Rossi Finza Noor - detiksport
Rio de Janeiro -
Piala Dunia sudah
selesai untuk Luis Suarez. Penyerang
Uruguay tersebut dinyatakan
bersalah usai menggigit bahu Giorgio
Chiellini dan dapat larangan tampil
untuk beberapa bulan ke depan.
Dalam konferensi pers yang dihelat
oleh FIFA di Rio de Janiero, Kamis
(26/6/2014), Suarez dinyatakan tidak
boleh tampil dalam sembilan laga
resmi internasional dan larangan
beraktivitas di semua kompetisi dan
kegiatan sepakbola selama empat
bulan.
Selain itu, Suarez juga mendapatkan
denda sebesar 82.227 euro (sekitar
Rp 1,3 miliar).
"Luis Suarez dihukum larangan tampil
selama sembilan pertandingan resmi
internasional. Larangan ini mulai
berlaku pada laga Piala Dunia
berikutnya antara Kolombia melawan
Uruguay pada 28 Juni 2014."
"Larangan tampil berikutnya berlaku
untuk sisa pertandingan Uruguay di
Piala Dunia, selama mereka masih
bertahan di kompetisi ini, atau di
pertandingan resmi tim yang
diperkuatnya berikutnya."
"Luis Suarez juga dilarang melakukan
kegiatan yang berkaitan dengan
sepakbola (kegiatan administratif,
keolahragaan atau apapun itu)
selama empat bulan."
Kendati demikian, FIFA juga
menyatakan bahwa Suarez masih
diperbolehkan untuk pindah klub
pada rentang waktu empat bulan
tersebut.
Jumat, 27 Juni 2014
Suarez Dihukum tak Boleh Main 4 Bulan
Kamis, 26 Juni 2014
Butcher: Hukuman Untuk Suarez Tak Perlu Sampai di Level Klub
26-06-2014 00:07
Suarez gigit Chiellini. (c) afp
Bola.net - Aksi gigitan Luis Suarez pada
Giorgio Chiellini memantik reaksi dari
mantan Kapten Timnas Inggris, Terry
Butcher . Ia mengatakan bahwa jika
memang Suarez dihukum, hukuman
tersebut cukup di level internasional
saja.
Sebelumnya, Suarez menggigit Chiellini
saat Uruguay bersua Italia di matchday 3
grup D Piala Dunia 2014, Rabu (25/06).
Usai terjadinya insiden tersebut, muncul
banyak desakan agar Il Pistolero dihukum
oleh FIFA.
Ada sebagian pihak yang menyebut
hukuman bagi Suarez seharusnya juga
mencakup hingga level klub. Namun ada
pula yang seperti Butcher, yang
menyerukan agar hukuman bagi pemain
Liverpool itu hanya untuk di level
internasional saja.
"Saya rasa hukumannya hanya di level
internasional saja. Insiden itu terjadi di
level internasional, dia bermain bagi
negaranya, tak ada hubungannya dengan
Liverpool, atau kemanapun klub yang
akan dia tuju jika memang dia akan
hengkang. Saya rasa hukumannya cukup
di level internasional," tegasnya pada Sky
Sports News . (sky/dim)
Liverpool Adakan Pertemuan Khusus Bahas Ulah Suarez?
Rabu, 25 Juni 2014 12:53 WIB
Luis Suarez. (c) AFP
Bola.net - Liverpool dilaporkan akan
segera mengadakan rapat khusus, di mana
mereka akan memutuskan sikap apa yang
harus diambil untuk menyikapi aksi gigitan
Luis Suarez terhadap Giorgio Chiellini di
Piala Dunia 2014.
Aksi tersebut membuat Suarez kini tengah
berada di bawah investigasi FIFA. Meski
Uruguay lolos ke babak 16 besar, sang
pemain mungkin tak bakal bisa beraksi di
fase berikutnya. Berbagai klaim menyebut
ia terancam sanksi 2 tahun di kancah
Internasional.
Jajaran pelatih di Liverpool memahami
bahwa hukuman tersebut tidak akan
berpengaruh pada status Suarez di level
klub, namun menurut laporan yang
diturunkan oleh The Mirror , pihak
manajemen mungkin sudah kehabisan
kesabaran untuk meladeni sikap pemainnya
itu.
