
kepada Andy Carroll dan Stuart
Downing, dua penggawa West Ham
yang sebelumnya pernah jadi
penghuni Anfield.
"Kami akan meng-SMS mereka
sebelum hari Minggu," kata gelandang
Liverpool Lucas Leiva kepada Daily
Star yang dikutip Sports Mole.
"Tentu saja mereka sudah pernah
berada di sini bersama kami, bekerja
bersama-sama dengan kami dan saya
yakin mereka akan melakukan yang
mereka mampu untuk meraih angka
buat West Ham dan dengan begitu
mereka akan membantu kami.
"Musim belum berakhir karena kami
masih memiliki Newcastle untuk
dihadapi. Tak mudah mengharapkan
City akan terpeleset tapi kami masih
harus tetap percaya sesuatu yang
indah akan muncul," tegas pemain
asal Brasil tersebut.

Jelang Liga Inggris Allardyce Ingin Lihat Gerrard Menangi Premier League

Meylan Fredy Ismawan - detiksport

London - Manajer West Ham United
Sam Allardyce ingin melihat Steven
Gerrard memenangi trofi Premier
League. Allardyce pun akan mencoba
membantu Gerrard melakukannya.
Sudah jadi rahasia umum bahwa
Gerrard sangat merindukan trofi
liga. Dalam kariernya sebagai pemain,
dia belum sekali pun memenangi gelar
tersebut.
Harapan Stevie G untuk memenangi
Premier League sempat membesar
ketika Liverpool memuncaki klasemen
beberapa waktu lalu. Tapi, akibat
terpeleset pada dua laga
terakhirnya, The Reds kini berada di
posisi kedua dan nasib mereka akan
sangat ditentukan oleh hasil yang
didapat Manchester City.
Untuk jadi juara, Liverpool bukan
cuma harus mengalahkan Newcastle
United di Anfield, Minggu
(11/5/2014). Mereka juga
mengharapkan City kalah dari West
Ham di Etihad Stadium.
Allardyce menyadari bahwa peluang
timnya untuk mengalahkan City di
Etihad tidak besar. Meski begitu, dia
memastikan West Ham akan
mengeluarkan kemampuan terbaik.
"Dari sudut pandang orang netral,
saya pikir semua orang ingin melihat
Liverpool memenanginya, dan dari
sudut pandang pribadi saya ingin
melihat Steven Gerrard
memenanginya," aku Allardyce di Sky
Sports.
"Itu adalah hal terakhir untuknya,
yang belum dia capai di Liverpool. Dia
bermain untuk satu klub sepanjang
hidupnya," tambahnya.
"Kita semua tahu Manchester City
dalam kekuatan terbaiknya akan
sangat sulit dilawan. Kami akan
bermain di sana dan memberikan
performa yang fantastis untuk
menghentikan mereka meraih titel
pada hari itu," kata Allardyce.

Gerrard: Kami Terpeleset, tapi Kami Akan Terus Berjuang

Doni Wahyudi - detiksport
Andrew Powell/Liverpool FC via Getty
Images
Liverpool - Steven Gerrard sudah bisa
'menertawakan' insiden dirinya
terpeleset di laga Liverpool dengan
Chelsea. Disebutnya, sekadar
terpelset tak akan membuat dirinya
dan seluruh penggawa The Reds
menyerah.
Gerrard jadi pemberitaan - dan juga
olok-olok - saat membuat kesalahan
yang berujung jebolnya gawang
Liverpool. Bermain di Anfield dalam
laga yang berpeluang menentukan
persaingan menjadi juara, dia
terpeleset di atas lapangan. Bola
yang lepas dari kakinya diambil Demba
Ba dan dilesakkannya ke gawang
Simon Mignolet.
Gol tersebut dianggap berpengaruh
besar atas hasil akhir laga, di mana
The Reds menyerah 0-2 atas The
Blues . Kekalahan itupun membuat
kans skuat besutan Brendan Rodgers
untuk jadi juara mengecil lantaran
Manchester City yang jadi pesaing
utama terus meraih kemenangan.
Dua pekan setelah kejadian tersebut,
Gerrard sepertinya sudah bisa
legowo . Dalam sebuah wawancara
dengan media di Inggris dia
menyinggung insiden tersebut.
"Pesan terbesar yang Anda dapat saat
mengikat kontrak dengan klub ini
adalah Anda tidak boleh terlalu
jemawa saat memenangi penghargan
atau trofi dan jangan terpuruk saat
terpeleset - dalam artian terpeleset
yang sebenarnya," ujar Gerrard di
Daily Mail .
"Anda terus berjuang dari satu
pertandingan ke pertandingan lain.
Tapi untuk saya, saya bertahan di
sini dan sangat bangga dengan rekan
setim, dan saya yakin kami akan
terus bersama dan kami akan bisa
menambah kekuatan yang dibutuhkan
di musim panas demi masa depan yang
lebih baik di klub ini," tegas dia.
Kekalahan atas Chelsea dan
dilanjutkan dengan membuang
keunggulan 3-0 saat diimbangi
Crystal Palace membuat The Reds kini
duduk di posisi dua klasemen Premier
League saat kompetisi tinggal
menyisakan satu pertandingan lagi.
Kemenangan atas Newcastle United di
laga pamungkas tak akan berarti jika
pada laga lain City menang saat
menjamu West Ham United.

