Jumat, 23 Desember 2011

Apa Kata Mereka Tentang Luis Suarez?


Bola.net - Keputusan FA menjatuhkan sanksi delapan
pertandingan dan denda 40 ribu
pound pada Luis Suarez
mendapat kecaman berbagai
pihak, khususnya fans The Reds
dan rekan-rekan setim Suarez, baik di Liverpool maupun timnas
Uruguay. Suarez dianggap bersalah telah
mengeluarkan kata berawalan
"N" pada Patrice Evra saat
Liverpool bertemu Manchester
United di Anfield, 15 Oktober
lalu. Sementara dari pihak Suarez,
sejumlah kalangan menilai Evra-
lah yang lebih dulu menghina
Suarez dengan kata "sudaca"
alias pemain dari Amerika Latin,
sebuah ejekan yang dianggap sebagai sebuah hinaan oleh
pemain-pemain Latin. Adu argumen terkait kasus
rasisme Suarez ini pun
berkembang di pihak Liverpool
dan Manchester United, dua tim
dengan rivalitas panjang di
persepakbolaan Inggris. 16 Oktober - "Luis (Suarez) bersikeras bahwa dia tidak
menggunakan bahasa itu dan
klub benar-benar memberi
dukungan pada pemain," -
pernyataan Liverpool 17 Oktober - "Ini bukan sesuatu yang ingin kami samakan
dengan Liverpool, dan dalam hal
ini kami tidak melawan
Liverpool. Jelas Patrice (Evra)
merasa sangat dirugikan pada
apa yang telah dikatakan kepadanya dan masalah ini
sekarang terletak di tangan FA,"
- Sir Alex Ferguson 28 Oktober - "Siapa pun orang yang mengatakannya (rasisme),
atau siapa pun yang menuduh,
harus mendapat hukuman. Bagi
saya, saya tidak melihat rasisme,
sejauh yang berkaitan dengan
klub ini, dalam cara apapun dan dalam bentuk apa pun," - Kenny
Dalglish 8 November - "Tidak ada bukti saya mengatakan hal rasis
kepadanya. Saya tak berkata hal
semacam itu, saya tidak
menghina dia. Ini hanya cara
untuk mengekspresikan diri," -
Luis Suarez 16 November - "Dia akan mengaku tidak bersalah atas
tuduhan itu dan kami berharap
dia untuk meminta sidang
pribadi, klub sepenuhnya
mendukung Luis dalam hal ini," -
pernyataan Liverpool 18 November - "Kami telah diminta FA untuk tak
mengatakan apa pun tentang
situasi Evra. Saya pikir Liverpool
berada dalam banyak masalah
dalam beberapa pekan," - Sir
Alex Ferguson 8 Desember - "Sembilan pekan untuk mencapai keputusan
adalah sebuah lelucon," - Kenny
Dalglish 20 Desember - "Kami merasa luar biasa bahwa Luis dapat
dinyatakan bersalah pada kata-
kata Patrice Evra sendiri. Kami tak
mengetahui bagaimana caranya
Luis Suarez dianggap seperti itu,"
- pernyataan Liverpool (gu/zul)

Suarez Pastikan Ajukan Banding


Doni Wahyudi : Sepakbola detikcom - Liverpool, Pengacara Luis Suarez memastikan kalau kliennya
akan mengajukan banding atas
sanksi berat yang dijatuhkan FA.
Pihak pesepakbola Uruguay tersebut
percaya kliennya akan bebas
hukuman karena memang tidak bersalah. "Sanksi itu terdiri dari dua hal,
larangan bertanding dan denda. Kami
akan mengajukan banding untuk
keduanya," tegas agen sekaligus
pengacara Suarez, Alejandro Balbi. Dinyatakan bersalah atas tuduhan
melakukan penghinaan rasis pada
Patrice Evra, FA menjatuhkan hukuman berat pada Suarez. Striker Liverpool itu dilarang bermain untuk
delapan laga dan denda 4.000
poundtsterling. Suarez dan pihak Liverpool langsung
bereaksi keras atas putusan tersebut.
Sebagaimana beberapa kali
diungkapkan, Suarez menyebut
dirinya tidak melakukan apa yang
dituduhkan Evra. "Tuduhan rasis yang yang diarahkan
padanya tidak benar. Dia (Suarez)
menganggap hukuman ini berlebihan
dan bisa dibatalkan," lanjut Balbi
seperti diberitakan Reuters. Hukuman terhadap Suarez baru
berlaku setelah proses banding
tuntas, hal mana membuat sang
striker masih bisa bermain dinihari
tadi. Namun Suarez tampil tak
maksimal dalam laga tersebut dan gagal memberi kemenangan pada
Liverpool, yang harus puas dengan
skor 0-0 saat menyambangi Wigan.