Namun demikian Liverpool menolak untuk
mengeluarkan pernyataan resmi sebelum
mereka mendapatkan laporan lengkap dari
Brasil, dan akan berbicara dengan manajer
Brendan Rodgers sebelum menentukan
sikap. (mir/rer)
'Satu Gigitan Tak Ubah Nilai Suarez di Liverpool'
25-06-2014 14:44
Luis Suarez. (c) AFP
Bola.net - Legenda Liverpool, Jan Molby,
mengatakan bahwa andai semua terserah
padanya, maka Luis Suarez akan tetap
berada di klub meski ia belum lama ini
terlihat menggigit Giorgio Chiellini , saat
Uruguay kalah 0-1 dari Italia di Piala
Dunia 2014.
Molby paham bahwa FIFA akan
menurunkan hukuman yang berat untuk
Suarez, namun hal tersebut tak lantas
membuat ia layak dilepas oleh klub
karena tak mudah mencari pemain
dengan kualitas sepadan seperti dirinya.
"Saya yakin Liverpool amat sedih melihat
apa yang sudah terjadi. Anda tidak ingin
melihat salah satu pemain anda berlaku
seperti itu," tutur Molby menurut laporan
Liverpool Echo.
"Saya akan mempertahankan Suarez, tak
perduli apapun yang terjadi. Sulit untuk
menemukan dirinya karena tak banyak
pemain yang punya kemampuan seperti
itu. Intinya, Luis Suarez punya nilai yang
amat besar untuk Liverpool dan insiden
terakhir ini tidak mengubah hal
tersebut," pungkasnya.
Suarez hingga saat ini sudah
mencatatkan dua gol di Piala Dunia
2014. (liv/rer)
Dianggap Rusak Nama Baik Liverpool, Suarez Diminta Hengkang Dianggap Rusak Nama Baik Liverpool, Suarez Diminta Hengkang
25-06-2014 16:50
Luis Suarez (c) AFP
Bola.net - Mantan striker Liverpool,
Robbie Fowler mengungkapkan bahwa
dirinya yakin bahwa Luis Suarez bisa saja
hengkang dari Anfield setelah adanya
insiden gigitan di laga Piala Dunia 2014.
Seperti diketahui, FIFA melakukan
investigasi terkait insiden gigitan Suarez
kepada bek Italia, Giorgio Chiellini pada
laga yang dimenangkan Uruguay dengan
skor 1-0 tersebut.
Bila terbukti melakukan gigitan, maka itu
akan menjadi yang ketiga setelah insiden
di Ajax Amsterdam dan di Liverpool,
ketika dia menggigit lengan bek Chelsea,
Branislav Ivanovic.
Selain insiden gigitan itu, Suarez sendiri
sempat terlibat insiden rasial kepada bek
Manchester United, Patrice Evra. Insiden-
insiden inilah yang diyakini Fowler bisa
membuat Liverpool kehabisan kesabaran.
"Sebagian besar fans Liverpool
mencintainya sebagai pemain. Namun dia
terus menyeret nama klub kepada
lumpur. Itu tak bisa dibenarkan, terutama
setelah bagaimana mereka membantunya
terakhir kali. Saya tak akan terkejut bila
Suarez hengkang saat ini," ujarnya
kepada talkSPORT .
"Dia orang yang berbeda di lapangan.
Saya bingung. Dia menyeret nama baik
Liverpool ke dalam lumpur lagi dan lagi.
Itu tak bisa dibenarkan dan saya tak bisa
terus membelanya," tandasnya. (ts/dzi)
Jumat, 26 April 2013
Rodgers: Saya Terdepan Bela Suarez
| Luis Suarez
Bola.net - Manajer Liverpool, Brendan Rodgers angkat bicara soal sanksi yang diterima Luis Suarez. Menurutnya, larangan bermain 10 pertandingan yang diberikan kepada Suarez membuat pihaknya kecewa.
Rodgers mengaku shock dengan sanksi yang diterima oleh Suarez. Selain itu pihaknya juga keberatan dengan durasi hukuman tersebut. Menurutnya, apa yang diterima Suarez terlalu berat, mengingat banyak insiden yang lebih parah dari apa yang dilakukannya, namun mendapat sanksi lebih ringan.
"Pemain ini telah mencoba untuk berubah, dia melakukan pekerjaan yang brilian di musim ini dan saya selalu berada di depan untuk membelanya," Ujar Rodgers.
