Tampilkan postingan dengan label xabi alonso. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label xabi alonso. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 September 2012

Benitez Ungkap Alasannya Menjual Xabi Alonso

21-09-2012 11:20

 |


Benitez Ungkap Alasannya Menjual Xabi Alonso
Dibuang Liverpool, Xabi Alonso tetap moncer di Madrid. © AFP

Bola.net - Rafael Benitez mengungkapkan alasan di balik keputusannya menjual Xabi Alonso semasa menukangi Liverpool. Di matanya, performa gelandang Spanyol itu sudah tak lagi moncer di Anfield.

Benitez membuka motif di balik keputusannya tersebut dalam sebuah buku berjudul CHAMPIONS LEAGUE DREAMS. Saat menangani The Reds di periode 2004 hingga 2010, ia membuat keputusan mengejutkan kala melepas Xabi Alonso ke Real Madrid di tahun 2009.

Mantan pelatih Valencia dan Inter Milan tersebut juga menyebut aturan baru UEFA yang mengharuskan klub memiliki setidaknya delapan pemain binaan sendiri, adalah satu alasan lain di balik penjualan gelandang idola Liverpudlian itu.

"Kami tahu harus menjual pemain di musim panas demi amunisi baru, terutama asal Inggris. Itu artinya kami harus menjual seseorang dengan harga bagus dan kami memutuskan kandidat terbaik adalah Xabi Alonso. Ia sudah tampil bagus untuk kami, tapi tak menunjukkan form terbaiknya dalam dua tahun terakhir," buka Benitez.

Benitez juga mengklaim saat itu Juventus adalah salah satu klub yang paling tertarik meminang Xabi Alonso, namun menurutnya Bianconeri tak mau memenuhi harga yang diminta Liverpool. (foes/row)

Minggu, 26 Agustus 2012

Sahin Pilih Liverpool Karena Xabi Alonso

26 Agustus 2012 | 04:30


Nuri Sahin/dok: liverpoolfc.com
Nuri Sahin/dok: liverpoolfc.com
Liverpool berhasil memenangkan perburuan Nuri Sahin. Pemain berkebangsaan Turki ini dipinjam untuk jangka waktu setahun ke depan.
Padahal, Arsenal dikabarkan hampir mengamankan jasa pemain berusia 23 tahun tersebut. Sahin pun membeberkan alasan dibalik putusannya. Perbincangan dengan rekan setimnya di Real Madrid, Xabi Alonso turut menginspirasi Sahin.
"Ketika aku datang ke Real Madrid, kami berbicara mengenai sepakbola Jerman dan Italia. Ketika dia mendengar bahwa Liverpool tertarik denganku, dirinya mulai bercerita padaku tentang Liverpool," ungkap Sahin seperti dilansir situs resmi klub.
"Luar biasa bagaimana dia menceritakan Liverpool. Dirinya pernah berkata, 'pergilah, kamu akan menyukai itu'," imbuh mantan pemain Borussia Dortmund tersebut.
Sahin juga bercerita bagaimana Alonso berujar bahwa fans akan mencintainya. Stadion Anfield juga dideskripsikan Alonso sebagai venue terbaik dunia. (Febri)

Minggu, 24 Juni 2012

EURO 2012 : Xabi Alonso Antar Spanyol ke Semifinal

Bola.net - Sepasang gol yang dicetak Xabi Alonso di caps ke-100-nya bersama Spanyol mengirim pulang Prancis dan membawa timnya maju ke semifinal Euro 2012, Minggu (24/6).

Vicente del Bosque kembali menempatkan Fernando Torres di bangku cadangan, ia lebih memilih Cesc Fabregas yang ditempatkan sebagai 'False number 9' tidak ada striker murni di skema awalnya malam ini.

Spanyol langsung mendominasi penguasaan bola seperti biasanya, namun Pique sempat salah umpan dan nyaris dimanfaatkan Benzema, beruntung Ramos sanggup memotongnya.

Fabregas berteriak kepada wasit untuk meminta penalti ketika Clichy menabraknya di kotak terlarang, namun wasit asal Italia Nicola Rizzoli menganggap itu bukan pelanggaran.

Tembakan spekulasi dari hampir setengah lapangan coba dilepaskan oleh Xabi Alonso, namun kiper Prancis Hugo Lloris sanggup memeluk bola dengan mudahnya.

Deadlock akhirnya terpecahkan di menit 19, usai menerima sodoran Iniesta dari sisi kiri Jordi Alba melepas crossing terarah yang ditanduk masuk oleh Xabi Alonso.

Bola diarahkannya ke tiang jauh, laju si kulit bundar yang begitu deras tak sanggup dihalau oleh Lloris, La Furia Roja pun memimpin satu bola di depan.

