Kamis, 21 Juni 2012

EURO 2012 : Agger: Inggris Tak Harus Gentar Sua Jerman

Agger: Inggris Tak Harus Gentar Sua JermanBola.net - Daniel Agger mendorong Inggris untuk mengenyahkan rasa takut menghadapi Jerman andai mereka dipertemukan di semifinal Euro 2012.

Bek tengah Denmark itu harus angkat kaki lebih dulu dari turnamen setelah negaranya dibekuk Der Panzer 1-2 di laga terakhir grup akhir pekan kemarin.

Dan ia yakin skuad Joachim Loew bukannya tak bisa dikalahkan meski sudah mencatat 14 kemenangan beruntun di laga kompetitif.

"Jerman adalah tim terbaik di grup kami ketika mereka menguasai bola, tetapi kami merasa punya peluang menghadapi pemain bertahan mereka," ungkap bek Liverpool berusia 27 tahun itu.

"Lini depan mereka tak bertahan di satu posisi saja, mereka secara konstan berganti sisi dan berlari ke posisi yang baru. Tapi saya bermain melawan penyerang dengan kualitas seperti itu setiap pekan di Liga Premier, dan begitu juga para pemain timnas Inggris."

Inggris akan meladeni Italia di babak perempat final, sementara Jerman akan menghadapi tantangan Yunani. (sun/row)

EURO 2012 : Steven Gerrard, Man of the Match Inggris vs Ukraina


Bola.net - Dari lima gol Inggris di Grup D Euro 2012, tiga di antaranya adalah rancangan kapten mereka, Steven Gerrard.

Ketika Inggris menaklukkan Ukraina 1-0 pada matchday pamungkas, Rabu (20/6), Gerrard melepaskan 8 crossing dan melancarkan 6 tekel. Tidak ada pemain lain di atasnya untuk dua kategori tersebut.

Tapi, kehebatan Gerrard bukan cuma di statistik. Dia menunjukkan permainan luar biasa di atas lapangan. Tendangan bebasnya yang brilian bahkan nyaris membuat Wayne Rooney membawa Inggris memimpin di babak pertama. Setiap dia menguasai bola, tempo permainan pun berada di bawah kendalinya.

'Panggung pertunjukan' Gerrard berikutnya adalah perempat final melawan Italia. (vimeo/gia)

EURO 2012 : Kalah, Prancis Tantang Spanyol

Review: Kalah, Prancis Tantang SpanyolBola.net - Prancis yang paling berpeluang lolos sebagai juara Grup D menghadapi Swedia yang sudah dipastikan tersingkir di matchday terakhir. Laga ini digelar di NSK Olimpijs'kyj, Kiev pada Rabu (20/06).

Swedia bermain dengan ngotot layaknya tim yang masih punya kesempatan lolos. Dari awal sudah terlihat bahwa Swedia tidak akan membuat laga ini mudah untuk Prancis.

Terbukti, pemain Prancis dibuat frustasi dengan pertahanan solid Swedia. Prancis juga wajib waspada karena Swedia menunjukkan bahwa pertahanan Prancis masih perlu banyak berbenah jika ingin melewati hadangan Spanyol di babak perempat final.

Prancis memang lebih menguasai ball possession, Tapi Swedia justru yang mendapat peluang emas pertama. Memanfaatkan kesalahan lini belakang Prancis, Ola Toivonen berhasil melewati semua pemain lawan, termasuk kiper Hugo Lloris.

Sayang bagi Swedia, tendangan Toivonen dari sudut sempit hanya membentur tiang gawang dan memantul keluar.

Prancis yang terus mendominasi pertandingan terus mencecar pertahanan Swedia dari waktu ke waktu. Namun lini belakan Swedia yang solid serta penyelesaian akhir yang tak sempurna membuat peluang Les Bleus selalu gagal.

Babak pertama diakhiri tanpa gol.

Permainan Prancis semakin meragukan di awal babak kedua. Tidak adanya sosok pengatur serangan mumpuni membuat serangan Prancis tak tertata dengan rapi.

