Bola.net - Gosip kepindahan Christian Benteke dari Aston Villa menuju
Liverpool rupanya semakin mendekati kenyataan usai dua klub tersebut dikabarkan sudah menjalin kesepakatan.
Dilansir Sky Sports , kedua klub sudah menemui kata sepakat mengenai detail transfer Benteke setelah sebelumnya bomber asal Belgia itu sudah terlebih dahulu memiliki kesepakatan pribadi dengan The Reds.
Sebelumnya pada Kamis (17/7) kemarin, Liverpool diklaim sudah setuju untuk menebus harga buy-out clause Benteke yang dipatok Villa sebesar 32,5 juta poundsterling.
Rencananya, Benteke akan menjalani tes medis di Liverpool pada Selasa (21/7) waktu setempat untuk kemudian segera diresmikan dan diumumkan ke media.
Jika menjadi kenyataan, maka Liverpool musim depan akan memiliki dua striker internasional Belgia setelah sebelumnya mereka sudah diperkuat Divock Origi.
(sky/pra)
Senin, 20 Juli 2015
Liverpool dan Aston Villa Sepakati Transfer Benteke
Senin, 13 Juli 2015
Gerrard Doakan McAllister Sukses di Liverpool
Eks Kapten Liverpool , Steven Gerrard, mendoakan Gary McAllister agar bisa sukses bersama The Reds .
McAllister pernah memperkuat Liverpool pada tahun 2000 hingga tahun 2002 silam. Setelah lama berpisah dengan klub Merseyside tersebut, pria asal Skotlandia itu kembali ke Anfield. Ia kembali ke klub tersebut untuk membantu Brendan Rodgers melatih Jordan Henderson cs.
Gerrard sendiri pernah bermain bersama McAllister. Walau hanya bersama selama dua tahun, namun keduanya bisa bahu-membahu mempersembahkan lima trofi bagi Liverpool. Setelah mengetahui seniornya itu kembali ke Anfield untuk menjadi pelatih, Stevie G pun langsung mendoakan yang bersangkutan agar bisa sukses menjalani karirnya di Anfield.
Had a couple on this pic but could not of been in better company . Good luck to Gary Mc on his new role at LFC #topfella
A photo posted by Steven Gerrard (@stevengerrard) on Jul 10, 2015 at 6:24pm PDT
"Semoga sukses untuk Gary Mc dalam menjalani peran barunya di LFC." Ujar Gerrard dalam akun Instagramnya.
Selama membela Liverpool, McAllister sempat mempersembahkan gelar Piala FA, Piala Liga, Charity Shield, Piala UEFA dan Piala Super Eropa. (insta/dim)
Liverpool-Fiorentina Terlibat Pertukaran Balotelli-Mario Gomez?
Bola.net - Liverpool dikabarkan bersedia meminjamkan Mario Balotelli ke Fiorentina demi mendapatkan Mario Gomez . Demikian dikabarkan Sport Mediaset.
Menurut laporan tersebut, hari ini kedua klub tengah memulai proses negoisasi untuk pertukaran pemain tersebut. Balotelli sendiri dikabarkan ingin kembali ke Italia setelah kematian ayah angkatnya beberapa waktu lalu.
Kabar bakal perginya Balotelli dari Anfield sendiri telah beredar sejak akhir musim lalu. Dan itu semakin santer setelah namanya tak masuk dalam tur pramusim The Reds.
Sementara itu, penyerang Fiorentina, Mario Gomez sendiri hingga saat ini terus berjuang kembali menemukan ketajamannya setelah pindah ke Italia dari Bayer Munchen musim lalu.
Dan berdasarkan kabar dari media Italia, Sport Mediaset, Liverpool akan menawarkan untuk meminjamkan Balotelli. Sebagai gantinya, Fiorentina harus melepas Gomez ke Anfield.