"Dia membutuhkan bantuan. Itulah yang akan kita lihat untuk menyediakan. Yang terpenting adalah memastikan hal tersebut tidak terjadi lagi, " Pungkasnya.
Striker asal Uruguay tersebut mendapat hukuman setelah menggigit pemain Chelsea, Branislav Ivanovic. Dan Kubu The Reds masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding terkait sanksi yang diterima Suarez tersebut. (mir/gag)
Rodgers Maklum Jika Suarez Ingin Pindah
Hukuman berat itu dijatuhkan FA kepada Suarez setelah menggigit lengan Branislav Ivanovic dalam laga Liverpool vs Chelsea, akhir pekan lalu. Sanksi itu memicu menimbulkan pro tapi juga kontra dengan mengkritisi sikap FA yang dinilai terlalu "kejam" kepada Suarez.
Menurut laporan media-media setempat, striker Uruguay itu diyakini akan mengupayakan cara untuk hengkang dari Premier League. Seiring dengan ketertarikan dari klub-klub top macam Juventus, bayern Munich dan Atletico madrid.
Rodgers mengungkapkan simpatinya kepada Suarez. Ia juga akan menerima apabila pemainnya itu merasa perlu untuk meninggalkan sepakbola Inggris.
"Ya, saya memahami hal itu 100 persen," ucap Rodgers yang dikutip ESPN. "Dia adalah orang yang setiap hari saya jumpai dan dia sudah bekerja sangat keras. Gairahnya dalam kehidupan hanya dua; keluarganya dan Liverpool. Dia mencurahkan segalanya ke dua hal itu."
"Ini adalah bagian dari penebusannya -- Anda tidak bisa mengubah hal itu--tapi saya berpikir bahwa dia mencoba beradaptasi dengan sifat-sifat yang dibawanya ketika masih kecil dan kebudayaan di sini.
"Setiap kali dia mencoba maju kami melihat dia dijatuhkan. Saya bisa memahami jika dia merasa seperti itu (ingin hengkang dari Inggris)," sambung mantan manajer Swansea City tersebut.
"Saya sudah banyak berdiskusi dengan Pere Guardiola (agen Suarez) dalam beberapa hari terakhir. Mereka senang dengan apa yang sudah klub lakukan tidak hanya untuk melindungi tapi juga mendukung dia tapi juga paham bahwa dia membutuhkan pertolongan."
(rin/cas)
Adilkah Hukuman 10 Laga Untuk Suarez?
Beberapa pihak menilai FA berlebihan dan tidak adil. Benarkah FA 'memusuhi' Suarez? Jika melihat beberapa kasus sebelumnya, sepertinya ada indikasi ke arah itu.
Sejumlah suara dari dunia maya membandingkan hukuman Suarez dengan pemain-pemain lain yang pernah melakukan tindakan tidak terpuji di persepakbolaan Inggris. Berikut beberapa di antaranya.
Setelah laga, Arsene Wenger meminta Taylor dicekal seumur hidup. Presiden FIFA Sepp Blatter pun mendesak FA untuk menambah hukuman Taylor dari skorsing yang standar sebanyak tiga laga. Namun, FA menolak karena mereka menilai tidak ada niat buruk dari Taylor untuk mencederai Eduardo.
Eduardo sendiri baru bisa bermain lagi setahun setelahnya.
Kasus rasisme juga pernah mewarnai karier Suarez. Namun, dia bukan satu-satunya. Kapten Chelsea John Terry juga sama.
Saat rasisme Suarez terhadap Patrice Evra di musim 2011/12 membuatnya dijatuhi hukuman delapan laga, Terry hanya diskors empat laga akibat perkataannya pada Anton Ferdinand.
Untuk urusan gigit-menggigit, striker Tottenham Jermain Defoe juga pernah. Pada musim 2006/07 silam, Defoe melakukannya terhadap Javier Mascherano yang saat itu masih memperkuat West Ham. FA tidak mengambil tindakan lebih lanjut karena wasit Steve Bennertt sudah mengganjar Defoe dengan kartu kuning.
