Senin, 11 Maret 2013

Liverpool Ada di Pundak Suarez

Rossi Finza Noor - detikSport
Senin, 11/03/2013 14:16 WIB

FOTO:AFP/Paul Ellis
Liverpool - Bagaimana Luis Suarez membawa Liverpool menanjak naik adalah sebuah hal yang patut diapresiasi. Catatan pun menunjukkan demikian. Suarez yang sedang on fire itu adalah finisher terbaik di Premier League saat ini.

Ketika Robin van Persie tampak menurun dengan hanya mencetak satu gol dalam lima pertandingan terakhir, Suarez justru menggila. Dia adalah top skorer Premier League saat ini dan top skorer Premier League selepas tahun 2013 dimulai.

Sebagai catatan, sejak tahun 2013 dimulai dan sampai pertandingan melawan Tottenham Hotspur tadi malam, Minggu (10/3/2013), Suarez sudah mencetak 9 gol. Satu-satunya pemain yang mendekatinya sebagai top skorer Premier League sejak tahun 2013 dimulai adalah Gareth Bale (7 gol).

Sekali lagi, penyerang asal Uruguay itu menunjukkan bahwa kemampuan penyelesaian akhirnya memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Golnya ke gawang Hugo Lloris membuat kerjasama apik antara Jose Enrique dan Philippe Coutinho berakhir istimewa.

Catatan lain, Suarez sudah membukukan 50 gol dalam 91 pertandingan bersama Liverpool. Sebagai perbandingan, Robbie Fowler membutuhkan 93 pertandingan untuk bisa mencapai jumlah tersebut.

Masih kurang? Suarez juga tercatat mencetak 16 gol dalam 16 pertandingan terakhir di semua kompetisi untuk Liverpool. Dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, dia sudah membukukan 7 gol.

Efek tajamnya Suarez membuat finis di posisi empat besar bukan hal yang mustahil bagi Liverpool. Saat ini mereka hanya terpaut tujuh poin dari penghuni posisi empat, Chelsea, dengan sembilan pertandingan tersisa.

Kendati demikian, Brendan Rodgers menyebut bahwa The Reds belum mau memikirkan soal finis di zona Liga Champions. "Itu adalah sesuatu yang sangat ingin kami dapatkan. Tapi, untuk saat ini kami belum mau memikirkannya," ucap dia.

Apapun, Suarez tidak bisa dipungkiri telah menjadi katalis kebangkitan 'Si Merah' dalam beberapa laga terakhir. Yang menarik untuk disimak adalah ucapan Andre Villas-Boas sebelum Spurs bertemu Liverpool di Anfield berikut ini.

"Ya, dia adalah pemain yang luar biasa. Anda tahu, dia membuat perbedaan dan seperti membawa tim di pundaknya dengan gol-gol yang dia ciptakan."



( roz / krs )

Gerrard: Suarez Bisa Saja Menjadi 'Raja Tanpa Mahkota'

11-03-2013 22:51

 | Steven Gerrard

Gerrard: Suarez Bisa Saja Menjadi 'Raja Tanpa Mahkota'
Luis Suarez. © AFP

Bola.net - Steven Gerrard menilai bahwa Luis Suarez akan menjadi pemain terbaik yang tidak akan pernah mendapatkan PFA award jika ia tidak memenangkannya tahun ini.

Suarez semakin memantapkan posisinya di puncak top scorer Premier League dengan torehan 22 gol setelah sukses menyumbangkan satu gol bagi kemenangan Liverpool pada laga kontra Tottenham Hotspur akhir pekan kemarin.

Gerrard pun cukup optimis bahwa penampilan apik Suarez musim ini sangat layak untuk dihadiahi PFA award edisi tahun ini.

"Dia telah bermain bagus selama satu musim. Sebelum deadline, kami tidak pernah mendapatkan seorang penyerang tengah dan dia hampir saja membawa tim ini seorang diri. Saat itu, dia lah satu-satunya penyerang tengah yang kami miliki," ujar Gerrard kepada BBC Sport.

"Dia tengah berada dalam puncak karirnya di liga untuk saat ini dan dia benar-benar luar biasa. Saya pun tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata seberapa baik dirinya selama ini."