Musim lalu, Balotelli bergabung ke Liverpool dengan biaya 16 juta poundsterling dan hanya mencetak satu gol dari 10 penampilan di Premier League. (mds/dzi)
Tinggalkan Liverpool, Glen Johnsonl Stoke
Bola.net - Stoke City mengumumkan kesuksesan mereka mendapatkan Glen Johnson dengan status bebas transfer. Kontrak Johnson bersama Liverpool berakhir musim panas ini dan tidak diperpanjang lagi.
Johnson mengawali kariernya di West Ham, sempat bergabung dengan Chelsea sebelum akhirnya dilepas ke Portsmouth. Tampil bagus di Portsmouth, Johnson kemudian dibeli Liverpool dan sekarang pindah lagi menuju Stoke.
Pernyataan resmi Stoke berbunyi: Stoke City dengan gembira menyambut bek kanan Inggris Glen Johnson ke Britannia Stadium. Saat ini proses transfer hanya tinggal menunggu formalitas saja. Johnson telah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi tambahan satu tahun.
Johnson menjadi pembelian keenam Stoke musim ini. Jika formalitas beres, Johnson akan segera menyusul rekan-rekan barunya yang saat ini berada di Singapura untuk menjalani tur Asia.
Johnson yang saat ini berusia 30 tahun memang sudah memiliki banyak pengalaman. Sepanjang kariernya, ia sudah memperkuat timnas Inggris 54 kali. (stk/hsw)
Raheem Sterling Akhirnya Resmi Menjadi Pound Sterlings
Setelah berhasil mendapatkan beberapa pemain baru untuk musim kompetisi 2015/2016, Liverpool harus menghadapi kondisi tidak mengenakan. Salah satu pemain terbaik mereka di musim lalu, Pounds Sterling –eh, maksud kami: Raheem Sterling– bersikeras untuk segera meninggalkan Liverpool pada bursa transfer musim panas ini. Sterling bahkan absen dalam dua hari
Liverpool dan beralasan sedang mengalami sakit.
latihan pra-musim
Sterling memang sudah menyatakan keinginannya untuk segera meninggalkan Liverpool sejak bulan Mei lalu. Setelah menolak tawaran kontrak baru Liverpool, Sterling justru menyatakan keinginannya untuk meninggalkan Liverpool pada musim panas 2015. Meski kontraknya masih lama bersama Liverpool, Sterling tetap bersikeras untuk sesegera mungkin hijrah.
Liverpool sampai kesal
Melihat hal ini, beberapa kesebelasan pun langsung mengambil tindakan. Beberapa dikabarkan telah menyiapkan dana untuk segera memboyong pemain tim nasional Inggris berusia 20 tahun ini. Manchester City, Arsenal, Manchester United, bahkan Real Madrid dikabarkan tertarik terhadap Sterling. Manchester City bahkan sempat mengajukan tawaran sebesar 40 juta poundsterling untuk mendatangkan Sterling ke Etihad. Namun kemudian tawaran tersebut ditolak oleh pihak Liverpool.
Tindakan sang pemain yang terus merengek untuk segera meninggalkan Liverpool bahkan sampai mangkir dari latihan membuat kesal pihak Liverpool. Bukannya jadi ingin segera melepas Sterling, pihak pemilik Liverpool justru mengancam akan tetap mempertahankan Sterling dan menempatkannya di tim Liverpool. Hal ini berarti akan membuat pemain keturunan Jamaika ini terancam tidak bisa bermain di kompetisi utama Liga Inggris.
reserve
Melihat kondisi ini, beberapa mantan senior Sterling di Liverpool pun angkat bicara. Beberapa di antaranya adalah Jamie Carragher dan Steven Gerrard. Carragher menyarankan kepada Sterling agar tetap berada di Liverpool. Menurut Carragher, tetap berada di Liverpool akan baik pada perkembangan Sterling. Mungkin suatu saat Sterling memang harus pindah untuk mendapatkan tantangan baru, namun tidak saat ini.
Sedangkan Steven Gerrard tidak senang dengan tindakan yang dilakukan oleh juniornya ini. Menurut Gerrard ada banyak fans Liverpool yang sangat ingin melihat penampilan Sterling. Perilaku seperti ini tentu akan sangat melukai hati para penggemar Liverpool tersebut.