(tel/101/gia)
Terkait Sanksi untuk Suarez, Rodgers Kritik FA
Rodgers menilai, Federasi Sepakbola Inggris (FA) sudah menjatuhkan hukuman lebih kepada individunya dan bukan kepada insiden terkait, menyusul hukuman untuk Suarez atas tindakannya menggigit bek Chelsea Branislav Ivanovic.
"Hukuman itu lebih kepada orangnya ketimbang insidennya. Kami dijatuhi hukuman tanpa niatan membantu rehabilitasi (Suarez)," kritik Rodgers seperti dikutip BBC.
Atas hukuman tersebut, Suarez dan Liverpool memiliki waktu sampai dengan hari Jumat (26/4/2013) waktu lokal untuk melakukan banding. Tetapi jika keputusan FA bertahan, 'Si Merah' akan kehilangan Suarez sampai sekitar September depan.
"Kami terkejut dan amat kecewa. Adalah kadar kerasnya sanksi itu yang paling melukai. Itu adalah sesuatu yang membuat kami sangat kecewa."
"Saya cuma bisa membandingkan dengan insiden lain yang pernah ada. Kita melihat dua insiden lain dari tipe skenario ini, keduanya pada 2006," ujar Rodgers.
Tampak membandingkan dengan keputusan FA untuk tidak mendakwa pemain Tottenham Hotspur Jermain Defoe yang terlihat menggigit Javier Mascherano, saat itu membela West Ham, Rodgers mengatakan, "Satu pemain tidak menerima hukuman dan terus dipilih FA sebagai bagian timnas Inggris."
"Pemain kedua menerima sanksi lima pertandingan. Maka Anda bisa bayangkan ketika Luis Suarez menerima skors 10 pertandingan, amat sangat sulit buat kami untuk memahaminya dan lebih sulit lagi untuknya."
"Jika saya memilki lebih banyak pemain dengan mentalitas serupa kami akan berada di posisi berbeda. Ia tidak mengecewakan saya sedikit pun."
"Standar ditentukan oleh klub--ia jatuh jauh di bawah itu akhir pekan lalu. Tapi itu bukan berarti ia harus dicampakkan ke tempat sampah, yang mana itulah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini," nilai Rodgers.
(krs/mfi)
Reina: Hukuman untuk Suarez Tidak Masuk Akal, Berlebihan, dan Tidak Adil
Suarez kedapatan menggigit tangan Branislav Ivanovic saat Liverpool menjamu Chelsea di lanjutan Liga Primer Inggris, Minggu (21/4/2013) malam WIB lalu.
FA mendakwa Suarez telah melakukan tindak kekerasan. Striker asal Uruguay itu kemudian dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman larangan bertanding sebanyak 10 laga.
Reina menilai hukuman untuk rekan setimnya itu terlalu berlebihan dan tidak adil. Menurutnya, Suarez diperlakukan berbeda karena latar belakangnya.
"Aku menganggap diriku sebagai teman Luis. Orang-orang di Inggris memperlakukannya dengan berbeda karena dia orang Uruguay, karena sebelumnya dia sudah melewati episode seperti ini," sahut Reina kepada Cadena Cope seperti dikutip Sportsmole.
"Dia tahu apa yang dilakukannya salah tapi larangan bertanding 10 pertandingan tampak tidak masuk akal, berlebihan, dan tidak adil. Tampaknya orang-orang membuat keputusan untuk menyakiti Luis. Begitulah aku melihatnya."
"Aku tahu Luis dan aku tahu dia di luar lapangan dia berbeda, dia adalah orang yang baik dan rekan setim yang hebat. Tapi karena cara dia bermain, dia agresif dan sangat kompetitif, dia bermain seperti pemain jalanan dan kadang caranya itu membuatnya mendapat masalah."
Reina juga menilai ada banyak kemunafikan dalam sistem hukuman di sepakbola Inggris. Dia merujuk pada kasus John Terry di mana kapten Chelsea itu cuma dihukum empat pertandingan saat terlibat kasus rasisme dengan Anton Ferdinand.
"Ada banyak kemunafikan. Beberapa pemain diperlakukan berbeda dari yang lain. Di kasus rasisme, dia yang terbukti mendapat hukuman empat pertandingan dan Luis delapan pertandingan," imbuh Reina.
(nds/cas)
Suarez Diklaim Pertimbangkan Masa Depannya di Liverpool
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Suarez dijatuhi hukuman berat itu setelah terbukti bersalah menggigit lengan bek Chelsea, Branislav Ivanovic dalam pertandingan yang berakhir 2-2 di Anfield akhir pekan lalu.