Bahkan Gerrard pun melihat bahwa Suarez tidak akan pernah bisa memenangkan PFA award jika dia tidak mendapatkannya tahun ini.

"Jika ia tidak memenangkan penghargaan itu tahun ini, maka ia akan menjadi pemain terbaik yang tidak pernah memenangkan penghargaan itu," imbuhnya.

Suarez sendiri akan bertarung dengan Gareth Bale yang juga bermain apik bersama Tottenham musim ini. (tsv/bgn)

Liga Inggris: Liverpool 3-2 Tottenham

Mengapitalisasi Momen dan Faktor Downing

Pandit Football Indonesia - detikSport
Senin, 11/03/2013 12:03 WIB
thumbnail REUTERS/Phil Noble
Liverpool tidak bermain lebih baik dibandingkan Tottenham Hotspur. Akan tetapi, kemampuan mengapitalisasi momen, plus kecerdikan Stewart Downing, membuat mereka meraih kemenangan.

Demikian hasil duel kedua tim di Anfield dalam lanjutan Liga Inggris pekan ke-29, Minggu (10/3/2012). Kemenangan 3-2 membuat Liverpool naik ke urutan enam di klasemen sementara, memangkas jaraknya menjadi tujuh pon dari zona Liga Champions.

Laga ini diwarnai persaingan Luis Suarez dan Gareth Bale yang performanya sama-sama sedang menanjak. Keduanya pun digadang-gadang sebagai kandidat pemain terbaik musim ini di Liga Inggris. Selain itu, pertandingan ini seakan menunjukkan bagaimana Brendan Rodgers maupun Andre Villas-Boas telah mengubah gaya permainan Liverpool dan Spurs.

Untuk Liverpool sendiri, baik cara bermain maupun pemilihan pemain yang dilakukan Rodgers di pertandingan ini ini seakan menunjukkan suatu perubahan era. Saat Gerard Houllier, Rafa Benitez, maupun Roy Hodgson melatih, mereka akan lebih memilih struktur yang kaku untuk menetralisir lawan. Bahkan Kenny Dalglish yang terkenal dengan sepak bola menyerang bergaya pass and move pun mengubah filosofi bermainnya jadi lebih pragmatis saat tidak mendapatkan hasil yang diinginkan.

Rodgers tidak begitu. Semenjak menukangi Liverpool hingga saat ini, walau tersingkir dari semua ajang, ia tetap setia dengan filosofi bermain menyerangnya. Pun saat bertemu dengan Spurs malam tadi, yang notabene memiliki kinerja lebih baik di musim ini.

Patut diingat bahwa Liverpool tersingkir dari Piala FA di tangan Oldham saat menerapkan strategi ultra menyerang 4-2-4. Bahwa ia tidak takut untuk menggunakan cara yang sama lagi, bahkan saat menghadapi Spurs, menujukkan jika Rodgers tidak takut untuk menancapkan pengaruhnya di klub asal Merseyside tersebut.

4-4-1-1 (4-2-4) vs 4-4-1-1

Cederanya Aaron Lennon memaksa Villas-Boas mengganti susunan pemain dari tim yang telah mengalahkan Inter di pertengahan pekan ini. Dembele yang biasa bermain di tengah dipasang di posisi Lennon, sementara Scott Parker berduet dengan Jake Livermore di lini tengah. Bale kembali berperan sebagai playmaker di belakang Defoe, sementara Siggurdson mengisi pos sayap kanan.

Dengan memasang Dembele yang memiliki kemampuan bertahan yang baik, dengan Kyle Warker, Spurs cukup efektif meredam kombinasi Coutinho-Suarez. Total 10 tekel dilakukan Dembele-Warker, jauh lebih signifikan dibanding dengan Assou-Ekotto-Sigurdsson (total 4 tekel) yang bermain di sayap kanan.

Absennya Lennon tidak serta merta mengubah permainan Spurs yang sering menyerang melalui umpan-umpang silang. Total 19 crossing dilakukan oleh Walker, Bale, dan Parker di sisi kanan lapangan dan Assou-Ekoto dan Sigurdsson di sisi kiri. Bahkan, salah satunya berbuah gol pertama Spurs.