Awal melejitnya Sterling
Hingga kini, kurang lebih sudah lima musim Sterling berada di Liverpool. Ia didatangkan dari akademi Queens Park Rangers ke akademi Liverpool pada tahun 2010 setelah pelatih Liverpool ketika itu, Rafael Benitez tertarik dengan aksinya. Sejak itu, Sterling sudah selalu berhasil menarik perhatian para fans Liverpool.
Ia langsung membuat kejutan saat berhasil mencetak 5 gol ketika Liverpool U18 mengalahkan Southend United. Sejak itu, namanya selalu disebut-sebut sebagai salah satu pemain masa depan Liverpool yang luar biasa. Aksinya pun terus menjadi sorotan hingga akhirnya Sterling menjalani debut bersama tim Liverpool senior pada bulan Maret 2012 ketika usianya baru memasuki 17 tahun 107 hari.
Musim berikutnya, Brendan Rodgers mulai menangani Liverpool. Bersama Rodgers Sterling mendapatkan kepercayaan untuk tampil lebih banyak bersama skuat utama Liverpool. Pada musim pertama Rodgers di Liverpool, musim 2012/2013, Sterling mendapat kepercayaan untuk tampil sebanyak 24 kali dalam satu musim. Ketika itu usianya baru memasuki 18 tahun.
Perannya pun semakin krusial bersama Liverpool. Dan Sterling mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak lagi dalam usianya yang masing sangat muda bersama Liverpool. Hingga pada tahun 2014, ia berhasil masuk ke skuat Inggris ke Piala Dunia 2014.
Brendan Rodgers memang tipikal pelatih yang
. Karena itulah ia memberikan kepercayaan kepada Sterling, meski masih berusia 18 tahun. Namun ternyata, kini justru sang pemain yang tidak memiliki kepercayaan kepada Brendan Rodgers.
memberikan kepercayaan lebih kepada pemain-pemain muda
Alasan Sterling ingin pindah
Penurunan prestasi Liverpool bersama Rodgers di musim lalu membuat Sterling tidak lagi percaya kepada pelatih yang telah membesarkan namanya ini. Ia lebih memilih untuk segera pindah ke klub yang lebih besar, ketimbang terus berada di Liverpool bersama Rodgers. Bahkan ia menolak untuk sekedar menghabiskan masa kontraknya.
Pada dasarnya, tidak ada yang salah bagi seorang pemain ketika menginginkan pindah ke klub yang lebih besar. Ada banyak alasan yang bisa dibenarkan ketika seorang pemain ingin pindah dari klub lamanya. Seperti mencari tantangan baru, atau ingin memiliki pemasukan yang lebih besar. Layaknya semua pekerja dalam semua profesi, hal tersebut wajar saja terjadi.
Namun, ketika mereka sudah mendapatkan cap profesional dalam karirnya, setidaknya seorang pemain harus menunjukan sikap profesionalitasnya. Sang pemain berhak meminta untuk segera pindah, berhak meminta kenaikan gaji, atau berhak menolak tawaran kontrak baru. Namun bagaimanapun juga, sang pemain juga wajib untuk menjalani kesepakatan kontrak yang sudah ada. Sama halnya dengan kewajiban klub untuk membayar pemain hingga kontraknya berakhir, pemain juga wajib untuk memenuhi tugasnya kepada klub hingga kontraknya berakhir, meskipun hanya sekedar latihan.
Karena itu, sikap yang dilakukan Sterling saat ini tentu saja tidak menunjukan sikap profesionalnya sebagai pemain. Keinginannya untuk pindah sama sekali bukan alasan bagi Sterling untuk absen dari latihan. Mau bagaimanapun juga saat ini, Sterling masih wajib untuk mengikuti kegiatan bersama Liverpool hingga tahun 2017. Karena itulah kesepatakan yang ia tandatangani sendiri dalam kondisi sadar. Setidaknya hal ini berlaku sampai ada kesepakatan lain dari kedua belah pihak.