Sebaliknya, Swedia yang mengancam lewat serangan balik malah bisa mencetak gol di menit 54 lewat tendangan Zlatan Ibrahimovic. Menerima umpan dari Larsson, Ibra melepaskan tendangan terbang yang memperdaya Lloris.

Prancis seperti tersentak dengan gol Swedia itu. Les Bleus mulai menggedor gawang Swedia. Isaksson harus bekerja keras mengamankan gawangnya dari tendangan jarak jauh yang kerap dilepaskan oleh pemain-pemain Prancis.

Laurent Blanc juga terlihat ingin mempertajam penampilan timnya dengan memasukkan beberapa pemain bertipe menyerang. Namun lini depan prancis tetap tumpul.

Prancis justru semakin terpuruk ketika di injury time, Sebastian Larsson mampu menggandakan keunggulan Swedia. Memanfaatkan bola pantul hasil tendangan Holmen, Larsson berhasil melepaskan tembakan keras yang bersarang di gawang Prancis.

Meski kalah, Prancis tetap lolos ke perempat final karena di laga lain, Ukraina tumbang dari Inggris. Prancis yang menjadi runner up akan menghadapi juara bertahan Spanyol di perempat final. Inggris yang jadi juara grup akan bersua Italia di putaran selanjutnya.

Sementara itu, Swedia bisa pulang dengan kepala tegak dari Euro 2012 kali ini. Hasil ini akan menjadi awal yang baik bagi perjalanan Swedia di kualifikasi Piala Dunia 2014.

Susunan Pemain Swedia: Isaksson, Mellberg, Granqvist, M Olsson, J Olsson, Larsson, Svensson (Holmen 78'), Källström, Bajrami (Wilhelmson 46'), Ibrahimović, Toivonen (Wernbloom 78').

Susunan pemain Prancis: Lloris, Debuchy, Rami, Mexès, Clichy, Ribéry, Nasri (Menez 77'), M'Vila (Giroud 83'), Diarra, Ben Arfa (Malouda 59'), Benzema.

Statistik Swedia - Prancis
Penguasaan bola: 44% - 56%
Shot (on goal): 12 (6) - 24 (4)
Corner: 2 - 8
Pelanggaran: 17 - 14
Offside: 6 - 1
Kartu kuning: 2 - 1
Kartu merah: 0 - 0
Penyelamatan: 4 - 4

Pencetak gol: Ibrahimovic (54'), Larsson (90).

Kartu kuning: Mexes (68'), Svensson (70'), Holmen (81')  (bola/hsw)

HIGHLIGHTS - Euro 2012 Swedia 2 - Prancis 0 
Dilihat sebanyak 18.829 kali
Follow twitter @bolanet dan gabung komunitas bola.net di facebook.
Akses Bola.net melalui http://m.bola.net pada browser ponsel Anda.

EURO 2012 : Inggris Tantang Italia di Perempat Final

Bola.net - Comeback goal Rooney dan ghost goal Ukraina iringi langkah Inggris menuju laga kontra Italia.

Inggris melakoni bentrokan kontra Ukraina pada matchday terakhir Grup D di Donbass Arena, Donetsk, Rabu (20/6), dengan taruhan satu tiket ke babak delapan besar Euro 2012.

Di tempat lain pada saat yang bersamaan, Prancis menghadapi tim yang sudah pasti tersingkir, Swedia.

Baik Prancis (peringkat 1, 4 poin), Inggris (peringkat 2, 4 poin), maupun Ukraina (peringkat 3, 3 poin), sama-sama berpeluang ke perempat final dengan status sebagai juara Grup D.

Pemenang Grup D ini akan menghadapi Italia di perempat final, sedangkan status runner-up akan membawa tim yang bersangkutan ke hadapan sang juara bertahan, La Furia Roja, Spanyol.

Selain itu, satu dari mereka akan dipastikan menemani Swedia mengakhiri perjalanannya di Polandia-Ukraina.

Inggris kembali diperkuat Rooney, Ukraina minus Sheva.

Dua perbedaan mencolok itulah yang mewarnai duel Three Lions dan sang co-host dalam laga yang dipimpin oleh wasit Viktor Kassai asal Hungaria ini.

