Minggu, 05 Mei 2013

Gerrard Teken Kontrak Baru di Musim Panas

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Sabtu, 04/05/2013 19:29 WIB
Getty Images/Warren Little
Liverpool - Tanda tanya menyoal kapan Steven Gerrard akan meneken kontrak baru sedikit terbuka setelah si pemain mengungkapkan hal itu akan dilakukan pada musim panas nanti.

Masa tinggal Gerrard di Liverpool sejatinya akan berakhir 2015 dan sampai musim ini menjelang usai, belum ada tanda-tanda ia akan memperpanjang kontraknya bersama 'Si Merah'.

Hal ini sepatutnya tak perlu dikhawatirkan oleh pendukung Liverpool serta manajemen sebab Gerrard telah berkali-kali menyatakan keinginannya untuk pensiun dalam balutan seragam merah-merah.

Maka demi menenangkan hati para fans, Gerrard pun menegaskan jika di musim panas nanti ia akan bertemu manajeme perihal kontrak baru. Soal berapa lama durasi perpanjangannya, Gerrard belum bisa membeberkannya.

"Mereka ingin saya memperpanjang kontrak, saya pun begitu. Jadi ini hanya soal waktu saja," ujar Gerrard di Soccernet.

"Saya belum bisa memastikan berapa lama durasinya. Saat ini sedang dibicarakan. Tapi segalanya akan diselesaikan musim panas nanti," demikian kapten The Anfield Gank itu.

Gerrard adalah produk asli akademi Liverpool dan sudah berada di klub selama 15 tahun. Dalam kurun waktu itu pemain yang akrab disapa Stevie G itu menyumbang 159 gol dari total 628 penampilan.

(mrp/mrp)

Carragher Bicara Soal Kemungkinan Dirinya Jadi Manajer

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Sabtu, 04/05/2013 16:00 WIB
Getty Images/Handout
Liverpool - Jamie Carragher musim depan sudah tak lagi jadi pesepakbola profesional. Apakah artinya Carragher akan memulai karier di bidang kepelatihan? Belum tentu juga kata bek 35 tahun itu.

Setelah 19 tahun bergelut di sepakbola, Carragher Februari lalu memutuskan untuk gantung sepatu. Meski sudah dibujuk oleh Brendan Rodgers untuk menunda pensiunnya, namun Carragher tetap bersikukuh pada pendiriannya.

Musim depan Carragher akan memulai kariernya sebagai football pundit di Sky Sports, namun tak menutup kemungkinan suatu saat ia akan menempuh jalur kepelatihan seperti kebanyakan pemain profesional pada umumnya ketika sudah pensiun.

Menjawab pertanyaan soal itu, Carragher mengaku bahwa dirinya belum memikirkan karena beban sebagai manajer saat ini lebih berat ketimbang pemain. Ia mencontohkan bahwa ketika klub sedang dalam masa buruk, manajer selalu dijadikan kambing hitam dan sasaran kritik.

"Jika Anda bertanya padaku di awal karierku maka aku akan bilang bahwa aku ingin menjadi manajer. Aku mungkin bisa menjadi seperti itu di masa depan tapi akan ada harapan seperti untukku dan itu wajar saja. Aku sudah membawa banyak wawancara dengan para pemain lain yang menyebutku sangat mencintai bermain sepakbola, menonton, membaca dan berbicara soal sepakbola. Hal itu sepertinya bikin orang-orang berpikir bahwa itu akan terjadi," urai Carragher di Telegraph.

"Hal itu tidak akan mudah meskipun Anda menginginkannya. Aku selalu berpikir karena aku mencintai sepakbola, bukan berarti aku sangat ingin menjadi manajer," sambungnya.

"Sudah tidak ada lagi hari-hari di mana pemain top langsung mendapat pekerjaan seperti itu (manajer), meskipun ada beberapa saat ini. Tidak mungkin seseorang tanpa pengalaman akan langsung bisa terjun ke sana. Para pemain harus melalui beberapa tingkatan. Contohnya Sir Alex Ferguson."