Atas insiden ini, pesepakbola berusia 26 tahun itu sudah meminta maaf kepada Ivanovic dan mendapat sanksi berupa denda dari klubnya. Namun rupanya, hal itu tetap tidak dapat menghindarkan Suarez dari sanksi berat dari FA.
Dengan skorsing ini, Suarez tidak akan tampil di empat laga sisa Liverpool musim ini dan tidak akan kembali sampai September nanti. Ia masih akan menjalani skorsing enam laga tambahan jika hengkang ke luar negeri seperti yang terjadi pada Joey Barton ketika pindah ke Marseille saat menjalani skorsing 12 pertandingan di QPR.
Menurut Guardian, Suarez kini tengah mempertimbangkan mengenai masa depannya bersama Liverpool. Pihak klub memang berkali-kali mengatakan tidak berniat menjual mantan pemain Ajax Amsterdam ini.
Akan tetapi, Liverpool diyakini khawatir setelah hukuman larangan bertanding ini, Suarez akan merasa dirinya diperlakukan dengan kejam oleh otoritas sepakbola Inggris sehingga mulai membuka tawaran dari tim-tim Eropa lainnya.
Hukuman Suarez ini memicu kritik terhadap FA sendiri karena tidak konsisten. FA tidak menjatuhi hukuman serupa terhadap Jermaine Defoe karena menggigit Javier Mascherano pada 2006 dengan alasan Defoe sudah mendapat kartu kuning di laga tersebut.
Skorsing ini juga lebih lama dari skorsing kasus rasisme Suarez terhadap Patrice Evra dan mendapat perlakuan berbeda dari FA dari John Terry yang terjerat kasus serupa.
Dan apabila Suarez akhirnya meninggalkan Liverpool sejumlah klub top Eropa siap menampungnya. Juara Italia, Juventus dipercaya masih tertarik kepada Suarez sejak musim lalu sedangkan Bayern Munich juga tak kalah kencang dikabarkan berminat mendapatkan permain begigi kelinci itu.
Adapula Atletico Madrid membidik Suarez untuk mengisi posisi Radamel Falcao yang belakangan ini santer disebutkan akan pergi di musim panas.
(rin/cas)
PFA: Sanksi FA Adalah Pembelajaran Untuk Suarez
| Luis Suarez
Bola.net - CEO Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA), Gordon Taylor mendukung keputusan FA untuk menghukum Luis Suarez 10 pertandingan, sebagai pembelajaran bagi striker Liverpool.
Suarez mendapat kesempatan hingga hari Jumat untuk melakukan banding, menyusul dakwaan kekerasan atas gigitan kepada Branislav Ivanovic. Sebelumnya, penyerang timnas Uruguay itu menilai hukuman tiga laga sudah akan cukup baginya.
Sebelumnya pihak PFA menolak untuk menghapus nama Il Pistolero, dari daftar nominasi peraih penghargaan mereka musim ini. Namun menurutnya sanksi ini akan membuat Suarez melakukan introspeksi.
"Saya kira ada sebuah pendekatan kembar di sini. Ada sebuah sanksi, namun juga sebuah edukasi untuk meyakinkan hal ini tak terjadi lagi," ujar Taylor.
"Efek jera akan mengirim pesan yang kuat, namun yang ingin kembali saya tekankan adalah untuk mengembalikan Suarez kepada kemampuannya, dan meyakinkan bahwa ada program konseling yang tepat."
PFA juga mengaku bakal melakukan penilaian kepada pemain, murni dari unsur kemampuan oleh bola mereka. Untuk itu, mereka juga menyarankan Suarez untuk berkonsultasi dengan pihak psikolog olahraga di Liverpool. (espn/atg)
Liverpool & Suarez Kecewa dengan Keputusan FA
"Baik klub maupun pemain terkejut dan kecewa dengan beratnya keputusan Komisi Regulator Independen pada hari ini," kata Managing Director Liverpool Ian Ayre di situs resmi klub itu.
"Kami akan menunggu alasan tertulisnya keesokan hari, sebelum membuat komentar lebih lanjut," imbuh Ayre.