Wayne Rooney kembali ke line-up Inggris setelah absen di dua laga pembuka akibat skorsing. Dia menggantikan Andy Carroll untuk berduet dengan Danny Welbeck di lini depan.

Satu-satunya kejutan dari Roy Hodgson adalah kembali mencadangkan Theo Walcott, yang menjadi inspirasi comeback win Inggris saat melawan Swedia. Sang manajer lebih memilih James Milner dan Ashley Young sebagai starter.

Andriy Shevchenko bisa dibilang sebagai kehilangan terbesar Ukraina di laga ini. Kapten sekaligus bomber yang mencetak dua gol saat timnya menaklukkan Swedia 2-1 di matchday pertama itu harus duduk di bench akibat cedera lutut. Ini pertama kalinya bagi Ukraina mengawali laga tanpa Sheva.

Sepanjang babak pertama, Inggris yang lebih diunggulkan justru tertekan oleh Ukraina. Three Lions kalah dalam hal persentase penguasaan bola maupun jumlah peluang yang diciptakan.

Meski kembali diperkuat oleh mesin gol andalannya, Rooney, Inggris justru tak berhasil melepaskan satu pun tendangan tepat sasaran ke gawang Ukraina di 45 menit pertama.

Sebaliknya, dengan dukungan penuh publik Donetsk, Ukraina menekan habis lini pertahanan Inggris. Mereka melepaskan sembilan tendangan ke arah gawang Joe Hart, walaupun hanya satu yang on goal.

Skor 0-0 bertahan hingga jeda. Dipadu dengan skor yang sama di partai Swedia-Prancis, Three Lions masuk ke ruang ganti sebagai runner-up sementara grup.

Melihat gencarnya serangan Ukraina di babak pertama, Inggris wajib waspada. Salah-salah, mereka yang terlempar.

Sadar akan kondisi gawat itu, Inggris pun langsung menekan begitu peluit kickoff babak kedua dibunyikan. Dan, hasilnya instan!

Tiga menit babak kedua berjalan, Steven Gerrard menguasai bola untuk Inggris di sayap kanan. Sang kapten dengan lihai melewati seorang pemain Ukraina, lalu melepaskan crossing rendah. Kiper Piatov melakukan blunder, dia gagal menahan crossing itu dan bola meluncur dengan liar ke depan gawang. Sial bagi Ukraina, di sana sudah berdiri nomor 10 Inggris. Ya, Rooney yang tak terkawal lalu mendorong bola ke dalam gawang dan mengubah skor jadi 1-0.

Inggris nyaman, Ukraina tertekan. Tuan rumah pun butuh dua gol untuk membalikkan keadaan dan merebut tiket ke delapan besar.

Ukraina langsung merespons. Dan, pada menit 62, terciptalah kontroversi yang biasa kita kenal dengan nama ghost goal alias 'gol hantu' itu.

Berawal dari sebuah serangan balik cepat, Devic menembak ke arah gawang dari luar kotak penalti Inggris. Hart yang menerjang tidak bisa menahannya dengan sempurna dan bola melayang ke arah gawang. John Terry memburu bola itu dan berhasil menghalaunya, tapi ketika sudah melewati gawang. Para pemain Ukraina terhenyak, mereka protes, karena wasit tidak menganggapnya gol.

Tayangan ulang menunjukkan bola sudah sempurna melewati garis, tapi hakim garis maupun asisten wasit yang berada di dekat gawang mengatakan berbeda.

Para fans Ukraina pun berhak kecewa, sama seperti para fans Inggris dua tahun lalu ketika 'gol penyama kedudukan' Lampard saat melawan Jerman tidak disahkan, padahal bola sudah melewati garis gawang.

Setelah 'gol hantu' itu, pertandingan memanas. Ukraina bahkan memasukkan Shevchenko untuk menambah daya gedornya. Sementara itu, Inggris memasukkan Walcott dan Carroll untuk menggantikan Milner serta Welbeck.

Ukraina yang ngotot mencari dua gol dan Inggris yang berusaha mengamankan keadaan sama-sama melakukan serangan demi serangan di sisa laga, tapi tak ada gol lagi yang tercipta hingga wasit meniupkan peluit panjang.