"Anda bisa sebut Pep Guardiola tapi dia adalah pengecualian dan bahkan dia pun butuh rehat juga. Di era modern sekarang, dengan banyaknya reward yang didapat pemain top dalam kariernya dan risiko yang ada ketika masuk dalam bidang manajemen, banyak yang merasa bahwa hal itu tidak perlu."

"Anda harus mengingat berapa banyak waktu yang tersita dari para manajer itu. Aku menghormati seluruh manajer top di dunia untuk itu. Ketika Anda sedang dalam puncak karier sebagai pemain, sulit untuk menemukan motivasi yang bisa membawa Anda ke jalan yang lain."

"Bagiku sepakbola itu adalah olahraga yang ingin kucintai dan dinikmati. Kadang Anda ada di atas, kadang di bawah. Tapi aku lihat sepakbola sudah "membunuh" beberapa manajer. Aku terlalu mencintai sepakbola dan tak ingin membiarkan hal itu terjadi padaku. Dalam hidup, Anda butuh menyingkir beberapa saat dari sepakbola," demikian dia.

(mrp/mrp)

'Derby Merseyside Akan Jadi Ujian buat Liverpool'

Rossi Finza Noor - detikSport
Sabtu, 04/05/2013 00:55 WIB
Getty Images/Clive Brunskill
Liverpool - Akhir pekan ini, Liverpool akan melakoni derby merseyside melawan Everton. Di mata Brendan Rodgers, laga tersebut sama seperti laga-laga lainnya; ujian buat Liverpool.

Stadion Anfield, Minggu (5/5/2013) malam WIB akan kembali jadi arena pertarungan dua klub Merseyside dalam duel Liverpool dengan Everton. Di klasemen sementara, The Toffees ada di posisi enam dengan poin 59 sementara The Reds mengikuti di bawahnya dengan koleksi 54 angka.

Andai bisa memetik kemenangan, maka Everton dipastikan akan menyudahi musim dengan berada di atas Liverpool. Selisih delapan poin yang bakal tercipta tak akan bisa dikejar 'Si Merah' karena liga tinggal menyisakan dua pertandingan setelahnya.

"Everton adalah ujian buat kami," ujar Rodgers seperti dilansir Soccerway.

"Ini adalah pertandingan lainnya di mana kami harus menunjukkan bahwa kami punya kualitas untuk berkompetisi. Kami harus mempertahankan standar yang sudah kami pancangkan sejak paruh kedua musim."

"Kami tahu bahwa ini akan berat. Tapi, entah itu 5-0, 6-0, atau 1-0, tujuannya adalah untuk menang."

Di Anfield, Everton tak pernah menang di 12 pertandingan Liga Primer Inggris, kalah enam kali termasuk lima dari delapan pertandingan terakhir.

Sementara, di bawah arahan David Moyes, Everton sudah memainkan 44 laga tandang melawan tim yang secara tradisional masuk ke 'empat besar' dan belum pernah menang. Mereka hanya mendapat 17 poin dari 132 poin yang ada.


(roz/roz)

Rodgers: Sayang Carragher Pilih Pensiun

Rossi Finza Noor - detikSport
Jumat, 03/05/2013 23:10 WIB
Getty Images/Michael Regan
Liverpool - Brendan Rodgers menyayangkan keputusan Jamie Carragher untuk pensiun di akhir musim. Padahal, menurutnya, Carragher setidaknya masih bisa bermain semusim lagi.

Keputusan Carragher sudah bulat. Bek berusia 35 tahun itu mengumumkan hal tersebut pada Februari silam sembari menyebut bahwa merupakan sebuah kehormatan bisa mewakili Liverpool sejak usianya masih sangat muda.

