Jumat, 06 Juli 2012

Liverpool Siapkan Tawaran Untuk Demba Ba

Liverpool Siapkan Tawaran Untuk Demba BaBola.net - Liverpool tengah berancang-ancang datangkan striker Newcastle, Demba Ba.

Seperti yang dilaporkan Daily Mirror, kubu The Reds mengajukan tawaran sebesar tujuh juta pounds. Transfer tersebut sepertinya akan terlihat hasilnya akhir Juli nanti. Sang pelatih Liverpool, Brendan Rodgers berharap penyelesaian transfer itu akan terjadi di bulan ini.

Demba Ba musim lalu cukup meyakinkan kala membela Toon Army. Pemain 27 tahun tersebut berhasil menciptakan 15 gol di bawah asuhan Alan Pardew. Ba berhasil berjuang dengan rekan senegaranya di The Magpies, Papiss Cisse.

Liverpool memang berupaya untuk menambah daya gedor lini depan mereka. Musim lalu, striker Andy Carroll dan Luis Suarez dirasa kurang begitu hebat dalam menggempur pertahanan lawan. Hasilnya, Si Merah menempati klasemen akhir Liga Premier di posisi delapan. Juga karena Anfield telah kehilangan Dirk Kuyt yang hijrah ke Fenerbahce.

Untuk mendapatkan striker berdarah Senegal itu, Liverpool harus siap bersaing dengan klub liga premier lain. Tottenham telah mengungkapkan ketertarikan mereka pada mantan pemain West Ham dan Hoffenheim itu. (cof/ctr)

Liverpool dan Chelsea Bersaing Rekrut Schurrle

Bola.net - Liverpool kabarnya turut bergabung dengan Chelsea dalam perburuan striker timnas Jerman Andre Schurrle.

Meskipun saat ini lini depan The Reds sudah ditempati oleh Luis Suarez, Andy Carroll dan Craig Bellamy, namun manajer baru Brendan Rodgers tertarik dengan pemain serba bisa berusia 21 tahun tersebut.

Schurrle yang saat ini tengah bersama Der Panser di Euro 2012 memang memiliki catatan yang mengesankan selama memperkuat Jerman. Bersama Joachim Loew, ia telah mencetak tujuh gol dari total 14 penampilannya.

Bintang muda tersebut secara teknis dapat bermain baik sebagai goal-getter yang mengejutkan maupun melebar ke sisi sayap penyerangan. Selama ini ia memang dikenal mudah beradaptasi dengan posisi mana pun dan hal itulah yang membuat Rodgers antusias untuk merekrutnya.

Liverpool Incar Scott Sinclair

Liverpool Incar Scott SinclairBola.net - Liverpool sedang mengawasi situasi Scott Sinclair, pemain sayap Swansea City yang tengah merenungkan apakah akan menandatangani kontrak baru atau tidak.

Sinclair hanya memiliki 12 bulan tersisa untuk kontraknya di Swansea. Meskipun ia tertarik untuk pindah, ia belum setuju dengan kesepakatan baru.

Tottenham, Aston Villa dan Fulham semua diketahui juga tengah mengawasi pemain sayap ini. Tetapi mantan pelatihnya yang kini melatih The Reds mengatakan bahwa ia akan menjadi pemain yang berbahaya jika ia pindah ke Anfield.

Pemilik Swansea, Huw Jenkins menyatakan jika pemain menolak untuk menandatangani kontrak baru maka ia akan menjualnya. Karena ia tidak ingin mengambil resiko kehilangan dia tanpa mendapatkan apa-apa.

"Dengan Scott yang biasanya menjadi pemain utama, kami membutuhkan keputusan sesegera mungkin. Sehingga pikiran pelatih dapat menjadi jelas di mana tim akan pergi dan memastikan skuad yang tepat untuk Agustus mendatang," ujar Jenkins. (cc/fji)

Rodgers Tegaskan Loyalitas Suarez

Pelatih anyar Liverpool, Brendan Rodgers, coba melindungi Luis Suarez dari sergapan tim-tim lain. Ia memberi jaminan bahwa bomber andalannya itu akan tetap berada di Anfield musim depan. Wajar bila Rodgers memagari Suarez. Pasalnya, akhir-akhir ini banyak tawaran yang datang untuk bomber kebangsaan Uruguay itu. Juara Serie A musim 2011/12, Juventus, diketahui sebagai salah satu tim peminat.