Kaus Dukungan Liverpool untuk Suarez Dikritik


Doni Wahyudi : Sepakbola detikcom - Liverpool, Liverpool lantang membela Luis Suarez yang
dapat hukuman berat dari FA akibat
aksi rasisnya. Bentuk dukungan The
Reds dengan memakai kaus
bergambar sang striker kini justru
dapat banyak kritik. Saat melakukan pemanasan jelang
laga kontra Wigan Athletic, seluruh
pemain Liverpool memakai kaus
bergambar Suarez di bagian depan
dan nomor punggung tujuh di
belakang. Aksi tersebut merupakan bentuk dukungan The Reds setelah
sang striker dijatuhi hukuman
larangan bertanding delapan laga
plus denda usai dinyatakan bersalah
melakukan hinaan rasial pada Patrice
Evra. Sejak awal kubu 'Si Merah' memang
tegas menyatakan dukungan pada
Suarez. Mereka yakin kalau pemain
bintangnya itu tak bersalah atas
tuduhan melakukan aksi rasisme. Namun untuk aksi memakai kaus
dukungan sebelum laga Premier
League membuat Liverpool dapat
banyak kritikan. Banyak yang merasa
kecewa karena Liverpool masih
membela pemain yang sudah dinyatakan bersalah. "Sebagai mantan pesepakbola dan
berpengalaman dengan komentar-
komentar rasis sepanjang karier saya,
saya sedih melihat pemain Liverpool
menggunakan kaus itu malam
kemarin. Saya akan lebih senang jika mereka menggunakan kaos anti-
rasis," sahut mantan bek Manchester
United dan Aston Villa, Paul McGrath. Pernyataan senada datang dari striker
Blackburn Rovers, Jason Roberts.
"Sikap Liverpool soal masalah Suarez
membingungkan saya. Apakah
(Manchester) United akan mencetak
kaus Evra sekarang? Beberapa masalah lebih besar dibanding
sepakbola itu sendiri," seru Roberts di
akun twitternya. Dukungan Liverpool pada Suarez
dinilai sebagai sesuatu yang wajar.
Namun aksi menggunakan kaus yang
tercetak sosok si pemain dianggap
sebagai tindakan yang tak patut. "Saya pikir itu bukan tindaan yang
baik untuk menggunakan kaus itu.
Saya bisa paham pandangan klub
soal hal itu, tapi di masyarakat kita tak
bisa menerima rasisme dan
mendukung pemain yang menggunakan kata-kata rasis," sahut
eks Newcastle United, Olivier Bernard. "Tak masalah jika mereka
mendukung Suarez, tapi saya pikir itu
tidak tepat untuk memakai kaus itu
karena itu berarti mereka
mendukung penggunaan kata-kata
rasis. Saya sungguh tak paham dengan hal itu," simpul Bernard
seperti diberitakan Soccernet.

