Jumat, 26 April 2013

Liverpool Tegaskan Tak Bakal Jual Suarez

Kris Fathoni W - detikSport
Senin, 22/04/2013 19:05 WIB
Getty Images
Liverpool - Kontroversi teranyar yang melibatkan Luis Suarez ditegaskan tidak bakal membuat Liverpool melego penyerang andalannya tersebut.

Pemain asal Uruguay itu kedapatan menggigit bek Chelsea Branislav Ivanovic saat kedua tim berhadapan di partai Liga Primer Inggris, Minggu (21/4/2013).

Kejadian tersebut luput dari pengamatan wasit sehingga Suarez luput dari sanksi di atas lapangan, kendati sangat mungkin ia akan dijatuhi hukuman berat oleh federasi sepakbola Inggris (FA)--Liverpool sendiri sudah menjatuhi denda untuk Suarez.

Dengan fakta bahwa ini bukan kali pertama Suarez terlibat kontroversi, ada yang memprediksi bahwa di akhir musim nanti Liverpool akan melegonya saja. Akan tetapi, Managing Director Liverpool Ian Ayre menepis kemungkinan tersebut.

Ditanya apakah tindakan teranyar Suarez akan berimbas ke masa depannya di Anfield, Ayre pun menjawab, "Tidak sama sekali."

"Itu mempengaruhi masa depannya dalam konteks bahwa kami akan bekerja sama dengannya mengenai tingkat kedisplinannya--tapi Luis adalah pemain yang sangat penting untuk klub ini," jawabnya di situs resmi Liverpol.

"Ia pemain yang sangat populer dengan rekan-rekan setimnya. Seperti yang terus kami katakan, ia telah menandantangani kontrak baru berdurasi empat tahun musim panas lalu dan kami akan senang melihatnya menjalani durasi itu."

"Ia adalah seorang pemain fantastis, topskorer dan semua yang kami inginkan dari seorang penyerang, jadi tidak ada perubahan di situ. Ini lebih kepada mengembalikannya ke jalur yang benar dan Brendan Rodgers akan berperan besar guna bekerja sama dengannya atas aspek tersebut," beber Ayre.

Kendatipun sarat kontroversi, Suarez memang punya kemampuan ciamik di atas lapangan, baik saat membela klubnya maupun timnas. Menjadi topskorer sementara Liga Primer Inggris saat ini, Suarez juga tinggal butuh tiga gol lagi di timnas Uruguay untuk jadi topskorer sepanjang masa di negaranya.



(krs/a2s)

Suarez Didenda Liverpool atas Tindakannya Gigit Ivanovic

Kris Fathoni W - detikSport
Senin, 22/04/2013 18:13 WIB
Getty Images/Michael Regan
Liverpool - Atas tindakannya menggigit pemain lawan, Luis Suarez telah dijatuhi denda oleh Liverpool, yang kini juga akan berusaha membantu pemainnya itu untuk meredam perilaku kontroversialnya.

Dalam pertandingan Liverpool kontra Chelsea, Minggu (21/4/2013), Suarez melakukan aksi kontroversial setelah menggigit lengan dari Branislav Ivanovic. Kendatipun sudah langsung minta maaf, tindakan Suarez tersebut dinilai layak mendapatkan sanksi, baik dari Liverpool maupun FA--terlebih ini bukan kali pertama ia terlibat kontroversi.

Menurut Managing Director Liverpool Ian Ayre, insiden itu telah langsung dibahas dengan Suarez, yang juga sudah meminta maaf atas tindakannya tersebut. Denda finansial pun dijatuhkan pihak klub, meski tidak disebutkan secara rinci nilainya.

"Kami sudah mengambil tindakan dengan menjatuhi denda untuk Luis atas tindakannya. (Manajer Liverpool) Brendan (Rodgers) akan terus bekerja sama dengannya menyoal kedisplinannya," kata Ayre di situs Liverpool.

"Saat bicara dengannya, dapat dilihat bahwa ia amat menyesali tindakan itu dan ia sudah pasti memperlihatkan rasa penyesalan besar ke arah kami--dan terkait hal itu, ia juga meminta kami untuk menyumbangkan hasil denda terhadapnya ke Hillsborough Family Support Group."

"Saya pikir ia merasa sudah banyak mengecewakan banyak orang kemarin. Kami--khususnya Brendan-- akan bekerja sama dengan Luis mengenai karakter tertentu dalam permainannya," paparnya.

Sanksi berupa denda finansial itu juga dikonfirmasi Suarez melalui akun Twitter-nya, sebagaimana dikutip oleh Sky Sports. "Atas tindakanku yang tidak dapat diterima, klub sudah mendendaku."

