Sabtu, 31 Mei 2014

The Reds Naikkan Tawaran Untuk Lallana

Anto Kurniawan
Sabtu, 31 Mei 2014 −  09:35 WIB

LIVERPOOL - Keinginan Liverpool
untuk mendapatkan gelandang
Southampton, Adam Lallana sepertinya
tidak main-main. Setelah dikabarkan
penawaran The Reds -julukan
Liverpool- sebesar 20 juta pounds atau
setara Rp389 miliar telah ditolak. Kini
skuat asuhan Brendan Rodgers itu tak
menyerah dan menaikkan tawaran
mereka menjadi 25 juta pounds atau
setara Rp475 miliar untuk mendapatkan
Lallana.
Liverpool sendiri diyakini ingin segera
menyelesaikan kesepakatan sebelum
skuat Timnas Inggris terbang ke Piala
Dunia 2014, mendatang di Brazil.
Lallana sendiri bermain cukup impresif
dini hari tadi untuk menghantarkan
skuat The Three Lions -julukan Inggris-
mengalahkan Peru 3-0 dalam laga uji
coba jelang Piala Dunia.
Selain Lallana, rekan satu timnya Rickie
Lambert juga kerap dikaitkan bakal
mendarat di Anfield -kandang
Liverpool- musim depan. Sementara itu
sebelumnya dikabarkan Lallana telah
siap menjalani tes medis di Liverpool.
Sejumlah laporan mengklaim klub asal
Merseyside itu sedang melakukan
pembicaraan dengan pihak Saints-
julukan Southampton-untuk proses
transfer penggawa timnas Inggris
tersebut.
Meski begitu sepertinya pembicaraan
kedua tim berjalan cukup alot
mengingat belum ada kata sepakat
antara kedua kubu. Southampton
seperti tengah dilanda dilema,
mengingat disatu sisi mereka tidak ingin
kehilangan dua bintangnya. Namun
tambahan finansial dari penjualan
Lallana dan Lambert tentu bisa
membantu The Saints.
(akr)

Rodgers Kapok Pinjam Pemain

Anto Kurniawan

LIVERPOOL - Pelatih Liverpool,
Brendan Rodgers mengatakan tidak
ingin kembali mendatangkan pemain
dengan status pinjaman pada bursa
transfer musim panas ini. Sejak
mengambil alih pimpinan di Anfield -
kandang Liverpool-, Rodgers terhitung
aktif untuk memperkuat skuat Liverpool
sepanjang musim ini. Namun musim ini
ia mengaku hanya ingin mendatangkan
pemain secera permanen.
Sebelumnya Nuri Sahin, Victor Moses
dan Aly Cissokho sempat dipinjam tim
asal Merseyside itu, namun kinerjanya
tak terlalu bagus. "Saya berharap kami
tidak harus meminjam pemain lagi musim panas ini. Namun ini selalu tentang ketersediaan pemain di dalam tim. Jika Anda tidak puas dengan susunan tim, maka harus ada perbaikan," ucap Rodgers seperti dilansir Sky Sports, Kamis (29/5).
"Kami harus melihat semua pilihan dalam hal mendatangkan pemain. Dalam beberapa tahun keberadaan saya disini, kami harus bersaing dengan skuat yang seadanya. Namun saya harap akan ada lebih banyak pemain permainan dibandingkan pinjaman. Kami ingin melakukan semua yang terbaik untuk tim ," sambungnya.
Rodgers sendiri mengaku optimis mampu mendatangkan pemain berkualitas pada musim depan, ditengah harapan tinggi kepada Liverpool setelah sukses mengamankan posisi kedua. Liverpool juga bakal bersaing di Liga Champions musim ini setelah lima tahun belakangan selalu gagal tampil di kompetisi Eropa.
"Tim ini bekerja keras secara bersama-sama, kami selalu menekankan kekompakan tim. Kami sangat mempersiapkan diri untuk musim
depan, dan saya mempunyai pertemuan
baik dengan tim rekrutmen Liverpool.
Kami akan bersama sebagai satu tim,"
tandasnya.
(akr)

Jumat, 30 Mei 2014

Adam Lallana Tes Medis di Liverpool?