Di kubu Liverpool, Rodgers efektif hanya menggunakan Lucas Leiva dan Steven Gerrard untuk berduel dengan lini tengah Spurs. Saat menyerang, acap kali Downing, Sturridge, Suarez, dan Coutinho berada dalam satu garis sehingga tinggal menyisakan Lucas-Gerrard untuk menahan serangan balik Spurs.

Keunggulan formasi menyerang Liverpool ini terletak pada fasihnya keempat pemain tersebut untuk berpindah posisi. Saat Downing bergerak menusuk ke dalam, maka Sturridge bisa menggantikan perannya di sayap kanan. Demikian pula dengan Coutinho yang sering berpindah ke tengah saat Suarez melebar ke sisi kiri lapangan.



Struktur vs Fluidity

Walau sama-sama menggunakan formasi 4-4-1-1, Liverpool dan Spurs memainkannya dengan cara yang berbeda. Villas-Boas lebih menginstruksikan pemainnya untuk menjaga struktur dan bentuk formasi untuk bergerak secara serempak. Sementara Rodgers memainkan sepakbola yang lebih cair, yaitu pemain yang bergerak bertukar posisi dan mencari ruang kosong.

Namun, karena Rodgers lebih menitikberatkan penyerangan, dan meminta empat pemain depannya untuk terus berada di lini pertahanan area lawan, area tengah pun dikuasai oleh Spurs. Baik Lucas maupun Gerrard juga sering terisolir sehingga sulit untuk mengalirkan bola lewat tengah lapangan.

Dengan memainkan Dembele (bukan pemain sayap murni) serta Bale, Spurs juga memiliki keunggulan dalam jumlah orang yang bermain di poros tengah. Karena kalah jumlah pemain di tengah inilah para pemain Liverpool kesulitan untuk mencari ruang kosong untuk menerima umpan. Total hanya 188 kali passing terjadi antarpemain Liverpool, sementara Spurs melakukan 254 passing.

Dengan gaya seperti ini Spurs juga berhasil memaksa Liverpool untuk bermain di area pertahanannya sendiri. Hal ini ditunjukkan dalam grafik area aksi pertandingan semalam di bawah ini.



Babak Pertama

Walau kalah dengan jumlah pemain di tengah, Liverpool bisa mendominasi di 30 menit awal. Dengan intensitas pressing yang tinggi, passing-passing yang cepat (minim drible), serta mengalirkan bola lewat sisi lateral lapangan hingga ke sepertiga lapangan akhir, Liverpool mampu menciptakan berbagai peluang.

Salah satunya berbuah gol Suarez yang berasal dari pergerakan Coutinho dan Jose Enrique yang menyisir sisi kiri lapangan. Umpan terobosan Enrique pada Suarez mampu diselesaikan oleh striker asal Uruguay tersebut dengan sekali sentuhan.

Namun untuk bermain dengan gaya seperti itu memerlukan energi tinggi yang tidak mungkin dipertahankan secara konsisten selama 90 menit. Karena itu, semenjak menit-30-an, secara perlahan Spurs mampu menguasai bola dan permainan dengan cara mengisi ruang kosong sehingga ritme passing Liverpool terganggu.

Spurs pun lalu mampu menyamakan kedudukan melalui Jan Vertonghen yang berasal dari umpan Bale dari sisi kanan lapangan. Proses gol ini mirip saat Spurs mengalahkan Inter 3-0, yaitu melalui umpan silang yang diletakkan di antara pemain belakang, kemudian disambar oleh pemain yang berlari dari arah pemain belakang.

Babak Kedua

Di 15 menit awal babak kedua, kondisi permainan belum berubah untuk Liverpool. Mereka masih kesulitan untuk merangkai passing sehingga acap kali bola direbut oleh pemain tengah Spurs. Vertonghen pun kembali menjebol gawang yang dijaga Brad Jones untuk kedua kalinya setelah ia berhasil mengkonversi tendangan bebas Spurs jadi gol.