"Atas ketidaknyamanan yang sudah aku timbulkan untuk suporter Liverpool dan Ivanovic, aku sudah meminta klub untuk menyumbangkan uangnya ke Hillsborough Family Support Group," tulis Suarez.




(krs/rin)

Tujuh Aksi Kontroversial Luis Suarez

Kris Fathoni W - detikSport
Senin, 22/04/2013 17:03 WIB
Punya kemampuan hebat mengolah si kulit bundar, Luis Suarez juga akrab dengan kontroversi baik ketika ia tampil untuk tim nasional maupun klubnya.

Kontroversi teranyar yang melibatkan Suarez terjadi ketika ia membela klubnya, Liverpool, ketika menghadapi Chelsea dalam ajang Liga Primer Inggris, Minggu (21/4/2013).

Ini bukan kontroversi pertama Suarez saat berseragam 'Si Merah'. Sebelum itupun, ia tercatat pernah terlibat dalam kontroversi lain di timnas Uruguay dan juga di klub lamanya, Ajax.

Berikut kontroversi-kontroversi yang melibatkan nama penyerang berusia 26 tahun yang untuk sementara jadi topskorer Liga Primer Inggris tersebut.


Kartu Merah dalam Debut Internasional

Penampilan pertama Suarez untuk timnas senior Uruguay terjadi pada 8 Februari 2007 silam. Debut tersebut dijamin tidak akan mudah terlupakan oleh Suarez maupun pendukung tim tersebut.

Dalam sebuah laga menghadapi Kolombia saat itu, Suarez harus balik kanan dan kembali ke ruang ganti sesaat lebih dini setelah dirinya menerima kartu kuning kedua dari wasit, ketika pertandingan baru memasuki menit ke-85.

Pun demikian, sejauh ini Suarez sudah mencatatkan 63 penampilan untuk Uruguay dan mengemas 31 gol. Itu merupakan jumlah terbanyak kedua di timnas Uruguay dan cuma terpaut dua gol dari topskorer timnas, Diego Forlan, menegaskan bahwa Suarez punya peranan besar untuk Uruguay

Handball yang Bantu Uruguay Singkirkan Ghana

Bersama timnas Uruguay, kontroversi lain pernah melibatkan Suarez. Hal itu terjadi di Piala Dunia 2010 lalu.

Pada menitperempatfinal Piala Dunia 2010, Suarez melakukan handball di garis gawang untuk menggagalkan pemain Ghana, Dominic Adiyiah, mencetak gol di menit-menit akhir extra time dalam skor 1-1.

Akibat insiden tersebut Suarez dikartu merah dan Ghana mendapatkan penalti yang kemudian gagal dieksekusi. Walhasil pertandingan harus dituntaskan lewat adu penalti, di mana Uruguay berjaya.

Usai pertandingan, Suarez menyatakan bahwa ia sudah melakukan penyelamatan terbaik dalam turnamen. Kubu Ghana yang kecewa sebaliknya menuding Suarez sebagai penjahat dan tukang curang.

Ribut-ribut dengan Teman Setim

Nama Suarez dalam persepakbolaan Eropa mulai menjulang berkat penampilannya bersama klub Belanda Ajax yang ia bela sedari tahun 2007 lalu.

Kendatipun di sini ia berhasil memperlihatkan talentanya yang luar biasa dalam bermain sepakbola, Suarez acapkali juga bikin pusing karena acapkali menerima kartu kuning.

Pada satu waktu Suarez bahkan juga sempat bersitegang dengan rekan setimnya sendiri, Albert Luque, di ruang ganti pada waktu turun minum sebuah pertandingan.

"Ia sulit ditebak dan tak mudah diberitahu, tapi itu pula yang membuatnya spesial," kata mantan pelatihnya di Ajax, Marco van Basten, seperti dikutip Sports Illustrated.


Di Belanda, Suarez Menggigit

Pada November 2010, Suarez terlibat kontroversi lain dalam bulan-bulan akhirnya di Ajax. Dalam sebuah laga kompetisi Liga Belanda, ia kedapatan menggigit pemain PSV, Otman Bakkal.

Akibat tindakannya tersebut, Suarez langsung dilarang tampil dua pertandingan oleh Ajax. Sanksi finansial juga dijatuhkan klubnya tersebut.

Hukuman tambahan untuk Suarez kemudian dijatuhkan oleh Federasi Sepakbola Belanda (KNVB). Ia dilarang bermain di tujuh partai liga.