Prancis sempat mendapatkan free kick di luar kotak penalti Spanyol, namun eksekusi Benzema hanya melayang tinggi tak karuan.

Tim Ayam Jantan terus berupaya menekan Spanyol, namun upaya mereka tak ada yang benar-benar membahayakan karena selalu bisa dihalau para bek, termasuk upaya Ribery.

Sergio Ramos mendapatkan kartu kuning usai menghentikan Benzema, tendangan bebas yang diambil Yohan Cabaye tepat mengarah ke pojok atas, Casillas dengan sigap melakukan penyelamatan dengan tepisannya.

Tiki-Taka Spanyol sempat memberi Iniesta peluang menembak dari jarak dekat, namun bek Prancis sanggup membloknya. Bola Corner pun masih melayang tinggi usai disundul Pique.

Sebelum turun minum Cabaye diganjar kartu kuning karena melakukan pelanggaran keras terhadap Busquets. Wasit meniup peluit istirahat usai 1 menit injury time diberikan untuk laga ini, untuk sementara waktu Spanyol bisa tersenyum.

Pada awal babak kedua, Prancis seolah punya semangat yang berbeda. Mereka menjadi tim yang lebih aktif memberikan ancaman.

Dominasi penguasaan bola Spanyol menurun, sementara Les Bleus terus-terusan mencecar sisi kiri pertahanan La Furia Roja. Cabaye dan Ribery begitu aktif bergerak.

Salah satu ancaman datang dari sundulan Debuchy yang menyambar bola menyilang kiriman Ribery, hanya saja tandukannya masih sedikit berada di atas mistar Casillas.

Sebuah umpan brilian sempat dilepaskan Xavi ke arah Fabregas, namun Lloris yang keluar dari areanya sigap menutup momen berbahaya tersebut.

Pada pertengahan babak kedua, kedua kubu melakukan subtitusi Prancis menarik Malouda dan Debuchy untuk digantikan Nasri dan Menez. Sementara Spanyol menarik David Silva dan Fabregas guna memberi tempat Pedro dan Torres.

Tusukan Iniesta dari sisi kiri sempat memberi peluang Torres, namun bergerak cepat Koscielny menutup ruang tembak. Tak lama kemudian ganti Ribery menusuk ke kotak penalti namun crossing rendahnya juga dipotong oleh Casillas.

Pemain pengganti terakhir Prancis di laga ini akhirnya jatuh pada Olivier Giroud, Blanc menambah striker untuk menaikkan daya gedor, Giroud menggantikan M'Vila. Tak lama kemudian Spanyol juga menarik Iniesta dan menggantinya dengan Santi Cazorla.

Keberadaan Torres di lini terdepan Spanyol belum sanggup menambahkan gol, ia malah seringkali terjebak perangkap off side para defender Prancis.

Les Bleus terus tak sanggup menembus lini belakang Spanyol, sementara di akhir menit ke-90 Spanyol malah mendapatkan hadiah penalti. Pergerakan Pedro dihadang oleh Reveillere di kotak terlarang.

Xabi Alonso maju sebagai algojo dan dengan dingin menghunjamkan bola ke pojok kiri tanpa bisa dihalau Lloris, inilah gol ke-15 Xabi Alonso di laganya yang ke-100 berbalut kostum La Roja.

Praktis hasil ini menyegel satu tempat di semifinal bagi Spanyol. Mereka akan bersua Portugal yang sudah memastikan diri terlebih dahulu dua hari sebelumnya.

Starter Kedua Tim:
Spanyol (4-3-3): Iker Casillas (kapten); Alvaro Arbeloa, Gerard Pique, Sergio Ramos, Jordi Alba; Xavi, Sergio Busquets, Xabi Alonso; David Silva (Pedro 64'), Cesc Fabregas (Torres 65'), Andres Iniesta (Cazorla 84').

Prancis (4-3-3): Hugo Lloris (kapten); Anthony Reveillere, Adil Rami, Laurent Koscielny, Gael Clichy; Yohan Cabaye, Yann M'Vila (Giroud 79'), Florent Malouda (Nasri 64'); Mathieu Debuchy (Menez 64'), Karim Benzema, Franck Ribery.

Statistik Spanyol - Prancis
Penguasaan bola: 55% - 45%
Shot (on goal): 13 (3) - 4 (1)
Corner: 7 - 3
Pelanggaran: 6 - 12
Offside: 5 - 1
Kartu kuning: 1 - 2
Kartu merah: 0 - 0
Penyelamatan: 1 - 2

Kartu kuning: Sergio Ramos (31'); Cabaye (42'), Menez (75')
Pencetak gol: Xabi Alonso (19' dan 90') (bola/lex)