Sterling bisa akrab dengan cap buruk
Sikap buruknya ini justru
. Pada usianya yang masih sangat muda, ia sudah memiliki catatan buruk yang akan terus terekam sampai kapanpun. Setiap klub yang berminat untuk mendatangkannya tentu akan berpikir ulang dan mempertimbangkan matang-matang terhadap sikap tidak profesional yang ia tunjukan saat ini.
bisa merusak karir Sterling di masa depan
Ditambah lagi, ia juga sudah pernah melakukan sikap serupa pada akhir tahun 2014 lalu. Ketika itu
. Meski kondisinya mungkin tidak seburuk saat ini, namun setidaknya beberapa fans tim nasional Inggris sudah kehilangan rasa hormat kepada Sterling. Akan menjadi sangat berbahaya bagi Sterling jika kini ia juga kehilangan rasa hormat dari para pendukung Liverpool yang sebelumnya sangat mendukung Sterling.
ia menolak panggilan tim nasional Inggris dengan alasan kelelahan
Karena itu, mungkin langkah terbaik yang seharusnya dilakukan Sterling adalah segera memperbaiki hubungannya dengan pihak Liverpool. Jika memang ia ingin pindah, maka silahkan negosiasikan dengan baik-baik agar Liverpool ingin melepasnya. Mangkir latihan dan bermalas-malasan adalah cara yang buruk untuk membuat klub ingin melepas seorang pemain.
Karena jika sampai Liverpool benar-benar menempatkan Sterling ke tim
, yang paling terkena dampak buruk jelas Sterling sendiri. Liverpool mungkin akan mendapat nama buruk karena tidak memperlakukan pemainnya dengan baik. Namun, dalam kondisi Sterling yang sudah sempat mengalami masalah dengan fans tim nasional negaranya sendiri, mungkin juga tidak akan banyak yang akan mendukung Sterling.
reserve
Maka, dalam kondisi ini memang mau tidak mau Sterling harus lebih mendewasakan dirinya, dan meminta maaf kepada pihak Liverpool, untuk memperbaiki nama baiknya. Tapi masihkah ada artinya kata “maaf” dalam industri sepakbola? Ya, mungkin setidaknya agar tak terlalu banyak orang yang mengejeknya sebagai Pound Sterling.
Akhirnya $t£rling pun pindah
Dari banyak berita yang kita dapatkan saat ini, dikabarkan sudah terjalin kesepakatan antara Liverpool dengan City mengenai harga Sterling, yaitu 49 juta poundsterling. Angka ini adalah angka yang fantastis, keterlaluan mahalnya untuk seorang pemain muda yang ogah-ogahan dan malas latihan.
Apakah City akan mendapatkan keuntungan sepadan dengan kesepakatan ini? Hanya waktu yang dapat menjawabnya. Tapi yang jelas, sudah sewajarnya Liverpool melepas Sterling dengan senyum lebar dan sesegera mungkin dari
. Bagaimanapun, mereka mendapatkan 49 juta untuk Sterling. Wow.
move on
pemain ini bandel
Dengan kesepakatan seperti ini, kita tentunya semakin bertanya-tanya, apakah benar Sterling (dan pemain Inggris lainnya) memiliki harga setinggi itu?
Sabtu, 04 Juli 2015
Cermat dan Efisien ala Liverpool di Bursa Transfer
Rossi Finza Noor - detiksport
Liverpool - Chief Executive Liverpool, Ian Ayre, membantah penilaian kalau Liverpool kesulitan untuk mendatangkan pemain-pemain bintang. Liverpool disebutnya cuma tak ingin gegabah dalam mendatangkan pemain.
Sejauh bursa transfer musim panas ini berjalan, Liverpool sudah sukses mendatangkan enam orang pemain. Dua di antaranya, yakni James Milner dan Adam Bogdan, didapat dengan gratis. Sementara satu lainnya, yakni Danny Ings, masih menunggu nilai kompensasi yang disetujui oleh Premier League.