Rodgers mengaku sudah mengkomunikasikan masalah tersebut pada Suarez. "Dia sangat ingin menjalani musim depan bersama kami," tegas mantan arsitek Swansea City itu seperti diwartakan Daily Mail.

"Saya telah melalui pembicaraan yang luar biasa dengan Suarez. Dia benar-benar ingin terus berada di sini dan kami berharap bisa memberikannya kontrak baru," imbuhnya.

Juventus bukanlah satu-satunya tim yang dikabarkan memburu tanda tangan Suarez. Dua raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona, sudah terlebih dahulu dikaitkan dengan si pemain. Ada pula peminat lainnya macam Paris Saint Germain dan AS Roma.

bolanews.com

Lucas Takut Karirnya Akan Berakhir

Lucas Takut Karirnya Akan BerakhirBola.net - Gelandang bertahan Liverpool, Lucas Leiva, takut karirnya akan berakhir.

Pemain berkebangsaan Brasil ini mengungkapkan ketakutan akan jenjang karirnya. Bukan masalah transfer, melainkan cedera panjang. Desember tahun lalu, Lucas berhasil melakukan operasi pada lututnya.

Saat ini, pemain 25 tahun tersebut sedang menjalani proses penyembuhan. Tapi, dia masih berharap akan dapat bermain kembali musim depan bersama The Reds.

"Jujur saja, beberapa saat saya berpikir bahwa saya tidak bisa bermain lagi," ujar pemain timnas Brasil ini. "Target saya sekarang adalah bisa ikut ambil bagian untuk musim depan."

Mantan pemain Gremio tersebut cedera waktu berlaga di ajang Piala Carling. Saat itu, pasukan The Kop mengahadapi The Blues Chelsea. Meskipun tanpa Lucas, Liverpool akhirnya berhasil menjuarai turnamen tersebut. (bbc/ctr)

Tristan Alif Naufal, Antara Barca dan Liverpool

Tristan Alif Naufal, Antara Barca dan LiverpoolBola.net - Berhasil mencuri perhatian Josep Guardiola dan menyarankan agar Barca segera mengajukan tawaran. Tristan Alif Naufal diproyeksikan untuk bergabung ke Liverpool di masa mendatang.

Bocah berusia 7 tahun tersebut memang menjadi buah bibir pada beberapa hari terakhir. Disebut-sebut sebagai titisan Lionel Messi, Tristan berhasil menuai pujian dari publik bola dan berharap Tristan mampu menjadi bintang di masa depan.

Namun tampaknya bukan Barcelona FC yang akan menjadi pelabuhan bocah ajaib tersebut. Menjadi murid di Liverpool Academy Indonesia, Tristan diproyeksikan untuk terbang ke Inggris untuk mengikuti trial di Liverpool ketika berusia 10 tahun.

"Alif kami proyeksikan untuk mengikuti trial di Inggris ketika berusia 10 tahun, karena saat ini dia baru berusia 7 tahun. Kami akan terus memantau perkembangannya,” terang Humas Liverpool Academy Indonesia, Qatrunnada Salma.

"Banyak program yang akan dijalani Alif. Dia saat ini sedang belajar bahasa Inggris dan kami juga terus memantau kondisi fisik serta gizi Alif,” tambahnya.

Sebelumnya Tristan yang memperlihatkan aksinya di depan mantan pelatih Barca, Pep Guardiola berhasil memikat hati sang pelatih. Bahkan dirinya menyarankan agar Barca segera mengajukan tawaran untuk merekrut Tristan. Namun tampaknya, pihak Liverpool Academy Indonesia tak ingin kehilangan permatanya tersebut dan 'mengikatnya' hingga Tristan siap untuk terbang ke Inggris ketika usianya siap. (sdm/dzi)

Kamis, 05 Juli 2012

EURO 2012 : Spanyol Juarai Euro 2012 dan Cetak Sejarah

Bola.net - Spanyol menumbangkan Italia 4-0 di final Euro 2012 dan mencetak sejarah baru dalam dunia sepakbola.

Para penikmat sepakbola mengharapkan sebuah perang, tapi yang mereka dapatkan adalah pembantaian.

La Furia Roja menjadi tim pertama dalam sejarah yang berhasil memenangi tiga turnamen besar secara beruntun, yaitu Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012, juga tim pertama yang sukses mempertahankan trofi Henri Delaunay. Selain itu, mereka juga menang dengan margin gol terbesar sepanjang sejarah final Piala Eropa.