Carragher akan melanjutkan jalannya dengan menjadi komentator untuk Sky. Keputusannya itu tidak ditentang Rodgers, tapi sang manajer menyebut bahwa kemampuan Carragher dalam bermain sebenarnya belum habis.

"Pekan lalu di Newcastle (ketika menang 6-0), saya melihat bagaimana dia memimpin barisan pertahanan dan bagaimana dia bermain. Segala sesuatu tentang permainannya benar-benar berada di level teratas," ujar Rodgers di Sky Sports.

"Saya kehabisan kata-kata menggambarkan dirinya. Performanya sejauh ini begitu luar biasa."

"Sangat disayangkan dia memilih pensiun karena sesungguhnya dia masih bisa terus bermain. Tapi, dia sudah membuat keputusan," ucap Rodgers.

Total, Carragher sudah bermain sebanyak 505 kali di Premier League. Pada hari di mana dia menorehkan penampilan ke-500, The Reds sukses mengalahkan Tottenham Hotspur 3-2 di Anfield.


(roz/roz)

Gerrard: Andai Sturridge-Coutinho Gabung Liverpool dari Awal Musim

Meylan Fredy Ismawan - detikSport
Jumat, 03/05/2013 17:26 WIB
Liverpool FC via Getty Images/John Powell
Liverpool - Steven Gerrard memuji kontribusi besar yang ditunjukkan dua pemain anyar Liverpool, Daniel Sturridge dan Philippe Coutinho. Dia juga yakin The Reds bisa lebih berprestasi andai mereka bergabung lebih awal.

Inkonsistensi masih menghinggapi Liverpool pada musim ini. Mereka saat ini menempati posisi ketujuh klasemen sementara Premier League dan kemungkinan besar tak akan lolos ke kompetisi Eropa.

Meski begitu, performa ciamik Sturridge dan Coutinho membawa angin segar buat mereka. Kedua pemain tersebut didatangkan pada bulan Januari silam, masing-masing dari Chelsea dan Inter Milan.

Sturridge sejauh ini menunjukkan produktivitas yang baik dan sudah menyumbangkan sembilan gol. Sementara itu, kehadiran Coutinho membuat serangan Liverpool lebih menggigit lewat umpan-umpan yang dia lepaskan.

Gerrard bersyukur timnya memiliki dua pemain baru yang sangat cepat beradaptasi dan bisa diandalkan. Tapi, dia juga menyesal kenapa Sturridge dan Coutinho tidak datang dari awal musim.

"Kalau kami mendapatkan Sturridge dan Coutinho pada awal musim, maka saya pikir kami sekarang ada di antara empat besar," ujar Gerrard yang dikutip Sky Sports.

Gerrard kini berharap kehadiran Sturridge dan Coutinho, juga Luis Suarez, akan mengangkat performa Liverpool pada musim depan.

"Ketika Anda merekrut pemain, Anda ingin mereka berkontribusi. Kalau mereka pemain bertipikal menyerang, Anda ingin mereka mencetak atau mengkreasikan gol dan membuat kami lebih baik daripada sebelumnya," tuturnya.

"Sturridge dan Coutinho direkrut untuk starting XI, dan mereka berdua bisa lebih baik lagi musim depan. Saya yakin mereka akan menjadi dua pemain besar buat kami," tegas sang kapten.

"Dan kalau Anda menambahkan striker lainnya dan Luis sudah kembali (dari skorsing 10 laga), maka itu adalah senjata yang kami butuhkan untuk bersaing lebih mendekati empat besar," kata Gerrard.







(mfi/nds)

Data & Fakta Derby Merseyside

Jelang Liverpool vs Everton

Novitasari Dewi Salusi - detikSport
Jumat, 03/05/2013 12:31 WIB
(Getty Images/Clive Brunskill)
Jakarta - Liga Inggris akhir pekan ini akan mengetengahkan laga antara Liverpool melawan Everton. Menjadi salah satu derby yang dikenal panas di Inggris, laga ini diprediksi akan berlangsung seru.