Menghidupkan Lagi Suasana Ruang Ganti Liverpool yang Sedang Lesu

Mohammad Resha Pratama - detiksport

Liverpool - Suasana ruang ganti
Liverpool sedang tak seceria pekan-
pekan sebelumnya. Akhir pekan ini
diharapkan suasana dressing room 'Si
Merah' bisa kembali riang gembira
lagi, tentu dengan hadirnya trofi
Premier League.
Hasil imbang didapat Liverpool kala
menghadapi Crystal Palace setelah
sempat unggul 3-0, mereka harus
puas dengan skor akhir 3-3. Ini
membuat The Reds harus rela dalam
posisi sulit jelang penentuan gelar
juara akhir pekan ini.
Liverpool harus memenangi laga
kontra Newcastle United sambil
berharap Manchester City kalah dari
West Ham United agar trofi juara
terbang ke Anfield, bukan Etihad
Stadium.
"Ruang ganti benar-benar lesu usai
laga itu, mungkin yang paling lesu
sejak saya bergabung ke klub ini,"
ujar gelandang Liverpool Lucas Leiva
seperti dikutip Liverpool Echo.
"Dalam tempo waktu delapan menit di
Palace Senin malam lalu, kami
kehilangan kemenangan karena
lengah," sambungnya.
"Anda bisa lihat wajah para pemain
saat menghadiri award (Liverpool
Echo) bahwa kami belum bisa bangkit
setelah laga kontra Palace. Sehari
setelahnya selalu tidak
menyenangkan."
"Sulit menjelaskan mengapa itu
terjadi. Saya melihat wawancara
manajer usai laga dan dia bilang
bahwa ia membuat beberapa
keputusan yang tidak tepat. Kami
harus belajar dari itu."
Kini Liverpool hanya bisa berharap
keajaiban itu datang akhir pekan ini
demi menghidupkan lagi peluang
mereka jadi juara. Namun fokus The
Anfield Gang saat ini hanyalah untuk
memenangi laga kontra Newcastle
dan tak memikirkan hasil lain di laga
City.
"Kami tidak akan tahu apa yang akan
terjadi hari Minggu nanti. Kami sudah
hampir dekat dan mungkin jika kami
mendapat satu-dua keberuntungan,
maka kami bisa memenanginya."
"Kami hanya harus memperbaiki dan
lihat apakah kami bisa mendapatkan
keberuntungan. Kami tahu itu akan
sulit," demikian pemain internasional
Brasil itu.