Seperti diberitakan sebelumnya, FA menjatuhkan hukuman larangan bertanding sebanyak 10 pertandingan untuk Suarez, setelah penyerang asal Uruguay tersebut kedapatan menggigit bek Chelsea Branislav Ivanovic dalam laga Liverpool kontra Chelsea akhir pekan lalu.
Kejadian itu lolos dari pengamatan wasit Kevin Friend dan Suarez lolos dari hukuman di atas lapangan. Namun, rekaman kamera televisi menjadi landasan yang cukup kuat bagi FA untuk bertindak.
Sebelum mengeluarkan keputusannya, FA mendakwa Suarez atas tindak kekerasan. Suarez memilih menerima dakwaan tersebut, kendati juga menyangkal klaim FA bahwa hukuman standar berupa hukuman larangan bertanding tiga laga tidak cukup untuk pelanggaran itu.
Menyusul jatuhnya vonis dari FA, Suarez kini memiliki waktu sampai hari Jumat (26/4/2013) untuk melakukan banding.
(krs/roz)
Luis Suarez Diskors 10 Laga
"Luis Suarez diskors 10 pertandingan setelah Komisi Regulator Independen menyatakan bersalah atas tindak kekerasan hari ini," demikian pernyataan yang ditulis di situs resmi FA.
"Tiga orang yang berada dalam Komisi Regulator Independen menegaskan pernyataan FA bahwa skors tiga pertandingan tidak cukup dan sang pemain akan mendapatkan tambahan skors tujuh pertandingan, sebagai tambahan dari skors standar tiga pertandingan."
"Hukuman tersebut berlaku secepatnya," lanjut pernyataan itu.
Suarez jadi sorotan dalam laga Liverpool kontra Chelsea di Anfield, Minggu (21/4/2013) malam WIB. Penyerang berkebangsaan Uruguay itu memang mencetak satu gol dan satu assist, tapi aksinya menggigit tangan Ivanovic membuatnya banjir kecaman.
Kejadian itu lolos dari pengamatan wasit Kevin Friend dan Suarez lolos dari hukuman di lapangan. Namun, rekaman kamera televisi menjadi landasan yang cukup kuat bagi FA untuk bertindak.
FA mendakwa Suarez telah melakukan tindakan kekerasan. Mereka pun memberi waktu kepada Suarez untuk menanggapi dakwaan tersebut dan ternyata Suarez memilih untuk menerimanya.
"Luis Suarez telah menerima dakwaan tindakan kekerasan menyusul insiden dengan pemain Chelsea Branislav Ivanovic dalam laga hari Minggu di Anfield," demikian keterangan di situs resmi FA.
"Namun, Suarez menyangkal klaim FA bahwa hukuman standar berupa skorsing tiga laga tidak cukup untuk pelanggaran ini."
(roz/krs)
Carragher Minta Liverpool Jangan Jual Suarez
Suarez sedang jadi pesakitan pasca kasusnya mengigit lengan Branislav Ivanovic di laga kontra Chelsea akhir pekan lalu.
Kasus yang mana langsung jadi topik pembicaraan di seluruh media dunia dan Suarez kini tengah menunggu sanksi dari FA terkait aksinya itu. Pihak klub sendiri sudah menjatuhkan denda untuk striker Uruguay itu.
Tapi karena background Suarez yang kerap terlibat kasus kontroversial bukan tak mungkin masa depannya di Liverpool akan tinggal menghitung hari, meskipun Managing Director Ian Ayre sudah memastikan bahwa klub tak akan melepasnya.
Kini Carragher meminta manajemen agar benar-benar memenuhi janjinya itu karena Suarez begitu penting untuk klub dan juga Premier League sendiri, yang sudah ditinggal beberapa bintang topnya dalam kurun waktu belakangan.
"Kini aku bukan ingin mencoba untuk bikin ruwet insiden di mana Luis menggigit Branislav Ivanovic. Itu jelas sangat salah," ujar Carragher di Daily Mail.
"Luis tahu dia sudah berbuat sesuatu yang benar-benar salah, bikin namanya jelek. Tapi dibanding menjualnya, mengapa kita tidak membantunya saja?"
"Kami punya psikiater top dalam diri Steve Peters yang kerap datang ke klub seminggu sekali dan dia punya peran besar seperti manajer kami, Brendan Rodgers, untuk Luis," sambungnya.