Tepat tiga pekan setelah mengawali perjalanan mereka di Polandia-Ukraina dengan hasil imbang 1-1 di Gdansk, sang juara bertahan Spanyol dan Gli Azzurri Italia bersua kembali di arena serta babak yang berbeda, Senin (02/7).

Jika waktu itu Spanyol dan Italia bentrok di partai pembukaan Grup C, kali ini mereka berduel di Olympic Stadium, Kiev, untuk menjadi yang terbaik di partai penutup turnamen.

Banyak orang menilai duel Spanyol kontra Italia di fase grup sebagai final kepagian, karena para pemain kelas dunia dari kedua tim waktu itu menampilkan pertahanan, taktik, skill, kreativitas, hingga serangan terbaiknya.

Well, roda nasib benar-benar misterius dan tak bisa dibantah. Final kepagian itu kini benar-benar berubah menjadi the real final.

Sama dengan laga pertama di Gdansk, laga di Kiev ini kembali menyuguhkan duel dua kiper nomor wahid, Iker Casillas vs Gianluigi Buffon, dua pass master sekaligus playmaker terbaik dunia, Xavi vs Andrea Pirlo, serta para bek tangguh, gelandang brilian dan forward tajam yang menghuni kedua tim.

Untuk laga perebutan mahkota raja Eropa ini, pelatih Spanyol Vicente del Bosque memasang Fabregas sebagai false 9 dengan diapit oleh David Silva dan Iniesta, komposisi yang sama seperti ketika mereka menghadapi Italia pada 10 Juni lalu.

Del Bosque kembali mengandalkan Xavi, yang memiliki rasio operan tepat sasaran 93% di turnamen ini, sebagai sosok sentral dalam ball possession football milik Spanyol.

Sementara itu, di kubu Italia, pelatih Cesare Prandelli mengusung skema diamond midfield, yang terbukti efektif kala menyingkirkan Inggris dan Jerman.

Satu-satunya perubahan dari ketika mengalahkan Jerman 2-1 di semifinal adalah kembalinya Abate ke pos bek kanan untuk melengkapi formasi four-man defence Italia.

Andrea Pirlo, dengan rasio operan tepat sasaran 88%, dipercaya oleh Prandelli untuk mengatur tempo dan menjadi otak permainan Italia. Balotelli, yang sejauh ini mencatatkan shot on target (10) terbanyak di Euro 2012, mengisi lini depan Azzurri bersama Cassano.

Aroma sengitnya sebuah duel final langsung terasa begitu wasit Pedro Proenca asal Portugal meniupkan peluit tanda kick-off.

Italia sedikit lebih unggul dalam hal penguasaan bola di babak pertama (52% - 48%), tapi justru Spanyol yang berhasil memimpin dua gol hingga turun minum.

Gol pertama diciptakan oleh Silva memanfaatkan akselerasi dan umpan tarik Fabregas, sedangkan gol kedua ke gawang Buffon dicetak oleh Jordi Alba setelah mendapatkan through pass sempurna dari Xavi.

Italia bukannya tanpa peluang. Setidaknya, dua kali Cassano mengancam Spanyol dengan tendangan kerasnya, tapi semua usahanya masih terbentur dinding tebal bernama Casillas.

Italia berulang kali melepaskan bola-bola panjang ke lini depan. Itu memang salah satu senjata utama mereka. Azzurri adalah tim dengan percobaan bola panjang terbanyak (277) di Euro 2012. Andrea Pirlo (63) dan De Rossi (56) merupakan yang terdepan dari semua gelandang yang bermain di Polandia-Ukraina.

Cederanya bek sentral Giorgio Chiellini pada menit 21 rupanya sangat berpengaruh terhadap kesolidan lini pertahanan Italia.

Babak kedua diawali Italia dengan sebuah pergantian. Cassano, yang sepanjang babak pertama gagal memberikan kontribusi maksimal, menyerahkan tempatnya kepada Antonio Di Natale.

Masuknya Di Natale cukup memberikan angin segar bagi Azzurri. Dia langsung mendapatkan dua kesempatan untuk mencetak gol, tapi upayanya masih melayang di atas mistar dan dihentikan oleh Casillas.

