Selasa, 07 Juni 2011

Siapa Dapat Scott Parker?


Rossi Finza Noor : Sepakbola
detikcom - London,
Scott Parker tidak
menampik kabar
yang menyebut
dirinya ingin bermain
di Premier League
musim depan.
Dengan dua klub
raksasa dikabarkan
mengincarnya, bakal
bermain di mana
Parker musim depan?
Klub Parker saat ini, West Ham United, degradasi setelah menjadi
juru kunci Premier League pada musim 2010/2011. Hanya saja
Parker tidak mau ikut klubnya bermain di divisi yang lebih rendah.
"Tentu saja. Di sanalah semua orang ingin bermain, di Premier
League, dan saya pun juga," ujarnya kepada Sky Sports.
Parker, yang menjadi pemain terbaik Premier League versi jurnalis
pada musim ini, dikabarkan diincar oleh Liverpool dan Arsenal.
Penghargaan pribadi tersebut sudah cukup menjadi alasan
mengapa ia diincar kedua anggota Big Four itu.
Gelandang berusia 30 tahun itu bermain sebanyak 30 kali di
Premier League musim ini dan menyumbang lima gol.
Singkatnya, West Ham boleh terpuruk, tapi Parker tidak.
Parker diprediksi cocok mengakomodasi keinginan Liverpool untuk
menambah kedalaman skuad--sesuatu yang dikeluhkan oleh sang
pemilik, John W. Henry, baru-baru ini.
Sementara Arsenal disebut-sebut butuh gelandang berkarakter.
Namun, usia Parker yang sudah kepala tiga seperti hal tabu untuk
Arsene Wenger yang jarang mendatangkan pemain dalam usia
seperti itu.
Parker sendiri saat ini ingin fokus memulihkan kondisi dari
kelelahan usai bermain selama semusim penuh.
"Ini merupakan musim yang panjang dan berat untuk mayoritas
pemain-pemain di sini. Jadi, saya ingin berlibur bersama keluarga
dan bersantai sejenak."

'Kuyt Layak Bermain di Barcelona'


Narayana Mahendra Prastya : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,Kualitas
Dirk Kuyt
mendapatkan pujian
dari salah satu eks
pemain Liverpool Jan
Molby. Mantan
gelandang The Reds
itu menilai Kuyt layak
bermain di Barcelona.
Ketika bermain di FC Utrecht atau Feyenoord, Kuyt merupakan
seorang penyerang tengah klasik. Setelah berpindah ke Inggris dan
memperkuat Liverpool, dia sedikit mengalami kesulitan untuk
mencetak gol secara reguler karena gaya dan kecepatan bermain
yang sedikit berbeda.
Namun pria asal Belanda itu mampu beradaptasi, meski posisinya
digeser agak melebar dibanding dengan apa yang dia lakoni di klub
sebelumnya.
Sejak bergabung tahun 2006 hingga sekarang, Kuyt merupakan
pemain pilihan utama di Liverpool meski klub yang bermarkas di
Anfield itu sudah beberapa kali berganti manajer.
Apa yang ditunjukkan Kuyt mendapatkan pujian dari Jan Molby.
Pemain Liverpool tahun 1984-1996 itu menyebut bahwa gaya
permainan Kuyt selalu menyulitkan lawan.
"Dia berlari, dia bekerja keras, dan dia mengalahkan Anda," ujar
Molby dilansir di situs resmi klub.
Molby menilai bahwa di bawah asuhan Kenny Dalglish, Kuyt makin
bersinar karena pola latihan King Kenny berhasil meningkatkan
kemampuan pemain bernomor punggung 18 itu.
"Saya pikir latihan di bawah Kenny Dalglish benar-benar
memberikan keuntungan bagi dia (Kuyt). Ada lebih banyak
sentuhan untuk pemain individual dan sentuhan pertama Dick telah
meningkat karena itu," lugasnya.
Pria Denmark itu berpendapat bahwa dengan kemampuannya,
Kuyt pun layak untuk memperkuat tim-tim besar dunia, termasuk
Barcelona.
"Saya selalu mengatakan hal ini tentang dia--dan itu artinya: dia
akan mampu pindah ke mana pun tim di dunia. Sebab dia memiliki
hal yang bisa dia berikan."
"Mungkin dia (Kuyt) bukanlah pesepakbola terhebat, namun saya
pikir dia bisa bermain di tim Barcelona."