"Orang-orang bilang mungkin ini opini bias dari seorang pemain Liverpool tapi aku tidak ingin melihat lagi pemain kelas dunia meninggalkan Premier League, seperti Xabi Alonso, Cristiano Ronaldo dan Cesc Fabregas. Kita sedang berbicara mengenai salah satu dari lima pemain besar dunia saat ini," demikian dia.
(mrp/din)
Suarez Tak Dicoret dari Daftar PFA Player of The Year
Suarez bersama Robin van Persie dan Gareth Bale jadi kandidat terkuat peraih penghargaan tersebut. Selain ketiganya ada juga nama lain seperti Eden Hazard dan Michael Carrick.
Dengan torehan 23 gol di Liga Inggris musim ini plus total 30 gol selama musim ini bersama Liverpool jelas Suarez jadi kandidat terkuat. Namun setelah apa yang terjadi di laga Liverpool vs Chelsea akhir pekan lalu, peluang Suarez boleh dibilang tertutup.
Ia mengigit lengan Ivanovic yang kemudian jadi kontroversi baru dalam kariernya dan kini ia tengah menungu sanksi dari FA.
Dengan adanya insiden ini, bukan tak mungkin Suarez akan dicoret dari daftar nominator penghargaan yang acara puncaknya dimulai sekitar akhir bulan ini. Tapi hal itu dibantah oleh presiden PFA (Asosiasi Pesepakbola Profesional) Clarke Carlise.
"Itu tidak mungkin. Penghargan Player of The Year dinilai hanya dari aspek sepakbola. Ini bukanlah award Man Of The Year atau pemain berkelakuan paling baik. Voting didasarkan dari kemampuan mereka," ujar Carlise seperti dilansir Soccernet.
"Beberapa tahun lalu Ched Evans ada di Team of The Year, padahal dia dipenjara karena kasus pemerkosaan dan kami memutuskan untuk bertahan karena voting sudah dilakukan sebelum ia terlibat kasus itu dan dinilai berdasarkan kemampuannya di sepakbola," sambungnya.
"Jika kami mengubahnya saat ini karena Luis Suarez sudah menggigit pemain maka dampaknya akan buruk nanti. Kami sudah membuat pengecualian soal itu, karena ini semua soal kemampuannya, yang menjadi voter adalah para pemain sendiri dan dia akan tetap berada di daftar itu," demikian dia.
(mrp/rin)
Apa Kata Mike Tyson Soal Insiden 'Gigit Ivanovic'?
Suarez, yang bermain untuk Liverpool, terlibat kontroversi setelah menggigit lengan pemain Chelsea Branislav Ivanovic ketika kedua tim berimbang 2-2, Minggu (21/4/2013).
Tindakan Suarez itu lantas memicu gelombang reaksi baik di dunia nyata maupun dunia maya, di mana umumnya menyayangkan dan mengkritik tindakan penyerang asal Uruguay tersebut.
Yang unik adalah ketika akun Twitter Tyson (@MikeTyson) kedapatan mem-follow akun Twitter Suarez (@luis16suarez). Usut punya usut, Tyson rupanya penasaran dengan apa yang terjadi setelah banyak orang membicarakannya di dunia maya.
"Saya mendengar soal orang ini di Twitter dan saya pikir, mungkin saya akan melihatnya karena penasaran apa yang terjadi sebenarnya," ucap Tyson seperti dilansir Guardian.
Bukan rahasia apabila Tyson sendiri sempat terlibat insiden gigit-menggigit seperti halnya Suarez. Pada tahun 1997 silam, Tyson pernah terlibat kontroversi serupa usai mengggigit telinga Evander Holyfield yang sedang ia hadapi di atas ring. Atas tindakannya saat itu lisensi tanding Tyson sempat dicabut.
Tapi, oleh karena itulah dia bisa memberikan komentar.
Tyson menyebut, Suarez tidak perlu khawatir. Dia yakin bomber asal Uruguay itu akan segera berbaikan dengan Ivanovic, sama seperti dirinya dengan Holyfield.
"Dia menggigit seseorang dan itu sudah terjadi. Saya yakin dia akan meminta maaf pada orang itu. Saya juga meminta maaf kepada Evander dan kami melanjutkan hidup kami masing-masing."