Kesialan Italia bertambah pada menit 61 ketika Thiago Motta mengalami cedera, padahal dia baru empat menit masuk menggantikan Montolivo. Parahnya, Motta adalah final substitute Italia di laga ini. Azzurri pun bermain dengan sepuluh orang, padahal pertandingan masih tersisa 30 menit dan mereka tertinggal dua gol.

Dari situlah, laga yang semula berjalan seimbang kemudian berubah menjadi sangat berat sebelah.

Unggul jumlah pemain dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Spanyol. Mereka mendominasi permainan, mengurung lini pertahanan Italia, dan memaksa Buffon bekerja keras lewat sejumlah serangan serta tembakan ke arah gawang.

Handicap ini sungguh membuat Italia keteteran dan Spanyol berada di atas angin. Xavi pun makin leluasa dan merajalela di lapangan tengah, area kekuasaannya.

Pada menit 75, Spanyol menarik keluar sang false nine Fabregas dan memasukkan the real nine, Fernando Torres. Sembilan menit di atas lapangan, Torres mencetak gol ketiga Spanyol. Itu membuatnya jadi pemain pertama yang mencetak gol di dua final Piala Eropa secara beruntun. Tak cukup sampai di situ, empat menit berselang, dia mengirim assist untuk gol keempat timnya lewat sepakan Juan Mata.

Skor 4-0 untuk Spanyol bertahan hingga peluit panjang dan La Furia Roja pun sukses menuntaskan misinya untuk menulis ulang buku sejarah.

Ini juga menandai kemenangan kompetitif pertama Spanyol atas Italia setelah nyaris selama seabad. Kemenangan pertama, terakhir dan satu-satunya atas Italia di turnamen resmi sebelum ini diraih oleh Spanyol pada Olimpiade 1920. Di perempat final Euro 2008, Spanyol memang mengalahkan Italia, tapi itu didapat lewat adu penalti setelah bermain imbang di waktu normal dan extra-time.

Casillas memecahkan rekor Dino Zoff, 494 menit tanpa kebobolan di Piala Eropa. Kiper dan kapten Spanyol itu kini 510 menit tanpa kebobolan sejak terakhir kali Di Natale merobek gawangnya di fase grup.

Satu lagi, Del Bosque kini menjadi pelatih kedua dalam sejarah yang sukses mengawinkan trofi Piala Dunia dan Piala Eropa.

Torres dan Balotelli finis sebagai joint top scorer bersama Mario Mandzukic (Kroasia), Mario Gomez (Jerman), Cristiano Ronaldo (Portugal), dan Alan Dzagoev (Rusia) dengan koleksi tiga gol.

Statistik Spanyol - Italia
Penguasaan bola: 52% - 48%
Shot (on goal): 14 (6) - 11 (4)
Corner: 3 - 3
Pelanggaran: 17 - 10
Offside: 3 - 3
Kartu kuning: 1 - 1
Kartu merah: 0 - 0
Penyelamatan: 4 - 2

Susunan pemain Spanyol (4-3-3): Casillas (c); Arbeloa, Pique, Ramos, Alba; Busquets, Xavi, Xabi Alonso; Silva (Pedro 58'), Fabregas (Torres 75'), Iniesta (Mata 87').
Cadangan: Valdes, Reina, Albiol, Martinez, Juanfran, Cazorla, Navas, Rodriguez, Torres, Negredo, Mata, Llorente.

Susunan pemain Italia (4-3-1-2): Buffon (c); Abate, Barzagli, Bonucci, Chiellini (Balzaretti 21'); Marchisio, Pirlo, De Rossi; Montolivo (Motta 55'); Balotelli, Cassano (Di Natale 46').
Cadangan: Sirigu, De Sanctis, Maggio, Ogbonna, Balzaretti, Motta, Giaccherini, Diamanti, Nocerino, Di Natale, Borini, Giovinco.

Pencetak gol:
1-0 (14') Silva
2-0 (41') Alba
3-0 (83') Torres
4-0 (88') Mata

Kartu kuning: Pique (25'), Barzagli (45').

Sebanyak 31 pertandingan sudah dilalui, 76 gol telah tercipta, Spanyol dipastikan berdiri di puncak Eropa, dan tirai megah Euro 2012 pun kini resmi diturunkan.

Sampai bertemu empat tahun lagi di Euro 2016 Prancis. (bola/gia)

HIGHLIGHTS - Final Euro 2012 Spanyol 4 - Italia 0