Tidak berapa lama usai insiden tersebut, Liverpool mendekati Ajax untuk merekrut Suarez. Januari 2011 ia hijrah ke Anfield.

Dituding Suka Diving

Di Liverpool, Suarez dinilai acapkali melakukan aksi tipu-tipu dengan sengaja menjatuhkan diri alias diving. Cap itu disematkan ke Suarez, salah satunya karena sebuah kejadian dalam derby Merseyside pada Oktober 2011.

Ketila itu pemain Everton Jack Rodwell melakukan tekel dan Suarez terjatuh dengan keras, meski kelihatannya tidak banyak kontak yang terjadi. Rodwell kemudian dikartu merah.

Pada Oktober 2012, Suarez merayakan golnya dengan cara menjatuhkan diri ke rumput lapangan di depan Manajer Everton David Moyes, yang sebelumnya menyatakan, "pemain tukang diving seperti Suarez membuat suporter jadi kurang suka dengan permainan di Inggris."

Suarez vs Evra

Dalam pertandingan antara Liverpool dengan Manchester United pada Oktober 2011, Suarez dituding sudah melakukan tindak rasial kepada Patrice Evra.

Isu rasialisme lantas memanaskan insiden tersebut. Pada prosesnya Suarez dinyatakan bersalah, dan mendapatkan hukuman berupa larangan tampil dan sanksi finansial.

Pada Februari 2012, MU dan Liverpool berjumpa lagi di Old Trafford, membuat Evra dan Suarez berhadapan lagi. Kontroversi lantas hadir lagi setelah Suarez menolak bersalaman dengan Suarez sebelum kickoff.
 

Sentuh Bola dengan Tangan & Gigit Lawan

Kontroversi teranyar yang melibatkan Suarez terjadi ketika Liverpool menghadapi Chelsea di Liga Primer Inggris, Minggu (21/4/2013).

Suarez terlihat menggigit lengan Branislav Ivanovic kendati lolos dari hukuman di atas lapangan karena wasit tidak menyaksikan kejadian tersebut. Suarez lalu mencetak gol yang membuat skor jadi 2-2 dan menyelamatkan timnya dari kekalahan.Yang unik, sebelumnya Suarez sebenarnya juga bertanggung jawab atas gol kedua Chelsea yang lahir dari titik putih, usai ia melakukan handball di kotak terlarang--dan dikartu kuning.

Handball lain sempat dilakukan oleh Suarez di awal tahun ini. Hal itu terjadi pada Januari 2013 lalu, ketika ia mencetak gol kedua Liverpool ke gawang Mansfield dengan menggunakan tangan di dalam laga Piala FA.
 
(krs/din)

Suarez Diolok-olok di Dunia Maya, Di-follow Tyson di Twitter


Kris Fathoni W - detikSport
Senin, 22/04/2013 14:26 WIB
Jakarta - Aksi gigit teranyar dari Luis Suarez mungkin sudah membuatnya kehilangan follower di Twitter. Tetapi karena kontroversi itu pula Suarez mulai di-follow oleh Mike Tyson.

Suarez, yang bermain untuk Liverpool, terlibat kontroversi setelah menggigit lengan pemain Chelsea Branislav Ivanovic ketika kedua tim berimbang 2-2, Minggu (21/4/2013).

Tindakan Suarez itu lantas memicu gelombang reaksi baik di dunia nyata maupun dunia maya, di mana umumnya menyayangkan dan mengkritik tindakan penyerang asal Uruguay tersebut.

Yang menarik, seperti dilaporkan Metro.co.uk, segera setelah kontroversi itu Suarez justru mendapat follower baru di Twitter. Ia adalah Tyson.

Pada tahun 1997 silam, Tyson pernah terlibat kontroversi serupa usai mengggigit telinga Evander Holyfield yang sedang ia hadapi di atas ring. Atas tindakannya saat itu lisensi tanding Tyson sempat dicabut.

Entah apakah tindakan Tyson mem-follow Suarez saat ini adalah karena ingin memberi dukungan moril untuk si pesepakbola, atau malah cuma penasaran saja dengan nasib Suarez nanti.

Joey Barton Bela Suarez Pasca Gigit Ivanovic

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Senin, 22/04/2013 11:34 WIB
Andrew Yates/AFP
London - Striker Liverpool, Luis Suarez, tidak selamanya mendapat kecaman atas aksinya menggigit lengan bek Chelsea, Branislav Ivanovic. Aksi Suarez itu mendapat pembelaan dari Joey Barton.

Suarez memang sudah mengaku salah dan meminta maaf terhadap Ivanovic yang diumumkan melalui Twitter pribadinya. Meski begitu, penyerang internasional Uruguay ini diyakini tidak akan lolos dari hukuman.