Andika Pratama

MERSEYSIDE - Kabar mengejutkan
datang dari gelandang Southampton,
Adam Lallana. Pemain berusia 26 tahun
itu dilaporkan siap untuk jalani tes
medis di Liverpool.
Dilansir Sports Mole , Selasa (27/5),
Lallana diyakini menerima tawaran 20
juta poundsterling (setara Rp389 miliar)
dari The Reds sebagai mahar agar mau
pindah dari St Mary ke Anfield musim
panas nanti.
Sejumlah laporan mengklaim klub asal
Merseyside itu sedang melakukan
pembicaraan dengan pihak Saints-
julukan Southampton-untuk proses
transfer penggawa timnas Inggris
tersebut.
Namun, menurut Football Direct News ,
Lallana, yang bakal bermain di Piala
Dunia bersama The Three Lions bulan
depan, dikabarkan bisa menjalani tes
medis di sela-sela latihan timnas
Inggris pada Selasa ini.
(dka)

Liverpool Bakal Berhati- hati di Bursa Transfer

Lucas Aditya - detiksport
John Powell/Liverpool FC via Getty Images
Liverpool - Liverpool yang kembali
ke Liga Champions tentunya bakal
melakukan aktivitas di bursa transfer
untuk memperkuat skuat. Meski
demikian, The Reds disebut bakal
berhati-hati saat berburu pemain.
Tak difavoritkan di musim lalu,
Liverpool malah bisa mencuri
perhatian. Mereka sukses mengakhiri
musim di posisi runner-up klasemen.
Tak sekadar menempati posisi dua
klasemen akhir, Liverpool juga
memperagakan sepakbola yang
atraktif. Mereka mampu melesakkan
101 gol di Liga Inggris, catatan itu
cuma kalah satu gol dari Manchester
yang sukses menjadi juara.
Atas raihan di Liga Inggris itu,
Liverpool pun bakal berlaga di Liga
Champions untuk musim depan.
Menyambut ajang itu, The Anfield
Gank pun dinilai perlu untuk
menambah pemain.
Legenda Liverpool Ian Rush
menyatakan bahwa manajer 'Si
Merah' Brendan Rodgers tak akan
melakukan aktivitas di bursa transfer
dengan tergesa-gesa. Eks manajer
Swansea City itu disebut bakal
melihat berbagai sudut pandang
untuk mendatangkan pemain.
"Dengan berlaga di Liga Champions,
saya yakin mereka bakal melihat ke
semua lini untuk melakukan
penguatan," kata Rush di Sky
Sports .
"Apa yang Anda lakukan jika Luis
Suarez dan Daniel Sturridge
mendapatkan cedera?"
"Itu juga bergantung pada siapa
yang tersedia di bursa transfer, di
harga berapa. Saya yakin Brendan
bakal melihat dari berbagai sudut
pandang," imbuhnya.

Ada Garuda di Jersey Baru Latihan Liverpool

Anto Kurniawan
Kamis, 29 Mei 2014 − 20:14 WIB
Ada yang unik pada jersey The Reds -
julukan Liverpool-, bukan karena desain
maupun pilihan warna yang dipakai.
Melainkan terdapat simbol Garuda pada
jersey terbaru skuat asuhan Brendan
Rodgers tersebut
LIVERPOOL - Liverpool secara resmi
meluncurkan jersey latihan terbaru
mereka musim depan setelah sukses
mengamankan tiket ke Liga Champions
usai gagal dalam lima tahun terakhir.
Ada yang unik pada jersey The Reds -
julukan Liverpool-, bukan karena desain
maupun pilihan warna yang dipakai.
Melainkan terdapat simbol Garuda pada
jersey terbaru skuat asuhan Brendan
Rodgers tersebut.
Seperti diketahui Liverpool telah lama
menjalin kerja sama dengan maskapai
Internasional asal Indonesia yakni
Garuda Indonesia sebagai sponsor
resmi Steven Gerrard cs. Namun baru
kali ini simbol Garuda menempel di
jersey latihan Liverpool yang sekaligus
menandai kembalinya The Reds ke Liga
Champions setelah absen dalam lima
tahun.
"Liverpool lelah selalu absen di Liga
Champions selama lima musim terakhir,
namun musim depan akan terasa sangat
istimewa bagi klub dan fans. Apa yang
istimewa adalah Garuda meluncurkan
penerbangan pertama ke Eropa dan
pemain Liverpool juga akan ke Eropa,"
ucap legenda Liverpool, Didi Hamann
pada situs resmi Liverpool, Kamis
(29/5).
Pada jersey latihan nanti, Liverpool
akan menggunakan dua warna yakni
merah dan hitam, serta didepannya
akan terpampang logo Garuda
Indonesia. Presiden dan CEO Garuda
Indonesia, Emirsyah Satar mengaku
bangga dalam menyokong tim besar
seperti Liverpool sebagai sponsor sejak
2012 lalu.
"Kami bangga Garuda Indonesia dan
Liverpool FC telah mampu meningkatkan kerja sama yang sebelumnya telah berjalan dua tahun. Kini kami telah menjadi sponsor resmi mereka yang akan dimulai 1 Juni 2014," tandasnya.
(akr)