Poyet Bela Suarez Sampai Mati

detikcom - Brighton, Mantan pemain Urugay, Gustavo Poyet mengecam
sanksi berat yang dijatuhkan kepada
Luis Suarez atas kasus rasisme
terhadap Patrice Evra. Poyet
menyatakan akan membela
kompatriotnya itu sampai mati. FA menyatakan Suarez bersalah telah
melakukan pelecehan ras kepada
Evra dalam pertandingan Liverpool
melawan Manchester United, Oktober
lalu. Sanksi skorsing delapan laga
plus denda 40.000 poundsterling jadi ganjaran yang harus dibayar pemain
berusia 24 tahun itu. Poyet menyebut sanksi tersebut
sangat mengejutkan dan tidak
seimbang. Pria yang kini menjadi
pelatih Brighton, tim divisi
Championship, mengklaim di negara-
negara Amerika Selatan seperti halnya Uruguay, menyebut 'negro' dengan
cara yang penuh perasaan sembari
"menyerang" Evra. "Skorsing itu luar biasa, mengejutkan,
tidak seimbang. Saya membela Luis
sampai mati," seru Poyet kepada
harian Uruguay Ultimas Noticias yang
diberitakan Mirror Football. "Hal-hal
sudah terjadi sebelum dengan Evra. Dia juga bukan orang suci. Dia
seorang pemain kontroversial." "Suarez baru datang (di Liga Inggris)
dan ada banyak hal yang harus dia
pelajari ketika Anda berada di luar
negeri karena Anda akan normal di
negara Anda tapi mungkin mereka
tidak dianggap seperti itu di belahan dunia yang lain," bela mantan pemain
Chelsea itu. "Saya sudah menjelaskan bahwa
kami hidup dengan berbagai ras di
Uruguay. Kami memanggil mereka
'negro' dengan cara yang natural,
bahkan penuh perasaaan. Saya telah
menjelaskan bagaimana pengalaman orang-orang Uruguay dan Amerika
Latin dengan situasi ini. Saya sudah
lama di Inggris dan paham dengan
mereka tapi Luis belum lama tinggal
disini," demikian Poyet. Poyet adalah salah satu dari banjir
dukungan yang diterima oleh Suarez.
Liverpool dan seluruh timnas Uruguay
turut memberikan dukungannya
kepada pemain terbaik Copa America
2011 itu.

Reina: Suarez Tidak Rasis


Novitasari Dewi Salusi : Sepakbola detikcom - Liverpool, Dukungan untuk Luis Suarez terus mengalir dari
rekan setimnya di Liverpool. Penjaga
gawang Pepe Reina menyatakan
bahwa Suarez bukan orang yang
rasis. Seperti yang sudah diberitakan
sebelumnya, penyerang asal Uruguay
itu dituduh melakukan tindakan rasis
pada Patrice Evra saat MU dan
Liverpool saling berhadapan di Liga
Inggris. Setelah melakukan penyelidikan, FA menjatuhkan sanksi
larangan bermain dalam delapan
pertandingan serta denda uang
sebesar 4.000 pundsterling. Yakin bahwa rekannya itu tidak
bersalah, Reina memberikan
pembelaannya untuk Suarez. Ia
menyebut bahwa Suarez bukan
orang yang rasis. Penjaga gawang asal Spanyol itu juga
menyebut semua pemain Liverpool
menyatakan dukungannya untuk
pemilik nomor punggung tujuh itu. "Dia tidak rasis. Aku yakin 100% dia
tidak rasis dan dia telah dituduh
tentang rasisme" tegas kiper asal
Spanyol seperti dikutip oleh Mirror
Football. "Kami semua ada di belakangnya. Dia
memiliki dukungan penuh dari kami.
Kami membuat pernyataan
sebelumnya dan kami mengatakan
apa yang kami pikir sebagai
kenyataan." "Kami bersama sejak dari awal
tuduhan dialamatkan padanya dan ini
adalah apa yang bisa kami lakukan
untuknya," sambungnya. Dukungan untuk Suarez bukan
diberikan tanpa alasan. Menurut
Reina, Suarez tak bersalah dan
hukuman itu menunjukkan bahwa
rekannya itu sudah diperlakukan
dengan tidak adil. "Kami menunjukkan dukungan kami
untuk Luis. Kami ingin dia dan semua
orang tahu kami ada di belakang
rekan setim kami karena dia adalah
orang yang baik dan dia sudah
'disalibkan' oleh beberapa orang dan itu tidak adil," pungkasnya.

Kamis, 22 Desember 2011

"Suarez Not Walk Alone"