John W. Henry Siap Benahi Skuad Liverpool

John W. Henry Siap Benahi Skuad Liverpool
Rossi Finza Noor : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,John W.
Henry menganalisis
skuad Liverpool
dalam satu musim
terakhir. Ia pun
mendapatkan
kesimpulan, skuad
The Reds kurang
dalam, namun
memakan banyak
biaya.
"Kejutan paling buruk
adalah kurangnya
kedalaman skuad," ujar pemilik Liverpool itu kepada Guardian.
Henry menelaah setelah melihat hanya ada beberapa pemain
Liverpool yang benar-benar bagus ketika dimainkan. Sementara,
pelapis mereka tak menampilkan performa yang diinginkan.
Keadaan makin buruk setelah beberapa pemain yang performanya
dinilai tak layak itu malah mendapatkan gaji mahal. Joe Cole dan
Milan Jovanovic masuk ke dalam kategori ini.
Cole, hanya tampil sebanyak sembilan kali sebagai starter di
Premier League musim ini, bergaji 100 ribu poundsterling sepekan.
Pun demikian dengan Jovanovic, yang hanya bermain sebanyak
10 kali di Premier League musim ini.
Beberapa pembelian musim lalu juga terbukti mubazir. Paul
Konchesky dan Christian Poulsen didatangkan dengan nilai transfer
masing-masing 5 juta pounds dan 4,5 juta pounds. Namun, tak
satu pun dari keduanya yang mampu menjadi pemain utama.
Konchesky memang sempat menjadi pilihan pada masa
kepemimpinan Roy Hodgson. Tapi, setelah Hodgson didepak, ia
kemudian dipinjamkan ke Nottingham Forest.
"Pikiran utama kami adalah menghadapi masalah ini dan ternyata
masalahnya lebih besar dari yang kami perkirakan sebelumnya."
"Ada beberapa pemain yang dibayar mahal untuk beberapa
musim untuk sebuah skuad yang memiliki kedalaman rendah,"
tukas Henry.
Wajar kalau kemudian pria asal Amerika Serikat itu berniat untuk
membenahi skuad pada musim panas ini. Beberapa nama bisa
saja dijual dan, seperti yang diungkapkan Kenny Dalglish, The Reds
juga siap mendatangkan beberapa pemain kelas satu.
"Kami ingin mendapatkan beberapa pemain berkualitas yang kami
bisa dapatkan," ucap Dalglish.

Agger Enggan Buru-buru Comeback


Okdwitya Karina Sari : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,Bek
Liverpool Daniel
Agger dibuat frustrasi
akibat seringnya
dibekap cedera. Dia
tak ingin buru-buru
merumput sebelum
benar-benar pulih.
Agger telah
melewatkan sisa
musim kompetisi
2010-11 karena
mengalami cedera
lutut. Terakhir kali
Agger beraksi di atas
lapangan adalah saat
Liverpool dikalahkan
West Bromwich 2-1
pada awal April.
Secara keseluruhan Agger beberapa kali dibebat cedera dan
sempat mengalami sakit yang bikin dia hanya dapat tampil
sebanyak 21 kali bersama The Reds.
Tak pelak, Agger pun didera frustrasi. Dia hanya menjadi penonton
ketika rekan-rekannya berjuang untuk membawa Liverpool finis
sebaik-baiknya di klasemen akhir.
Kini defender berusia 26 tahun itu tengah berusaha untuk
mengembalikan kondisi terbaiknya untuk memulai latihan pra
musim pada Juli mendatang.
"Tidak ada yang lebih frustrasi daripada aku tapi aku cuma harus
fokus dan tetap berpikir positif,"ucap mantan pemain Brondby itu
di situs resmi klub.
"Yang penting adalah aku kini menatap pra musim dan aku tidak
ingin terburu-buru sekarang. Itu yang selalu menjadi masalahku
dalam beberapa kali aku terkena cedera. Aku buru-buru kembali
dan ketika aku kembali lebih awal aku malah mendapat cedera
yang baru."
"Ini menjadi bagus untukku karena aku memiliki waktu hingga pra
musim digelar."
Walaupun berkali-kali dirundung cedera, Agger yakin bisa kembali
dengan kondisi yang lebih kuat. Ia akan berupaya keras untuk tidak
mudah terkena cedera.
"Aku sangat yakin aku bisa kembali lebih kuat. Jika aku bisa
melakukan sesuatu yang menjamin aku tidak akan cedera lagi aku
akan melakukan apapun caranya," tandas Agger.