Ings sejatinya didapat dengan gratis lantaran kontraknya dengan Burnley sudah habis. Namun, mengingat ia masih berusia 22 tahun, ada peraturan yang mengharuskan klub asalnya mendapatkan kompensasi. Peraturan ini diberlakukan untuk menghormati hak klub-klub kecil yang kesulitan mempertahankan pemain muda dari klub besar ketika kontrak si pemain habis.
Di luar tiga nama di atas, Liverpool juga sudah mendapatkan Joe Gomez, Roberto Firmino, dan Nathaniel Clyne. Firmino jadi yang paling mahal dengan nilai transfer mencapai 29 juta poundsterling. Sementara Gomez digaet dengan nilai 3,5 juta pounds dan Clyne dibeli dengan nilai 12,5 juta pounds.
Liverpool dikabarkan belum akan berhenti belanja. Mereka masih mengincar penyerang Aston Villa, Christian Benteke, yang dinilai bisa menjadi amunisi tajam di lini depan. Meski sudah belanja banyak, Liverpool berjanji akan berhati-hati dalam mengeluarkan uang.
"Sama seperti klub lainnya, kami juga ingin membeli pemain-pemain terbaik --tak peduli berapa harganya. Tapi, seperti yang kita lihat dari kepemilikan klub sebelum ini, banyak hal bisa berjalan kacau secara finansial," ujar Ayre di Sky Sports.
"Lalu, orang-orang akan menyebut kami tidak menjalankan klub dengan baik. Kami tidak bisa seperti itu."
"Kami harus menjalankan semuanya secara mendetail. Segalanya harus dipikirkan masak-masak dan memastikan bahwa semuanya menjalankan kebijakan itu dengan baik. Itulah yang kami lakukan selama ini dan kami akan terus seperti itu."
"Bukan berarti kami tidak berinvestasi atau tidak membeli pemain-pemain bintang, kami hanya melakukannya secermat mungkin," kata Ayre.
Ayre juga meyakinkan, kendati Liverpool tidak berpartisipasi di Liga Champions musim ini, bukan berarti mereka tak bisa menarik minat pemain-pemain bagus.
(roz/roz)
Menunggu Mignolet yang Lebih Mantap Musim Depan
Mohammad Resha Pratama - detiksport
Getty Images/Laurence Griffiths
Liverpool - Performa Simon Mignolet musim lalu boleh dibilang naik-turun, meski mampu menjawab kritik yang datang kepadanya. Untuk itu Mignolet dituntut tampil lebih konsisten musim depan.
Mignolet dicap sebagai salah satu alasan mengapa Liverpool mengawali musim 2014/2015 dengan buruk. Sederet blunder dan performa kurang oke membuat Mignolet dihujani kritik.
Puncaknya saat dia diparkir tiga pertandingan selama bulan Desember dan posisinya digantikan Brad Jones. Namun, selepas pergantian tahun performa Mignolet membaik dan Liverpool pun mulai menuai hasil-hasil positif.
Di akhir musim Mignolet menjadi salah satu kiper dengan jumlah clean sheet terbanyak yakni 14 kali. Bangkitnya Mignolet di paruh kedua musim menuai banyak pujian, salah satunya dari eks kiper The Reds, Bruce Grobbelaar, yang sempat mengkritik habis pemain asal Belgia tersebut.
Grobbelaar terkesan dengan peningkatan performa dari Mignolet, meski dia juga meminta kiper 25 tahun itu tampil lebih baik lagi musim depan agar Liverpool tak lagi menjalani startburuk.
"Saya menilai bahwa Mignolet itu buruk saat mengantisipasi umpan silang dan segera setelah omongan itu muncul di surat kabar, dia membaik," ujar Grobbelaar kepada Perform seperti dikutip Soccerway.
"Sejak saat itu saya tidak lagi mengkritiknya karena dia sudah belajar untuk lebih bisa cakap di area-nya, seperti yang harusnya para kiper lakukan," sambung pria berpaspor Zimbabwe itu.
"Dia semakin membaik, dia tampil lebih baik di paruh kedua musim. Saya berharap dia terus berkembang untuk menjadi kiper besar di Liverpool," demikian dia.
(mrp/krs)