Hasil ini, dipadukan dengan kekalahan 0-2 Prancis dari Swedia, membuat Inggris menjuarai Grup D dengan 7 poin, Prancis sebagai runner-up dengan 4 poin, sementara Ukraina menyusul Swedia masuk kotak.

Statistik Inggris - Ukraina
Penguasaan bola: 42% - 58%
Shot (on goal): 10 (3) - 16 (3)
Corner: 6 - 10
Pelanggaran: 13 - 12
Offside: 0 - 0
Kartu kuning: 2 - 3
Kartu merah: 0 - 0
Penyelamatan: 3 - 2

Susunan pemain Inggris (4-4-1-1): Hart, Johnson, Cole, Terry, Lescott, Gerrard (c), Young, Milner (Walcott 69'), Parker, Rooney (Chamberlain 87'), Welbeck (Carroll 82').
Cadangan: Green, Butland, Kelly, Baines, Jones, Jagielka, Walcott, Henderson, Downing, Oxlade-Chamberlain, Carroll, Defoe.

Susunan pemain Ukraina (4-1-2-1-2): Piatov, Selin, Khacheridi, Rakitskiy, Tymoshchuk (c), Garmash (Nazarenko 78'), Gusev, Yarmolenko, Konoplyanka, Milevskiy (Butko 77'), Devic (Shevchenko 70').
Cadangan: Koval, Goryainov, Kucher, Shevchuk, Mikhalik, Butko, Aliyev, Rotan, Nazarenko, Shevchenko, Voronin, Seleznyov.

Pencetak gol:
1-0 (48') Rooney

Kartu kuning: Tymoschuk (63'), Gerrard (73'), Rakitskiy (74'), Cole (78'), Shevchenko (86').

Penyisihan grup telah selesai. Babak berikutnya adalah perempat final. Inggris vs Italia dan Spanyol vs Prancis melengkapi partai Republik Ceko vs Portugal serta Jerman vs Yunani di delapan besar. (bola/gia)

HIGHLIGHTS - Euro 2012 Inggris 1 - Ukraina 0 
Dilihat sebanyak 24.893 kali
Follow twitter @bolanet dan gabung komunitas bola.net di facebook.
Akses Bola.net melalui http://m.bola.net pada browser ponsel Anda.

Selasa, 19 Juni 2012

EURO 2012 : Beckham: Gerrard Gelandang Terhebat Dunia

Bola.net - Mantan kapten Inggris, David Beckham mendukung Roy Hodgson untuk menyukseskan tim Inggris di gelaran Euro 2012.

Beckham, salah satu pemain Inggris yang telah mengoleksi 117 caps pertandingan Internasional, percaya jika negaranya bisa menimbulkan ancaman di Polandia dan Ukraina.

The Three Lions hanya butuh hasil seri untuk melaju ke perempat final pada pertandingan ketiganya melawan Ukraina pada Selasa besok.

"Melihat akan siapa yang telah meninggalkan kompetisi ini, jika kita bisa mendapatkan hasil yang baik saat melawan Ukraina, saya tak melihat mengapa kita tidak bisa melewati semuanya," ujar Beckham.

"Ini sangat menarik karena melihat Inggris seperti ini, dengan banyak pemain bagus di dalamnya."

Beckham sangat berharap pada Steven Gerrard yang menjadi kapten saat dua pertandingan sebelumnya melawan Prancis dan Swedia.

"Saya selalu berkata bahwa dia adalah pemain tengah terhebat di dunia bagi saya. Saya sangat bangga bisa melihatnya sebagai kapten."  (gl/fji)

EURO 2012 : Data dan Fakta: Inggris Versus Ukraina

Bola.net - Inggris dan Ukraina masing-masing butuh kemenangan saat keduanya bertemu di laga terakhir penyisihan Grup D. Berikut data dan fakta laga krusial di Grup D ini.