Kejadian itu memperpanjang daftar kontroversi yang dilakukan Suarez sepanjang kariernya. Sedangkan soal menggigit lawan, pesepakbola yang lahir pada 24 Januari 1987 itu pernah melakukannya pada 2010 ketika masih berseragam Ajax Amsterdam sehingga dijatuhi skorsing sepanjang tujuh laga.

Di saat berbagai reaksi keras mengarah kepad Suarez, Barton justru melontarkan dukungan. Pemain Inggris yang juga sarat kontroversi itu menilai itu Suarez hanya bermain dengan penuh risiko.

"Suarez adalah seorang pemain bagus di dunia sepakbola. Ya, dia memang sudah mengacau dan seharusnya dia tidak menggigit pemain lain tapi seorang pemain seperti dia harus bermain penuh risiko," tulis Barton di akun Twitternya @Joey7Barton, yang diwartakan Daily Mail.

"Tanpa hal itu dia tidak akan menjadi seornag pemain seperti sekarang. LFC (Liverpool FC) sudah gila jika tidak mendukung dia, menurut pendapatku.. jika mereka tidak (mendukung dia) aku yakin akan ada banyak klub-klub yang bermain di Liga Champions akan mengantre untuk mendapatkan dia."

Barton, yang kini dipinjamkan QPR ke Marseille, kemudian membandingkan insiden ini dengan tendangan kung-fu yang dilakukan legenda Manchester United Eric Cantona terhadap seorang pendukung Crystal Palace pada 1995.

"...apa yang Fergie lakukan dengan Cantona untuk mengetahui betapa berharganya Suarez. Dia memang begitu bagus. Setiap pendukung sepakbola ingin memiliki Suarez di tim mereka. Siapapun yang berkata sebaliknya itu omong kosong," tulis dia lagi.

Tidak lama kemudian, Barton mengklarifikasi ucapan sebelumnya. Namun begitu, menurut dia, kejadian Suarez ini tidak perlu dibesar-besarkan.

"Anda tidak bisa membela gigitan Suarez. Itu tidak patut mendapat belaan. Bagaimanapun Anda tetap bisa membela Suarez sebagai manusia, sebagai pemain."

"Orang-orang berlaku seakan-akan dia benar-benar memakan seseorang. Tidak ada seorangpun yang mati. Banyak hal yang lebih buruk terjadi setiap hari di setiap pekan. Lagipula dia sudah minta maaf. Dia akan mendapat denda dari klubnya Dia adalah seorang manusia, manusia mana yang tidak membuat kesalahan?'," pungkas Barton.

(rin/krs)

Suarez Dipuji, Suarez Dikecam

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Senin, 22/04/2013 08:56 WIB
Getty Images via Liverpool FC/John Powell
Liverpool - Luis Suarez, from hero to zero to hero, ini mungkin kiasan yang tepat menggambarkan pesepakbola 26 tahun itu pasca beberapa aksinya di laga Liverpool kontra Chelsea, yang menuai pujian sekaligus kecaman dari banyak pihak.

Yang menuai kecaman tentunya adalah saat ia terlibat duel dengan bek Chelsea Branislav Ivanovic di kotak penalti tim tamu di menit 66. TIba-tiba Suarez menggigit lengan Ivanovic yang kontan bikin si lawan berteriak dan sempat terjadi argumen di antara keduanya.

Kejadian itu lolos dari pengamatan Kevin Friend tapi karena sudah terekam oleh kamera televisi dan dunia sudah juga melihatnya, maka Suarez bisa dipastikan tak akan lolos dari sanksi berat yang akan menantinya dari klub maupun FA. Ini seakan mengulangi kejadian Desember 2010 di mana ia diskorsing Ajax Amsterdam (pasca menggigit Otman Bakkal) dan KNVB sebanyak tujuh pertandingan plus denda.

Aksi ini juga menambah deretan sisi kontroversial pemain Uruguay itu sejak merumput di Premier League. Dimulai dari aksi pelecehan rasial pada Patrice Evra, lalu cap tukang diving, dianggap menendang Scott Parker pada laga kontra Tottenham Hotspur musim lalu dan berseteru dengan fans di laga kontra Fulham.

Sederet aksi kontroversial yang mencapai puncaknya saat menggigit Ivanovic dinilai sudah cukup membuat Liverpool kehilangan kesabaran dan ia pun dikritik banyak pihak termasuk dua eks pemain The Reds, Graeme Souness serta Jamie Redknapp.