Pertandingan yang juga dikenal dengan nama derby Merseyside itu menjadi laga yang paling banyak menghasilkan kartu merah di Liga Primer Inggris. Fakta bahwa kedua tim berimpitan di klasemen juga bisa jadi akan menambah tensi pertandingan.

Liverpool yang akan menjadi tuan rumah di laga ini menghuni posisi tujuh dengan 54 poin. Sementara Everton berada tepat satu tingkat di atasnya dengan keunggulan lima angka.

Berikut adalah data dan fakta dari laga antara Liverpool kontra Everton yang akan dimainkan di Anfield, Minggu (5/5/2013) malam WIB seperti dikutip dari Eurosport:

- Liverpool vs Everton sudah menghasilkan lebih banyak kartu merah daripada pertandingan lain di sejarah Liga Primer Inggris (20).

- Everton hanya memenangi satu dari 12 laga derby Merseyside terakhir di Liga Primer Inggris (D4 L7).

- Di Anfield, The Toffees tak pernah menang di 12 pertandingan Liga Primer Inggris, kalah enam kali termasuk lima dari delapan pertandingan terakhir.

- Di bawah arahan David Moyes, Everton sudah memainkan 44 laga tandang melawan tim yang secara tradisional masuk ke 'empat besar' dan belum pernah menang. Mereka hanya mendapat 17 poin dari 132 poin yang ada.

- Kapten Liverpool, Steven Gerrard mencetak hat-trick keduanya di Liga Primer Inggris di pertandingan ini musim lalu.

- Enam dari tujuh laga terakhir Everton menghasilkan rata-rata gol kurang dari 2,5 gol.

- Liverpool sudah mencetak sembilan gol di dua pertandingan Liga Primer Inggris musim ini di mana Luis Suarez absen.

- Daniel Sturridge sudah mencetak tujuh gol dan membuat tiga assist di 11 penampilannya di Liga Primer Inggris untuk Liverpool.

- Lucas Leiva melakukan tekel lebih sering daripada pemain mana pun di Liga Primer Inggris musim ini (rata-rata setiap 14,9 menit).

- Everton memenangi 56 persen pertandingan di mana Johnny Heitinga bermain musim ini dan hanya 10 persen tanpa dirinya. Dari semua pemain yang bermain dan absen paling tidak di 10 pertandingan timnya di musim ini, Heitinga punya pengaruh paling besar dalam tingkat kemenangan timnya.

(nds/mfi)

Kamis, 02 Mei 2013

Carra Targetkan Menangi Derby Terakhirnya

02-05-2013 17:10

 | Jamie Carragher

Carra Targetkan Menangi Derby Terakhirnya
Jamie Carragher © AFP

Bola.net - Jamie Carragher akan menjalani derby Merseyside terakhirnya akhir pekan ini. Ia menargetkan Liverpool menang dalam laga itu.

Pemain senior itu akan pensiun akhir musim ini dan selanjutnya berencana menjadi pengamat sepakbola di Sky Sports.

"Saya sungguh bersemangat ketika menghadapi Manchester United, namun melawan Everton adalah sesuatu yang lebih besar bagi saya. Jika anda kalah melawan United, fans mereka terlalu jauh dari sini, tapi anda tidak akan bisa menghindar dari Evertonian," ujarnya kepada Liverpool Echo.

"Saya cinta derby dan bisa saja melawan Everton setiap minggu. Perasaan jika anda menang, itu sangat bagus. Besok akan menjadi derby terakhir saya, jadi pertandingan itu akan bermakna besar. Saya harap bisa menikmatinya, tapi saya tahu itu hanya terjadi jika kami bisa memenanginya." tambahnya.

Jamie Carragher sejatinya merupakan fans Everton pada masa kecilnya. namun ia memilih bergabung di akademi sepakbola Liverpool pada 1990 dan kemudian menjadi pemain andalan hingga saat ini. (set/pra)