DATA DAN FAKTA PERTANDINGAN :
  • Inggris sudah dua kali bertemu dengan Ukraina di kualifikasi Piala Dunia 2006, dan kedua tim saling berbagi kemenangan.
  • Inggris dan Ukraina juga pernah dua kali bertemu di laga persahabatan. Kali ini Inggris yang memenangkan kedua laga, mencetak lima gol tanpa kebobolan.
  • Andy Carroll berhasil mencetak gol melawan Swedia, tetapi striker Liverpool ini memiliki prosentase keberhasilan passing yang paling rendah dibandingkan pemain Inggris lainnya. Dari 41 passing yang dilepaskan Carroll hanya 19 yang berhasil menemui sasaran.
  • Inggris hanya butuh hasil imbang untuk bisa lolos ke perempat final, tetapi tidak menjamin mereka bisa keluar sebagai juara grup.
  • Ukraina akan menjadi tuan rumah ke-5 yang gagal lolos dari 16 besar di sepanjang sejarah digelarnya Euro.
  • Laga melawan Inggris, bisa jadi penampilan terakhir Andriy Shevchenko. Mantan striker AC Milan ini adalah top skor sepanjang masa Ukraina dengan koleksi 48 gol dari 110 penampilan.
  • Patner Shevchenko di lini depan, Serhiy Nazarenko dan Oleh Husyev setia menguntit koleksi gol Sheva, keduanya mencetak 12 gol dari 52 penampilan dan 74 penampilan.
  • Ukraina masih akan bertemu dengan Inggris di laga kualifikasi Piala Dunia 2014.
  (gl/mac)

EURO 2012 : Cassano-Balotelli Bawa Italia Ke Perempat Final

Bola.net - Gol Cassano serta Balotelli taklukkan Republik Irlandia dan bawa Italia ke perempat final Euro 2012.

Melawan pasukan Giovanni Trapattoni pada matchday terakhir Grup C Euro 2012 di Municipal Stadium, Poznan, Selasa (19/6), Azzurri besutan Cesare Prandelli harus menang sambil berharap 'bantuan' dari laga Spanyol-Kroasia jika ingin lolos ke delapan besar.

Tapi, itu saja tidak cukup. Jika partai Spanyol-Kroasia di saat yang bersamaan berakhir 1-1, mereka harus menang dengan margin minimal dua gol (kecuali 2-0). Jika 2-2, maka mimpi buruk bagi Italia, karena apa pun hasilnya melawan Irlandia takkan bisa mencegah Spanyol dan Kroasia melenggang ke babak selanjutnya.

Italia turun dalam laga ini dengan dibayangi memori kelam Euro 2004. Waktu itu, dengan pelatih Trapattoni yang kini berada di kubu lawan, setelah imbang di dua laga awal, Italia tersingkir oleh Denmark dan Swedia meski menang 2-1 atas Bulgaria di matchday terakhir, karena kedua tim itu bermain imbang 2-2 pada saat yang bersamaan. Satu lagi, waktu itu, sama seperti sekarang, Italia juga berada di Grup C.

Prandelli meninggalkan pola 3-5-2 yang dipakainya saat Italia bermain imbang 1-1 melawan Spanyol dan Kroasia di dua laga pertama. Untuk laga ini, Prandelli lebih memilih 4-3-1-2.

Antonio Di Natale menjadi starter di lini depan Italia menggantikan Mario Balotelli, yang meski mengalami cedera lutut ringan, tetap dibawa sebagai cadangan.

Bek Andrea Barzagli pulih dari cedera betis dan mendapatkan kesempatan untuk melakoni laga perdananya di turnamen ini sekaligus mendorong Daniele De Rossi kembali ke posisi aslinya di lapangan tengah.

Maggio, Balotelli, Chiellini, Bonucci dan Montolivo 'butuh' satu kartu kuning di laga ini untuk absen di pertandingan berikutnya (jika lolos).

Di kubu Irlandia, yang sudah pasti tersingkir dari Euro 2012, Trapattoni menurunkan starting eleven yang sama dengan ketika dikalahkan Kroasia 1-3 pada matchday pertama.

Damien Duff melakoni penampilan ke-100 untuk Irlandia di laga ini. Sebagai bentuk penghormatan, ban kapten, yang biasanya berada di lengan Robbie Keane, dipercayakan kepadanya.