Curhat Torres, Beda di Anfield dan Stamford Bridge


Femidiah - detiksport

London - Fernando Torres
menyimpan ekspektasi tinggi saat
meninggalkan Liverpool dan
bergabung dengan Chelsea. Namun,
sudah menyakiti Steven Gerard,
penampilannya bersama Chelsea juga
tak maksimal.
Torres diikat Chelsea dengan nilai
transfer 50 juta poundsterling pada
transfer musim dingin 2011. Uang
penjualan dirinya kemudian dipakai
Liverpool untuk membeli Andy Carrol
dari Newcastle dengan nilai 35 juta
poundsterling.
Namun penampilan Torres bersama
The Blues tak pernah gemilang. Dia
hanya membuat 20 gol dalam 110
pertandingan. Produktivitas itu jauh di
bawah ketika ia membelaThe Reds:
yaitu 81 gol dari 142 pertandingan.
"Suatu hari, Steven Gerard
mendatangi saya dan bilang,
'Fernando, sekarang, kamu harus
memikirkan dirimu. Lakukan apa
yang harus kamu lakukan'," kata
Torres kepada majalah terbitan
Prancis So Foot dan dikutip Daily
Mail.
"Tapi ketika saya mengatakan
kepadanya kalau saya menerima
tawaran Chelsea, itu menghancurkan
dia. Menyampaikan kepergian saya
dari Liverpool kepada Gerrard
menjadi momen terberat dalam karier
saya.
"Dia rekan terbaik dalam satu tim
dan saya tak yakin bisa menemukan
orang seperti dia di masa datang.
Kami saling berkontribusi satu sama
lain," ucap penyerang 30 tahun itu.
Tapi ada pertimbangan lebih besar
yang membuat Torres bersikukuh
meninggalkan Anfield. Torres ingin
mencicipi turnamen lebih besar yang
dirasa akan sulit didapatkan jika dia
tetap bersama Liverpool.
"Di Liverpool saya hampir
mendapatkan semuanya, kecuali titel
juara. Makanya saya seperti seorang
raja dengan tim yang terjun bebas.
"Kemudian direktur melego (Javier)
Mascherano ke Barca, kemudian
Xabi Alonso ke Real Madrid tanpa
menginvestasikan uang sebagai
kompensasi untuk mendatangkan
dua pemain kunci.
"Waktu itu usia saya 27 tahun, saya
ingin tahu bagaimana rasanya tampil
di Liga Champions dan perasaan
saya bilang kalau saya tak akan
mendapatkan itu jika tetap di
Liverpool.
Ironisnya, meskipun Torres bisa
merealisasikan mimpi itu bersama
Chelsea, tapi tidak benar-benar
sempurna. Dia menjalani kariernya
bersama "Si Biru" dengan keluar-
masuk tim, atau bukan sebagai
starter reguler, baik saat di bawah
manajer Carlo Ancelotti, Andre Villas-
Boas, Roberto Di Matteo, dan juga
Jose Mourinho.
"Tapi kondisinya tetap sama. Saya
tampil di satu pertandingan tapi tidak
di laga berikutnya," lirihnya.