"Saya tidak yakin apa alasan dirinya melakukan itu. Dia sudah membuat segalanya menjadi sangat sulit untuk dirinya bisa bertahan di klub dan itu membuat kesempatan itu sudah hilang," ungkap Souness dalam wawancara dengan Sky Sports.

"Yang paling penting adalah bisa menjaga nama baik Liverpool Football Club. Liverpool adalah klub dengan reputasi dunia. Orang-orang akan membicarakan ini untuk waktu yang sangat lama dan akan bikin nama baik Liverpool tercoreng. Ini bukan pertama kalinya ia menggigit pemain di pertandingan sepakbola. Dia sudah mengorbankan segala yang klub hebat ini coba pertahankan. Saya tidak pernah melihat seperti ini dalam sepakbola. Ada batas-batas yang Anda tidak bisa lewati dalam sepakbola dan hari ini Luis Sudah melewatinya," sambungnya.

"Dia jelas sangat bermasalah. Dia benar-benar gila dan apa yang dilakukan hari ini benar-benar tidak bisa dibela. Apa yang dia lakukan? Apa memang dia ingin membawa pulang lengan seorang pemain di lapangan? Benar-benar tindakan yang brutal, ini gila. Ini di luar akal sehat dan sungguh memalukan karena dia bermain untuk klub hebat," timpal eks kapten Liverpool Redknapp.

"Saya akan terkejut jika dia bisa bermain lagi di sisa musim. Apa artinya jika dia tidak mendapat sanksi 2-3 laga? Anda tidak bisa membelanya dan tentu saja salah jika Anda yang mencobanya."

Namun di balik aksi kontroversial Suarez tak dipungkiri adalah pesepakbola dengan talenta luar biasa dan musim ini ia memperlihatkan mengapa 'Si Merah' begitu ngototot mempertahankannya. Aksinya banyak membantu tim termasuk satu assist dan satu gol yang menyelamatkan Liverpool dari kekalahan lawan Chelsea.

"Saya pikir tidak adil untuk Luis Suarez jika hanya membicarakan soal aksinya selama 45 menit itu, dia sudah menjadi pemain terbaik di liga musim ini. Saya pikir dia adalah pemain terbaik ketiga di dunia setelah Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo," kata Steven Gerrard.

Ya beginilah memang Luis, dipuja sekaligus dicerca.


(mrp/roz)

Suarez Tegaskan Kesetiaannya Bertahan di Liverpool


Mohammad Resha Pratama - detikSport
Senin, 22/04/2013 07:31 WIB
Getty Images via Liverpool FC/John Powell
Liverpool - Liverpool setidaknya boleh berlega hati di tengah gempuran rumor soal masa depan Luis Suarez setelah si pemain Uruguay itu menegaskan kesetiaannya bertahan di klub, setidaknya hingga kontrak berakhir.

Suarez musim ini tak lepas dari kontroversi, gol dan juga soal spekulasi mengenai statusnya sebagai pemain Liverpool musim depan. Sebab banyak klub yang menginginkan pemain yang sudah mencetak 23 gol di Liga Inggris musim ini itu.

Ini karena pernyataan Suarez yang sudah rindu bermain di kompetisi seketat Liga Champions, sesuatu yang belum pernah didapatnya bersama The Reds saat ini. Hal ini kemudian memantik kabar bahwa ia akan hengkang musim panas nanti ke Juventus, Bayern Munich atau Barcelona.

Terkait rumor itu Liverpool melalui managing director Ian Ayre sudah menegaskan tak akan menjual si pemain. Kini giliran Suarez yang menegaskan komitmennya untuk tetap berseragam merah-merah setidaknya hingga tahun 2016 di mana kontraknya akan tuntas.

"Ya, saya akan tetap berada di sini musim depan. Bukan hanya saya akan bermain untuk Liverpool, tapi saya bermain di salah satu liga terbaik di dunia. Saya sangat bahagia di Liverpool dan saya ingin menghabiskan kontrak saya di sini, meskipun Anda tidak akan pernah tahu apa yang terjadii dalam sepakbola," ujar Suarez dalam wawancara dengan Sunday Times.

"Klub bisa memutuskan mereka tidak menginginkan Anda lagi, meskipun Anda ingin bertahan. Dalam sepakbola segalanya bisa berubah dari apa yang sudah direncanakan," lanjut pemain 26 tahun itu.

Tak lama setelah wawancara itu dipublikasikan, Suarez bikin aksi kontroversial lagi saat ia mengigit lengan Branislav Ivanovic di laga kontra Chelsea di Anfield, Minggu (21/4/2013) malam WIB.

(mrp/nds)