(roz/mfi)
'Suarez Pemain Kelas Dunia, Dengan Masalah Kelas Dunia'
Bola.net - Mantan penggawa Liverpool, Mark Lawrenson menilai peluang Luis Suarez untuk memenangi PFA award kian tipis, menyusul pelanggaran kelas dunia yang dilakukannya.
Sejumlah kecaman dialamatkan kepada striker timnas Uruguay itu, usai terlihat berusaha menggigit defender Chelsea, Branislav Ivanovic. Di laga itu, Il Pistolero menjadi aktor dengan handball-nya dan satu gol penyelamat The Reds.
Sayangnya, tindakan kontroversi Suarez bukan hanya terjadi kali ini saja. Tercatat sejak tiba di Inggris pada Januari 2011 silam, striker 26 tahun itu telah beberapa kali melakukan tindakan serupa dan menghasilkan banyak hukuman.
Hal itu dinilai Lawrenson akan memangkas jumlah voter Suarez, dalam ajang PFA award tahun ini. Kendati menjadi salah satu kandidat terkuat dengan status top skor liga sementara, namun perilaku Suarez bisa memupusnya.
"Saya tidak yakin Suarez akan memenangkan trofi PFA, karena banyak orang tidak bisa membedakan antara Suarez sebagai pemain dan Suarez sebagai orang biasa," tutur Lawrenson.
"Ia adalah seorang pemain kelas dunia, namun ia juga memberi anda masalah berkelas dunia." (gl/atg)
Barton: Liverpool Gila Jika Tak Bela Suarez!
Bola.net - Aksi gigitan kontroversial striker Liverpool, Luis Suarez kepada bek Chelsea, Branislav Ivanovic mendapat sedikit pembelaan dari gelandang Marseille, Joey Barton.
Melalui akun Twitter kesayangannya, Barton menilai The Reds gila jika tidak melakukan pembelaan kepada striker timnya. Pasalnya, dengan 23 gol di Premier League saat ini, Suarez bakal menjadi rebutan klub-klub besar Eropa.
"Suarez sama bagusnya dengan pemain lain yang ada di jagat sepakbola saat ini. Ya, dia membuat kacau dan tak seharusnya menggigit pemain lawan, tapi pemain seperti dirinya harus bermain dengan penuh tekanan," kicau gelandang 30 tahun itu.
"Tanpa tekanan, ia takkan menjadi talenta seperti sekarang. Menurut saya, Liverpool gila kalau tidak memberinya dukungan. Kalau tidak, sejumlah klub pelanggan Liga Champions siap mengantri Suarez."
Lebih lanjut, Barton mengingatkan kasus Alex Ferguson dan Eric Cantona, yang akhirnya dihukum usai melepas tendangan kepada penonton. Bagi Barton, situasi Liverpool dan Suarez saat ini tidaklah berbeda. (twit/atg)
Suarez Terima Dakwaan FA
Suarez jadi sorotan dalam laga Liverpool kontra Chelsea di Anfield, Minggu (21/4/2013) malam WIB. Penyerang berkebangsaan Uruguay itu memang mencetak satu gol dan satu assist, tapi aksinya menggigit tangan Ivanovic membuatnya banjir kecaman.
Kejadian itu lolos dari pengamatan wasit Kevin Friend dan Suarez lolos dari hukuman di lapangan. Namun, rekaman kamera televisi menjadi landasan yang cukup kuat bagi FA untuk bertindak.
FA mendakwa Suarez telah melakukan tindakan kekerasan. Mereka pun memberi waktu kepada Suarez untuk menanggapi dakwaan tersebut dan ternyata Suarez memilih untuk menerimanya.
"Luis Suarez telah menerima dakwaan tindakan kekerasan menyusul insiden dengan pemain Chelsea Branislav Ivanovic dalam laga hari Minggu di Anfield," demikian keterangan di situs resmi FA.
"Namun, Suarez menyangkal klaim FA bahwa hukuman standar berupa skorsing tiga laga tidak cukup untuk pelanggaran ini."
Nasib Suarez akan ditentukan Rabu (24/4/2013) waktu setempat dalam sidang Komisi Pengaturan Independen. Tak ada batas minimal atau maksimal hukuman dalam aturan disiplin dan Suarez mendapatkan hak untuk mengajukan banding kalau merasa hukuman yang dijatuhkan terlalu berat.
(mfi/krs)