Masuknya Joe Allen di menit 59 sedikit mengubah permainan Liverpool. Ia ditempatkan di sepertiga lapangan terakhir sehingga Gerrard dan Lucas bisa berkonsentrasi untuk menjaga lapangan tengah dan berduel dengan Parker dan Livermore. Tugas untuk mengalirkan bola ke areal pertahanan Spurs pun kemudian diambil oleh Allen.

Namun sebenarnya perubahan skema formasi ini tidak membuat permainan berubah secara total. Bola masih lebih sering berada di poros tengah lapangan dan kedua tim pun jarang melakukan percobaan ke arah gawang. Tercatat dari menit ke-59 (Allen masuk) hingga menit ke-66 (gol kedua Liverpool), hanya satu attempts yang tercipta, yaitu saat Dembele menendang dari luar kotak penalti di menit ke-60.

Bahwa Liverpool berhasil mencetak dua gol, untuk kemudian memenangi pertandingan, adalah keberhasilan mereka mengkapitalisasi momen yang menguntungkan untuk mereka. Pertama adalah saat backpass Walter membuat Hugo Lloris tertarik ke luar areanya sehingga Downing bisa merebut bola dan mencetak gol. Yang kedua saat backpass Defoe dapat direbut oleh Suarez sehingga Assou-Ekotto terpaksa melakukan kesalahan berujung penalti untuk mencegahnya.

Man of The Match: Stewart Downing

Sampai terciptanya gol penyama kedudukan oleh Downing, sebenarnya Liverpool tak mampu menguasai pertandingan dan tidak terlihat mampu mencetak gol. Pujian bisa diberikan pada pemain bernomor punggung 19 ini atas ketenangannya mencetak gol kedua. Berkat golnya lah Liverpool mampu kembali pada permainan dan mengimbangi Spurs.

Selain karena golnya, Downing juga berperan besar dalam serangan-serangan Liverpool. Total 3 key-passes ia hasilkan dalam pertandingan ini, termasuk diantaranya satu umpang silang yang nyaris jadi gol lewat sundulan Daniel Sturridge. Demikian pula dalam bertahan. Ia melakukan 3 kali tekel, 3 intersepsi, dan 1 kali clearance untuk menghentikan kombinasi Sigurdsson dan Assou-Ekotto di sayap kanan lapangan.



==

* Penulis: Vetricia Wizach. Akun twitter: @vetriciawizach @panditfootball



(roz/a2s)

Terpukau Anfield, Lana Del Rey Putuskan Jadi Liverpudlian

11-03-2013 12:39
Terpukau Anfield, Lana Del Rey Putuskan Jadi Liverpudlian
Lana Del Rey © Goal.com

Bola.net - Kemegahan stadion Anfield saat penuh sesak dengan Liverpudlian (sebutan untuk pendukung Liverpool) rupanya membuat Lana Del Rey terpukau. Mengaku kagum, penyanyi dan penulis lagu asal Amerika ini memutuskan untuk menjadi Liverpudlian.

Lana adalah penyanyi berusia 26 tahun adalah pemilik album 'Born to Die yang menduduki peringkat 1 di 11 negara untuk deretan album rilis di tahun 2012. Akhir pekan lalu, Lana berkesempatan menyaksikan kemegahan Anfield saat The Reds secara dramatis meraih kemenangan 3-2 dari Tottenham.

"Saya dikenalkan Liverpool oleh manajer saya. Liverpool adalah tim saya, begitu juga dengan dengan Celtic di Skotlandia, yang merupakan tim kesayangan kekasih saya, Barrie," ucap Lana kepada reporter seperti dilansir oleh Goal.com.

Sepertinya akhir pekan lalu Lana lebih berbahagia dibandingkan Barrie. Terutama melihat kenyataan jika Celtic menelan kekalahan mengejutkan 3-2 dari Ross County dalam lanjutan Liga Premier Skotlandia. Sementara kemenangan Liverpool dari Spurs seakan menghidupkan peluang The Reds untuk finis di 4 besar di klasemen Liga Inggris musim ini. (goal/mac)

Gerrard: Kemenangan Yang Melegakan

11-03-2013 21:15

 | Steven Gerrard

Gerrard: Kemenangan Yang Melegakan
Steven Gerrard. © AFP

Bola.net - Steven Gerrard merasa sangat lega setelah Liverpool sukses mengalahkan tim penghuni lima besar pada tabel sementara Premier League musim ini.