'Apa yang Dilakukan Rodgers di Liverpool Sangatlah Brilian'

Femidiah - detiksport

Jakarta - Performa Brendan Rodgers
di Liverpool musim lalu mendapat
acungan jempol dari salah satu
pemain legendaris klub itu. Di bawah
arahan Rodgers, The Reds pun
disebut bisa menanti hal-hal bagus di
masa depan.
Hal itu diutarakan oleh Phil Thompson, pemain Liverpool periode 1971–1984 yang ikut berperan dalam membawa klub tersebut menjuarai tujuh titel First Division--kasta teratas sepakbola Inggris sebelum era Premier League.
Dalam lawatannya ke Jakarta,
Thompson menilai bahwa Rodgers
sudah berperan besar dalam membuat 'Si Merah' tampil impresif musim lalu sampai-sampai sempat berada di garis terdepan dalam perebutan gelar juara Premier League, meskipun akhirnya harus
puas menjadi runner-up di akhir
musim.
Selain membahas soal Liverpool, pria
60 tahun yang pernah 42 kali membela tim nasional Inggris pada
periode 1976–1982 tersebut juga
menyinggung tentang Piala Dunia
2014 depan.
Berikut petikan wawancara
detikSport dengan Thompson.
detikSport (d): Bagaimana menurut
Anda kepemimpinan Brendan
Rodgers?
Phil Thompson (PT): Dari tujuh tahun
terakhir, musim lalu perjuangan
Liverpool untuk merebut titel juara
musim lalu itu sangatlah luar biasa.
Mereka memainkan sepakbola yang
menyerang. Banyak menciptakan
banyak gol di home dan away saat
menghadapi MU dan Everton. Untuk
melihat jadi juara itu sudah terlalu
lama, sejak 24 tahun lalu dan
sekarang sudah dekat sekali.
Kami sudah menunjukkan kemajuan
dengan lolos ke Liga Champions.
Kami mempunyai skuat yang lebih
oke. Tapi kita tak beruntung, setelah
kehilangan Piala FA, konsentrasi
tinggal di Premier League. Tahun
depan, mudah-mudahan bisa masuk
Liga Champions juga dapat trofi
lainnya.
d: Harus improve seperti apa?
PT: iya kami harus meningkatkan
skuat untuk menghadapi musim
depan. Karena kami tak hanya akan
tampil di Premier League tapi juga
Liga Champions League. Kami harus
punya pemain berkualitas lebih
banyak lagi dibandingkan musim
lalu. Perbaikan di pertahanan, kalau
lini penyerangan sudah luar biasa.
Kami harus bisa menciptakan para
penyerang yang punya insting gol
lebih banyak lagi. Kami harus
menciptakan tim yang siap
secepatnya.
d: Brendan Rodgers baru saja
memperpanjang kontrak. Bagaimana
pendapat Anda?
PT: Dia salah satu manajer muda
terbaik di Premier League. Banyak
yang harus dilakukan. Dia bisa me-
manage para pemain muda dengan
sangat baik. Tak cuma sebagai
pelatih tapi juga menunjukkan
seorang manajer yang berkualitas.
Daniel Sturridge bisa meledak seperti
itu. Itu salah satu bukti dia bisa
membuat pemain muda bisa lebih
lebih baik. Dia juga berani mengubah
taktik Liverpool. 4-3-2-1 kadang dua
atau tiga di belakang. Atau tiga di
wing back dan itu manajemen yang
oke.
Apa yang dilakukan dia untuk
Liverpool sangatlah brilian. So, kalau
dia komit dengan Liverpool dan bisa
meng-handle Luis Suarez musim
depan, maka tim ini akan jadi
sebuah tim yang hebat.
d: Bagaimana dengan peluang
Inggris di Piala Dunia?
PT: Inggris tergabung dengan grup
yang berat. Penting untuk bisa
menang di pertandingan pertama.
Sejak game pertama mereka sudah
menjalani pertandingan yang berat.
Kalau bisa dapat kemenangan
pertama maka langkah selanjutnya
akan lebih muda.
Ini akan jadi tekanan yang berat bagi
timnas Inggris, dengan sekumpulan
pemain muda. Apakah mereka bisa
memenangkan trofi itu? Saya tidak
berpikir begitu. Memang terlalu awal
untuk berpikir begitu, tapi untuk
sampai ke kuarter final bisa.
Dalam perjalanan waktu saya lihat
tim ini akan makin baik. So, kalau
mereka bsia mencapai kuarterfinal itu
sudah jadi hasil yang bagus.
d: Jujur, favorit tim juara di Piala
Dunia siapa?
PT: Menurut saya Spanyol, karena
tidak ada sejarahnya tim-negara
Eropa lainnya yang pernah jadi juara
ketika Piala Dunia ada di benua
Amerika. Spanyol akan jadi tim yang
dominan karena mereka
menunjukkan tim yang humble.