Joe Cole Dikabarkan Bakal Dijual

Rossi Finza Noor : Sepakbola
detikcom -
Liverpool,Media-
media Inggris ramai
memberitakan Joe
Cole. Setelah
menjalani satu
musim yang
mengecewakan, Cole
dikabarkan bakal
dijual oleh Liverpool.
Spekulasi itu
berkembang setelah pemilik The Reds, John W. Henry,
menyatakan bahwa banyak pemain bergaji tinggi, namun memiliki
kontribusi rendah. Cole masuk ke dalam kategori tersebut.
Dari catatan Soccernet, ia hanya bermain sebanyak sembilan kali
sebagai starter di Premier League musim lalu, plus 11 kali sebagai
pemain pengganti. Ia juga acapkali dibekap cedera.
Dengan kontribusi seminim itu, Cole masih menikmati gaji 90 ribu
poundsterling (sekitar Rp 1,2 miliar) per pekan.
Cole telah membuat Liverpool menghabiskan 4,1 juta pounds
(sekitar Rp 57 miliar) hanya untuk gajinya atau membayarnya
sebesar 2.470 pounds (sekitar Rp 34 juta) untuk setiap menit
selama 1.622 menit dia bermain.
Cole tidak sendiri. Ada pemain lain seperti Milan Jovanovic yang
sama seperti dirinya.
"Ada beberapa pemain yang dibayar mahal untuk beberapa
musim untuk sebuah skuad yang memiliki kedalaman rendah,"
ujar Henry.
Cole sendiri sudah memiliki peminat: Tottenham Hotspur. Di sana
ia akan kembali bertemu dengan manajer yang pernah
mendidiknya selama di West Ham United, Harry Redknapp.
Redknapp dikabarkan berani mengeluarkan dana sebesar 3 juta
poundsterling (sekitar Rp 41 miliar) untuk menggaet pemain
berusia 29 tahun itu.
Ini artinya Liverpool bakal mendapatkan keuntungan besar. Sebab,
Liverpool mendapatkan eks gelandang Chelsea itu dengan gratis.

Jumat, 03 Juni 2011

Maxi: Musim Depan Wajib Lolos Liga Champions

Bola.net - Gelandang serang Liverpool Maxi Rodriguez
mengatakan bahwa timnya harus memenuhi target lolos ke Liga
Champions musim depan.
Liverpool mengakhiri kompetisi di peringkat enam, yang berarti
tertutup peluang The Reds bermain di kompetisi antar klub paling
bergengsi Eropa yang tahun ini dijuarai oleh Barcelona itu.
Meski gagal ke Liga Champions, Maxi turut membawa Liverpool
naik ke papan atas Premier League pada putaran dua setelah
kedatangan pelatih Kenny Dalglish.
Sebelum musim 2010/11 berakhir, Maxi sempat dua kali
mencetak hattrick saat Liverpool mengalahkan Birmingham di
Anfield dan Fulham di Craven Cottage.
"Secara pribadi saya senang bisa mengakhiri kompetisi dengan
mencetak banyak gol, tapi saya lebih senang lagi dengan
perubahan permainan yang kami tunjukkan selama putaran
dua," kata Maxi kepada Liverpool Daily Post.
"Kami tak mengawali kompetisi dengan baik, tapi kami hampir
mencapai Eropa. Musim depan kami harus kembali ke Liga
Champions," tegas mantan pemain Atletico Madrid itu.(gl/zul)
Follow twitter @bolanet dan gabung komunitas bola.net di
facebook.
Akses Bola.net melalui http://m.bola.net pada browser ponsel
Anda.

Reina: Saya Tak Akan Tinggalkan Anfield


Bola.net - Sepertinya kedatangan King Kenny ke Liverpool
terus membuat kondusif The Reds. Pepe Reina kini tak lagi ingin
meninggalkan Anfield.
Kiper Nomor saru The Kop tersebut sempat dikabarkan akan
pergi dari Merseyside, setelah Arsenal dan Manchester United
disebut-sebut begitu menginginkan jasanya.
Namun pria berusia 28 tahun tersebut mengaku masih bahagia
bersama The Reds, dan hal itu ia paparkan dalam sela-sela masa
liburannya kepada salah satu stasiun Radio, Spanyol.
Kepada Radio Marca di Madrid, Reina bertutur, "Saya bahagia di
Liverpool begitu juga dengan keluarga saya. Saya tidak pernah
ingin pergi."
"Memang benar bahwa kami telah cukup berkembang dan
mengalami peningkatan tahun ini, namun hal ini masih perlu
kami jaga dan tingkatkan lagi,"
Reina juga memberikan komentarnya untuk partai Final Liga
Champions kemarin antara Barcelona dengan Manchester
United di Wembley yang berakhir 3-1.
"Mereka memang tim terbaik yang pernah saya lihat sepanjang
hidup saya. Xavi dan Iniesta adalah dua pemain terbaik di
dunia dalam posisinya, merekalah pemimpin dunia dalam segi apa
pun,"
"Sungguh beruntung keduanya adalah orang Spanyol, mereka
duo terbaik di dunia yang bakal bisa memberikan Anda sebuah
tiket untuk babak Final," tutup Reina.(espn/lex)

Follow twitter @bolanet dan gabung komunitas bola.net di
facebook.
Akses Bola.net melalui http://m.bola.net pada browser ponsel
Anda.