Henderson: Trofi Premier League untuk Lupakan Kartu Merah Lawan City

Mohammad Resha Pratama - detiksport
Getty Images/Alex Livesey
Liverpool -
Jordan Henderson
masih tak bisa
melupakan kartu
merah yang
didapatnya di
laga lawan
Manchester City.
Kini Henderson hanya bisa berharap
keajaiban bahwa Liverpool jadi juara
dan ia bisa melupakan kejadian itu.
Henderson mendapat kartu merah di
menit-menit akhir laga kontra City
di Anfield 13 April lalu di mana
Liverpool menang 3-2. Ia pun harus
absen di tiga laga terakhir melawan
Norwich City, Chelsea, dan Crystal
Palace.
Entah berhubungan atau tidak,
absennya Henderson membuat
penampilan Liverpool limbung dan
mereka hanya bisa menang 3-2 atas
Norwich, lalu kalah 0-2 dari Chelsea,
dan main imbang 3-3 dengan Palace
usai memimpin 3-0.
Alhasil peluang juara Liverpool
mengecil dan hanya bisa berharap
Manchester City kalah dari West Ham
United di pekan terakhir, untuk bisa
merengkuh trofi Premier League
asalkan mampu mengalahkan
Newcastle United.
Tak ayal hal ini masih disesali oleh
Henderson hingga saat ini dan
menganggap dirinya sudah melakukan
hal konyol yang berefek kurang baik
untuk tim.
"Hal itu selalu kupikirkan beberapa
kali, khususnya di beberapa hari
pertama. Malam itu aku duduk dan
berpikir: 'Apa yang sudah
kulakukan?'" ujar Henderson seperti
dilansir situs resmi tim.
"Aku tidak tahu bahwa kartu merah
itu akan membuatku langsung absen
di tiga laga, tapi setelah laga
beberapa orang memberitahuku soal
itu. Aku sangat terpukul,"
sambungnya.
"Tapi di saat bersamaan, jika aku
tidak membuat tekel itu dan mereka
bisa merebut bola serta mencetak
gol, aku tidak akan pernah bisa
memaafkan diriku sendiri."
Akhir pekan ini Henderson sudah bisa
kembali ke starting eleven saat
menjamu Newcastle di Anfield.
Sebelum absen di tiga laga tersebut,
Henderson selalu bermain di 34 laga
beruntun dan hanya sekali diganti.
"Tidak masalah siapa yang kami
lawan. Jika kami menjadi juara,
tidak peduli siapa yang kami
kalahkan," tegas gelandang 23 tahun
itu.
"Anyway, ini bukan soal diriku atau
pemain lain. Ini soal Liverpool dan
memenangi laga terakhir kami demi
memperbesar peluang menjadi juara."
"Jika kami melakukan itu, aku tidak
akan lagi memikirkan soal tekel itu,"
demikian dia.

Kamis, 08 Mei 2014

Pernah Dibeli Mahal, Carroll & Downing Kini Bisa Berjasa untuk The Reds

Doni Wahyudi - detiksport

Jakarta -
Liverpool terus menjaga asa menjuarai Liga
Inggris. Akhir pekan ini The Reds berharap
dua mantan pemain yang pernah dibeli mahal, Andy Carrol dan Stewart Downing, bisa berjasa menjungkalkan Manchester City.
Hanya ada satu skenario tersisa untuk Liverpool bisa menjuarai Premier League di akhir pekan ini.
The Reds harus meraih kemenangan saat menjamu Newcastle United dan pada pertandingan lain Manchester City kalah saat menjamu West Ham United.
Di Anfield, Liverpool jelas akan
berjuang mati-matian demi meraih
tiga poin. Tapi itu akan percuma
kalau di Etihad Stadium West Ham tak
bisa menjegal City. Maka kalau ada
harapan yang bisa dititipkan seluruh
penggawa dan pendukung Liverpool,
itu akan mereka serahkan pada Andy
Carroll dan Stewart Downing.
Carroll dan Downing adalah mantan
pemain Liverpool yang kini
berseragam West Ham. Keduanya
dibeli dengan harga mahal namun
tidak pernah benar-benar mengilap
saat menetap di Anfield dalam periode
yang terbilang singkat.
Untuk Carroll, Liverpool harus
merogoh kocek sebesar 35 juta
poundsterling demi membawanya dari
Newcastle di Januari 2011. Striker
berkebangsaan Inggris itu kemudian
dianggap flop karena cuma membuat
11 gol dari 58 penampilan. Pada
Agustus 2013 dia resmi dijual ke West
Ham dengan banderol 15 juta
poundsterling.
Enam bulan setelah Carroll datang di
Anfield, datang menyusul Dwoning.
Manajemen 'Si Merah' juga
mengeluarkan uang dalam jumlah
yang tak sedikit karena mereka
harus mentransfer 20 juta
poundsterling pada Aston Villa.
Kebersamaan Downing dengan
Liverpool juga tak berlangsung lama
karena dia cuma dua musim berada di
sana. Tampil di 91 pertandingan,
pesepakbola yang kini berusia 29
tahun itu membuat tujuh gol.
Mempertimbangkan kemenangan telak
4-0 City atas Villa dinihari tadi, sulit
untuk menjagokan Carroll dan
Downing bisa membantu West Ham
meraih kemenangan di Etihad
Stadium. Apalagi skuat besutan
Manuel Pellegrini punya rekor bagus
di kandang dengan meraih 15
kemenangan dari 17 laga.
Tapi Premier League sudah
menghadirkan sangat banyak kejutan
di musim ini. Mulai dari Manchester
United yang terpuruk ke posisi tujuh
sampai Liverpool kehilangan
keunggulan setelah memimpin 3-0
atas Crystal Palace.
Kalau dua tahun lalu Queens Park
Rangers nyaris membuat City berduka
di pekan terakhir kompetisi, West
Ham mungkin bisa mengulang skenario
serupa.