LIVERPOOL, KOMPAS.com — Seluruh penggawa Liverpool
memberikan dukungan
penuh kepada striker Luis
Suarez yang sedang berada
dalam situasi sulit, setelah
dinyatakan bersalah melakukan tindakan rasial
terhadap Patrice Evra oleh
Federasi Sepak Bola Inggris
(FA). Suarez pun dijatuhi
hukuman tak boleh tampil
dalam delapan pertandingan. Namun, segenap unsur
Liverpool siap mendukung
Suarez, termasuk upayanya
melakukan banding. Mereka
mengatakan, striker asal
Uruguay tersebut tak akan berjalan sendirian dalam
menghadapi situasi ini (not
walk alone), sebuah motto
khas Liverpool. FA menyatakan, Suarez
terbukti melakukan
pelecehan rasial terhadap
bek Manchester United,
Patrice Evra, ketika kedua
tim bersua pada 15 Oktober lalu. Selain larangan
bermain, FA juga
menjatuhkan denda 40.000
poundsterling atau sekitar
Rp 568,7 juta. "Luis Suarez adalah rekan
dan teman kami dan
sebagai tim kami terkejut
dan marah bahwa dia
dinyatakan bersalah oleh
FA. Kami sepenuhnya mendukung Luis dan kami
ingin dunia tahu itu. Kami
tahu dia tidak rasis. Kami
skuad dari berbagai macam
negara dan latar belakang.
Semua dari kami mendukung komitmen klub
untuk memerangi
rasialisme. Kami semua
sepakat tak ada tempat di
dalam pertandingan untuk
segala macam bentuk diskriminasi," demikian pernyataan para pemain
seperti yang dilansir situs
resmi klub. "Kami telah hidup, berlatih,
dan bermain dengan Luis
hampir 12 bulan dan kami
tak mengenali cara dia yang
digambarkan banyak orang.
Kami akan terus mendukung Luis melewati
momen sulit ini, dan
sebagai teman yang populer
dan dihargai dari seluruh
rekan timnya, dia tak akan
berjalan sendirian," lanjut pernyataan tersebut. Sumber : Liverpool

Dukungan Mengalir untuk Suarez

Dukungan Mengalir untuk Suarez
Randy Wirayudha - Okezone
PARIS – Merasa sanksi yang dijatuhi FA terhadap Luis Suarez dinilai tidak
adil, sejumlah kompatriot Suarez
mulai buka suara untuk memberi
dukungan. Suarez terkena larangan
8 pertandingan dan denda 40 ribu
pounds, karena dianggap bertindak rasis kepada pemain Manchester
United, Patrice Evra. Komentar pertama, tentu saja datang
dari kapten timnas Uruguay, Diego
Lugano, yang memang mengenal
betul sosok Suarez. Menurut bek
milik Paris Saint Germain itu, vonis
terhadap Suarez tidaklah adil. Lugano juga geram terhadap sikap
Evra yang dinilai telah memfitnah
Suarez. “Saya sungguh tak percaya. Mereka
(FA) membuat kesalahan besar.
Memang Inggris masih punya
masalah rasisme yang ingin mereka
berantas, hal itu bagus menurut
saya, tapi mereka tidak punya bukti yang kuat,” gumam Lugano, seperti
disitat Livesoccertv, Kamis
(22/12/2011). “Saya tidak percaya pemain macam
Evra bisa melakukannya. Dia
merusak semua etika sepakbola,”
lanjut Lugano yang tak bisa
menahan kekesalannya. “Kita semua tahu, pribadi seperti apa
dan martabat yang dipunya Luis.
Kami semua merasa terluka
karenanya. Saat rekan timnas
menderita, kami juga merasakan hal
yang sama. Sekarang, yang bisa kami lakukan hanyalah memberi
dukungan dan selalu ada untuknya,”
tambah kapten terbaik di Piala Dunia
2010 silam itu. Hal senada juga terlontar dari salah
satu veteran timnas Uruguay,
Sebastian Abreu, yang menganggap,
tindakan FA itu tidak masuk akan
dan sulit dimengerti. Rasisme di
manapun memang harus segera dituntaskan, tapi bukan berarti,
suatu federasi bisa memberi sanksi
seenaknya. Karena itu, Abreu
mendukung jika memang Suarez
akan mengajukan banding. “Sanksi itu sulit dimengerti. Tidak
masuk akal dan kurang dasar
apapun. Segenap timnas akan selalu
ada di samping Luis sampai mati dan
kami yakin, sanksi itu bisa
dibatalkan,” tutur Abreu. “Rasisme memang ada di sekitar kita,
ada momen di mana banyak ucapan
yang terlontar di lapangan,
konfrontasi pun mulai muncul dan
pertukaran caci maki terjadi. Tapi,
tetap saja yang harus dikatakan harus tetap ada di lapangan,”
sambung striker Botafogo tersebut. “Seharusnya mereka tak membuat
tuduhan seberat itu. Yang saya
yakini adalah, sanksi yang terlampau
tidak adil telah jatuh untuk Luis,
ketika dia saat itu masih menyangkal
segalanya. Yang terjadi hanyalah komentar biasa di lapangan tapi,
mereka menghukum Luis tanpa
adanya bukti,” tuntas bomber
veteran berusia 35 tahun itu.
(raw)