Gol Gerrard melalui titik putih memastikan kemenangan The Reds saat menjamu Tottenham akhir pekan kemarin. Kapten Liverpool tersebut mengaku puas dengan hasil tersebut.

"Itu adalah kemenangan bagi kami. Dengan performa kami seperti itu saat melawan tim-tim papan atas musim ini, saya rasa kami benar-benar tidak beruntung jika tidak bisa meraup kemenangan," papar pemain Gerrard kepada Sky Sports.

"Hasil seperti ini sudah terlalu lama tidak didapat, jadi kami merasa sangat lega karena kami bisa membuktikan bahwa kami bisa mengalahkan tim papan atas di liga."

Kemenangan kontra Tottenham tersebut sekaligus membuat tim asuhan Brendan Rodgers itu berhasil naik satu peringkat menggeser Everton. (f411/bgn)

Liverpool 3-2 Tottenham Hotspur: Full Time Opta Stats

Liverpool 3-2 Tottanham Hotspur
Barclay Premier League, Sunday 10th March 2013, Anfield, 16:00pm
Referee -  Michael Oliver  H-T - 1-1  Attendance - 44,752
Liverpool Tottenham Hotspur

Team Line-Up's
Liverpool Tottenham Hotspur
1. Brad Jones 25. Hugo LLoris
02. Glen Johnson 28. Clint Walker
23. Jamie Carragher  20. Michael Dawson
05. Daniel Agger    5. Jan Vertonghen
03. Jose Enrique  32. Benoit Assou-Ekotto
08. Steven Gerrard  8. Scott Parker
21. Lucas Leiva  29. Jake Livermore
19. Stewart Downing  22. Gylfi Sigurdsson
10. Philippe Coutino  19. Mousa Dembele
07. Luis Suarez  11. Gareth Bale
15. Daniel Sturridge  18. Jermaine Defore
Substitutes Substitutes
42. Peter Gulacsi 24. Brad Freidel
37. Martin Skrtel 16. Kyle Naughton
47. Andre Wisdom 33. Steven Caulker
14. Jordan Henderson  41. Shaquile Coulthirst
33. Jonjo Shelvey 6. Tom Huddlestone
31. Raheem Sterling  46. Tom Carroll
24. Joe Allen   14. Lewis Holtby
Substitutions
24. Joe Allen for 10. Philippe Coutinho 59'
14. Lewis Holtby for 29. Jake Livermore 84'
14. Jordan Henderson for 15. Daniel Sturridge 88'
46. Tom Carroll for 32. Benoit Assou-Ekotto 90+
 

Goals
7. Luis Suarez 21' 5. Jan Vertonghen 45'
19. Stewart Downing 66' 5. Jan Vertonghen 53'
8. Steven Gerrard 83'  


Yellow Cards
23. Jamie Carragher 83' 5. Jan Vertonghen 57'








Red Cards




Managers
Brendan Rodgers Andre Villas Boas
Referee - Michael Oliver
Assistant Referee - M Mconough, J Brooks
Fourth Official - N Swarbrick
Attendance - 44,752
LFC Player of the Match - Lucas Leiva

Match Stats
Possession Liverpool 47%
Tottenham Hotspur 53%
Total Shots Liverpool 12
Tottenham Hotspur 18
Shots on Target Liverpool 4
Tottenham Hotspur 7
Offsides Liverpool 6
Tottenham Hotspur 0
Total Passes Liverpool 397
Tottenham Hotspur 442
Total Cosses Liverpool 10
Tottenham Hotspur 19
Corners Liverpool 1
Tottenham Hotspur 4
Tackles Liverpool 28
Tottenham Hotspur 31
Fouls Liverpool 9
Tottenham Hotspur 9
Yellow Cards Liverpool 1
Tottenham Hotspur 1
Red Cards Liverpool 0
Tottenham Hotspur 0