Italia langsung berusaha mengambil kendali permainan begitu wasit Cuneyt Cakir asal Turki meniupkan peluit kickoff.

Italia mendominasi mutlak babak pertama sampai memaksa Irlandia bertahan sepihak. Beberapa kali serangan balik Irlandia lewat bola-bola panjang ke lini depan pun bisa dipatahkan oleh barisan pertahanan Italia.

Kebuntuan pecah di menit ke-35 ketika Antonio Cassano menjebol gawang Given lewat sebuah sundulan yang memanfaatkan tendangan sudut Pirlo.

Hingga Jeda, Italia unggul 1-0 dan memuncaki Grup C, karena di tempat lain, partai Spanyol kontra Kroasia masih tanpa gol.

Jalannya babak kedua tidak jauh berbeda dengan 45 menit pertama. Italia masih menguasai setiap penjuru lapangan dan menciptakan sejumlah peluang untuk menggandakan keunggulan, di antaranya lewat tendangan bebas Pirlo dan sepakan Cassano dari dalam area.

Di sepuluh menit terakhir, Italia balik tertekan. Irlandia bahkan beberapa kali mengancam gawang Buffon, salah satunya lewat percobaan Andrews, tapi sang portiere berhasil mementahkannya.

Pada menit 89, Irlandia harus bermain dengan sepuluh orang setelah Andrews mendapatkan kartu kuning keduanya.

Semenit berselang, Mario Balotelli, yang masuk menggantikan Di Natale pada menit ke-74, menggandakan keunggulan Italia lewat sebuah tendangan akrobatik dari dalam kotak penalti. 2-0 Untuk Italia dan game over untuk Irlandia!

Pertandingan berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Italia. Tapi, mereka belum bisa merayakannya, karena masih menunggu hasil duel Spanyol-Kroasia. Hingga Italia selesai, Spanyol masih memimpin 1-0 atas Kroasia. Jika Kroasia menyamakan kedudukan, Italia pulang.

Begitu Spanyol-Kroasia dipastikan berakhir 1-0 untuk kemenangan La Furia Roja, Italia pun berpesta.

Memori buruk 2004 itu pun musnah. Italia finis sebagai runner-up Grup C dengan lima poin, sedangkan Spanyol di puncak dengan tujuh poin.

Statistik Italia - Irlandia
Penguasaan bola: 67% - 33%
Shot (on goal): 26 (7) - 9 (2)
Corner: 12 - 5
Pelanggaran: 15 - 24
Offside: 3 - 7
Kartu kuning: 3 - 2
Kartu merah: 0 - 1
Penyelamatan: 2 - 5

Susunan pemain Italia: Buffon (c); Abate, Barzagli, Chiellini (Bonucci 57'), Balzaretti; De Rossi, Pirlo, Marchisio; Motta; Cassano (Diamanti 62'), Di Natale (Balotelli 74').
Cadangan: Sirigu, De Sanctis, Maggio, Ogbonna, Bonucci, Giaccherini, Montolivo, Diamanti, Nocerino, Balotelli, Borini, Giovinco.

Susunan pemain Irlandia: Given; O’Shea, St Ledger, Dunne, Ward; McGeady (Long 65'), Whelan, Andrews, Duff (c); Doyle (Walters 76'), Keane.
Cadangan: Westwood, Forde, Kelly, McShane, O'Dea, Gibson, Hunt, Green, McClean, Walters, Long, Cox.

Pencetak gol:
1-0 (35') Cassano
2-0 (90') Balotelli

Kartu kuning: Balzaretti (28'), Andrews (37'), O'Shea (39'), De Rossi (71'), Buffon (73'), Ledger (84').

Kartu merah: Andrews (89').

Di perempat final, Italia akan menghadapi juara Grup D di Olympic Stadium, Kiev, pada 24 Juni mendatang. Sementara itu, Spanyol akan meladeni runner-up Grup D di Donbass Arena, Donetsk, pada 23 Juni. (bola/gia)

HIGHLIGHTS - Euro 2012 Italia 2 - Irlandia 0